Annelyn Dan Om Bimo

Annelyn Dan Om Bimo
Berita Medsos.


__ADS_3

Author POV.


Tes. Annelyn mengusap air mata yang mengalir membasahi pipinya.


' apa lagi ini Tuhan?'


Ia lekas beranjak dari kamar olahraga, lebih tepatnya kamar kosong yang disulap Bimo menjadi ruang olahraga untuk Annelyn. Agar saat berolahraga entah senam ataupun yoga atau apalah yang ingin dilakukan Annelyn, tidak ada orang yang melihat apalagi laki-laki lain.


" Bee??" Annelyn memanggil suaminya.


Bee, biasanya disandingkan dengan mel dalam bahasa Spanyol artinya adalah lebah dan madu. Ya, sepasang lebah dan madu yang sampai akhir hayat akan selalu bergantung satu sama lain.


Sayangnya Bimo menganggap kata 'Mel' terlalu tidak memadai Standar Nasional Indonesia. Sehingga dia lebih suka memanggil Lyn atau Love. Lebih cocok dengan lidah SNI katanya.


" Bee!!" Annelyn memanggil Bimo yang sedang membuat sarapan.


" Iya Lyn ada apa?" Pria itu datang masih dengan apron yang melekat di tubuhnya yang gagah.


" Calysta hamil." Tanpa basa-basi Annelyn mengatakannya, ia ingin melihat secara langsung ekspresi pria yang saat ini berstatus suaminya.


" Lalu??" Bimo terlihat biasa saja.


Tes tes. Air mata Annelyn justru menetes.


" Aku tidak pernah melakukannya dengan Calysta, Love! Tidak pernah." Bimo mendekati istrinya.


" Dia cantik, wanita yang hebat. A aku tidak begitu bisa mempercayaimu, Bee." Annelyn menyatakan keraguan. Ingin percaya pada Bimo, tapi takut kalau kenyataannya pria di depannya berbohong.


" Dia hamil! Sedangkan aku?" Sebutlah Annelyn insecure dengan keadaannya yang belum boleh hamil dan memang belum tentu bisa hamil lagi.


" Percaya padaku Love, percayalah. Aku tidak butuh anak jika tidak bersamamu, Love." Bimo memeluk istrinya.


" Seorang suami bisa menghianati istrinya, tapi seorang paman, ayah, pengasuh yang merangkap menjadi satu tidak mungkin menyakiti bayinya." Ia berbisik lembut, mengelus rambut panjang istrinya, hanya berharap dapat dipercaya.


" My lovely little wife, percayalah padaku." Bimo memohon. Sedangkan Annelyn hanya mengangguk pasrah, dia tidak bisa tidak mempercayai Om Bimonya.

__ADS_1


Kluting kluting kluting.


' Telah diketahui wajah asli mendiang pebisnis muda, Bimo Bagaskoro. Terungkap oleh media setelah kekasihnya, Calysta mengunggah foto calon ayah dari bayinya tersebut dengan caption ( kembalikan dia padaku dan babyku) beberapa menit yang lalu. Namun ada kejanggalan yang masih menjadi pertanyaan dan perdebatan para netizen siapa gerangan wanita cantik yang tengah dipeluk oleh Bimo Bagaskoro. Apakah sebenarnya pebisnis tampan tersebut masih hidup dan sedang bersembunyi?'




Baru beberapa menit unggahan tersebut, sudah ada ratusan bahkan hampir seribu orang berkomentar di medsos. Padahal foto itu diambil saat Bimo berhasil meraih gelar S2.


' Oh no, itu bos gue tampan banget!'


' Oh my God. Itu sih fiks kabur dari tanggung jawab. Dasar orang kaya tampan punya cuan, milih yang lebih muda'


' Padahal masih cantik Calysta, kok rela ninggalin semuanya demi tuh cewek ya'


' Aduh pak bos gue, masih cocok sama calysta.'


' Aneh nggak sih, kok Calysta nggak pernah upload fotonya bareng Mr. Bimo, malah cwe lain yang bisa foto bareng dia. Beneran kekasihnya apa cuma gebetan Calysta yaa'


"Ku mohon percaya padaku, bukan sebagai suami ataupun kekasih, percayalah padaku sebagaimana cintaku pada ponakanku Annelyn!" Bimo menatap lekat berita di ponsel pintar yang dibaca Annelyn.


Dia tahu ini semua ulah siapa. Dasar lelaki tua!


