
Kiera yang merasa tak ingin di kalah kan oleh Rheino, segera dengan cepat menyusul langkah Rheino dan menghadang nya.
langkah Rheino terhenti karena di kejutkan dengan sosok Kiera yang tiba-tiba ada di depan nya saat ini...
"Bukan nya semua tentang perjodohan ini adalah rencana loe ya..." tuding Kiera dengan arogan. entah mengapa padahal Kiera sudah meyakini bahwa semua nya adalah keingin papa Kiera sendiri tapi Kiera masih tak terima dan tetap berpegang teguh pada asumsi Bastian pacar nya. Kiera masih dengan angkuh nya menuduh Rheino padahal sesungguh saat ini hati nya pro dan Kontra saling tumpang tindih. sebetul nya hati nya sudah mempercayai apa yang sudah Rheino katakan barusan tapi bibir nya malah berkata berbeda. Rasa cinta nya pada sosok Bastian telah membuat Kiera angkuh dan keangkuhan itu sudah menggerogoti sisi friendly dalam diri nya pada Rheino
mendengar tudingan yang Kiera tujukan pada nya, Rheino hanya tersenyum miris, ia memang sadar kalau Kiera tak menyukai nya namun ia tak menyangka saja jika pemikiran Kiera tentang diri nya akan sepicik itu. Kiera menganggap nya securang itu??
tanpa berkata apa-apa, Rheino segera angkat kaki meninggal kan Kiera saat itu juga. Kiera merasa tak puas hati Rheino pergi begitu saja, di tambah Rheino sama sekali tak menggubris tudingan pedas nya barusan.
ingin nya kiera, saat Rheino mendengar tudingan itu harus nya Rheino marah dan tak akan setenang itu.tapi mengapa Rheino tenang-tenang saja??? Kiera benar-benar menjadi tak puas hati.
saat sosok Rheino sudah menghilang, muncul Bastian dari arah berlawanan..
"Kei, ternyata loe di sini?!" seru Bastian
Kiera yang masih dalam ketidak puasan hati nya itu pun menoleh dan mendapati sosok tampan kekasih nya yang selalu menyejukkan hati nya selama tiga tahun terakhir ini.
"gue cari loe kemana-mana" kata Bastian seraya melangkah ke arah Kiera dan langsung merangkul bahu nya, Kiera tersenyum menatap kekasih nya itu. Kiera menghela nafas...
"ada apa sih? ngapain loe disini? loe kemana aja?" cecar Bastian mesra
"gak apa-apa..,gue tadi ada urusan bentar sama temen.." jawab Kiera
Bastian berfikir sejenak lalu bertanya penuh selidik
__ADS_1
"temen cowok apa cewek nih?" tanya Bastian dengan nada cemburu seraya menggoda
"ya...cewek lah" jawab Kiera terpaksa berbohong. karena bila ia mengatakan yang ia temui adalah Rheino maka akan panjang cerita nya. tentu lah Bastian tidak suka.
jujur selama mereka berpacaran tiga tahun ini, baru kali ini Kiera bohong pada Bastian. selama ini Kiera selalu jujur dan setia pada Bastian.
"oke" senyum Bastian
"yuk kantin" ajak Kiera mengalihkan suasana
"ya udah yuk" sahut Bastian tanpa melepaskan rangkulan nya pada tubuh Kiera yang berada sejajar di dada nya Bastian tersebut.
sepanjang sisa jam istirahat, Kiera menghabiskan waktu nya di kantin bersama Bastian.
"gue gak tau lagi gimana beberapa bulan ini akan berlalu.." lirih Kiera
"sabar sayang...nanti kita pasti akan dapat jalan keluar nya. gue yakin semua ini pasti batal dan kita akan berdua...loe pasti lanjutin kuliah loe lagi dan setelah nya nanti setelah sukses kita akan menikah berdua,,,gue yakin jodoh gue itu elo kei.." kata Bastian yang membuat Kiera lega dengan susunan kalimat keyakinan nya yang terdengar manis itu.
"iya sayang" angguk Kiera
"gue juga yakin kalo jodoh gue itu elo. cuma sekarang ini aja kita lagi di terpa ujian berat, gara-gara ortu gue yang egois nya kebangetan" Kiera menumpahkan kekesalan nya.
"iya gue ngerti, tapi...loe jangan nyalahin orang tua loe. kan keluarga Rheino juga mau melaksanakan perjodohan ini. coba aja kalo mereka gak mau, pasti gak akan terjadi kan?" kata Bastian yang lagi-lagi menyalahkan pihak keluarga Rheino dalam hal ini
"tapi...kan orangtua gue yang duluan nawarin, itu yang gue tahu kebenaran nya" sahut Kiera
__ADS_1
Bastian diam sejenak...
"Kei..." lirih Bastian
"apa loe percaya? kalo orangtua loe yang mau? bisa aja kan biar pun orangtua loe bilang gitu, itu semua semata-mata karena mereka mau ngelindungin keluarga Rheino? biar loe gak benci sama keluarga Rheino, biar loe lama-lama buka hati sama si Cupu itu" Bastian kembali meluahkan asumsi dan tuduhan nya
Kiera berfikir sejenak, bisa aja ia percaya Bastian. namun orangtua nya sudah mengatakan dengan jelas, dan Kiera kenal kedua orangtua nya jadi Kiera tentu tau jelas kapan orang tua nya sedang berbohong atau tidak..!
dan entah kenapa semenjak Kiera mendengar apa yang Rheino katakan tadi, walau pun singkat dan terkesan dingin namun Kiera tak bisa memungkiri hati nya kalau sebetul nya ia percaya seratus persen dengan apa yang Rheino katakan. Kiera pun tak mengerti, padahal baru sekali ini ia terlibat dengan Rheino. sangat aneh bukan? yah benar, Kiera pun merasa hal ini sangat lah aneh..!!
namun Kiera tak bisa mengatakan pada Bastian kalau ia sangat percaya bahwa memang orangtua nya sendiri lah yang membuat perjodohan ini, Kiera kenal betul siapa orangtua nya.
jadi Kiera hanya balas tersenyum samar menatap Bastian tanpa menjawab pernyataan Bastian barusan.
Kiera berfikir mengapa Bastian bisa berfikir seburuk itu tentang keluarga Rheino padahal tak saling mengenal baik apalagi berhubungan, dan bersinggungan juga tidak. karena perusahaan papa Bastian dan perusahaan papa Rheino berbeda bidang...jadi inti nya bukan kawan bukan juga lawan..
jadi apa yang membuat Bastian berfikiran negative? Kiera mengerti, kadang rasa cemburu bisa membuat seseorang berfikir sempit dan terburu-buru. bisa di bilang Bastian pacar nya ini sedang di liputi rasa cemburu.
ya memang nya pria mana yang tidak cemburu? bila ternyata kekasih nya yang sudah berpacaran selama tiga tahun terakhir malah akan di nikah kan dengan pria lain. dengan paksaan pula...! so,wajar saja jika Bastian begitu tak suka pada Rheino dan seluruh keluarga Rheino.
Kiera mengerti itu. jadi saat barusan Bastian terdengar berkata jahat menuduh keluarga Rheino maka Kiera menganggap nya itu hanyalah sikap Bastian yang cemburu, itu adalah cerminan rasa cemburu.
lantas apakah Bastian cemburu? tentu saja...
Bastian memang cemburu, dari detik Kiera mengatakan akan di jodohkan pada Rheino maka saat itu lah ia mulai membenci si pria cupu itu. mulai saat hari itu lah bagi Bastian kalau Rheino adalah musuh nya.
__ADS_1