Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 19


__ADS_3

Keesokan hari nya Elviyohannes Highschool


Bastian mencari-cari Kiera, karena setelah pelajaran ke tiga dan ke empat baru saja selesai Bastian sama sekali tidak melihat Kiera.


Bastian cari kemana-mana tidak juga ketemu, ia bahkan tadi melihat kelebatan Tania, namun gadis yang merupakan sahabat pacar nya itu tampak tak bersama Kiera..ia ingin bertanya namun Tania sudah keburu tak terlihat. entah kemana rupa nya.


Bastian bertanya pada beberapa siswi yang ia temui tapi semua nya tidak melihat Kiera.


saat Bastian lewat di salah satu Koridor, ia berpas-pasan dengan Inna cs, gadis bernama Inna tersebut nampak berjalan paling depan dan tentu saja di antara komplotan nya itu ia lah yang paling cantik dan bersinar. ya kita tahu sendiri kalau Inna kan juga primadona sekolah seperti Kiera.


saat Bastian berpas-pasan dengan sosok Inna, mereka berdua saling melirik satu sama lain dan yang aneh nya dua orang ini melirik bukan sembarang lirik,lho. lirikan nya berisi...mengandung arti. dalam lirikan itu antara Bastian dan Inna juga tersenyum simpul satu sama lain. senyuman nya itu kayak orang yang kesengsem gitu. kira-kira ada apa antara dua orang ini???


Bastian dan Inna memang hanya berpas-pasan dan menuju arah yang berbeda.. Bastian ke barat, Inna ke timur, namun saat hanya sepintas sepersekian detik tadi seolah ada sesuatu yang tersembunyi di lubuk hati mereka berdua..,antara Bastian dan Inna.


Inna Cs tetap pada niat awal nya menuju kantin sedang kan Bastian tetap pada niat awal nya mencari Kiera.


ternyata Kiera menemui Rheino..!!!


dengan masih di liputi keraguan, Kiera nekat menemui Rheino saat bel istirahat baru saja berbunyi. teman-teman sekelas Rheino 3c cukup kaget, ada apa memang nya si puteri populer sekolahan mencari seorang Rheino?


"Rhei..bisa kita bicara sebentar?" kata Kiera di depan kelas 3c saat merasa melihat Rheino baru akan keluar dari pintu kelas tersebut


Rheino tertegun sesaat, tapi kemudian dia langsung meng-Oke kan nya dengan anggukan yang samar.


harus nya Kiera bisa saja menyuruh siapa misal nya seseorang untuk mengatakan pada Rheino bahwa Kiera mengajak bertemu, agar tidak ada pertanyaan mau pun kecurigaan bagi orang yang melihat nya. tapi dalam hal ini Kiera ingin diri nya lebih wonder, tidak menye-menye dan terima beres saja.


dua orang ini pun bergerak menuju ke bangku yang ada di daerah taman belakang yang jika di saat seperti jam-jam segini memang jarang ada orang datang.


kedua orang duduk, dan diam beberapa saat...

__ADS_1


"Rhei.." Kiera ingin memulai percakapan


"loe pasti udah tau kan kenapa gue manggil loe kesini..?" kata Kiera


Rheino sebetul nya tak mengerti mau apa, namun pastilah ini menyangkut perihal perjodohan mereka berdua


"tentang perjodohan kita..." Kiera menggantung ucapan nya sesaat


"lalu..apa?" Rheino meminta Kiera meneruskan inti nya, ia tahu Kiera memang tak menyukai perjodohan ini.


