ANGGUN

ANGGUN
Bab 59. Teguran Witha


__ADS_3

Martha duduk sambil menertawakan kelakuan konyolnya. Selama ini dia tidak peduli dengan Anggun atau siapa pun itu. Namun, saat tahu Witha tidak memiliki gairah hidup, dia pun memaksakan kehendak untuk membuat kehidupan Anggun lebih menderita lagi dari putranya. Ini baru permulaan.


"Bagaimana rasanya, Anggun? Nikmat sekali, bukan? Seperti itulah yang kurasakan saat ini. Entah, kenapa Witha bodoh sekali? Mengapa dia masih bertahan dengan cinta pada wanita sepertinya? Bagaimana kalau dia menjanda untuk yang kesekian kalinya? Biar dia merasakan betapa menderitanya anakku," ujar Martha yang saat ini tinggal di sebuah hotel.


Beberapa kali Martha meminta Witha untuk menikah lagi. Banyak calon wanita yang sudah diajukan padanya, tetapi sepertinya tidak ada satu pun yang bisa meluluhkan hati Witha. Malah ucapannya kala itu membuat hati Martha kecewa.


"Ma, Witha nggak akan nikah kalau nggak sama Anggun. Anggun adalah cinta pertama dan terakhirku, Ma. Tidak ada siapa pun di dunia ini yang akan kunikahi, kecuali Anggun. Kaluna hanya sebuah kesalahpahaman," ujar Witha kala itu.


Karena itulah Martha mengganggu rumah tangga Anggun. Walaupun ini terkesan dipaksakan, Martha tidak peduli lagi. Dia kasihan kalau Witha harus menjadi pebinor di dalam rumah tangga orang lain. Maka dari itu, Martha memutuskan untuk ambil bagian memuluskan rencananya tanpa sepengetahuan Witha.


Sementara Anggun sudah sedikit tenang. Pasalnya dia akan bertemu dengan Kaluna pagi ini. Menurut kabar yang diterima, Kaluna belum pulang ke rumahnya karena harus menunggu visit dokter yang akan masuk agak siang dari waktu yang sudah ditentukan.


"Lun, bagaimana kondisimu? Aku bahagia mendapatkan kabar sebaik ini. Selamat, ya!" ujar Anggun.


"Terima kasih, Nggun. Aku nggak nyangka bakalan dapat kabar secepat ini. Kurasa ini adalah kabar bahagia. Cuma masalahnya aku harus lebih banyak bedrest."


"Nggak apa-apa, Lun. Dinikmati saja. Setidaknya ada suami yang sangat mencintaimu," ujar Anggun melirik ke arah Bagaskara.


Pria itu bahkan tidak mempermasalahkan kondisi Kaluna yang harus berada di atas ranjang secara terus-menerus.


"Nggak apa-apa, Sayang. Kalaupun aku diminta harus bekerja dari rumah, akan aku lakukan demi kamu," ujar Bagaskara.


Inilah impiannya. Menikah dengan wanita yang dicintainya lalu memiliki anak. Namun, yang menjadi pertanyaan sekarang, bila pernikahan Kaluna dan Witha tidak bisa memiliki anak, apakah Witha adalah pria yang seperti itu? Bagaskara tidak habis pikir dengan rekan bisnisnya itu.


"Kurasa memang Anggun lebih baik bersama Zayn," gumam Bagaskara.


"Kapan kalian akan kembali?" tanya Zayn.

__ADS_1


"Secepatnya, Pak. Aku sudah tidak sabar untuk memberikan kabar baik ini pada seluruh anggota keluarga," jawab Kaluna.


Sejenak semuanya terdiam. Ingatan Anggun kembali pada kekacauan rumahnya hari ini. Tuduhan secara tidak langsung ditujukan kepada Anita yang menjadi mantan kekasih suaminya kala itu. Namun, mengapa Anita tega melakukan itu padanya? Apakah akan terjadi drama berulang seperti kisah Anggun dan Firhan?


"Nggun, kamu kenapa?" tanya Kaluna.


"Ah, enggak apa-apa. Aku baik-baik saja. Oh ya, aku nggak lama-lama langsung pamit, ya. Sebentar lagi Mas Zayn harus bertugas juga," ujar Anggun setelah melihat jam di tangannya.


Anggun dan Zayn berpisah di depan ruang rawat Kaluna. Tatapan Anggun tanpa sengaja melihat Anita yang saat ini berada di dekat lorong menuju ruangan Kaluna. Seperti sebuah kebetulan, tetapi memang ada Anita di sana.


