Annelyn Dan Om Bimo

Annelyn Dan Om Bimo
Daddy


__ADS_3

Takut, kecewa, tidak berdaya dan seolah menjadi pembawa sial. Itu yang selalu ku rasakan ketika bertemu dengan keluargaku.


Terlalu banyak berfikir, membuat otakku lelah, setelah kejadian tadi siang, malam harinya aku terkurung di kereta besi ini. Rasanya sangat lelah, perlahan mataku mulai mengantuk.


Aku terbangun di sebuah ranjang yang telah lama ku tinggalkan, aromanya masih sama, kelembutan dan keempukannya pun masih seperti dulu.


Ya.. Dulu. Tempat ini yang tidak lain adalah kamarku adalah ruangan pelarian. Ruangan teraman dari emosionalnya Daddy. Setiap hari aku harus memakai topeng senyuman, menjadi sosok yang bukan diriku.


Aku suka kebebasan, hidup semauku, berbaur dengan semua orang layaknya mereka- mereka. Belajar kehidupan dari banyaknya insan ciptaan Tuhan. Sayangnya, rumah ini menciptakan jalan hidup yang tidak sesederhana itu. Semuanya serba rumit dijelaskan, siapapun tidak akan mengerti sebelum merasakan sendiri, betapa tercekiknya wanita di keluarga ini.


Author POV.


" Lyn.. ini Mama, Daddy menunggumu di ruang kerja." Mama Karina, mengetuk pintu kamar putrinya.


Dia bisa saja langsung masuk, tapi itu tidak sopan, bagaimanapun dia telah matang belajar etika. Meski Annelyn adalah putrinya, ia harus menghormati privasi anaknya itu. Tidak bisa sembarangan masuk kamar tanpa mengetuk pintu.


" Iya Ma." Annelyn beranjak dari kasur, ia membukakan pintu untuk Mamanya.


" Mama merindukanmu Lyn, lebih dari itu mama berharap kamu bisa menggapai impianmu bersama Bimo." Belum sempat Annelyn mengatakan sepatah dua patah kata, Mamanya sudah lebih dulu memeluk tubuhnya.


" Ma.." Annelyn berkata lirih.


" Maaf.. aku merepotkan Mama, membuat hari-hari Mama susah .."


" Husstt.. apa yang kamu katakan Nak?? Jangan menjadi asing.. selamanya kamu putri Mama, jangan asingkan hubungan kita .." Nyonya Karina mengamati penampilan putrinya.


Melihat pipi putrinya yang masih sehalus dan seputih dulu, serta tangannya yang halus dan lembut, Karina tahu Bimo bisa menjaga putrinya.


" Iya Ma.."


" Ayo kita temui Daddy!" Karina menggandeng Annelyn, tapi yang digandeng malah enggan mengikuti.


" Ma.. aku hamil, kemungkinan ada sepuluh minggu." Pernyataan Annelyn menghentikan langkah Mamanya.

__ADS_1


Karina memandang putrinya, sekejap raut wajah yang tadinya cemas, berubah menjadi bahagia. Ia akan menjadi Nenek. Seorang Grandma.


Ia menyentuh perut rata Annelyn yang terasa keras, tangannya bergetar, dia sangat bahagia.


" Semoga Tuhan memberkati bayimu Nak."


" Ayo kita ke ruangan Daddy!"


Mereka berjalan beriringan, keduanya melangkah dengan berbagai macam pikiran yang bercokol. Annelyn merasa tidak nyaman dengan perhatian yang ditujukan Mamanya. Dan, sebaliknya Nyonya Karina sangat antusias, dia akan berjuang untuk bayi Annelyn.


Setelah sampai di depan ruang kerja suaminya, Nyonya Karina yang hendak masuk dihentikan oleh asisten suaminya. Ia tidak diijinkan masuk sebelum Tuanya berbicara empat mata dengan Nona muda.


Annelyn hanya tersenyum, ia tahu Daddy ingin menghukumnya. Setelah beberapa kali perdebatan, akhirnya Nyonya Karina mengalah, ia berbalik kembali ke kamarnya, membiarkan Annelyn menemui Pram seorang diri.


