Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 46


__ADS_3

Inna seperti nya sudah tidak tahan lagi melihat Bastian dan Kiera yang terus bersama dari hari ke hari. ia tentu nya juga tahu kalau Bastian dan Kiera sengaja masuk di Universitas yang sama agar bisa terus bersama pula.


ia bisa bersabar saat sebelum memilih Universitas, Bastian berbohong pada nya. bilang Universitas A tapi malah ke universitas B...


Inna sudah senang-senang bisa satu Universitas yang sama dengan sang pujaan hati, namun ternyata ia hanyalah di bohongi oleh Bastian saja. jadi apa maksud nya? segitu tak ingin nya kah? dengan begini Inna makin mengerti kalau diri nya hanya lah seperti rumput pengganggu bagi Bastian.


sebelum nya Inna masih ingin terus percaya diri, namun dari cara Bastian menyikapi kehamilan nya baru-baru ini seperti nya diri nya memang tak punya harapan penuh.


patuh nya pada Bastian tidak akan berbuah manis sampai kapan pun, yang ada Bastian akan makin malah menginjak- injak diri nya. tidak ada yang bisa ia dapat kan dan hasil kan bila terus diam dan patuh seperti yang sekarang ini dan seperti yang sudah-sudah.


Inna berfikir diri nya harus bertindak, ia sudah benar-benar tak tahan lagi. apa lagi rasa cemburu nya pada Bastian dan Kiera yang kian hari terus bersama. Bastian tidak mempedulikan nya.


hari ini kebetulan Inna melihat Bastian dan Kiera sedang akan masuk ke sebuah rumah makan china. seraya melangkah masuk..kedua nya tampak sedang asik bercanda


dua orang membooking tempat di ruangan Vip. Inna mengikuti mereka sejak mereka akan masuk.


saat dua orang sedang asik bersenda gurau di dalam ruangan khusus sambil menunggu pesanan masuk, Inna langsung masuk dan mengejutkan Bastian dan Kiera.


dapat di lihat dengan jelas, baik Bastian maupun Kiera terlihat tak suka dengan kehadiran Inna yang tiba-tiba. Inna langsung di anggap seperti pengganggu di suasana hepi dan romantis dua orang saat ini.


"ngapain lagi loe kemari?" Bastian langsung emosional..


"gue mau ngomong sama Kiera" kata Inna.


Kiera terlihat tetap tak bergeming, wajah nya masih menunjukkan ketidak sukaan. malah Kiera sejak tadi melengos tidak mau melihat ke arah Inna yang di anggap nya sangat memuakkan sejak dulu ini.


"Kiera gak ada waktu ngomong sama loe" kata Bastian mantap, apa lagi saat melihat ekspresi Kiera yang terlihat terganggu dan muak dengan kehadiran Inna

__ADS_1


"tapi gue mau ngomong sama dia, Tian" Inna keukeuh..


"loe gak liat kita lagi berduaan? loe gak bosen-bosen ya ganggu kita?" Bastian mulai tak sabar..


"sadar Tian, Kiera ini istri Rheino. loe kenapa bertindak gila gini sih?" seru Inna kesal, mengapa di saat Kiera sudah menjadi istri orang pun tetap Kiera yang Bastian pilih, bukan diri nya. padahal sudah jelas diri nya kini sedang mengandung anak pria bernama Bastian ini.


