Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 95


__ADS_3

sementara itu di kediaman Jofan...


Intan mulai gelisah sejak tadi sore karena Rheino belum juga kembali. ia bisa mengerti jika ternyata Rheino pulang ke villa nya. tapi ini nomor ponsel Rheino bahkan tidak bisa di hubungi.


malam semakin larut, di luar hujan rintik di tambah angin bertiup cukup dingin dan Intan malah memilih menunggu Rheino di teras depan walau sudah di larang oleh mama Rheino berkali-kali.


malam sudah menunjukkan lewat tengah malam, Intan masih kerasan menunggu di luar, yang ia kuatir kan adalah kalau Rheino berduaan dengan Kiera hingga sampai larut malam begini, Intan mulai cemburu tak karuan. ia semakin kalut dari detik hingga detik bahkan dingin angin malam sama sekali tak ia pedulikan.


semua orang di kediaman Jofan sudah sepi, hanya ada security yang sedang bertugas menjaga di gerbang depan saja tapi Intan tetap keukeuh menunggu Rheino di teras depan.


Rheino ternyata sudah mengantar Kiera sekitar pukul sebelas malam tadi ke kediaman Zumarnis, setelah puas dengan diam-diaman nya.


mereka ternyata masih kembali lagi ke rumah Kiera untuk mengambil ponsel dan yang lain nya, dasar gabut memang ni mantan pasutri ,setelah selesai dari rumah pribadi Kiera barulah Rheino mengantar Kiera ke kediaman Zumarnis.


"besok aku yang akan menjemput Nora ke tempat mama, baru kemudian mengantarkan nya kemari sekalian ngomong sama mama dan papa kamu dan setelah nya kita menemui mama dan papa ku" kata Rheino.


sejak semalaman suntuk tadi Rheino hanya diam seraya tengadah dengan frustasi karena keputusan pernikahan ini artinya ia harus siap jatuh lagi ke dalam lingkaran seorang Kiera. dan Rheino baru berbicara banyak lagi saat sudah mengantar Kiera ke kediaman Zumarnis seperti ini


"gak usah, aku yang akan menjemput Nora, kita bertemu di kediaman Jofan dan kita akan ngomong ke mama papa mu terlebih dahulu" bantah Kiera


"oke.., kita ketemu di sana" Rheino mengalah.


kemudian Rheino hanya menatap Kiera yang sudah bergegas masuk ke pintu utama kediaman Zumarnis.


setelah dari kediaman Zumarnis, Rheino langsung balik ke villa pribadi nya...setelah tertidur beberapa saat di sofa ia baru ingat kalau ponsel nya mati dan baru kemudian menyalakan nya saat jam sudah menunjukkan hampir pukul dua dini hari.


Intan yang bolak balik mengecek kontak Rheino sudah aktif atau belum merasa sangat senang saat ponsel Rheino dapat di hubungi..


Rheino menyipitkan mata nya melihat panggilan dari Intan


πŸ“ž


"kak Rheino...kakak di mana sih?" sambar Intan


"aku di villa, kenapa Intan?" Rheino heran


"aku nungguin kak Rheino sampai larut, kak Rheino kemana aja..? aku khawatir, kenapa nggak ngabarin" Intan seperti mau menangis..


"aduh Intan Sory aku tadi sibuk banget sory ya..,aku gak tau kalau kamu nungguin" kata Rheino jujur


"kak Rheino kok gitu sih, jahat banget. aku nunggu sampe selarut ini di depan" Intan sangat sedih dan merasa tak di perhatikan oleh Rheino


"lho, kamu sekarang masih di depan? masuk sana, nanti kamu sakit" kata Rheino manusiawi


Intan merasa Rheino memperhatikan nya dan ia pun mulai mem-baper.

__ADS_1


"iya deh aku masuk, tapi besok kak Rheino kemari ya?" rengek Intan


"oke..." jawab Rheino


sambungan telepon di matikan dan Intan tersenyum senang seraya masuk ke dalam dan langsung menuju kamar nya.


Rheino mengurut alis nya, besok kebetulan ia dan Kiera memang ada janji di kediaman Jofan, mereka akan membahas pernikahan bersama orangtua Rheino baru kemudian menemui orangtua Kiera di kediaman Zumarnis.



