
Hallo readers tersayang, author amatiran ingin mengumumkan, untuk cerita mama Karina dan Meylan ada novelnya sendiri, jadi tidak dibahas secara mendetail di sini. Bab ini khusus untuk cerita Annelyn dan Om Bimo, juga sedikit kisah Dimas dan Puspa sebagai tokoh pelengkap.
...
" Om, aku mau minum cream susu, sarapannya sandwich saja." Aku request sarapan pagi pada Om Bimo, pandangan mataku tidak berpindah dari punggungnya.
Ternyata Om gagah ya, lebih gagah dari Dimas. Masih gantengan Dimas sih, Dimas orang Jawa tapi kulitnya lebih putih, sedangkan Om, perpaduan antara gen Itali Manado dari Oma, dan China Jawa dari Opa. Rumit memang jika sudah membahas silsilah keluarga. Apalagi Opa menepikan diri dari keluarga besar Bagaskoro demi mempersunting Oma. Yang pasti belum tentu hubungan keduanya karena cinta.
Baru sebentar menunggu di meja makan, aroma sandwich keju parut menyeruak Indra penciumanku. Fantastis, Om Bimo memang seperti shef Juna. Selain masakannya enak, waktu pembuatannya juga secepat kilat.
Aku menyeruput cream susu yang disajikan Om Bimo dengan topping coklat karamel. Hari ini rasa karamelnya lebih kuat dari sebelumnya. Mungkin suasana hati Om Bimo sedang bahagia.
" Om rencananya kita tinggal dimana?" Kebiasaan duduk diam, makan dengan tenang yang selalu ku patuhi di rumah kini hilang tidak berbekas. Sekarang rasanya kurang afdol kalau makan tanpa jagongan.
" Suprise" Huh si Om jawabannya sok romantis, suprise emangnya aku ulang tahun.
" Restoran Om mau dihibahkan sama Daddy?" Aku menanyakan topik lain.
"Tidak, Daddy sudah semakin tua, kesibukan di perusahaan sudah banyak menyita waktunya, aku tidak mau membebaninya dengan sesuatu yang bukan hobinya." Aku manggut-manggut saja mendengar jawaban Om Bimo. Tunggu. Om Bimo manggil Daddy? Rasanya kok aneh ya, dari kakak naik pangkat jadi mertua.
" Lagipula sebentar lagi kabar hilangnya Bimo Bagaskoro memberi tekanan yang besar untuk Daddy dan Mama"
Mama juga? Kalau saja bukan Om, pasti sudah jadi mantu idaman, baru semalam tapi manggilnya udah fasih.
" Kemungkinan besar, kabar selama ini kita tinggal berdua, bahkan menikah bisa jadi terbongkar, kasihan kalau Daddy harus semakin kerepotan" Om Bimo menjelaskan dengan santai, seperti yang kita bahas tidak lebih dari topik cuaca.
__ADS_1
Benarkah? Daddy bisa tahu pernikahanku bersama Om?. Ku pandang pria tampan di depanku. Ku akui Om memang tampan, tubuhnya berisi, tingginya saja seperti sutet( suhu tegangan tinggi) Hehe. Apalagi sekarang dia hanya memakai celana jeans dan kaos oblong warna pink. Lho eh, kok Om punya kaos warna pink? Mana gambarnya black pink lagi. Masa si Om Bimo yang gagah dan cool di luar hangat di dalam seorang Kpopers??
" Aku menghibahkan pada panti asuhan"
Dermawan sekali si Om. Restoran mewah yang dibangun dari nol, dibesarkan seperti anak sendiri setelah sukses besar dihibahkan begitu saja. God.
" Nanti Om kerja apa?" Aku yang sudah menyelesaikan sarapanku, mulai menyiapkan sesi tanya jawab.
" Nanti juga tahu".
Jawaban macam apa itu?
" Huh. Kalau aku si pinginnya buka usaha rumahan Om" Aku menimpali jawaban Om Bimo.