"ini bukan urusan loe, ya. jadi loe jangan ikut campur !!" tekan Bastian setengah membentak


"jelas urusan gue, karena kita itu..." belum selesai Inna berkata, kalimat nya sudah di potong Kiera


"kita itu apa? kita itu apa hah?" tantang Kiera dengan melotot dan marah


"apa lagi sih In yang mau loe lakuin buat hancurin hubungan gue sama Bastian? loe kayak gak ada puas nya deh gue liat-liat" Kiera yang sejak tadi diam kali ini dengan emosi menyerang Inna


"sebaik nya loe pergi sekarang dari sini, jangan ganggu gue sama Bastian" usir Kiera dengan berang


Inna menatap dua orang secara bergantian, hati nya sakit sekali. kecemburuan makin berakar dengan kuat di dalam hati nya


"gue gak akan pergi!" kata Inna mantap


"terserah, kalo loe gak pergi kita yang pergi!!" balas Kiera seraya bangkit dari duduk nya dan langsung menarik tangan Bastian, bersiap untuk pergi


tapi Inna malah menahan nya


"loe gak boleh pergi, kei. kita harus ngomong!" tahan Inna cepat


"gue gak mau ngomong sama loe dan gue rasa gak ada tuh yang perlu kita omongin.." marah Kiera

__ADS_1


"gue ada..!" balas Inna mantap


"gue ada, jadi gue harus ngomong hari ini juga" kata Inna lagi


Bastian mulai menangkap gelagat yang tidak bagus


"sayang, ayo kita pergi" kata Bastian pada Kiera, dan kali ini Bastian yang menarik tangan Kiera untuk segera pergi dari sana meninggalkan Inna


"kenapa, Tian? loe takut kalau gue bongkar tentang hubungan kita selama ini sama Kiera?" kata Inna tiba-tiba dengan begitu sangat berani


ya, Inna sudah putuskan ia tidak boleh lagi menunduk pada Bastian. karena pria ini sudah sangat keterlaluan pada nya.


bagi Inna kepatuhan nya pada Bastian justru akan membuat nya tidak akan pernah bisa mendapatkan Bastian, kali ini justru ia yang harus menekan Bastian. walau dengan cara memaksa sekali pun ia harus bisa bersama Bastian. di dunia ini Bastian sangat berarti bagi Inna..., ia bahkan telah menyerahkan segala nya demi Bastian. apakah ia harus mengalah dan berhenti? jawaban nya..tidak akan pernah berhenti!!! ia tak akan pernah mengalah untuk mengikat pria yang merupakan ayah biologis bagi bayi nya ini.


saat kata-kata Inna jatuh, Kiera tidak bisa tidak berbalik.., begitu juga Bastian, rasa nya Bastian ingin mencekik Inna saat ini juga. berani sekali perempuan murahan ini buka mulut demi semata-mata untuk merusak hubungan nya dan Kiera...


"apa maksud perkataan loe?" Kiera mulai penasaran, Inna langsung jawab dong


"maksud nya gue dan Bastian memang mempunyai hubungan selama ini sejak kita masih duduk di kelas satu Highschool, sejak loe jadian dengan Bastian. gue juga nembak dia..! tapi gue memang di tolak awal nya namun malam hari nya Bastian berubah fikiran dan mengajak gue jadian dan hari itu juga kita mulai berhubungan di belakang elo sampai saat ini" kata Inna lantang dan apa ada nya.


"apa? maksud loe apa sih In? bukan nya loe sendiri yang bilang waktu itu kalau loe bohong dan lagi mabuk saat mengatakan loe sama Bastian punya hubungan" Kiera mulai tak mengerti, ia menatap Inna dan Bastian secara bergantian..., namun Bastian tak bergeming dengan sorot dan ekspresi yang membunuh menatap ke arah Inna


tapi Inna tak gentar, ia tak peduli


"itu gue bohong. Bastian mengancam gue buat bohongin loe, gue lakuin karena gue cinta dan gak mau di tinggalin dia. Bastian bilang dia bakal ninggalin gue kalau gak mau ngikutin skenario nya dia.., kejadian malam di bukit Frona waktu itu juga sebetul nya memang kita berdua janjian di sana dan akan menginap di villa itu.." kata Inna dengan berapi-api


kiera menatap Bastian, terlihat pria tegang itu menggeleng samar...namun Kiera perlahan mulai melepaskan tautan tangan nya dari Bastian.

__ADS_1


__ADS_2