
Tidak ada lagi yang mampu menahan semua masalah ini. Seakan hidup berlalu begitu cepat. Hubungan Anggun dan Firhan selesai dalam waktu beberapa bulan saja. Sementara Anggun sama sekali tidak pernah menghubungi Witha sementara pria itu sangat berharap.
Pengumuman pernikahan Jihan dan Firhan sudah ditetapkan. Itu diketahui Anggun dari story WA rekan kerjanya di tempat lama. Rasanya seperti jatuh tertimpa tangga.
Rasanya sakit sekali saat tahu mantan suami yang paling aku cintai akan menikah dengan wanita lain. Ya, walaupun aku belum rela melepaskan, tetapi ini akan jauh lebih baik ketimbang aku bertahan. Witha juga bukan harapanku lagi. Biarkan aku sendiri hingga sepi menghilang dengan sendirinya. Ada rasa putus asa bergelayut manja, tetapi tak mau lekas sirna. Terkadang untuk menjadi kuat, kita harus mengalami lemah terlebih dahulu. Tidak ada yang tiba-tiba bangkit tanpa suatu sebab. Anggun, kamu pasti bisa!
"Nggun, sedang apa?" tanya Maryamah.
Wanita itu kini sudah sembuh. Dia bisa menemani hari-hari putrinya yang terpuruk. Pernah sekali waktu wanita itu mendengar ocehan tetangga saat tahu Anggun akan bercerai untuk yang kedua kalinya.
"Wanita kok kerjaannya kawin cerai melulu. Kalau sudah dua kali, itu bukan takdir lagi. Sial namanya!"
"Iya, bener. Mbak Anggun cantik, tapi gak pernah beruntung."
"He em, kasihan sekali dia. Mungkin saja kita tidak tahu jika Mbak Anggun itu tipikal wanita pilih-pilih kali, ya. Sama Mas Moiz saja hanya bertahan berapa bulan. Hidup itu bukan melulu soal uang, Bu Maryam. Ketentraman dan suami yang baik juga perlu. Kalau udah janda, siapa yang mau!"
"Mungkin lebih baik rujuk sama Moiz kali, ya? Kan cocok tuh. Satunya duda dan satunya lagi, janda. Gak apa-apa kali, Bu Maryam."
Obrolan itu terjadi beberapa hari yang lalu di tukang sayur yang kebetulan lewat depan rumah. Sejak saat itu, Maryamah tidak mau lagi belanja di sana. Dia yang meminta Anggun untuk belanja ke pasar.
"Apa Ibu masih memikirkan ucapan mereka?"
"Nggak, Nduk. Ibu mencoba untuk tidak mendengarkan, tapi sekali waktu memang kepikiran dengan keadaanmu. Apa kamu nggak ingin cari pekerjaan lagi? Ibu yakin kalau semakin hari tabungan kita juga akan habis karena tidak ada pemasukan. Mungkin kamu bisa coba lagi ke kota. Siapa tahu kamu menemukan jodoh di sana."
Ini memang benar. Hari-hari Anggun hanya digunakan untuk membantu ibunya, di kamar menonton film, dan terkadang scroll sosial media yang malah membuatnya sakit. Banyak postingan Jihan dan Witha yang berseliweran di sana.
Lambat laun, Anggun pun memblokir pertemanannya dengan Jihan dan Witha. Sementara mantan suaminya, Firhan hampir tidak pernah menggunakan media sosial berlebihan. Ada pun, dia sama sekali tidak terlalu suka mengumbar dirinya di sana.
__ADS_1
"Anggun coba melamar pekerjaan lagi, Bu. Ini juga mau ambil laptop terus kirim lamaran kerja. Ternyata Anggun sudah menjadi pengangguran lumayan lama, ya?" Anggun tertawa kecil.
"Hemm. Oh ya, bapakmu ke mana?"
"Oh, bapak pergi benerin motor Anggun ke bengkel, Bu. Kenapa?"
"Oh, soalnya bapak nggak pamit sama ibu."
Sementara di tempat lain, Jihan sedang bersiap. Hari ini dia akan melangsungkan pernikahan dengan Firhan. Seorang duda mantan sahabatnya sendiri. Dia tidak meminta pernikahan mewah, tetapi asalkan Firhan mau membawanya tinggal di rumah yang pernah ditempati bersama Anggun.
