
di saat Mama Rheino mulai merasa kan penasaran namun tiba-tiba asisten rumah tangga datang membawa kan minuman dan beberapa cemilan di sebuah tatakan kristal...lalu sang asisten rumah tangga itu meletak kan nya di atas meja sofa dan segera undur diri dari sana
"Kiera ayo minum dulu..." tawar mama Rheino
"i..iya Tante.." Kiera segera mengambil gelas minuman dan menyesap nya pelan..., kemudian meletak kan kembali ke meja di depan nya.
Kiera menarik nafas,,,ia gugup lalu mulai berkata lagi..
"sebetul nya Kiera gak pernah setuju dengan perjodohan ini Tante..." kata Kiera akhir nya walau dengan jantung yang hampir copot.
Mama Rheino sebetul nya kaget juga karena kemarin-kemarin Kiera bersikap biasa saja,namun apa pun itu mama Rheino sangat menghargai kejujuran Kiera. gadis ini sudah berani berkata jujur hari ini walau mengejutkan memang.
Mama Rheino hanya tersenyum tulus menatap Kiera yang terlihat canggung dan tidak tenang.
"ngomong aja, ayo..." kata mama Rheino pelan setengah berbisik agar apa yang ingin Kiera katakan pada nya saat ini tidak terhenti di tengah jalan.
Kiera menarik nafas nya sedikit kesusahan walau pun sebetul nya ia merasa cukup lega karena mama Rheino masih tetap tersenyum walau pun dengan apa yang sudah di katakan nya barusan.
"Kiera sejak awal sudah punya pacar Tante, sudah lama...sudah berjalan hampir tiga tahun terakhir ini, dari awal Kiera masuk bangku highschool" cerita Kiera perlahan namun jelas dan padat
"Kiera gak mungkin mutusin pacar Kiera Tante, itu nama nya jahat.dan lagi pula Kiera sama Rheino gak punya perasaan apa-apa, Kiera gak bisa anggap Rheino lebih dari sekedar teman" Kiera sedikit tertunduk saat mengatakan ini, mengatakan hal tidak menyukai seorang pria di depan ibu dari pria itu sendiri.., Kiera terima konsekuensi nya jika mama Rheino menjadi marah pada nya lagi pula ini lah kejujuran dan apa ada nya. Kiera sudah berkata yang sebenar nya.
"nanti kesan nya Rheino juga jahat tante, udah jadi perusak hubungan..., takut nya Rheino bisa di musuhin sama pacar Kiera..." kata Kiera, walau ini hanya sebuah alasan namun cukup masuk akal...karena pada dasar nya Kiera tak ingin lagi melihat pertikaian antara Rheino dan Bastian seperti waktu itu.
__ADS_1
Kiera meremas jari jemari nya sendiri seraya berkata lagi...
"masa' iya Kiera nikah sama Rheino di saat Kiera berpura-pura suka? itu akan sakit buat Kiera dan juga Rheino tante. Rheino berhak mendapatkan sosok istri yang betul-betul menghargai,mencintai dan menyayangi nya, bukan malah sama Kiera yang sama sekali gak bakal bisa memberikan itu semua" papar Kiera lumayan panjang namun tetap padat dan berisi.
yah,betul Kiera tak bisa...Kiera benar-benar tidak bisa memberikan cinta dan kasih sayang nya pada Rheino karena semua itu memang sudah untuk Bastian pacar nya seorang. dan lagi pula Kiera memang gak suka Rheino, gimana pun juga enggak suka. mau gimana lagi ya kan kalo kita gak suka?
kedua nya terdiam sesaat dalam beberapa detik...
Kiera deg-degan..
"Kiera..."panggil Mama Rheino pelan
"kenapa Kiera gak ngomong aja sama mama dan papa Kiera sejak awal? Kiera gak boleh terus-terusan maksain diri gini,sayang" kata mama Rheino, mendengar itu Kiera sangat lega...mama Rheino tetap baik pada nya. yang artinya kebaikan mama Rheino selama ini pada nya bukan hanya semata-mata karena ia calon menantu nya tapi karena mama Rheino memang asli nya baik.
