Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 103


__ADS_3

keesokan hari nya Rheino menemui Tania kembali. Rheino ingin menanyakan perihal file yang ia temukan juga tentang bagaimana Kiera selama mereka berpisah dengan nya kala itu, tepat nya saat di mana Rheino berada di luar negara.


Tania pun menceritakan semua nya dari awal hingga akhir, bagaimana terpuruk nya seorang Kiera saat Rheino meninggakan nya.


"kau tau, Kiera bilang pada ku kalau kau itu sudah ada di hati nya sejak kejadian ia mabuk kala itu, ia sudah menempatkanmu pada tempat teristimewa. hanya saja ia masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri nya. namun kau malah mengajak nya bercerai.." kata Tania bercerita dengan jujur


Rheino meraup wajah nya, ada banyak penyesalan di sana..seandainya saja ia tak buru-buru salah faham pada Kiera ketika itu.


"waktu itu saat Kiera menyadari ia hamil anak mu, rasa cinta nya pada mu semakin tumbuh dan tumbuh bahkan melebihi segala nya, dia selalu menangis setiap malam karena merindukan mu,Rhei..! dia tersiksa karena merasa memiliki dosa dan kesalahan yang sangat besar kepada mu, dia ingin memperbaiki namun semua telah terlambat karena kau telah pergi meninggalkan nya, Kiera begitu hancur karena merasa tak punya kesempatan untuk memperbaiki semua nya.." cerita Tania lirih, ia juga sedih jika mengingat kala waktu itu..sungguh!


"kamu meninggalkan nya di saat ia sama sekali belum sempat memperbaiki nya" kata Tania lagi.


Rheino mengurut pangkal hidung nya, mata nya agak memerah..mungkin pria ini menangis di dalam relung hati nya yang terdalam.


Tania saat ini sebetul nya tau kalau Kiera punya tempat yang sering di datangi, namun Tania takut jika itu mengganggu privasi Kiera karena Tania merasa Sahabat nya itu bahkan tidak menghubungi nya semenjak kepergian nya hari itu, itu artinya mungkin Kiera memang butuh sendiri. namun melihat Rheino yang begini, Tania merasa ia harus mempertemukan dua orang ini secara langsung...agar dunia kembali terasa damai,tentram dan sentosa. hhh begitulah..!


"Rhei..sebetul nya aku tau satu tempat yang sering Kiera datangi, tapi aku tidak tau apakah memang dia di sana sekarang ini" kata Tania


Rheino langsung sumringah..


"di-di mana?" cecar Rheino, sumpah demi apa pun ia harus bertemu Kiera sekarang juga, Rheino ingin meminta maaf pada nya,memeluk nya, menci--uum nya.., Rheino benar-benar bisa gila jika sampai tak bertemu Kiera dalam waktu dekat.


"itu adalah Villa di Kawasan Ailand theBeach..Kiera pernah membeli Villa di sana dan ia juga sering datang sesekali" kata Tania


"Ailand theBeach..ya" Rheino tau tempat itu, itu adalah pantai indah dengan fasilitas Villa cantik yang bisa di beli dan juga bisa di sewa.


"coba saja kau cari kesana" saran Tania


"baiklah,aku akan kesana" segurat senyuman manis terpancar di wajah tampan Rheino, ia tak sabar ingin bertemu, semoga saja Kiera ada di sana..

__ADS_1


"aku akan mengirim nomor kode Villa nya ke ponsel mu" kata Tania


"oke, baik lah...terimakasih Tania" kata Rheino seraya bangkit dengan tergesa-gesa. senyum Rheino mengembang..


Tania hanya tersenyum seraya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Rheino yang seperti anak muda baru di landa kasmaran itu.



Quenna Kiera Zumarnis



Rheino Raditya Jofan


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Ailand the Beach..


saat tubuh jangkung Rheino memasuki pelataran Villa nampak sepi tak ada siapa-siapa...hanya terlihat ayunan yang di tiup angin sepoi-sepoi dari arah pantai..


