
ELSI
Aku bukan murid pindahan, dan dia juga. tapiiiiiiiii, kenapa sih kok aku gak sadar ada kakak kelas semenawan diaaaaaa.
bukan hanya itu, dia juga pintar, dan yang spesial nya lagi dia bukan tipe cowok cowok cool yang "dingin" tapi jadi idaman wanita sana sini.
dia SUPER DUPER RAMAH ke semua orang, itu yang bikin aku makin jatuh hati.
"Sudahhh sudah, entar itu mata lepas sendiri loh dari kepala lo kalau elo natap doi mulu." tegur Sharma memecah khayalan ku.
"Kalo sampe lepas gue bakal nangis Shar, gak bakal bisa liat dan menikmati Bang Nanda lagi."
Purna merangkul Sharma, sejak kapan ni anak disini.
"udah biarin aja, terserah dia mau makan siang apa gak, kelaparan apa gak, mungkin kenyang kali kalo ngeliatin cowok hits." Purna mulai "meng-sarkas"
"ayo shar kita aja yang kekantin, lagian heran ya ni orang orang, istirahat bukan nya di pakai buat istirahat, eh malah main basket, panas panas terik begini." ujar Purna melanjutkan kalimat nya.
"Yeeee sirik aja lo, makanya jadi cowok itu sesuai sama kodrat nya Empuuurr, masa gak ada nguasain olah raga 1 pun." ejek ku ke Purna.
__ADS_1
"Gak perlu di jelasin ya, capek sih sama orang yang gak ngerti, gue atlet tanpa harus panas panasan kaya mereka. mereka? udah panas, gak dapat uang dari negara lagi huahahahahaha"
ucap nya sambil melengos pergi sambil menyeret Sharma.
iya bener, si Purna yang sering ku panggil Empur, itu memang atlet catur. dia sudah sering mewakili provinsi untuk tanding, dan bahkan sekarang lagi mempersiapkan tanding internasional.
Purna memang bukan anak yang suka sport banget. dia gak ahli dalam bidang olahraga apapun. terkecuali catur. catur masuk olahraga gak sih?
******
Aku keliling keliling kantin mencari Empur dan Sharma, kemana mereka?
lagian dikantin ku ini gak ada yang enak selain indomie dan batagor bulek Nih.
karna sudah kelewat lapar, nafsu makan ku jadi hilang. aku putuskan untuk membeli air mineral saja untuk ku minum di dalam kelas nantinya.
awas yaa mereka berdua kalo sampe keluar sekolah untuk cari makan diam diam dan gak ajak aku, bakal aku "cepu-in" ke guru piket.
sambil mendumel dumel dalam hati, tiba tiba aku mematung, karna di depan ku berdiri bang Nanda yang habis bermain basket.
__ADS_1
kepala nya penuh peluh, bulir bulir keringat jatuh di pelipis dan pipi nya yang putih kemerah merahan akibat terkena sinar matahari.
Glekk...
aku menelan liur lalu mematung.
otak ku yang emang gak bisa liat cowok bening apalagi yang emang lagi ku suka lagi berada di dekat ku dan sedang sendirian, kaki ku bagai dirasuki entah dengan jin apa dengan enteng nya melayang sendiri ke arah bang Nanda.
tanpa banyak basa basi, aku menyorongkan botol minuman ku yang ku beli tadi ke arah nya.
dia terbingung melihat ku yang tiba tiba datang dan memberi botol minuman tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
di tambah kami tidak pernah berkontak fisik selama ini karna hanya aku yang mengagumi dia dari kejauhan.
melihat nya tidak merespon pemberian ku, aku menarik tangan nya dan menaruh botol itu ke telapak tangan nya.
dan dengan santai nya aku pergi meninggalkan dia, dan masih sama, tanpa sepatah kata apapun.
setelah 10 langkah berjalan baru aku sadar dengan apa yang aku lakukan. whyyyyyyy Elsiiii whyyyyyyyyyy?????!!!!
__ADS_1