
saat makan bersama tante Eka, Intan celingukan mencari sosok Rheino.
"kak Rheino masih lama balik nya ya Tante?" tanya Intan penasaran
"Tante kurang tahu, tidak tentu sih tergantung kerjaan nya, kalo sekarang ini kemungkinan Rheino masih ngelarin kerjaan juga tapi biasa nya dia langsung pulang ke villa nya, mungkin besok baru kesini lagi" kata Tante Eka, Mama nya Rheino..
"ooh" Intan nampak kecewa
"kalau Intan ada perlu sama Rheino, kirim pesan atau telepon langsung aja, siapa tahu Kerjaan Rheino sudah beres bisa temenin Intan lihat-lihat suasana kota ini, ya kan. mumpung sudah ada di negara ini, kapan lagi.." kata Mama Rheino dengan senyuman yang mengembang
yes, mama Rheino pengertian banget kalo aku memang pengen dua-dua an sama Rheino..batin Intan senang.
"iya sih Tan..Intan memang pengen minta temenin sama Kak Rheino buat jalan-jalan nanti nya,soal nya Intan belum hafal juga suasana di negara ini" kata Intan dengan senyuman secerah mentari, ia begitu bersemangat, ia sangat rindu pada Rheino.
Intan menyuapkan sesendok makanan ke mulut nya dengan perlahan..
"Tante, kak Rheino sering ceritain aku gak?" lagi-lagi Intan cari tau dengan penasaran
"ya, lumayan sih..Rheino memang sering cerita tentang keluarga kalian" jawab Mama Rheino jujur
"..kalo cerita tentang aku gitu, kak Rheino sering ngomong apa?" tanya Intan lagi
Mama Rheino mulai tahu arah pembicaraan Intan, kelihatan nya gadis cantik ini ada hati pada Rheino putera nya.
walau di dalam lubuk hati Mama Rheino masih mengharapkan Kiera kembali bersama Rheino tapi jika Rheino juga ternyata suka Intan yah sang mama juga tidak bisa memaksa kan kehendak. semua tergantung pilihan dan kebahagian putera nya saja.
"kalau soal itu sih, Rheino gak banyak cerita. soal nya Rheino memang orang nya jarang cerita masalah wanita dengan mama" jawab mama jujur, karena murni selama ini Rheino tak pernah membahasa wanita dengan sang mama kecuali satu orang wanita saja, yaitu Kiera.
tapi tak mungkin jika mama meski mengatakan hal itu juga di depan Intan.
__ADS_1
lagi-lagi Intan merasa kecewa, tapi ia berfikir positif, yah siapa tahu saja memang Rheino sering memendam rasa sendiri walau suka dengan wanita tanpa harus mengumbar pada mama nya.
Intan tetap yakin kalau di dalam lubuk hati Rheino juga menyukai nya namun Rheino saja yang tidak mengungkap kan nya.
Intan merasa Rheino selalu berlaku baik dan lembut pada nya dari awal mereka kenal.
"Tante, kak Rheino pernah cerita gak..kalau dulu Kak Rheino pernah hampir tertimpa properti lampu di acara kelas kita saat sedang mempersiapkan untuk acara..." Intan mulai bercerita sedikit, mendekatkan diri sama sang mama pujaan hati nya ini.
"..oh iya pernah, lalu Intan yang akhir nya tertimpa properti itu kan?" Mama Rheino langsung ingat cerita Rheino kala itu lewat pesawat telepon, saat Rheino masih berada di luar negeri.
saat itu Mama Menelepon dan Rheino sedang berada di rumah sakit bersama Mr.Franky dan istri Tuan Franky, mereka sedang membawa Intan yang terluka karena terkena properti tersebut.
saat itu kepala Intan terluka cukup parah dan mendapatkan beberapa jahitan di luka nya.
"iya Tante, untung saja Intan cepat-cepat mendorong Kak Rheino dari properti yang jatuh itu, kalau enggak pasti yang kena kak Rheino" Intan seakan menceritakan kejadian tapi kesan nya seakan ia sedang mengumbar kalau ia bagaikan dewi penolong dan Rheino sudah berhutang budi pada nya.
"iya..Tante berterimakasih sama kamu,In..kamu sudah rela berkorban untuk putera Tante" Mama Rheino tersenyum dan bertrimakasih dengan tulus.
ππππππππ
Hari berikut nya Kiera datang ke kediaman Jofan untuk mengantar Nora. dari semalam sang oma ini sudah ngebet kepengen ketemu cucu kesayangan nya ini. apalagi kebetulan opa sedang berada di rumah, Tuan Irwan grandpa nya Nora ini juga sudah sangat kangen sama sang cucu.
Nora dengan lucu nya turun dari pintu mobil slide bersama seorang mbak dari kediaman Zumarnis. kebetulan hari ini Kiera datang dari kediaman Zumarnis jadi mereka datang bersama sopir pribadi dari kediaman Zumarnis pula.
Kiera memang hari ini tidak bawa mobil pribadi, rencana nya dari sini ia akan naik taksi ke tempat kerja nya, lalu setelah nya pulang nanti Tania yang akan menjemput nya karena mereka berdua sudah berjanji akan berbelanja bersama.
setelah sopir dan mbak pergi bersama mobil yang mengantar mereka tersebut, Kiera masuk bersama Nora di gendongan nya.
Kiera agak heran juga saat sampai di ruang depan melihat Rheino bersama papa dan mama Rheino sedang berbincang hangat dengan seorang gadis cantik berambut lurus blonde..
__ADS_1
'cewek pirang itu siapa?' batin Kiera, ia cukup mengenal keluarga Rheino..tak ada yang kebulean seperti itu..., keluarga Rheino itu rata-rata berwajah Asia. ooh mungkin keluarga jauh nya...
deg! atau pacar nya..? tiba-tiba hati Kiera mencelos, karena jika itu pacar nya Rheino pantas saja Rheino selalu dingin pada nya selama ini. artinya dengan begini tak ada ruang..
tiba-tiba Kiera teringat lagi saat Rheino menci!--um nya malam itu...saat mereka pulang reuni. sampai sekarang Kiera masih memikirkan apa maksud dari adegan mesra yang Rheino lakukan pada nya malam itu, ya c! uman mesra itu...apa maksud nya? tapi setelah melihat sosok gadis cantik ini semua yang Kiera fikirkan ambyar seketika!!
"lenma..lenpa.." teriak Nora berlari dengan lucu nya ke arah orang-orang itu...
"halo sayang..." grandpa segera menyambut sang cucu ke dalam pelukan nya..
Nora langsung memberikan sun pada grandma yang berada di sebelah grandpa nya
"eh gak kangen sama papa..?"Rheino protes..
"ka-ngen dong pappah..." jawab Nora dengan logat nya yang kadang masih terbata..
"Kiera sini..." panggil mama Rheino
Kiera sebetul nya sungkan juga takut mengganggu suasana orang-orang...
gadis cantik berambut blonde yang sedang duduk bersama mama, papa dan Rheino itu menoleh ke arah Kiera..., dan langsung tersenyum ramah..Kiera pun menyambut nya dengan senyuman.
"ini siapa Tante?" tanya Intan ramah
"ini mantan istri nya Rheino, nama nya Kiera" mama memperkenal kan
"oh.." Intan spontan ber oh tetap berusaha tersenyum ramah
"ini Intan, Kei..Intan ini teman Rheino waktu di luar negara, papa nya Intan adalah profesor yang membimbing Rheino di sana.." mama memperkenalkan lagi
__ADS_1
"aku Kiera..." kata Kiera menyapa Intan
"aku..Intan..." Intan juga balas menyapa..