***


Dua minggu berlalu dengan damai, semua media seolah bungkam dengan berita Bimo. Entah apa yang dilakukan Pram dan Karina, yang pasti semua atas perintah tetua Bagaskoro. Meskipun ada sedikit keraguan di benak Annelyn, dia tetap memilih mempercayai suaminya.


Minggu yang cerah, pagi-pagi sekali duo julid sahabat terbaik Annelyn sudah datang memporak porandakan stok camilan di rumahnya. Awalnya Bimo sedikit tidak suka dengan cara bicara mereka yang cenderung bar-bar, tapi setelah berkali-kali mereka bertamu untuk menghabiskan semua makanan, Bimo tahu kedua orang seusianya itu berkualitas. Dalam artian, mereka punya mental dan dedikasi yang tidak kasat mata. Mungkin pengalaman berumah tangga membuat mereka lebih menjadi sosok orang tua penuh petuah.


" Eh Lyn, enak yo jadi kamu tinggal ongkang-ongkang kaki punya suami ganteng." Bu Saudah nyeletuk sambil bibirnya tidak berhenti mengunyah tahu walik yang dicocol saus pedas ditabur bon cabe level 30. Bahkan kerudungnya sudah melorot ke depan mengaburkan pandangan matanya.


" Iyo Lyn, ora koyo awake dewe. Duwe suami gantenge ra sepiro, rekasane uwoooo" Bu Tejo menimpali. Nama aslinya Bu Shofia, berhubung suaminya yang cemburuan itu bernama Sutejo, ia pun kerap dipanggil Bu Tejo.


Hahaha. Semua yang ada di halaman belakang rumah itu tertawa.

__ADS_1


" Udah Bu, nanti suamiku kegeeran." Annelyn menyeruput teh hangat, ia melirik suaminya yang sedang berkutat dengan burung Cucak Ijo.


Ada dua burung Cucak Ijo di rumah, sebagai pengisi waktu luang dan hiburan untuk Bimo. Pria gila kerja seperti dirinya bisa gila beneran kalau tidak ada kerjaan.


" Situ tahu nggak? Si Risya hamil. Di kontrakan saya lagi ramai tuh membicarakan test pack yang ditemukan Bu RT waktu berkunjung ke kontrakan Risya." Bu Tejo masih asyik mengunyah tahu walik, tidak ada capeknya mulut mereka berdua, dari tadi nyelep terus.


" Orange juga sering muntah kalau pagi. Wes pokoke koyo wong nyidam." Tambah Bu Tejo lagi.


" Hush! Omonganmu kuwi lho Jo Tejo, mbok ya dipikir dulu. Dia itu bunting emang siapa yang bikin bunting? Kan yo iseh perawan. Bisa jadi masuk angin" Bu Saudah memang tidak terlalu terpengaruh dengan gosip sebelum ada kepastian.


" Halah Bu Dah, anak jaman Saiki wes biasa ngunu kuwi. Emang pernah mbok buka? Mbok tiliki? Lha kok sok tahu iseh perawan." Bu Tejo masih kekuh dengan ucapannya.


" Lha kue yo ndodro. Emang wes mok USG lha kok reti nak bunting?" Seperti biasa kalau tidak dihentikan mereka bisa cekcok sampai kiamat. Tapi anehnya mere tetap BESTie.


" Sudah-sudah Bu, ngapain ribut, nanti juga ketahuan kalau beneran hamil." Annelyn menengahi.


" Yuk Lyn kita ke warung es Gempol dekat pasar! Wenak lho, mantul pokoke." Ajak Bu Saudah.


" Iyup Lyn, nanti kamu yang traktir kita ya!" Timpal Bu Tejo.


Sudahlah mereka selalu akur kalau soal makanan.


" Iya deh iya, sekalian mau jalan-jalan."


" Aku pamit suamiku dulu ya!"


***


Bimo POV.


Awalnya aku iseng membuka story aplikasi berlogo hijau, hanya ada beberapa kontak nomor di ponsel baruku.


Mataku tertuju pada story Risya, meski tidak membukanya aku bisa melihat status curahan hatinya.


Reflek tanganku membuka, dan betapa terkejutnya aku, sebelum story yang terlihat di halaman status, ada story foto seorang pria dan wanita. Entah siapa pria itu aku tidak peduli, tapi wanita cantik yang memakai gaun pengantin berwarna peach, aku yakin dia Siska. Dia yang pertama, segalanya yang pertama.

__ADS_1


__ADS_2