
" permisi ". Seorang pria masuk menyapa dua insan yang tadinya saling cekcok.
"Bim, ini aku bawa beberapa berkas yang butuh ditanda tangani" Pria itu berjalan menghampiri Bimo, mengabaikan tatapan terpesona dari gadis muda di depannya.
Gadis yang terlihat nakal itu jelas bukan tipenya.
" Oh ya thanks". Bimo menerima beberapa berkas tersebut.
" Bagaimana keadaan Alyn, Bim?". Memandang wanita cantik yang kian kurus terbaring di atas kasur putih, dengan berbagai selang di tubuhnya.
Putri dari Tuan besarnya itu terlihat seperti mayat. Dan ya, Lim adalah salah satu orang yang tahu tentang Annelyn selain Meylan.
" Masih sama" Mata Bimo meredup, kilatan sendu dan rindu terlihat jelas di matanya.
Meylan memerhatikan kedua pria dewasa yang sedang duduk membahas pekerjaan, entah apa yang mereka bicarakan sejak tadi, Meylan sama sekali tidak mengerti. Padahal ia sangat ingin ikut bergabung dalam pembicaraan tersebut. Pria yang diketahuinya sebagai asisten, atau lebih tepatnya teman Om Bimo dari tadi sama sekali tidak meliriknya barang sedetikpun. Menyebalkan bukan?
" Semoga cepat sembuh ya Bim, yasudah aku balik dulu, setengah jam lagi ada rapat"
Pria tampan bernama Lim itu berpamitan setelah menyelesaikan keperluannya, berjalan keluar dari ruangan, ia masih saja tidak peduli dengan mata jelalatan wanita cantik yang ia sendiri tidak tahu siapa.
" Demi apa coba, itu james jirayu kok kenal sama Om cerewet si." Batin Meylan saat sadar dari rasa terpesona. Kepala kecilnya memikirkan sebuah ide jenius plus brilian untuk mendekati si pria tampan tiada banding.
" Harus aku baik-baikin si Om, biar boleh kenalan sama cogan tampan sedunia akhirat" Hatinya bersorak girang, tanpa tahu Bimo sudah lebih dahulu membaca isi otaknya yang sempit itu.
__ADS_1
Calysta tersenyum anggun saat bertatap muka dengan calon kakak iparnya, Karina. Ia dikenal sebagai wanita tangguh yang benar-benar tangguh, menemani seorang Pramono memajukan Bagaskoro Group yang sempat terbelah menjadi dua bagian.
Karina Nayvin Raujana. Putri seorang pengusaha tambang asal kalimantan. Wanita cantik berkulit kuning, dengan lesung pipi yang akan terlihat bahkan ketika dia hanya tersenyum simpul.
Dialah ratunya para crazy rich Surabaya. Wanita yang mengabdikan dirinya di dunia bisnis itu masih tetap cantik di usia 45 tahun. Meskipun banyak yang menyayangkan ia yang tidak bisa memiliki anak laki-laki, tapi bukankah jaman sudah berubah? Wanita juga bisa lebih tangguh dari pria.
Calysta sudah banyak mempelajari keluarga Bagaskoro, dan untuk menjadi bagian keluarga konglomerat papan atas tersebut, salah satunya dia harus bisa menarik hati tetua keluarga Bagaskoro, yaitu Nyonya Karina.
" Calysta Sasmito? Kurasa namamu sudah tidak asing lagi di dunia bisnis." Nyonya Karina tersenyum setelah menyesap secangkir kopi. Pandanganya lurus ke depan, menatap lawan bicaranya.
" Masih belum seberapa dibandingkan kakak ipar". Calysta, mencoba sedikit mengambil kesan baik, dengan berperan sebagai seorang gadis muda berbakat yang tidak sombong.
" Benarkah? Tapi, sepertinya wajahmu sudah familiar di mata publik." Nyonya Karina hanya memasang tatapan mata heran seolah tidak menyelidik tersangka.
" Keluarga Bagaskoro, bukan hanya meninggikan reputasi, tapi juga sangat melindungi reputasi." Nyonya Karina, melanjutkan perkataannya.
'Kamu boleh jahat, boleh kejam, tapi jangan sampai orang tahu siapa dirimu'. Itulah semboyan keluarga Bagaskoro.
" Kakak ipar, aku adalah wanita pilihan Tuan Bagaskoro, suami kakak sendiri, reputasiku tidak perlu diragukan lagi"
" Tapi sayangnya, wanita yang selalu bermalam di kamar hotel bersama pria asing adalah Calysta Sasmito, putri bungsu Tuan Sastro Sasmito".
" Menjadi keluarga Bagaskoro, tidak peduli sehebat apa dirimu, kamu harus rela publik tidak mengenal seperti apa wajahmu".
__ADS_1
Setelah mengatakan kalimat tersebut, Nyonya Karina berjalan meninggalkan restoran, wajah Calysta memerah menahan luapan emosi. Dia sudah sangat antusias saat menerima kabar, Nyonya Karina ingin bertemu dengannya. Pagi-pagi sekali pergi ke salon, memilih pakaian di butik langganan yang sama dengan Nyonya Karina, semua usahanya hanya untuk peringatan keras. Yang paling menyebalkan, wanita paruh baya itu tetap berbicara elegan, menampilkan kesan wanita cerdas dengan keanggunan tiada banding.
Menyebalkan, tidak Bimo, tidak kakak iparnya, mereka berdua sama saja cueknya. Hanya Tuan Bagaskoro saja yang sangat mengharapkan dirinya menjadi istri dari adiknya.
Sebenarnya, ia juga tahu tentang putri semata wayang Nyonya Karina, hanya saja katanya gadis muda itu sedang belajar di luar negeri. Dan benar, selama ini tidak ada kepastian tentang wajah gadis muda bernama Annelyn Bagaskoro.
Ponselnya berdering,
" Honey.. bagaimana dengan rencana kita "
( Suara seorang pria di seberang sana)
" Aku tidak bisa". Calysta menjawab dengan malas.
" Ayolah, kau tidak rindu?". ( Pria yang entah siapa itu, masih berusaha merayu gadis manisnya).
" Maaf sayang, aku banyak urusan, lain kali saja ya"
Tutss. Calysta segera mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
~•~
Ada yang merasa ganjil nggak ya? ini clue tentang Annelyn, dan alasan Annelyn kabur dari rumah.
__ADS_1
maaf bgt kemarin ggak up, ini kalau nanti ada waktu semoga bisa up dua kali.
mana jempolnya gaeeesss vote dan komen yaaaa