Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 96


__ADS_3

Kiera melihat Rheino mulai sibuk berkutat dengan bahan makanan di depan nya, membuat bubur untuk Intan.


melihat kesungguhan Rheino, demi apa pun kecemburuan mulai menjalar di hati Kiera.


Kiera tahu Intan sakit tapi ia tak mau sekedar berbasa-basi pada gadis itu, Kiera tipikal yang kalau sudah tak suka maka akan tetap tak suka apa pun itu kondisi nya. apalagi dari yang Kiera dengar kalau Intan sakit karena salah nya sendiri, menunggu Rheino di luar hingga larut malam, emang dia siapa nya Rheino? desis Kiera di dalam hati. apalagi kata nya Intan gak mau makan kalau itu bukan Rheino yang menawarkan, hedeeeh..!


"enak ya jadi Intan,lagi sakit demam aja ada yang merhatiin. di bikinin bubur spesial lagi" gumam Kiera dan dapat di dengar Rheino


'harus nya kan kediaman Jofan punya banyak koki khusus, kenapa harus Rheino coba yang bela-belain bikin, hmh istimewa sekali' protes Kiera tapi hanya di dalam hati


"kamu kelihatan sayang dan peduli banget sama Intan" kata Kiera jeles


"Intan itu teman aku juga tamu aku. kasihan dia sendirian di negara ini..aku harus peduli dong sama dia" kata Rheino seraya tetap sibuk menyelesaikan masakan nya.


"kamu sayang sama Intan,suka sama Intan?" Kiera ingin tahu..


Rheino diam sesaat...


"Intan itu teman aku, aku anggap dia teman baik aku tapi dia bukan wanita yang aku suka" jawab Rheino lugas..


"oh, aku kira dia istimewa di hidup kamu sampai kamu rela bikinin bubur buat dia yang sakit" kata Kiera apa ada nya


"aku juga pernah membuatkan kamu bubur spesial saat kamu sakit dulu" Rheino mengingatkan Kiera


"..ya, dan saat itu aku adalah istri kamu" jawab Kiera ikut mengingatkan Rheino


tangan Rheino terhenti membuat bubur, ternyata ia sadar di sini letak kekecewaan Kiera.


kenangan mereka dulu saat Kiera sakit dan Rheino secara khusus membuat kan bubur untuk nya ternyata itu adalah moment spesial milik mereka berdua, khusus mereka berdua saja. dan jika saat ini Rheino melakukan hal itu pada wanita lain juga artinya Rheino membagi keistimewaan kisah mereka pada orang lain. yang artinya hanya Kiera yang merasa itu spesial tapi Rheino tidak.

__ADS_1


"Kiera.." gumam Rheino pelan


Kiera hanya diam seraya menatap racikan bubur yang hampir jadi itu dengan perasaan campur aduk..


"aku hanya melakukan nya secara manusiawi sebagai seorang teman untuk Intan" kata Rheino


"..baik lah" jawab Kiera, ia pun tak berhak untuk melarang Rheino sekarang


Kiera melenggang pergi meninggalkan Rheino


"aku rasa koki di kediaman Jofan tidak ada artinya" kata Kiera dengan sinis.


Rheino hanya menghela nafas menatap Kiera.


setelah nya ia terus berkutat menyelesaikan bubur untuk Intan tersebut.


Kiera penasaran, ia mengikuti perlahan..


kiera melihat sendiri bagaimana Intan dengan manja nya minta di suapi Rheino, tapi Rheino dengan sabar menyuruh Intan makan sendiri, karena jika sudah suap-suapan Rheino juga merasa itu tidak nyaman, ia risih karena bagi nya Intan bukan lah orang spesial, hanya lah seorang teman saja. tidak lebih!!!


Rheino meraba kening Intan, rasa nya Kiera yang melihat ingin menampar tangan Rheino. kesal sekali...tapi ia berusaha tenang.