Jihan juga mengundang beberapa teman Anggun untuk menjadi saksi bahwa pernikahannya benar terjadi. Sementara dia sendiri tidak bisa menghubungi Anggun karena nomornya sudah diblokir.
"Tidak masalah nggak bisa kabarin kamu, Anggun. Aku bersyukur setidaknya kamu akhirnya mengalah dan menyerahkan Mas Firhan kepadaku. Itu sudah lebih dari cukup. Sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Firhan El Fatih." Jihan membanggakan diri.
Rupanya bukan Jihan namanya jika tidak berhasil mengundang Witha secara langsung. Dia menghadirkan pria itu bersama dengan istrinya, Kaluna. Sebenernya ada rencana baru dibalik undangan Jihan pada Witha tersebut. Dia tidak ingin Anggun kembali pada Witha yang lebih unggul daripada Firhan.
"Mana calon pengantin prianya?" tanya Witha.
Jihan malah yang sudah tidak sabar menanti kehadiran Firhan. Dia sengaja meminta Witha untuk menjadi saksi pernikahannya.
Setelah Firhan datang, Witha mengenali sosok pria itu. Agak terkejut memang, tetapi banyak pertanyaan yang mengalir di benaknya.
Mengapa mantan suami Anggun? Apa sebenarnya yang terjadi hingga mereka bercerai? Apa ini semua disebabkan oleh Jihan?
Kaluna menepuk pundak suaminya. "Sayang, ada apa? Mengapa kamu begitu terkejut saat melihat calon suami Jihan?"
"Ah, bukan apa-apa. Ayo, kita ke sana!" Witha menunjuk kursi kosong yang tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
__ADS_1
Pernikahan ini dilangsungkan dengan sederhana di sebuah KUA yang dekat dengan tempat kerja Jihan maupun Firhan. Mereka sengaja memilih KUA tersebut agar tidak rumit harus pulang pergi ke tempatnya masing-masing. Yang paling penting semua berkasnya lengkap dan tidak ada masalah.
"Saya terima nikah dan kawinnya Jihan binti Hasanudin dengan mas kawin perhiasan emas seberat 10 gram, dibayar tunai!"
"Bagaimana, Saksi?"
"Sah!"
"Sah!"
Seperti biasa, doa untuk kedua pengantin dipanjatkan. Jihan tampak begitu bahagia, berbeda dengan Firhan yang mampu mengucapkan qabul dengan tarikan satu napas yang terlihat enggan untuk menyentuh istrinya.
"Pak, boleh dipakaikan cincin untuk istrinya," ucap salah satu petugas.
Firhan akhirnya memakaikan cincin pernikahan. Dia memang sama sekali tidak pernah melamar Jihan, tetapi atas permintaan Jihan, pria itu harus segera menikahinya.
"Jihan, selamat atas pernikahanmu. Aku dan istriku akan memberikan hadiah bulan madu menginap di hotel secara gratis. Nanti semua kelengkapannya akan aku kirim by WhatsApp," jelas Witha.
"Tidak perlu repot-repot. Kami harus kembali bekerja setelah pernikahan ini," tolak Firhan.
"Mas, tidak baik menolak rezeki. Terima saja," pinta Jihan.
Setelah itu, Jihan meminta Witha dan istrinya untuk berfoto bersama. Jihan membagikan momen kebahagiaannya itu di media sosialnya dengan caption 'Dua pasangan yang paling bahagia di muka bumi ini'. Sialnya lagi, unggahan Jihan tersebut ada yang meneruskan ke akun media sosial seseorang hingga orang itu merasa sedih melihatnya.
Ya, siapa lagi kalau bukan Anggun. Setelah mengirimkan berkas lamaran pekerjaannya melalui surel, dia membuka media sosial sekadar ingin merefresh otaknya saja. Dia sempat melihat seseorang melanjutkan unggahan Jihan.
Anggun mengelus foto Firhan. Sejujurnya dia sangat merindukan pria itu yang kini sudah resmi menjadi suami sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Ternyata bercerai dan diduakan sama sakitnya. Sampai kapan aku akan bertahan dengan kesakitan yang aku rasakan ini? Aku harus kuat dan bisa move on dari Mas Firhan. Bagaimanapun caranya, aku pasti mampu!
Anggun menyemangati dirinya sendiri. Setelah ini, dia tidak akan tahu bahwa pekerjaan yang diterimanya nanti akan terlibat langsung dengan Firhan maupun Witha. Apa yang akan Anggun lakukan jika kembali berhubungan dengan mereka?