Rheino terus maju dan di sana lah ia melihat sosok cantik yang sedang membelakangi nya sedang berdiri di balkon Villa seraya menghadap ke laut, rambut bergelombang terlihat menari-nari tertiup angin, dia lah Kiera..wanita yang sangat Rheino cintai sejak dulu, kini hingga nanti dan seterus nya.


"Kiera.." panggil Rheino lembut


Suara Rheino yang khas begitu magnetis, Kiera sangat hafal dan sangat menyukai nya, apakah ia sedang berhalusinasi ada suara Rheino yang ia sukai itu sedang memanggil nama nya


Kiera menoleh dan ia terkesiap....sosok yang sangat ia cinta dan rindukan ada di sini, Kiera sanksi..apa mungkin halusinasi nya tentang Rheino sampai separah ini? saking parah nya sampai di titik berhayal yang luar biasa begini.


Kiera tersenyum sumbang, tapi pada kenyataan nya ini bukan lah halusinasi ataupun hayalan, Rheino memang ada di sini, di Villa nya...

__ADS_1


"Rheino..?" Kiera heran juga mengapa Pria ini tau-tau bisa ada di sini..?


"Pantas saja kamu gak pulang-pulang ya, ternyata di sini enak dan damai.." kata Rheino lirih seraya bersedekap dada..


"..ya begitulah.." kata Kiera seraya mengalihkan lagi pandangan nya ke arah lautan


tapi hal mengejutkan tiba-tiba terjadi, Rheino mendekat pada Kiera tepat di samping Kiera. dan belum sempat Kiera respon tau-tau tubuh jangkung Rheino sudah bersimpuh di samping Kiera lalu kedua tangan Rheino merengkuh dan melingkar di pinggang Kiera..,


ya dengan manja nya Rheino menyandarkan kepala nya di perut Kiera..seraya kedua tangan nya memeluk erat pinggang Kiera, posisi ini Kiera kaget setengah mati.


"Kei, ayo pulang..." lirih Rheino


Kiera merasa mau pinsan karena di pose yang terkesan !ntim begini


"Rhei..." bisik Kiera tak berdaya


"aku tau aku salah Kiera, tapi kamu jangan lari gini dong, kamu gak tau gimana stres nya aku nyariin kamu..! jangan hanya gara-gara omongan Intan kamu malah pergi dan menyerah sama gue. pokok nya kamu gak boleh menyerah dan mundur, aku gak bisa kalau sampai kamu gak cinta lagi sama aku " kata Rheino, ia yang biasa nya dewasa sekarang malah seperti cowok masih bocil yang sedang manja.


eits tunggu!!? batin Kiera. seperti nya ada kesalah fahaman di sini. apakah kepergian diri nya di anggap melarikan diri


"Rhei..tunggu deh..hmm yang bilang aku nyerah siapa?" Kiera bingung...


Rheino bangkit dan menatap serius Kiera yang hanya sedada nya itu


"bukan nya kamu kesal karena Intan terus mendesak kamu, dan kamu berniat mundur dari persoalan kita" kata Rheino meyakin kan


"ya...aku memang kesal sama Intan, tapi aku gak bilang mau mundur soal kamu. enak saja, emang siapa Intan yang bisa bikin aku mundur. aku gak semudah itu mundur kalo aku udah serius sama seseorang, apalagi orang itu papa nya anak aku" kata Kiera santai


"terus kamu bilang waktu itu gak mau nikah sama aku? apa nama nya kalau bukan mundur???" Rheino penasaran

__ADS_1


"ya, aku bukan mundur aku cuma mau nunggu aja, nunggu sampai kamu mau ngajak aku nikah alasan nya bukan karena Nora aja, tapi karena kamu cinta sama aku juga" kata Kiera lagi jujur tanpa tekanan, semua nya mengalir..


"terus..kenapa dong kamu sampe minggat dan pake kabur-kaburan gini?" tanya Rheino makin tak mengerti..


__ADS_2