
Kiera merasa sedih bukan main, di mana perihal perjodohan terus mengganggu fikiran nya, di tambah lagi kejadian kali ini, Bastian seakan berpihak pada Inna musuh bebuyutan nya. benar-benar hari yang tidak baik bagi Kiera.., entah mimpi apa diri nya semalam.
"Kei.." panggil Tania, ia sangat tau sahabat nya ini sekarang tidak baik-baik saja
"Tan...gue pengen sendiri dulu.." lirih Kiera seraya melangkah gontai dari sana...
"oke..." balas Tania pelan, ia tahu ini semua tak mudah untuk Kiera yang super bucin sama sosok Bastian Sanjaya sang pacar itu.
jadi Tania hanya bisa memberikan waktu sendiri untuk Kiera, walau sebetul nya ia juga ingin sekali menghibur sahabat nya itu namun ia tak bisa berbuat banyak jika Kiera sudah ada di fase galau seperti ini..
๐น๐น
Kiera terus melangkah gontai naik tangga melewati lantai dua, suasana terlihat sepi karena di lantai ini adalah ruang perpustakaan dan laboratorium berada. lalu Kiera terus melangkah hendak menuju lantai tiga...
Kiera melangkah dengan tidak fokus, fikiran nya berlayar kemana-mana hingga saat kaki nya sedang menaiki anak tangga tiba-tiba ia terpeleset...
Pong!!!
Kiera pun kaget dan hilang keseimbangan, dalam fikiran nya adalah dia hanya akan jatuh !!!
namun...
sesosok tubuh menahan Kiera, tubuh itu tinggi dan wangi...
Kiera mendongak..! ia kaget setengah mati !
sosok yang selalu ingin di hindari nya ini, sosok berkacamata minus tebal, dengan wajah kurus, dan tubuh nya yang kurus kerempeng pula namun sangat jangkung.
"Rhei...Rheino.." Kiera spontan menyebut nama orang yang di maksud, orang yang sudah menyelamat kan nya dari hampir nya ia jatuh dari tangga ini.
__ADS_1
"kalau jalan tuh hati-hati" kata Rheino datar
Rheino baru saja dari lantai tiga meng copy beberapa file tugas dan akan kembali ke lantai dua ke perpustakaan menemui teman-teman nya, tapi ia malah melihat Kiera yang akan naik namun nampak Kiera tatapan nya kosong seperti fikiran nya sedang kemana-mana. Rheino awal nya tak mau tau, tapi makin di rasa Kiera terlihat sangat mengkhawatirkan, benar saja...untung Rheino memperhatikan gerak gerik Keira hingga dengan cukup cepat bisa menangkap tubuh Kiera yang hampir jatuh dari tangga tersebut.
sedangkan Kiera yang mumet di tambah mumet otak nya memang melanglangbuana sejak tadi sama sekali tak menyadari kehadiran Rheino yang berpas-pasan di tangga dengan nya barusan. hingga saat ia hampir jatuh dan Rheino menolong nya baru lah Kiera sadar sepenuh nya akan keadaan sekitar nya.
"te..terimakasih..." Kiera terbata seraya menjauh setelah tubuh nya dan Rheino lengket sepersekian detik barusan.
Rheino tak menyahut, ia hanya berlalu dari sana tanpa menjawab ucapan terimakasih Kiera.
Kiera sama sekali tidak melihat kepergiaan Rhenio, ia hanya tertunduk dengan kalut dan hanya mendengar langkah kaki Rheino saja yang terdengar makin menjauh turun ke lantai dua...
hanya saja Kiera cukup heran ternyata seorang pria memiliki kekuatan yang luar biasa...walau pun pria itu sekurus dan sekrempeng Rheino
๐๐
sementara itu beberapa hari berlalu setelah nya papa Rheino dan papa Kiera yang kebetulan mereka berdua punya sedikit waktu senggang jadi mereka pergunakan untuk bertemu sekedar ngopi bareng dan bersantai
papa Rheino mulai mengajak papa Kiera untuk tukar fikiran mengenai hal ini, karena ini juga menyangkut kebahagiaan Kiera sendiri.
namun bagaimana pun juga papa Kiera tetap bersikukuh dengan keputusan di awal, papa Kiera tetap menginginkan pernikahan antara puteri nya dan putera teman nya ini berlangsung.
