Annelyn Dan Om Bimo

Annelyn Dan Om Bimo
Menggerebek Pasangan Tidak Tahu Malu.


__ADS_3

Annelyn POV


Sejak tadi aku menekan dag dig dug jantungku. Aku masih tidak percaya Om Bimo mencintaiku, entahlah rasanya seperti mimpi, bahkan mimpipun rasanya mustahil.


Awalnya kami hidup bersama di keluarga Bagaskoro, sifat Daddy yang cenderung dingin, membuatku lebih dekat dengan Om Bimo. Apalagi mama seorang wanita karir, waktuku bersamanya walaupun tidak sedikit juga tidak banyak. Aku menghabiskan masa kecilku di rumah bersama Om Bimo dan Oma beserta Opa. Sampai akhirnya aku mengetahui kenyataan pahit, yang membuat ku ingin terlepas dari keluarga Bagaskoro.


Beruntung, Daddy tidak peduli dengan kepergian ku, ia juga menutup akses informasi Mama sehingga tidak bisa menemukan keberadaanku. Sayangnya, pria di sampingku ini begitu lihai dan licin.


Tapi tidak apa, toh setelah disakiti mantan suamiku, aku punya tempat pulang, yaitu Om Bimo tersayang ku, yang saat ini justru membuat ku merasa aneh dan ya begitulah. Dia mengatakan mencintaiku? And I love him, because he is my uncle.


"Hei Lyn, tatap mataku. Aku serius dengan semuanya" Om Bimo mengalihkan pandangan mataku untuk bertatap muka dengannya.


" Menikahlah denganku, ku mohon terima aku sebagai suamimu!". Kulihat kejujuran dari matanya, sejenak aku ragu untuk menolak, aku tidak punya siapa-siapa, aku ingin dilindungi, dicintai dan aku yakin Om Bimo bisa melindungiku. Hanya saja, aku tidak bisa egois pada Om Bimo yang sudah sangat baik padaku.


" Tapi aku tidak bisa Om." Aku memang tidak bisa menjalin hubungan dengan orang yang bahkan sudah ku anggap sebagai orang tuaku, aku tidak ingin memberi harapan berlebih.


" Bisa, cobalah tutup matamu! Jika kamu diam saja nantinya, berarti kamu menerimaku" Om Bimo mengatakan sesuatu yang sepertinya tidak nyambung.


"Haa?" Jelas aku sangat kebingungan.


" Tutup matamu Lyn! Ayo kita coba!" Perintah Om Bimo.


Bukannya menutup, kedua mataku justru membola bingung dengan ucapannya, sampai akhirnya telapak tangan itu mengusap mukaku, menutup dua kelopak mataku.


Cup, kurasakan sesuatu yang lembut menyapa bibirku, sontak mataku yang tadinya terpejam, terbuka lebar seketika. Om Bimo menciumku, seharusnya aku mendorong atau memukulnya, sayang sekali aku hanya diam merasakan betapa lembutnya ciuman itu, memabukkan.


" I love you Lyn, terima kasih sudah menerimaku" Om Bimo mengatakannya, usai mencuri ciuman di bibirku. Dan apa tadi katanya? Aku menerima dirinya? Kapan aku bilang iya?. Masih dengan keterkejutanku, aku tidak bisa menjawab apapun, tidak tega juga melihat wajah tulusnya yang ingin menjadikan ku ratu dihidupnya. Toh kita tidak ada hubungan darah. Terpaksa ku anggukkan kepala, membenarkan ucapannya.


Akhirnya hari itu kami habiskan dengan nonton film dan ngemil. Tidak ada hal romantis seperti pasangan pada umumnya, karena kita pasangan yang tidak umum. Kalau dipaksakan romantis kesannya lucu dan wagu.


"Om, aku boleh kerja lagi?" Aku bertanya pada Om Bimo yang sedang menyiapkan makan malam.


Sejak aku keluar dari rumah sakit, Om Bimo lebih sering di rumah mengurusku. Sudah jarang ke restoran, apalagi kantor. Kedua tempat penghasil pundi-pundi uangnya sudah diserahkan pada orang kepercayaan. Eiiittsss bukan berarti dia bebas ongkang-ongkang kaki, buktinya meskipun tidak keluar dari apartemen, dia tetap bekerja. Memeriksa ini itu, tanda tangan ini itu, membuat ini itu.


" No no no. Kita akan menikah dan pergi jauh. Tidak perlu bekerja"


" Secepat itu ya" Aku bertanya memelas.


"Hm" Om Bimo menjawab singkat.

__ADS_1


" Apa tidak bisa ditunda?"


" Daddymu sudah sangat bawel ingin punya saudara ipar. Hehehe" Candaannya tidak lucu sama sekali. Bisa dibunuh Daddy lah kalau sampai Daddy tahu.


" Huh, bagaimana tatanan silsilah keluarga nantinya kalau kita menikah?" Aku memprotes, sebenarnya aku belum siap menikah lagi. Om Bimo sudah terlalu baik padaku sehingga menolaknya membuatku tidak tega.


" Kita tidak akan kembali Lyn. Selamanya aku akan berusaha untuk tidak kembali, demi kita" Dia menghentikan aktivitas memotong sayuran, meskipun suaranya pelan aku bisa mendengar betapa yakin keputusannya itu.


