
ELSI
"El... Ada Purna sama Sharma." Kata mama di balik pintu. Aku terbangun. Rasanya nya sakit sekali kepala ku.
Sudah jam berapa ini? Perasaan tidur ku sudah lama sekali.
Aku melirik jam di samping kasur ku.
11.28
Lumayan lama juga aku tertidur. Sehabis mandi tadi memang lelah ku sudah tak tertahan. Bahkan mungkin mama membangun kan aku sarapan pun aku tak mendengar.
"Suruh naik aja langsung ma..." Kata ku lemas. Mama menurut dan pergi meninggal kan ku.
Mama ku orang yang paling santai di dunia. Dia gak banyak bicara, dan selama ini selalu mengerti apa kebutuhan ku.
Mama ku bekerja sebagai dosen di salah satu universitas besar dikota ini. Dikampus pun mama terkena dosen yang sangat dingin.
Mama itu gak suka basa basi. kalau gak suka dia akan bilang terus terang. Dan kalau dia salah, dia gak segan segan untuk minta maaf walaupun dengan mahasiswa nya sendiri.
Walaupun terlihat cuek, mama itu super perhatian dengan ku dan Elmi.
Mungkin karna kami bedua adalah satu satu nya keluarga yang mama punya setelah Papa meninggalkan kami.
Iya, Papa sudah menikah lagi dan hidup di luar negeri bersama istri baru nya.
Adik tiri ku sudah ada dua dan mereka semua lucu lucu. Aku sering bertemu dan bercengkrama dengan mereka walaupun hanya lewat video call.
Istri Papa yang baru juga sangat cantik. Wanita Rusia yang masih muda. Muda dari mama. Tapi Tetap, tidak mengalahkan kecantikan mama ku sendiri.
Mungkin itu juga yang membuat aku dan Purna cocok berteman dan bersahabat.
Kami sama sama tidak memiliki ayah. Ayah nya Purna sudah meninggal sedari dia umur 11 tahun.
Dulu ketika Papa pergi meninggalkan kami, aku sering sekali di bawa jalan jalan dengan ayah nya Purna. Dia menganggap ku sebagai anak nya sendiri.
Apapun yang di belikan ke Purna pasti aku juga dapat. Ayah nya tak pernah lupa membawakan ku oleh oleh setiap dia pergi dinas keluar.
Bahkan pernah suatu ketika Ayah nya hanya membelikan punya ku tapi lupa dengan punya anak nya sendiri.
Makanya waktu saat Ayah Purna meninggal, aku seperti kehilangan ayah ku sendiri. Bahkan aku tak sehancur itu waktu Papa ijin pergi menikah lagi di luar negeri.
Jadi sekarang kami masing masing hanya di urus oleh ibu kami. Beda nya Purna anak tunggal, aku dua bersaudara.
__ADS_1
Aku merebahkan diri ku lagi kekasur ketika mereka berdua datang.
Sebenar nya bukan aku gak suka mereka kesini, aku hanya belum siap cerita.
Karna Sharma gak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya kepada ku sejak tadi. Bahkan di telpon saja aku sudah di hujani beribu pertanyaan.
"Nih gue bawaain bubur. Bubur polos + telor." Kata Sharma sambil memberikan sekantong plastik kepada ku.
"Kalau pake telor artinya gak polosan dong Shar..." Ejek Purna.
Aku mengisarat kan Sharma agar menaruh bubur itu ke atas meja saja.
"Lah jangan tanya gue, nih orang nya yang selalu bilang bubur polos + telor. Gue mah ngikut ngikut baeee." Jawab Sharma sambilk menghempaskan badan nya di samping ku.
Tiba tiba dia memeluk ku kencang.
"Maafin gue El... Gue tiba tiba gak bisa di hubungin tadi malam. Kerjaan gue Chaos banget. Dan gue gak tau ternyata elo sudah sampai duluan..." Kata nya sedih.
"Dan sangking kalut nya gue udah gak sempat cek cek HP lagi setelah kita telponan tadi malam. Oven Bunda meledak El waktu lagi manggang pesanan. Disitu juga ternyata bahan yang di beli Mbak, di tinggal gak tau kemana."
Aku melotot tak percaya.
"Astagfirullah Shar, terus bunda gimana?" Tanya ku kaget.
"Untung nya pas gak ada siapa siapa di dapur El. Jadi gak ada yang kenapa kenapa. Cuma ya itu Bunda sampe syok banget. sampe lemas. Lo tau kan bunda kaya gimana."