Kiera yang merasa kesal pun langsung berbalik pergi ke ruangan depan, saat Kiera baru saja duduk di sofa sosok Rheino muncul dan ikut duduk di samping nya.


"Rheino...apakah alasan kita menikah lagi hanya karena Nora saja?" pancing Kiera, ia sangat berharap kalau Rheino juga memikirkan diri nya.


"lalu apalagi alasan nya?" Rheino tetap gengsi


"bukan karena kamu mengkuatirkan aku, kenapa harus menikah lagi jika kamu saja nggak menganggap aku" lirih Kiera

__ADS_1


"aku gak mau nerima resiko nya" jawab Rheino


"maksud kamu?" Kiera tak mengerti


"iy, aku takut di saat sudah menganggap mu istimewa tapi malah saat kita sedang bercinta berdua di atas ranjang yang kamu panggil malah nama pria lain, aku gak mau jadi pelarian kamu seperti dulu lagi" ujar Rheino pedas


Kiera langsung ingat, bagaimana di malam pertama mereka Kiera malah menyebut nama Bastian dan berakhir membuat Rheino salah faham sampai saat ini.


Kiera hanya menghela nafas berat


"aku sudah jelasin berkali-kali sama kamu Rhei..aku saat itu hanya memastikan diri ku untuk melupakan Bastian malam itu juga karena malam itu kamu dan aku sudah saling memiliki seutuh nya, aku sadar sejak malam itu aku Kiera hanyalah milik seorang Rheino Raditya...aku mau coba mencintai kamu tapi ternyata kamu malah tidak tahan dan memilih bercerai,dan saat itu aku sebetul nya sakit menerima perceraian dari kamu tapi saat itu juga aku hanya ikut keinginan perceraian kamu semata-mata karena aku juga gak ingin egois mengekang kebahagiaan kamu, aku sadar saat itu aku belum bisa buat kamu bahagia " papar Kiera mengalir, lirih menyentuh tepat ke tengah-tengah dada Rheino.


Rheino tak menyangka kalau keputusan perceraian yang di setujui Kiera saat itu adalah semata-mata memikirkan diri nya yang tak bahagia.Kiera berasumsi kalau Rheino tak bahagia..! yang justru Rheino malah beranggapan Kiera begitu menantikan perceraian mereka. ternyata tidak, ia salah dalam hal ini,kedua-dua nya salah.


"Rhei, kalau alasan pernikahan hanya karena Nora dan kita hanya cinta sepihak...hanya aku yang cinta tapi kamu tidak..aku rasa kita tidak perlu menikah. toh Nora gak apa-apa selama kita terus menyayangi dia bersama-sama. aku takut dan trauma kita sudah pernah gagal satu kali dan aku gak mau terulang kedua kali.., pernikahan yang di gelar tapi kamu aja nggak cinta sama aku, itu gak akan bertahan lama Rhei. aku gak mau jadi egois mengikat pria yang gak cinta sama aku" kata Kiera lagi tetap dengan intonasi perlahan


"ya artinya dulu aku yang egois mengikat wanita yang gak cinta sama aku, aku ngikat kamu dengan egois kan?" balas Rheino


Kiera menggeleng perlahan


"mungkin kamu gak akan percaya, selama kamu jadi suami aku...aku sayang dan selalu tersentuh sama sikap kamu. kamu adalah suami terbaik di dunia" Kiera mengakui nya


Rheino sebetul nya senang di puji Kiera begitu, tapi ia tetap berusaha menyembunyikan kebahagiaan nya dengan tampang dingin dan terus datar.


Kiera menghela nafas dengan sesak dan berkata lagi dengan lirih


"percuma ya aku bilang semua tentang perasaan ku sama kamu, percuma juga aku tunjukin secara terang-terangan...kayak nya sampe kapan pun kamu gak akan percaya sama aku lagi" Kiera tersenyum getir


"Rheino, kita tidak usah menikah saja..." tegas Kiera

__ADS_1


__ADS_2