Kalau sudah seperti ini, aku mau tidak mau harus beradaptasi dengan hubungan baru diantara kami.


Selepas makan malam, seperti biasa aku langsung masuk ke kamar. Jujur, aku sedikit tertekan berbicara banyak dengan Om Bimo, setelah sebulan terakhir, aku justru merasa nyaman dengan kesendirianku, aku merasa tenang. Apalagi setelah ia menyatakan perasaannya, sikap Om Bimo berubah sedikit lebih intim dan aku masih belum terbiasa.


Kluting


Kluting


Ponselku berbunyi, ada notifikasi pesan chat masuk, sebuah video? Aku membukanya.


" Aaaaaaaa" Aku berteriak keras setelah menonton video dua insan yang dengan tanpa dosa tumpang tindih.


Tok tok tok


" Ada apa Lyn? Kamu baik-baik saja?" Suara Om Bimo diluar kamarku merasa khawatir.


"Ikut denganku Om, kita ke apartemen Meylan" Aku langsung saja menggandeng tangannya. Darimana aku tahu lokasinya? Ya tentu saja karena aku pernah ke sana.


" Ngapain malam-malam begini ke tempat si tengil?" Om Bimo bertanya keberatan.


" Nih lihat, asisten kurang ajarmu!" Ku perlihatkan video kurang didikan itu tepat di depan mata mata Om Bimo.


**


Author POV.


Annelyn masih punya akses masuk apartemen mahal Meylan.


Brakk. Pintu kamar yang tidak terkunci dibuka Annelyn dengan kasar. Mengagetkan dua orang yang sedang dimabuk iya-iya. Gila ini benar-benar gila.


Kedua mata Annelyn ditutup oleh telapak tangan besar Om Bimo, apa-apan ini.

__ADS_1


" Lepas Om, aku bukan anak kecil." Annelyn memprotes, hilang sudah sikap elegan yang selama ini menjadi didikannya. Emosinya menguasai segalanya. Muka penuh emosi bersungut-sungut siap mencabik-cabik dua insan tidak tahu malu tersebut.


"Lim? Kamu gila!" Bimo meninju tembok di sampingnya.


Annelyn? Dia sudah lebih dulu memukul asisten tampan itu menggunakan tasnya.


Pandangan mata nanar Annelyn beralih pada seorang wanita yang menutupi tubuhnya dengan selimut. Oh God, dipikirkannya dia juga akan lolos dari amukan Annelyn.


" Maaf pak, saya tidak tahu apa yang terjadi, saya dijebak." Lim menunduk membela diri. Pembelaannya kentara sekali penuh tipu muslihat.


" Bulshit, laki-laki otak mesum sepertimu dijebak? Kalau dijebak, kenapa kamu sadar? Kenapa tadi di atas? " Annelyn menyerocos.


Tanpa memberi kesempatan keduanya untuk berpakaian dengan layak, Annelyn melanjutkan sesi omelannya.


" Terus apa-apaan coba kamu sengaja mengirimkan video kalian padaku? Mau pamer? Berharap aku jadi suporter permainan kalian? Dasar tidak tahu malu."


" Kamu juga Mey! Lim kutu kupret ini sudah punya istri sudah punya anak! Apa bedanya kamu sama Puspa?" Annelyn menatap tajam sepupunya.


Wajah Meylan syok, dia memandangi Lim dengan seksama, bibirnya ingin menyuarakan pembelaan, tapi dia sadar dia salah, dia yang menggoda Lim, dia yang menaruh obat di minuman Lim, tanpa mencari tahu status pria tampan menawan tiada takarannya itu.


" Kalian pakai pengaman?" Bimo mulai mengintrogasi.


Keduanya menggelengkan kepala.


" Berapa kali kalian melakukannya?" Bimo bertanya. Dia cukup dibuat pusing dengan masalah ini, Lim adalah asistennya orang kepercayaannya juga suruhan Pram. Sedangkan Meylan adalah keponakan dari kakak iparnya Karina.


" Baru kali ini" Lim yang menjawab, Meylan yang biasanya usil dan menyebalkan tidak terdengar suaranya.


" Ckk, maksutku berapa kali keluarnya?" Bimo dibuat sebal dengan jawaban Lim.


" Emmm dua mungkin, atau berapa ya, aku tidak terlalu sadar untuk menghitungnya" Lim tidak mau menjawab jujur, dia menyeringai licik.


Sebenarnya dia ingat semuanya, obat perangsang itu tidak membuatnya lupa daratan, toh dia masih sadar untuk mengirimkan video hot jeletot mereka pada Nona mudanya.


Bruk bruk bruk.


" Bagaimana kalau Meylan hamil?" Annelyn tidak puas dengan sikap cuek yang ditunjukkan asisten Om Bimo.


" Belum tentu juga anakku" Lim membela diri.

__ADS_1


" Dia sudah sering melakukannya dengan pria manapun. Mungkin dengan Pak Bimo juga pernah" Jawaban asal yang dilontarkan Lim membuat tiga orang lainnya melotot.


Koreksi bahasa Inggrisnya y gaes, siapa tahu salah


__ADS_2