Papa Kiera mau bagaimana pun juga tetap menginginkan Rheino lah yang menjadi menantu nya sekarang esok dan seterus nya.
"kenapa kau tidak coba menyutujui hubungan puteri mu dengan pacar nya, toh anak itu juga adalah putera dari keluarga Sanjaya yang tak pernah bersingungan dengan kubu kita" saran papa Rheino pada papa Kiera
"aku gak bisa, wan..." kata papa Kiera pada papa Rheino..
papa Kiera menghela nafas lalu kembali berkata
__ADS_1
"ada sesuatu yang aku ketahui dan aku gak tau meski bagaimana memberitahukan nya pada Kiera, karena dia gak akan pernah percaya. Puteri ku itu terlalu mabuk kepayang pada kekasih nya itu. kalau aku cerita pun dia pasti gak percaya gimana kelakuan putera keluarga Sanjaya itu sesungguh nya. kalau aku bilang yang ada malah dia nuduh aku sengaja cari alasan buat ngejelekin putera Sanjaya itu...nanti ujung-ujung nya salah faham dan akhir nya dia malah bertengkar sama aku demi membela pacar nya itu " cerita papa Kiera
papa Rheino manggut-manggut dan mulai mengerti tentang kekhwatiran teman nya ini pada puteri satu-satu nya tersebut
"Irwan, saat ini mungkin Kiera akan terus protes dan tidak setuju dengan apa yang aku lakukan, namun aku yakin suatu hari nanti ia akan bertrimakasih pada ku karena telah menjodohkan nya pada Rheino putera mu..., aku yakin wan..putera mu adalah yang terbaik untuk puteri ku" kata Papa Kiera mantap..
kediaman Zumarnis
malam itu setelah makan malam, papa Kiera memanggil Kiera
"papa boleh bicara sebentar sama kamu, Kiera?"tanya sang papa
"iya pa..." jawab Kiera lesu..
papa Kiera melihat puteri nya tampak tak bersemangat..ada apa gerangan?
ya Kiera memang sedang tidak baik-baik saja, sejak kejadian hari di mana Bastian menuduh nya mendorong Inna sampai sekarang mereka tidak berbicara satu sama lain.
padahal kemarin Bastian sudah menelepon nya, ternyata Bastian meminta maaf karena terburu-buru menuduh nya.
Tania rupa nya tak habis akal, ia mencari Annie dan Nona untuk mengatakan hal itu pada Bastian. dan dari cerita itu memang Inna jatuh sendiri.
lalu setelah nya ketahuan murid yang datang mengadu pada Bastian yang mengatakan tentang perihal kalau Kiera lah yang mendorong Bastian itu adalah suruhan Inna, siswi itu salah satu antek-antek nya, cecunguk nya Inna.
kalau sudah jadi cecunguk biar pun saat itu tanpa di suruh maka dengan cepat si antek ini akan bergerak, untuk menggiring opini agar Bastian secara spontan memihak pada Inna. yaah paling nanti juga kalau sudah melakukan kerjaan itu si antek akan dapat komisi dari junjungan nya yang bernama Inna tersebut.
setelah mengetahui kebenaran nya, Bastian benar-benar menyesal tapi Kiera masih tak mau bertemu dengan nya..di telepon Kiera bilang kalau ia sudah memaafkan Bastian namun Kiera masih belum ingin bertemu dan berbicara dengan Bastian. ia masih kecewa dan butuh waktu untuk mengobati kekecewaan nya karena Bastian yang memihak Inna di depan nya saat itu.
__ADS_1
"Kiera...kamu kenapa? kok melamun?" tanya papa yang melihat puteri nya nampak bengong...