Kiera menggeleng menjawab pertanyaan mama Rheino pada barusan.
"Kiera udah sering bilang ke mereka. bahkan sejak awal hubungan Kiera dan pacar Kiera juga gak pernah di restui" lanjut Kiera lagi bercerita sedikit tentang hubungan ia dan pacar nya
"lho, kenapa?" tanya mama Rheino heran
"gak tau Tante, papa kayak gak suka gitu sama pacar Kiera. mama juga sama..." jawab Kiera
kali ini Kiera lebih merasa nyaman berbicara pada mama Rheino yang ternyata sangat lah baik ini.
__ADS_1
"papa baru kali ini tante suka sama anak cowok Tan...dan langsung ngejodohin ke Kiera. ya sama si Rheino ini...,papa tuh tetep keukeuh Rheino yang harus jadi menantu nya dia, Rheino yang harus jadi suami nya Kiera" kata Kiera menceritakan tentang papa nya pada mama Rheino
Mama Rheino tentu tau itu, karena memang sejak awal nya papa Kiera lah yang menawarkan perjodohan ini pada mereka.
"Tante...plis tolong Kiera...cuma tante sama om Irwan yang bisa nolongin Kiera, plis batalin perjodohan ini Tante...Kiera mohon" mata Kiera berkaca-kaca memohon pada Mama Rheino.
mama Rheino tidak tega juga, ia hanya bisa menghela nafas berat...
sesaat kedua nya kembali diam...
"nanti Tante coba ngomong sama papa nya Rheino ya, soal nya agak susah kalo om sama Tante mau batalin perjodohan ini, gak enak sama mama papa nya Kiera, secara papa Kiera yang menawarkan terlebih dahulu. kalo Tante sama om yang ngebatalin kayak kesan nya om sama Tante ini keluarga yang sombong..." mama Rheino beralasan dengan jujur dan apa ada nya, tapi ia siap membantu Kiera dengan cara menceritakan pada suami nya nanti, ya hanya itu yang bisa Mama Rheino lakukan dalam masa ini.
"makasih Tante..." Kiera terlihat senang hingga ia sampai merosot dari sofa bersimpuh di depan mama Rheino seraya reflek memegang tangan mama Rheino tersebut...
"Kiera...jangan begini...ayo bangun..." mama Rheino sangat kaget dengan sikap Kiera
melihat hal ini mama Kiera berkesimpulan kalau Kiera ini begitu bersunggguh-sungguh dengan pacar nya. kasihan Kiera...
Dua orang ini berdiri berhadapan dengan posisi mama Rheino memegang lengan Kiera karena barusan berusaha menggangkat gadis ini yang bersimpuh. Mama Rheino menjadi tak enak hati.
hari ini Kebetulan Rheino memang tidak ada di rumah karena ada les tambahan, mungkin cowok pintar nan jenius itu akan pulang sekitar hampir pukul enam sore atau lebih...jadi di pastikan Rheino tak akan muncul di antara mereka saat ini.
yup, sebetul nya Kiera sudah tau...Kiera tau Rheino hari ini ada jadwal pelajaran tambahan, Kiera sengaja mencari hari di mana Rheino tak ada di rumah di saat jam-jam begini..., Kiera diam-diam mencari tau kapan Rheino tidak pulang kerumah untuk agar bisa leluasa berbicara dengan mama nya Rheino.
__ADS_1
sebetul nya Rheino juga tak masalah jika Kiera mau berbicara langsung pada orangtua nya perihal tidak mau nya Kiera dengan perjodohan ini, malah kemarin-kemarin Rheino sendiri yang mempersilahkan Kiera untuk bertemu orangtua nya agar Kiera bisa berbicara secara langsung..nah Lantas apa yang membuat Kiera tak mau ada Rheino?
entah lah...yang jelas semakin kesini, Kiera merasa makin tak nyaman jika ada sosok Rheino di sekitar nya...