"loe tau sendiri kan, gue gak mau di jodohin...gue udah punya Bastian..loe pasti gak mungkin gak tau" ujar Kiera mengingat kan


Rheino diam, dia tentu sudah tahu itu


"loe juga ngerti kan? gue gak mungkin maksain hati gue buat hidup sama loe, Rhei" kata Kiera penuh ke-yakinan


"loe masih punya banyak kesempatan untuk bersama gadis yang bener-bener suka sama loe,Rhei.., plis kasih tau gue..loe juga gak mau kan perjodohan ini lanjut?" cecar Kiera


Rheino masih diam, lalu menghela nafas. ya dia memang tak ingin memaksa Kiera. namun jika sebetul nya Kiera sah-sah saja pada perjodohan ini maka Rheino pun dengan senang hati menerima Kiera. lagi pula Rheino juga suka Kiera kok. tapi di saat seperti ini mana mungkin Rheino jujur bilang suka sama Kiera, bukan kah itu tidak penting bagi Kiera yang sama sekali tidak menyukai Rheino.


"gue..udah pernah kok ngebahas ini sama mama gue" Rheino akhir nya bersuara merespon Kiera


Kiera begitu antusias saat Rheino merespon, ia ingin kelanjutan kalimat yang Rheino utarakan barusan tadi


"dan lalu..." Kiera tak sabar


"gue udah pernah minta sama mama gue buat batalin perjodohan ini tapi mama gue gak bisa apa-apa. mama gue bilang yang ngatur ini papa gue sama papa nya loe" Rheino menjelas kan..


sungguh sumpah demi apa pun, jika orang tidak melihat tampang dan hanya mendengar suara nya saja maka akan mengira yang berbicara adalah sosok sangat guanteeeng sekali. karena suara Rheino itu enak di dengar, lembut banget. kayak bikin yang gimana gitu pokok nya.

__ADS_1


Kiera menghela nafas kasar mendengar penjelasan Rheino..,Lalu Rheino kembali berkata


"dan setau gue, papa gue juga gak enak buat batalin karena semua ini awal nya adalah mau nya papa loe Kei, seharus nya loe ngomg sama papa loe aja" lanjut Rheino lagi dengan jujur


Kiera merasa mulai putus asa, dan di balik itu Kiera juga berfikir ternyata asumsi Bastian bahwa Rheino yang sengaja merencanakan perjodohan ini adalah salah. bukti nya sekarang Rheino bilang semua nya berawal dari papa nya Kiera sendiri. berarti sama dengan yang papa Kiera katakan pada Kiera saat hari itu kan?


Kiera mulai menebak, di sini apa memang benar asumsi Bastian yang salah atau kah Rheino yang bohong? bisa saja kan Rheino gak mau kelihatan jelek, gak mau kelihatan salah. setiap manusia itu pasti setidak nya punya sisi munafik, walau tidak semua nya. dan mungkin saja saat ini Rheino berlagak seperti itu padahal itu hanyalah kemunafikan belaka.


"apa benar seperti itu?" selidik Kiera


"loe bisa datangi mama atau papa gue" kata Rheino sembari bangkit dari bangku yang sedari tadi ia duduki


Rheino tau kalau Kiera tak mempercayai nya, bahkan berprasangka buruk tentang apa yang barusan Rheino katakan, singkat nya tak begitu pecaya.


saat Rheino beranjak dan mulai melangkah, Kiera menahan nya dengan panggilan


"Rhei..gue belum selesai.." tahan Kiera


"gue udah selesai" jawab Rheino dingin


"gak ada lagi yang bisa gue bahas sama loe, cuma itu aja dan gue udah jelasin semua nya sama loe barusan" lanjut Rheino tanpa basa basi


Kiera tak bisa menjawab kata-kata Rheino, pria ini terlalu anggun dalam ucapan sangat bertolak belakang dengan tampang dan penampilan nya yang gak banget


"satu lagi.." kata Rheino kemudian


"jika loe mau ngomong sama seseorang menyangkut hal yang pribadi, seenggak nya loe tanya sama diri loe sendiri. loe percaya dan respect gak sama orang nya...? kalo loe aja gak yakin, mending gak perlu" saran Rheino pedas


dan detik berikut nya Rheino langsung berbalik pergi meninggal kan Kiera sendiri yang merasa begitu tersindir dengan ucapan Rheino yang gaya bicara nya begitu sangat berkelas.

__ADS_1


__ADS_2