
Ya Tuhan... kebayang ggx sih, aku udah mau up dari tadi, tapi ngga bisa.. gegara apa coba? jaringan error atau NTnya yg error, bisa baca novel tp ggx bisa up.. hadeeehhhh.. Alhamdulillah sekarang sudah bisa..
#####
Annelyn menyeret Risya yang tengah kesakitan menuju halaman. Dia berteriak menyita perhatian warga sekitar, Bu Tejo dan Bu Dah bergegas menghampirinya.
Bimo dan Hanif tidak berani berkutik. Bimo terlalu takut istrinya tambah kesetanan, ia pun menelepon Pak RT dan Pak RW. Sedangkan Hanif bergegas ke rumah Pak RT tanpa pamit.
Risya ingin bicara tapi tiba-tiba ia dilempari tomat busuk oleh Bu Tejo, tomat dingin sepertinya baru dikeluarkan dari kulkas. Sekarang Risya tahu ini semua sudah direncana, tomat busuk mana mungkin disimpan dalam kulkas.
Ia yang salah perhitungan, Annelyn pasti menunggu ia salah langkah lalu melalukan aksi untuk menyingkirkan dirinya.
Tadi, sebelum Annelyn keluar dari kamar, ia sudah meminta Bu Tejo dan Bu Dah untuk berjaga-jaga, juga ia meminta Bu Tejo membongkar Risya yang kerap menggoda bapak-bapak di lingkungan mereka di grup WA Wonder Woman, yang dihuni oleh kalangan ibu-ibu PKK.
" Aaaaa kalian semua sialan!! Dasar wanita man.." Risya ingin mengumpat tapi, belum selesai bicara, Bu Dah melempar telur bebek busuk.
Bu Dah sudah menyiapkan lima biji, ia sengaja menyimpan telur sejak dulu, sejak merencanakan eksekusi. Annelyn bilang ingin bermain cantik, Bu Dah dan Bu Tejo tidak setuju, setidaknya mereka harus punya kesempatan melempar sampah pada tempatnya.
" Aaaaa" Risya berteriak histeris, duduk bersimpuh di halaman, rambutnya acak-acakan, pipinya memerah, bibirnya berdarah, belum lagi goresan kuku Annelyn melintang di pipinya, Risya juga yakin kepalanya banyak yang lecet terkena kuku tajam Annelyn.
" Rasakan kamu pelakor!!" Bu Usli datang membawa seember air comberan, menumpahkan isinya ke tubuh Risya.
Bimo syok, melihat banyaknya ibu-ibu berdatangan, dia baru mengerti, selama ini wanita yang dijaganya adalah pelakor. Lalu?? Benarkah dia hamil anak kakak iparnya??
" Oohh ini ya pelakor yang menggoda suami kita semua, saya sudah curiga sejak awal." Bu Diah dan Bu Romlah juga datang, langsung bekerja sama memaksa Risya menelan sambal.
__ADS_1
" Uhk uhk uhk.." Risya terlihat kesakitan, tenggorokannya perih. Ia mengerjap berkali-kali, air matanya pun terasa pedih. Tapi ia sama sekali tidak merasa bersalah, ia tetap angkuh.
" Heh. Kalian tahu?? Suami kalian sudah pernah merasakan tubuhku. Mereka bilang rasanya lebih nikmat dari kalian. Dasar wanita tua! Bisa saja anaku ini juga anak suami kalian! Hahaha!!"
Risya bukannya kapok, malah semakin memancing emosi.
" Dasar kurang ajar!!" Teriak Bu Romlah, dia adalah orang yang paling kesal.
Pasalnya, setelah Bu Tejo membongkar perselingkuhan Risya dengan bapak-bapak di kampung ini, banyak yang membahas suaminya sudah berkali-kali tidur dengan Risya.
Sekantong plastik yang dipegang Bu Dah dan Bu Tejo direbut oleh ibu-ibu lainya yang merasa suaminya pernah berselingkuh dengan Risya. Tubuh wanita hamil itu dilempari telur busuk dan tomat busuk.
Risya merasa kepalanya pusing, bau busuk menyengat dari tubuhnya. Belum lagi mulutnya terasa sangat pedas, telinganya sampai berdengung. Ia hanya bisa menunduk, berharap semuanya bosan mencaci, dalam hati dia juga mengutuk akan membalas dendam.
" Bu sampun Bu! Ojo dihakimi dwe. Ayo gowo ke rumah Pak RT!" Bu Nila, seorang wanita dua puluh lima tahun yang mengontrak di samping rumah Annelyn melerai.
" Setujuuu!!!" Serempak semuanya, hampir tujuh dari sepuluh ibu-ibu setuju dengan ide Bu Usli.
" Jangan ibu-ibu, kasihan dia hamil Bu." Kini Hanif yang sampai di lokasi bersama Pak RT tidak tega, padahal dia sudah difitnah Risya sampai wajahnya babak belur.
" Cuih hamil sama sopo? Sama kamu?" Bu Romlah semakin emosi.
" Bu bukan begitu Bu, kita sesama manusia harus punya welas asih.. kita se.." Belum sempat Hanif selesai bicara, ia sudah disela Bu Tejo.
" Ngomong welas asih kanggo pelakor? Penggoda! Ora ngerti bunting bayine sapa!" Bu Tejo dengan santainya mencibir.
__ADS_1
Pak RT di buat bungkam dengan kehadiran Bu RT yang menatapnya tajam.
" Usir usir usir!!" Semuanya serempak, kecuali Annelyn, Bu Nila dan tiga pria.
" Risyaaa!!!" Suara orang asing menginterupsi kegiatan mereka.
Ini yang ku tunggu. Batin Annelyn tersenyum.
" Bimo?? Annelyn??" Langkah kaki Siska semakin lambat. Ia masih belum mengerti keadaan, Adiknya tersungkur dengan tubuh menjijikkan, sedangkan ia melihat Bimo beserta ponakannya.
Bimo terkejut dengan kehadiran Siska, dia paham semua ini pasti rencana istrinya. Mengapa harus secepat ini? Kehadiran Siska berdampak buruk pada hubungan mereka. Dia tahu betul, Siska adalah orang kepercayaan Pram, mertua dan juga kakaknya.
" Hai Kak Siska, bagaimana?? Terlalu lama membawa adikmu keluar dari rumah tanggaku. Ini hasilnya, dia harus memanen sendiri perbuatannya." Annelyn dengan matanya yang tajam, tersenyum menyambut Siska.
" Ooohhh jadi kamu kakaknya? Sana bawa pelakor ini pergi!!" Bu Romlah menunjuk Siska.
" Ibu-ibu, sudah-sudah.. lebih baik kalian pulang dulu, biarkan kakaknya Risya menyelesaikan masalah adiknya di rumah saya." Bimo bersuara setelah berhasil mengusai rasa terkejut.
" Pak Bimo juga selingkuh?" Bu Usli, meskipun sudah ditampar kenyataan masih saja julid.
" Tidak!!" Bimo menjawab tegas.
" Tidak Bu, untung suami saya setia, tapi Risya selama ini tinggal dengan saya. Jadi nanti biar suami saya beserta kakaknya Risya yang mengurus semuanya sama Pak RT, iya kan Bee??" Annelyn memberi penjelasan dengan lembut.
" I iya.." Melihat sorot mata istrinya, Bimo merasa bersalah, selama ini sudah menyimpan ular. Membiarkan istrinya menyiksa Risya adalah hal yang menurut otak psikonya benar.
__ADS_1
Siska masih dibuat cengo, Annelyn memanggil Bimo sebagai suami???