"Anita?" gumam Anggun.


Anggun mempercepat langkahnya mengejar Anita, tetapi dirinya malah bertemu dengan Witha yang baru saja datang. Entah, mengapa pria itu ada di rumah sakit ini?


"Witha?" Tanpa sengaja Anggun menyebut namanya.


"Kamu di sini juga?" Witha sebenarnya tidak heran, tetapi ada hal yang sangat mengejutkan. Tidak mungkin kan kalau Anggun ikut suaminya bekerja.


"Aku baru saja jenguk Kaluna. Apa kau ingin menjenguknya juga?"


Kaluna? Bahkan Witha tidak berniat menjenguk siapa pun, kecuali untuk mencari keberadaan mamanya yang kabur dari rumah.


"Kaluna dirawat di rumah sakit ini. Apa dia sedang sakit?"


"Hah? Kupikir kamu tahu dari mas Firhan. Kaluna masuk rumah sakit semalam saat berkunjung ke rumahku. Dia hamil, Witha. Mungkin itulah yang menyebabkan dia harus dirawat di sini."


Sejujurnya Witha terkejut. Kaluna bisa hamil setelah bercerai darinya. Sepertinya ada banyak wanita yang terluka karena kelakuannya selama ini. Tidak hanya Anggun, tetapi juga Kaluna.

__ADS_1


"Aku nggak tahu sama sekali. Aku ke sini untuk nyari mama. Dia kabur. Sementara aku baru saja menerima kabar kalau ada wanita yang tertabrak mobil lalu dibawa ke rumah sakit ini. Aku takut kalau itu adalah mama. Makanya aku buru-buru datang ke sini."


"Mamamu kabur?" Jelas saja Anggun merasa ada yang janggal di sini.


"Iya. Sejak kemarin siang. Kami bertengkar."


Astaga. Sejujurnya Anggun merasa heran dengan kelakuan mama dan anak satu itu. Mereka sama sekali tidak bisa akur. Ada saja yang diributkan selama ini.


"Kenapa lagi, Witha? Apa kamu terus saja melawan keinginannya?"


"Ya, Nggun. Aku diminta menikah kembali. Namun, aku menolaknya. Aku tetap tidak bisa menikah dengan wanita lain. Sampai detik ini pun aku masih mencintaimu. Sulit sekali menghapus namamu dari hatiku. Padahal aku sudah pernah menikah dengan Kaluna. Itu juga tidak mudah, Nggun. Aku menyakiti semua orang."


Sebenarnya Anggun kasihan juga pada Witha. Namun, bagaimanapun hidup terus berjalan sebagaimana mestinya. Anggun sudah punya kehidupan sendiri. Pernikahannya sebentar lagi akan menghasilkan satu buah cinta yang selama ini selalu diharapkan kehadirannya.


"Maaf, Witha. Lebih baik kamu lupakan aku. Aku sudah menjadi milik orang lain. Kalaupun kamu mau bertengkar dengan mama, tolong jangan pernah libatkan aku."


Saat berbincang dengan Witha, rupanya Anita kebetulan lewat. Keduanya sempat terkejut karena Anita mengucapkan sebuah kalimat yang sangat menyakitkan hati Anggun.


"Oh, begini rupanya istri dari seorang dokter Zayn. Berbincang dengan pria asing di rumah sakit. Apa nggak malu dilihat banyak orang? Oh, atau memang sengaja melakukan itu?" ujar Anita.


"Anita, tolong jaga ucapanmu! Ini tidak seperti yang kamu kira. Silakan saja kalau kamu ingin menyampaikannya pada mas Zayn," ujar Anggun kesal.


"Tentu saja aku akan menyampaikannya. Setidaknya Zayn punya alasan untuk menceraikan istrinya dan kembali pada cinta masa lalunya!"


Ucapan Anita juga menusuk jantung Witha. Dia merasa pernah menjadi pria di mana posisinya menjadi orang ketiga. Namun, dia tidak sampai hati untuk merebut Anggun dari Zayn yang sudah terlihat sangat bahagia.


"Maaf, siapa pun kamu, setidaknya jangan lakukan hal yang menjijikkan itu. Aku memang mengenal Anggun, tetapi bukan berarti aku menginginkannya kembali. Masa lalu tetaplah menjadi masa di mana tidak seorang pun bisa kembali karena punya kehidupan masing-masing. Aku jauh lebih bisa merelakan asal pasanganku bahagia." Witha menegur wanita yang seolah menyudutkan dirinya.

__ADS_1



__ADS_2