Rheino Raditya Jofan



Quenna Kiera Zumarnis


Keesokan hari nya baik Rheino maupun Kiera sengaja meluangkan waktu untuk mengurus semua ini, jadi pekerjaan mereka hari ini sementara di handle asisten dan sekretaris masing-masing.


saat Rheino baru saja akan berangkat ke kediaman Jofan, ponsel nya berdering itu dari mama nya


πŸ“ž


"iya mah...ada apa?" tanya Rheino dengan suara nya yang selalu lembut dan sopan itu


"Rhei..Intan sakit, mungkin gara-gara semalam dia begadang di depan nungguin kamu" mama terdengar kuatir, bagaimana pun mama Rheino merasa tak enak jika ada tamu di rumah mereka lalu tamu itu malah sakit.


Intan ini memang kelakuan nya ada-ada saja


"udah di panggil dokter ma?" tanya Rheino


"sudah baru saja, nanti kamu kesini ya? soal nya Intan badan nya panas dan dia gak mau makan apa-apa" kata Mama Rheino mengadukan semua nya pada sang putera.


mama Rheino yakin kalau Rheino yang menyuruh Intan makan pasti gadis ini langsung nurut.


yah, gimana mau sembuh kalau tidak mau makan apa-apa secara Intan harus minum obat, mama Rheino gak enak dong kalau mesti membiarkan tamu nya sakit-sakitan.


"iya ma, Rheino juga sekalian mau kesana. ada yang mau di bahas sama mama" kata Rheino pada sang mama


"iya mama tunggu" jawab mama lega.


Rheino segera memasukkan ponsel nya ke saku dan kemudian mengambil kontak mobil dan segera keluar dari pintu utama Villa.


tampak pak Nabowo mengangguk sopan ke arah Rheino saat melihat majikan nya akan pergi keluar.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š

__ADS_1


Rheino sudah sampai di kediaman Jofan, dan segera menemui Intan di kamar nya. saat ini Intan di temani oleh salah satu pelayan kediaman Jofan dan mama Rheino


"dokter baru aja pulang Rhei..." kata Mama Rheino saat melihat sosok putera nya masuk


"apa kata dokter ma?" tanya Rheino


"kata dokter Intan demam karena masuk angin" jawab mama Rheino sesuai seperti apa yang di katakan dokter beberapa saat lalu.


Rheino meraba kening Intan dengan punggung tangan nya, perlakuan itu membuat Intan berbunga-bunga walau pun sedang dalam keadaan lemah dan sakit seperti saat ini.


"kamu sih, pake mau nungguin di luar...sakit kan jadi nya" kata Rheino pada Intan


Intan hanya menunjukkan ekpresi wajah yang lemah dan manja khas diri nya.


"maaf kak Rhei.." kata Intan lirih.


"kamu harus makan ya" kata Rheino seraya bangkit dari tempat tidur


"aku gak mau makan,lagi gak selera kak" geleng Intan lemah


"aku masakin kamu bubur spesial.. pasti kamu suka ya?" tawar Rheino


Intan merasa hangat dan makin berbunga-bunga, kapan lagi dia bisa menikmati kehangatan pujaan hati nya yang seperti ini. makin kesini ia rasa nya tak mau memberikan Rheino pada siapa pun..pria bernama Rheino ini terlalu hebat dan sempurna.


"iya ka.." Intan pun mengangguk...


Rheino segera keluar dari kamar Intan dan turun ke bawah menuju dapur.


ternyata Kiera sudah ada di bawah, Kiera duduk di sofa seraya asik bermain dengan Nora.


"hai, sudah datang?" sapa Rheino


"..hai.." balas Kiera seraya reflek menoleh


"mau temani aku?" tanya Rheino


"kemana?" Kiera balik nanya..


"ke dapur masak bubur buat Intan, dia kan lagi sakit demam" jawab Rheino


Kiera pun bangkit dari sofa


"Nora sama sus dulu ya" kata Kiera pada puteri kecil nya yang lucu itu


Nora hanya mengangguk namun tetap asik dengan stiker Melody bersama sus yang di maksud.

__ADS_1


kemudian Kiera mengikuti langkah Rheino menuju dapur...


__ADS_2