
Rheino melihat jam digital di atas nakas apartemen sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Kiera belum juga kembali ke apartemen. Setahu Rheino, Kiera tadi keluar dari apartemen adalah siang menjelang sore, masa iya se malam ini belum juga kembali? ia sudah mengirim pesan pada Kiera agar jangan terlambat pulang karena hari ini mereka jadwal akan berkunjung ke kediaman Zumarnis, rencana nya Kiera akan kembali pukul delapan tapi Kiera tak kunjung juga kembali yang menyebab kan Rheino terpaksa harus berbohong pada kedua orang tua Kiera karena Kiera sedang banyak tugas Kuliah yang harus di selesaikan hari ini jadi tidak bisa datang. untung nya kedua orang tua Kiera percaya dan tidak menaruh curiga pada alasan Rheino.
padahal sebetul nya Rheino sendiri malah sedang kebingungan di apartemen pribadi mereka saat ini.
Rheino ingin bertanya pada Tania sahabat nya Kiera. tapi ia sama sekali tak punya nomor kontak Tania di ponsel nya. jadi nya Rheino hanya bisa menunggu dengan harap cemas. panggilan telepon nya pun bahkan Kiera abaikan sejak tadi.
bisa saja kan Rheino menganggap Kiera lupa waktu karena bersama Bastian seperti biasa nya. tapi meskipun begitu Kiera bukan lah tipikal yang suka ingkar janji jika sudah bilang akan kembali sekitar pukul delapan, maka ia akan kembali dengan tepat waktu. tapi sekarang? Rheino merasa ini sangat lah aneh.
ternyata sejak berpisah dari Bastian dan Inna, Kiera merasa tak tentu arah. Kiera duduk di taman dan melamun di sana begitu lama hingga sampai pukul enam sore lewat tiga puluh menit, lalu tanpa fikir panjang ia naik taksi dan menuju bar terdekat. saking bingung nya Kiera kali ini sampai melupakan janji pukul delapan bersama Rheino mengunjungi orangtua nya sendiri.
Kiera minum di bar sampai mabuk, ia benar-benar sangat kecewa. sebetul nya Kiera tak pernah minum dengan gila begini, ia hanya akan minum sedikit saat di pesta teman nya. tapi kali ini diri nya benar-benar bertindak dengan gila
Tania kaget saat akan memejam kan mata sekitar pukul sebelas malam karena ponsel nya berbunyi dan itu panggilan telepon dari Kiera. Tania awal nya mengira Kiera hanya akan curhat seperti biasa...tapi ternyata Kiera curhat dengan tidak biasa seraya menangis dengan memilukan. bukan perpisahan dengan Bastian yang membuat nya sesakit ini tapi kebohongan selama ini. diri nya di bohongi bagai kan orang bodoh.
Tania kuatir karena latar suara Kiera menelepon terdengar berisik, ini adalah seperti dentuman suara musik di bar.
"kei, loe mabok ya?" Tania mengenal dengan pasti sahabat nya ini tak pernah begini. suara nya terdengar berbeda..
Tania mendengar curhatan Kiera kalau selama ini Bastian bohong pada nya, Kiera menceritakan semua nya dari A sampai Z hingga sampai kejadian hari ini. Tania tentu saja ikut sakit mendengar nya.
"loe di mana kei?" Tania kuatir
"gue...lagi nenangin fikiran" jawab Kiera lirih
"loe lagi di bar mana?" tanya Tania tanpa basa-basi, keadaan Kiera betul-betul mengkhawatir kan Tania
__ADS_1
"apa ya..tadi lupa gue..gold..apa " karena mabuk Kiera berkata dan menjawab dengan ngalor ngidul.
Tania mencerna perkataan dan jawaban Kiera.., bar dengan nama gold..gold? Tania memikirkan dengan serius..
oh iya itu kan bar yang di dekat jalan Lavendaria nomor sebelas.., vanilla gold Bar...!!!
