Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 71


__ADS_3

hari berikut nya...


sore hari setelah pulang dari kerja, kiera langsung menjemput Nora dari kediaman Jofan, karena sejak semalam Nora menginap bersama Grandma nya di kediaman Jofan.


sembari menunggu sus yang masih memandikan Nora, Kiera duduk di ruang depan seraya asik dengan tablet di tangan nya sekedar memeriksa beberapa pekerjaan tadi. oh,iya sus adalah panggilan baby sitter yang berada di kediaman Jofan, di pekerjakan secara Khusus oleh Tante Eka untuk membantu mengurus Nora saat puteri kecil berada di kediaman Jofan.


Saat Kiera sedang asik dengan tablet nya, sosok Rheino muncul dari ruangan atas. menuruni tangga dengan santai nya, iris mata nya langsung menangkap sosok cantik Kiera di ruangan depan. melihat Kiera seharus nya Rheino tak mau peduli tapi entah mengapa ada sesuatu yang membuat nya untuk tetap berada di sana. sejak dulu pesona Kiera selalu berhasil menyedot diri nya. tapi karena gengsi nya yang tinggi Rheino tetap keukeuh akan melangkah pergi dari ruang depan tanpa memperdulikan Kiera. tapi...


"Rhei..kebetulan ada kamu.. tolong temenin Kiera bentar ya" kata mama setengah berteriak, mama yang nampak sibuk menerima telepon dari teman nya..mama berdiri tak jauh dari sana.


Rheino yang awal nya akan melangkah pergi dari sana akhir nya urung diri


"oke..ma" jawab Rheino malas tapi mau tak mau tetap ikut titah dari sang mama


Rheino tau pasti Kiera sedang menjemput Nora. pria jangkung ini pun duduk di sofa seberang Kiera.


"baik lah, hanya sampai Nora selesai" gumam Rheino pelan tapi masih bisa di dengar Kiera samar-samar.


Kiera malas untuk mendongakkan kepala nya,jadi ia tetap sibuk dengan tablet di tangan tanpa memperdulikan kehadiran Rheino di depan nya.


Rheino selama ini merasa terganggu dengan kehadiran dan kepedulian Kiera tapi saat Kiera mengabaikan nya seperti ini kenapa malah ia mau marah rasa nya, Rheino jadi nya merasa tidak puas hati.


Rheino berfikir mungkin Kiera sedang tak enak pada nya karena ungkapan cinta Kiera ketika hari itu. tapi yang sebetul nya Kiera lebih kepada kesal pada Rheino dan Salwa waktu di Mascito Coffe hari itu. Jujur, Kiera cemburu...

__ADS_1


Kiera yang hanya tetap diam membuat suasana makin tak nyaman, Rheino berfikir apa kah ia harus memulai obrolan ringan atau sekedar nya? hhh kalau saja mama gak nyuruh dia buat temenin Kiera, lebih baik ia kabur saja dari pada terus berada dalam situasi dan kecanggungan yang benar-benar terasa tidak asik saat ini.


suasana masih hening beberapa saat...


"siapa yang memberi nama untuk Nora?" tanya Rheino tiba-tiba yang akhir nya memecah kan kesunyian juga


Kiera sebetul nya cukup kaget juga Rheino berbicara lebih dulu pada nya


"uhm.." Kiera menyahut singkat seraya terus men-schroll layar tablet di tangan nya


"gue yang kasih..." kata Kiera kemudian dengan singkat dan datar...


"Princes Nora Raditya...kenapa kau memberi nya nama itu apakah ada arti nya?" Rheino penasaran, ia sebetul nya tidak bodoh hingga sampai tidak tahu artinya dari nama puteri kecil nya itu tapi ia hanya ingin mendengar sendiri secara langsung artinya dari mulut Kiera.


"owh..bukan maksud nya bukan itu...maksud ku tentang Nora.., aku merasa tidak asing dengan nama Nora..." pancing Rheino, sebetul nya ia sudah tau dan bisa menebak nya sejak awal..tapi ia sengaja ingin lebih yakin lagi jika mengetahui langsung dari orang yang memberikan nama puteri nya itu sendiri.


"iya...iya anda benar..Tuan Rheino" senyum Kiera hambar


"itu nama yang di ambil dari nama anda dan saya, nama kita berdua" kata Kiera lugas


Rheino mengangkat alis dengan puas


"anda puas..?" tanya Kiera ikut mengangkat alis juga, lalu kembali tersenyum..senyuman yang masam

__ADS_1


Nora..adalah gabungan Rheino Kiera, jadi tebakan nya selama ini benar ya? ia senang sekali..., senang karena tebakan yang benar, senang karena nama puteri nya itu terdengar sangat lah romantis saat sudah mengetahui arti nya.


Rheino menatap senyuman masam Kiera yang tetap terlihat cantik di wajah yang ia cintai itu...


"ya saya puas..." jawab Rheino


"tapi kenapa...? kenapa harus memberi dengan nama kita yang di gabungkan, bukan kah banyak nama yang lain..?" tanya Rheino penasaran. bukan kah dua orang sudah berpisah saat puteri itu lahir...? bukankah nama yang di gabungkan adalah bagi mereka yang masih bersama dan dalam fase bucin-bucin nya...?


"karena kamu papa nya, aku mama nya. memang nya kenapa lagi?" Kiera menegaskan..


"...oke" gumam Rheino, tapi ia tak puas juga jika hanya menjawab Kiera begini saja, ia tetap memikirkan bagaimana agar tetap bisa menyindir mantan istri nya ini, entah kenapa kalau melihat Kiera bawaan nya kesal melulu, apakah diri nya sedang di fase ngambek sama sang mantan istri?


"oh iya...Nora kan anak kita..kita yang bikin berdua" kata Rheino dengan sinis..


kata-kata kita yang 'bikin berdua' sontak membuat wajah Kiera memerah seketika, memang terkesan biasa..tapi jika di cerna dengan baik itu terdengar Vul--gar juga...


"tapi sayang nya, kamu bikin anak sama aku tapi dalam hayalan nya kamu bikin nya bukan dengan aku, kamu lagi berhayal bikin nya dengan Bastian" sindir Rheino pedas, ia masih sangat ingat usai malam panas yang mereka lakukan dengan sangat brutal itu, Kiera menyebut nama Bastian dalam tidur nya sambil menangis...


jujur saat itu Rheino sangat sakit hati sekali, ia baru saja berbagi kehangatan dengan sang istri, baru saja memberikan kenikmatan satu sama lain tapi sang istri malah menyebut nama pria lain?


"Rheino..!!" Kiera sedikit mempertegas suara nya, ia tak suka Rheino berprasangka buruk begitu pada nya. Kiera sadar malam itu ia menyerahkan semua nya pada Rheino tanpa paksaan, dan soal menyebut nama Bastian saat itu, diri nya bukan membayangkan Bastian tapi ia hanya merasa kalau malam itu lah akhir kali ia mengingat Bastian. setelah itu ia akan melupakan nya, namun mengapa Rheino malah ber- asumsi semau nya?


"ups..sory.." kata Rheino seraya bangkit dari sofa tersenyum sinis dengan puas hati.

__ADS_1


melihat sus yang sudah datang seraya menggendong Nora, Rheino pun segera beranjak dan melangkah pergi dari sana dengan ekspresi cuek, Rheino sudah menjauh dari sana di saat Kiera belum sempat menjelaskkan dan meluruskan apa yang menjadi kesalahfahaman Rheino pada diri nya selama ini.


__ADS_2