" Kamu nggak perlu kerja, urusan ekonomi biar aku yang nanggung. Tugasmu sebagai istri hanya perlu mencintaiku, MELAYANIKU dan jadi ibu yang baik untuk anak-anak. Selain points itu, serahkan semua pada Babang Bimo-mu yang tampan menawan tiada takarannya. Hahaha"
Sudahlah, Om Bimo lebih menyenangkan saat bisa tertawa.
" Om, mengapa memilih menikah denganku?" Mulutku tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang pastinya tidak perlu jawaban.
" Cinta".
Tuh kan si Om sudah ketebak.
" Aku juga mencintaimu Om, perasaan kita terbentuk karena terbiasa, apa bedanya?" Aku tersenyum menatap Om Bimo yang baru menyelesaikan sarapannya.
__ADS_1
" Beda. Kamu mencintaiku sebagai Om, sosok pengganti Daddy. Sedangkan aku .. Aku mencintaimu sebagai kekasih, wanita yang kebahagiaannya menjadi tujuan hidupku" Duh jawaban si Om so sweet yaa.
" Cinta tidak pernah egois Lyn, tapi menikahimu adalah jalan paling egois yang wajib ku tempuh untuk bisa membahagiakanmu"
Duh mataku berkaca-kaca, Om kok bisa jadi romantis begini ya. Dan dia bilang wajib? Apa maksutnya?
" Wajib??" Aku mengemukakan kebingunganku.
" Hmm huuhhhh ." Om Bimo menarik nafas dalam-dalam.
" Dengar dan ingat ini baik-baik Lyn, Aku mencintaimu, menjadikan kebahagiaanmu sebagai tujuan hidupku. Oleh sebab itu, aku tidak bisa menikah dengan siapapun selain dirimu. Karena cintaku hanya untukmu, menikah dengan orang lain, hanya menyulut api dalam rumah tangga. Aku saja tidak bisa bahagia dengan pernikahanku, bulshit kalau aku bisa selamanya membahagiakanmu segenap jiwa ragaku." Om Bimo mendeklarasikan isi hatinya, tersentuh? Jujur ia tapi tidak serta-merta menumbuhkan cinta di hatiku. Nyatanya tidak semudah itu.
" Hehe. Sudah seperti Boy Candra saja sih Om" Giliran aku menggodanya.
" Lalu apa alasanmu menerimaku? Yang pasti bukan sebagai pelarian kan?" Tuh kan, Om mulai deh. Aku mana setega itu.
" Apa sih Om, ya nggak lah. Sejak kecil aku lebih terbiasa dengan limpahan kasih sayangmu daripada Daddy. Kepergianku dari rumah, memberi jarak pada hubungan kita." Aku menjeda sejenak, sambil mengamati adakah perubahan raut wajah Om Bimo.
" Kesalahanku memilih Dimas berakhir kehilangan bayiku, membuka mata hatiku, sekuat apapun aku mencintai tidak akan berarti jika hatinya bukan untukku" Lagi, aku mengamatinya. Om Bimo paling tidak suka aku menyebut nama Dimas. Dan sebenarnya aku juga merasakan pahit di tenggorokan ku saat mengingatnya.
" Juga tentang Meylan, dia tega mengkhianati orang tuanya, tega menjadi selingkuhan pria beristri, tidak menutup kemungkinan dia akan mengkhianatiku suatu hari nanti. Aku kehilangan rasa percaya pada semua orang, kecuali dirimu Om" Ku lihat ada kilat penyesalan dan kasihan yang begitu kentara di matanya, namun hanya sekejap, sorot mata itu kembali tak terbaca.
" Semua hal yang terjadi dalam hidupku memberiku banyak pelajaran. Tidak seorangpun yang cinta, kasih sayangnya lebih tulus darimu. Aku siap menua bersamamu. Tolong jangan kecewakan aku, Om."
Tes. Air mataku tidak bisa ku bendung. Menetes bersamaan dengan tubuhku yang sudah direngkuh oleh Om Bimo.
__ADS_1
**