Tania tak punya waktu lagi, ia segera memakai mentel dan mengambil tas selempang beserta ponsel nya lalu buru-buru keluar rumah. ia harus menjemput Kiera. karena keadaan sahabat nya itu tidak lah memungkin kan saat ini.
sementara itu Rheino termenung cukup lama menatap layar ponsel nya,hampir setengah jam ia bengong dan menunggu Kiera membaca pesan nya namun seperti nya penantian nya itu hanya lah sia-sia saja.
setelah cukup lama berperang dengan fikiran dan hati akhir nya Rheino putuskan untuk mencari Kiera, di mana pun, kemana pun.
ia hanya harus mencari keluar siapa tahu bertemu Kiera di perjalanan..
Rheino bergegas mengambil kunci mobil dan segera turun dari lantai apartemen nya yang berada di atas tersebut. ia langsung buru-buru turun lewat akses lift. namun baru akan keluar dari gerbang apartemen menuju parkiran, ia malah di kaget kan dengan sosok Tania yang sedang memapah Kiera.
"kei, jangan begini" Kata Tania sambil terisak pen nangis, Tania tak sanggup melihat sahabat nya terpuruk sebegini parah nya
Rheino langsung maju dan menyambut tubuh Kiera
"Rhei..." Tania meringis, wajah nya terlihat menahan tangis
"kiera kenapa Tan?" tanya Rheino panik
"gak tau Rhei, dia nelpon gue sambil nangis, kata nya Bastian selama ini bohongin dia.., gue susul dia lagi mabok kek gini di bar" cerita Tania
__ADS_1
"astaga Kiera..." Rheino sangat kuatir
"cepetan bawa dia ke atas Rhei.." kata Tania
"loe gak masuk juga" tawar Rheino pada Tania
"gak, gue udah lega bawa dia sampai sini lagipula ada elo suami nya" kata Tania, ia benar-benar sedih. apalagi mengingat cerita Kiera pada nya tentang Bastian beberapa saat tadi membuat Tania makin yakin kalau sosok yang terbaik buat jaga Kiera bukan lah Bastian melainkan Rheino.
ternyata ini alasan om Rio pilih Rheino ketimbang bastian..!? batin Tania di dalam hati
walau Rheino tak seganteng Bastian, namun sosok nya terlihat sangat melindungi dan hangat.
"gue permisi Rheino..." kata Tania
"oke,makasih Tan.." sahut Rheino tulus
Tania mengangguk dan segera berbalik pergi.
sekarang tinggal Rheino dan Kiera saja
"kei.." lirih Rheino dan ia hanya menatap kuatir pada Kiera yang saat ini bersandar manja dan asal-asalan di dada nya..
"Rhei..gue mau pulang.." Kiera dalam keadaan mabuk dan setengah sadar tau kalau orang yang memeluk nya adalah Rheino suami nya, dari aura dan harum tubuh nya ia sangat hafal
"iya..kita pulang..." tanpa menunggu lagi Rheino segera mengangkat tubuh Kiera menggendong nya menuju lantai apartemen mereka.
__ADS_1
Kiera dalam mabuk nya menyadari walau Rheino kurus kerempeng, namun tubuh si jangkung ini sangat kuat dan begitu nyaman saat menggendong nya. Kiera merapat kan diri nya dalam di antara leher dan bahu Rheino, ia memeluk erat leher dan tengkuk Rheino. pria satu ini memang sangat nyaman sekali ada rasa unik tersendiri yang belum pernah ia dapatkan dari Bastian yang bahkan sudah tiga tahun lebih berpacaran dengan nya.
harus nya tubuh Bastian lebih tegap dan proporsional untuk ukuran pria, Kiera pun pasti pernah dan sering di gendong Bastian, tapi sungguh...rasa nya tidak senikmat Rheino ini. kenapa Rheino yang terkenal si cupu ini memiliki kehangatan se- nikmat ini, sungguh sangat aneh sekali bukan?