ANGGUN

ANGGUN
Bab 60. Haitham Hammami


__ADS_3

Pada akhirnya Anggun mengetahui bahwa orang yang telah merusak rumah adalah mamanya Witha. Dia mendapatkan kabar itu dari suaminya, Zayn yang mendapat ucapan maaf dari Witha secara langsung saat di rumah sakit.


"Terima kasih, Ya Allah. Akhirnya kami menemukan pelaku yang sebenarnya. Kalau sudah seperti ini, kami bisa menjalani kehidupan dengan sangat baik. Terima kasih," ujar Anggun dengan lega.


Kesalahpahaman dengan Anita pun sudah diatasi dengan baik oleh Witha. Pada akhirnya Anggun memutuskan untuk melarang suaminya bertemu dengan Anita. Apa pun alasannya karena dia masih tetap belum bisa menerima jika Zayn sudah menjadi milik wanita lain.


Semakin mendekati masa persalinan, Anggun semakin sensitif. Dia seringkali menangis tanpa sebab. Terkadang dia pun menyesali masa lalunya yang ternyata tidak seindah kehidupan orang lain. Dia melewati banyak hal yang mengerikan, tetapi bisa diatasi dengan baik.


Menilik masa lalunya, Anggun teringat sama Moiz. Mantan suami pertamanya yang sudah dirawat di rumah sakit jiwa karena pria itu telah gila setelah kehilangan Anggun. Sepertinya Anggun sudah membuat banyak orang berada di luar nalar untuk mencintai dirinya.


Bukan saja soal Moiz, tetapi juga Firhan dan Witha yang sampai saat ini belum bisa move on. Walaupun tidak ditunjukkan secara langsung, tetapi kenyataannya masih seperti itu.


"Mas, beberapa minggu lagi anak kita akan lahir. Apa kamu sudah menyiapkan nama untuknya?"


"Siapkan saja, Nggun. Aku pasrah padamu. Kamu pasti bisa memberikan nama yang bagus dan penuh arti."


"Hemm, baiklah. Masalahnya dari nama anak kita, sama sekali nggak ada unsur dari namamu atau namaku, Mas. Gak apa-apa, kan?"


Sebenarnya bebas. Tidak harus mengambil dari nama Anggun Maharani ataupun Zayn Mahendra. Mau ambil nama dari internet pun silakan saja.


Setelah masa menunggu yang begitu panjang. Pada akhirnya Anggun dilarikan ke rumah sakit karena sudah mengalami kontraksi. Namun, tidak langsung lahir hari ini juga karena Anggun masih dalam masa observasi.


"Nggun, kamu harus kuat, ya," ujar Zayn saat melihat istrinya di ruang persalinan.


"Rasanya sangat sakit, Mas. Apa tidak sebaiknya langsung operasi saja? Aku benar-benar sudah tidak tahan." Anggun meringis kesakitan.


"Nggun, kita tunggu keputusan dokter saja, ya. Kalau bisa kamu harus semakin kuat lagi, ya."

__ADS_1


Bersamaan dengan kesakitan Anggun, ternyata ketubannya juga sudah pecah. Dokter harus segera mengambil tindakan karena bukaan tidak kunjung bertambah.


Pada akhirnya dokter memutuskan untuk membawa Anggun ke meja operasi pada malam harinya. Setelah hampir seharian menunggu, telah lahir satu bayi laki-laki yang menggemaskan.


Keesokan harinya, Anggun dipindahkan ke ruang rawat. Di sana Zayn tersenyum manis melihat istrinya telah melahirkan seorang bayi laki-laki.


"Nggun, terima kasih sudah mengandung buah cinta kita. Anak kita lucu sekali. Kamu pasti sudah melihatnya, kan?"


Benar saja. Semalam setelah lahir, Anggun langsung melihat anaknya. Walaupun sekilas, tetapi memang sangat tampan.


Semalam Zayn juga sudah mengadzani anak laki-lakinya itu. Makanya pagi ini dia tidak sabar untuk melihatnya lagi. Bayi laki-laki yang memiliki 70 persen kemiripan dengannya. Sisanya perpaduan wajah Anggun yang menggemaskan juga.


"Iya. Semalam aku sudah melihatnya. Rasanya seperti mimpi. Padahal baru kemarin aku hamil, tetapi hari ini sudah melahirkan saja. Apa kamu bahagia?"