Bunda Sharma emang lemah dan lembut sekali orang nya. Berbeda dengan mama.
"Terus bahan yang ketinggalan itu gimana cerita nya?" Tanya ku lagi.
"Mba Lina yang biasa bantu cuti El, terus yang gantiin dia belanja ada orang baru nya bunda. Kaya nya belum terlalu berpengalaman dan kaget gitu di suruh belanja banyak di berbagai tempat. Jadi ada satu bahan dan itu penting sekali malah ketinggalan di toko nya. Dia udah bayar, dia pulang, dan barang nya gak di bawa."
Aku mengelus ngelus pundak Sharma. Seperti nya malam tadi bukan cuma aku yang punya masalah. Bukan cuma aku yang lelah.
Sepertinya masalah dia lebih berat. Pantas aja tadi malam dia sudah sama sekali gak bisa di hubungin.
"El, terus elo gimana? Lo kemana kok Hp lo mati semalaman?" Kata Purna.
Aku tiba tiba panik di tanya dengan pertanyaan seperti itu. Uh dasar Empur, tadi udah pas nih pembahasan nya adalah Sharma. Kenapa tiba tiba dia belok kan ke aku sih.
"Iya El, elo kemana? Lo mau tau? Si Empur sampe susulin elo subuh tadi ke club tau." Lanjut Sharma. Dia bangkit tidur nya untuk menunggu penjelasan ku.
Aku terbelalak tak percaya? Sumpah? Purna ngeliat aku gak ya di antar bang Nanda tadi?
__ADS_1
Duh aku harus jawab apa? Kalau aku jual nama teman sekelas, entar ujung ujung nya mereka tau lagi. Apa aku jujur aja ya? Ah gak! aku malu berat.
Perasaan mual itu datang lagi.
"Eh... itu gue..." Kata ku masih dalam ke adaan berpikir. Mereka masih menunggu ku penasaran. Aku melanjutkan kalimat ku.
"Anu.. ternyata gue ketemu teman gue waktu SD. Si Lita. Iyaa Lita... Jadi gue sama dia deh semalaman."
Gak ada cara lain, aku memang harus berbohong.
Sharma dan Purna mengerutkan dahi nya. Seperti nya mereka sadar aku telah berbohong.
"Apa tadi lo bilang? Teman SD?" Tanya Purna.
Astaga! ELSIIIIIIIII! ELOOO BEGO BANGET SIIHHHHH?!!!! Lo gak sadar kan Purna juga 1 SD sama eloooooooooo.
"I...iyaa... Kenapa emang nya Pur?" Aku masih berusaha santai setengah mati. Ku rasa debaran jantung ku sudah bisa terdengar oleh mereka berdua saat ini sangking gugup nya.
"Loh berarti ada anak lain dong di acara itu?" Sambung nya lagi.
Lah iya?! kan acara cuma khusus sekolah ku ya? YAAAA AMPUNNN ELSII TOLOL KUADRAAT!
"Emm mungkin yaa... Gue juga kaget sih ada dia sama teman teman nya. Mungkin dia kenal bang Nanda dan teman teman yang lain." Kata ku asal menjawab. Pokok nya kalo sudah sekali bohong, kamu jangan menyerah El!
Aku hening dan berdoa agar tak ada lanjutan pertanyaan setelah itu.
Mamaaaaaaa, Pleaseeee selamatin Elsi, apa kek panggil kami makan kek, panggil kami ngapain kek biar mereka berdua lupa buat mengintrogasi kuu...
"Terus HP lo kenapa mati?" Lanjut Sharma lagi.
"Oh itu... Itu gue lupa bawa powerbank. Iyaa gue lupa hehehe..." Lanjut bohong lagi Eeeelllll.... Jangan kasih kendoorrr.
"Eh sarapan yuk! Gue lapar nih, ayo kita kebawah sambil nyemil nyemil." Kata ku panik sambil turun dari tempat tidur.
"Kami udah sarapan El." Jawab Purna cuek.
Bisa gak sih Empur nurut aja!!!
"Yaa tapi kan gue belom. Ayuukk buruan, entar dingin bubur gue."
Aku buru buru mengambil pelastik di atas meja dan berjalan keluar kamar.
Intinya El, kamu harus bersikap seperti tidak terjadi apa apa tadi malam. Walaupun sekarang kamu sudah mual setengah mampus.
__ADS_1