" Akhirnya aku bisa melihat anak tidak tahu diri sepertimu lagi!!" Pram mendesis marah saat anaknya berjalan mendekat.


" Daddy Maaf.."


Plak.


Tidak ada rasa puas, yang ada ia semakin ingin memberi pelajaran pada wanita di depannya. Seolah semuanya kembali pada masa lalu.


" Ini untuk ketidak patuhanmu!"


Plak. Satu lagi tamparan mengenai pipi kirinya. Lengkap sudah.


" Ini untuk jiwa j*l*ng yang mengalir dalam nadimu." Pram menunjuk wajah putrinya.


" Aku tidak masalah kamu kabur. Tidak kembalipun aku tidak peduli!!" Suaranya menggelegar, tapi tidak tembus keluar ruangan.


" Tapi aku tidak terima kamu menggoda adikku!! Tidakkah kamu sadar kamu menjadi wanita murahan yang menggoda pamanmu sendiri??" Kali ini Annelyn tersentak saat Pram mengguncang kedua bahunya.


" Dad.."

__ADS_1


" Jangan panggil aku Daddy!! Aku tidak memiliki putri semurah itu. Annelyn kesayanganku telah mati!" Pram berbalik marah lalu menggebrak meja.


Annelyn berdiri gemetaran, dia sering dimarahi Daddy, tapi belum pernah sampai seperti sekarang, tidak ada lagi tatapan cinta di mata Daddy-nya.


" Kamu tahu? Masa depan Bimo sangat menjanjikan. Dia bisa meminang gadis cantik berbakat seperti Calysta. Tapi, kamu menggodanya sehingga dia takluk padamu."


Pram berkata pelan. Tapi suaranya syarat akan kemarahan.


" Dad!" Annelyn hendak protes.


Plak. Satu tamparan lagi-lagi mengenai pipinya. Kini bukan hanya bibirnya yang mengeluarkan darah karena luka, hidungnya pun mulai mengeluarkan darah. Ia merasakan pening yang teramat sangat di kepalanya. Tapi ia terus bertahan, dan memang harus bertahan.


" Akhh.."


" Daddy keterlaluan! Aku putrimu. Aku darah dagingmu!! Apa kata Daddy? Aku j*l*ng? Daddy pikir darah siapa yang mengalir dalam tubuhku??" Annelyn bertanya menantang.


Sudah cukup ia mendapat ketidak adilan ini.


" Aku tidak pernah menggoda lelaki tua itu! Dia yang memaksa menikah dengan wanita semurah diriku! Aku menerima dia yang suka celup sana sini. Aku menerima dirinya yang arogan dan egois." Annelyn mengeluarkan uneg-unegnya.


Meskipun dia ingin menikah dengan pria sebaik Om Bimo, tapi dia tidak berharap dapat menikah dengan Omnya yang arogan dan over protective itu. Semuanya hanya karena perasaan saling membutuhkan. Itu saja.


" Aku menerima kekurangannya begitu juga sebaliknya.. kami hanya ingin mewujudkan impian sederhana Dad.. Ku mohon.." kali ini suara Annelyn melemah, berharap sedikit simpati dari Daddy-nya.


Brak.. meja kecil tempat dimana banyak foto masa kecil Annelyn dilempar oleh Daddy-nya.


Pram, pria yang usianya hampir setengah abad itu murka. Dia menyayangi putrinya, tapi rasa tidak suka saat pertama kali melihat kelahirannya membuat dia selalu acuh tak acuh dan bersikap apatis terhadap putrinya.


" Keluar sebelum kamu yang ku lempar!" Pram berkata tanpa memandang putrinya.


Tahu Daddy-nya tidak pernah main-main, ia pun berbalik meninggalkan ruang kerja Daddy-nya.


###

__ADS_1


Holla gaes .. rindu nggak ya sama author??? rindu deh yaaaa. oh ya maaf ya kemaren dan kemaren lagi nggak up, author ada kesibukan dunia nyata.. ini untuk menggantikan rindu kalian rencananya double up .. okay??? jangan lupa like vote dan komen..


__ADS_2