Pria mana yang tidak bahagia dengan kehadiran bayi laki-lakinya. Apalagi ini adalah impian Zayn sedari dulu. Menikah dengan wanita yang dicintainya lalu memiliki bayi laki-laki yang lucu. Ternyata Allah memberikan kesempatan yang sangat luar biasa itu.


"Aku juga berterima kasih sama kamu, Mas. Kamu udah berhasil yakinin aku untuk bertahan sejauh ini. Rasanya aku tidak akan sanggup hidup tanpamu."


Rencananya acara syukuran ini akan digelar hanya dengan orang-orang terdekat saja. Anggun tidak lagi mengundang Firhan karena menurut kabar berita kalau Firhan dan Jihan sudah ditugaskan bekerja di luar pulau. Lebih tepatnya di kota B, tempat Firhan mengurus perusahaan karena kepercayaan bosnya.


Sementara Kaluna sendiri harus bedrest di masa kehamilannya. Anggun juga tidak mungkin mengundang Witha karena ada problem dengan mamanya. Walaupun sudah meminta maaf, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau wanita itu akan berulah lagi.


Sambil menunggu istrinya kembali ke rumah, bibi diminta menyiapkan syukuran sekaligus aqiqah untuk putranya. Sampai saat ini Zayn belum diberitahu oleh istrinya siapa nama anak laki-lakinya itu.


"Pak, kalau bibi siapin segalanya, lalu dengan undangan bagaimana? Bukannya harus mencantumkan nama anak Bapak?" tanya bibi.


"Oh, ya ampun. Anggun belum kasih tahu aku, Bi. Nanti aku tanya setelah dia pulang ke rumah. Mengenai undangan bisa menyusul, kan? Lagi pula bisa juga mendadak. Nanti aku yang akan membuat undangannya." Zayn menyanggupi.

__ADS_1


Zayn kembali ke rumah sakit untuk menjemput sang istri dan putranya. Dia sudah tidak sabar untuk mengadakan syukuran kelahiran itu. Sampai di sana, tujuannya hanyalah untuk menanyakan nama anak yang sudah disiapkan oleh Anggun.


"Nggun, siapa nama anak kita? Kenapa kamu nggak kasih tahu aku?"


"Lah kan Mas Zayn nggak nanyain. Kalau tanya, ya aku akan jawab," ujar Anggun membuat Zayn semakin gemas sehingga memegangi kedua pipi Anggun.


"Hemm, pengen kucubit rasanya, Nggun. Kamu makin ke sini makin bikin aku gemas. Tinggal kasih tahu nama anak kita, apa susahnya sih? Bibi sampai bingung mau bikin undangan syukuran. Masak iya cuma dikasih nama kita. Orang kan juga penasaran dong!"


"Iya, iya, Mas. Namanya Haitham Hammami. Bagus, kan?"


Sebenarnya namanya bagus, cuma Zayn belum tahu arti nama itu. Jadi, dia pun penasaran.


"Artinya apa, Nggun?"


"Anak laki-laki pemberani dan pemberi semangat. Jadi, biar dia berguna untuk semua orang yang ada dimuka bumi ini, Mas."


Nama yang unik dan bagus. Setelah mendapatkan nama itu, Zayn dan bibi pun segera mengurus syukurannya. Sekembalinya Anggun dan putranya, keluarga Zayn semakin lengkap.


Keluarga Zayn menyiapkan beberapa nasi box komplit dengan snack box beserta souvenir yang menggemaskan sesuai dengan bayi laki-lakinya.


Acara pun dilangsungkan dengan sangat meriah. Lengkap sudah kebahagiaan Anggun saat ini. Zayn juga berjanji akan selalu menjaga anak dan istrinya dengan baik hingga maut memisahkan.


"Nggun, jangan lagi kita berpisah. Apa pun kondisinya, kamu harus jujur sama aku. Kalau ada masa lalumu yang belum usai, jangan pernah kapok untuk jujur sama aku. Kita cari solusinya bersama. Begitu juga dengan aku. Aku akan mengatakan apa pun yang sekiranya akan mengganggu kehidupan kita di masa mendatang. Aku mencintaimu dan Haitham Hammami. Kita akan terus bergandengan tangan hingga akhir hayat," ujar Zayn mengecup kening istrinya.


"Terima kasih sudah menjadi bagian terbaik dalam hidupku, Mas. Walaupun terkadang masa lalu menghantui, tetapi masa depan bersamamu adalah hal yang paling mengesankan dan membahagiakan untukku. Terima kasih, Mas. Aku juga mencintaimu."


...*TAMAT*...

__ADS_1


__ADS_2