Antara Aku, Kau Dan Mereka

Antara Aku, Kau Dan Mereka
AKHIRNYA


__ADS_3

SHARMA


"Udah gak papa. Gue aman kok. Ini baru sampe rumah." Ujar Elsi di ujung telpon sana.


Empur seketika menyandarkan tubuhnya ke sofa. Sejak dia datang kerumah ku tadi, sedetik pun dia belum ada duduk.


"Tapi El, elo sebenar nya kenapa?" Tanya ku lagi.


"Udah entar aja kita ketemu. Gue baru balik nih. Mau mandi dan istirahat dulu."


Dia langsung menutup telpon. Gak pernah sih Elsi begini. Tapi entah kenapa suara nya terdengar sangat tenang.


Maka dari itu aku yang jadi nya gak tenang. Seperti nya terjadi sesuatu.


Aku menghempaskan tubuhku di samping Empur.


Kenapa ya? Seperti nya ada yang aneh. Tapi kalo emang ada sesuatu terjadi dengan Elsi, gak pernah itu anak gak heboh.


Sewaktu di telpon berkali kali aku bertanya kenapa dan sama siapa dia, selalu di jawab "Nanti aja".


"Yang penting dia gak kenapa kenapa. Itu aja sudah cukup bikin gue tenang kok." Kata Empur memecahkan lamunan ku.


"Urusan kenapa bisa sampe dia gak bisa di hubungin dan sama siapa dia, entar aja di bahas kalo kita ketemu. Palingan juga dia sama anak anak." Lanjut nya lagi.


Aku mengangguk, mengangguk saja tapi bukan berarti setuju dengan nya. Aku enggan menceritakan kegundahan ku dia, Empur ini anak nya suka panikan. 11 12 dengan Elsi.


"Ya udah elo mandi, gue tungguin. Mau sarapan bareng gak? Entar habis itu kita sekalian kerumah Elsi. Bawain dia sarapan juga. Gimana?" Tawar Empur.


Aku mengangguk lagi. Dan meninggalkan dia sendirian diruang tamu. Entah lah, otak ku masih di penuhi beribu pertanyaan untuk Elsi. Jadi di tawarkan untuk pergi ke dubai sekarang pun kayanya aku iya iya aja.


******

__ADS_1


"Gak di angkat Pur..." Kata ku sambil melihat layar HP. Empur memberikan aku satu mangkok bubur ayam bandung ekstra kacang kesukaan ku.


Dia mengambil minum untuk kami berdua dan duduk di sampingku.


"Mungkin lagi mandi, atau gak ketiduran." Jawab nya acuh.


"Ya mungkin aja. Entar dibungkusin aja deh. Kita langsung aja kesana." Ucap ku.


Sumpah deh kalo disuruh milih, aku pengen cepat cepat ketemu Elsi.


Bahkan kalo bisa ini makanan di bungkus aja biar aku bisa cepat kesana. Tapi gak mungkin, Entar Empur curiga kenapa aku terlihat gelisah.


"Elo mau nambah telur puyuh gak?" Tawar nya.


Sejujurnya gue gak terlalu selera makan pagi ini.


"Emm... Entar gue santap punya elo dikit aja."


Dia kenapa ya? Duh! aku pengen cepat cepat pergi.


"Kira kira Elsi sama siapa ya Pur tadi malam? Maksud nya kalo emang gak sama kita dia sama siapa ya?" Aku berusaha bertanya dengan santai di hadapan Purna. Padahal hati ku gelisah setengah mampus.


"E.. gak tau ya. Sama icha kali ya, Dia kan temen satu les nya tuh, kemungkinan sama dia."


"Terus kira kira dia marah gak ya sama gue Pur, Gue kan sudah janji temenin dia pergi. Gue malah PHP di detik detik terakhir..." Kata ku sambil menyeruput Teh hangat yang di pesan kan Purna tadi.


"Apa lagi kan kata Hendra dia gak jadi masuk tu ke dalem karna nungguin gue." Aku menaruh mangkok ku di meja. Aku merasa menyesal.


"Udah makan dulu, Entar aja lo tanya sendiri kalo sudah ketemu orang nya. Ayo makan dulu, apa mau gue suapin? Tapi pake centongan nasi." Dia bertanya sambil memegang hidung ku.


"Gue tabok ya! Udah ah males." Kata ku bete.

__ADS_1


Aneh nya, sekarang aku yang risau. Purna terlihat lebih santai setelah Elsi sudah bisa di hubungin.


"Ya udah makanya cepet kita makan cepet juga kita kerumah El. Buruan." Suruh nya.


"Ternyata ya Pur, Elsi habis dari sana tiba tiba punya cowok. Hihihi..." Entah kenapa aku tiba tiba berpikir seperti itu.


"Ya bagus lah. Artinya kan pecah telor. Selama ini gak pernah pacaran, tau nya naksir oraaaang aja." Balas Purna santai.


"Terus kalo Elsi punya pacar, ya udah, kita pacaran juga. Biar Elo gak iri sama Elsi."


Aku melotot menatap Purna. Sambil mencubit perut nya.


"Pret! Emang gue mau sama elo. Wibu!" Jawab ku ketus.


"Enak aja wibu, gue ini cowok elegan nan berkelas Shar. Elo susah nemu orang kaya gue. Bunda pasti setuju lo sama gue deh. Beneran."


Aku menggeleng geleng sambil mengisarat kan "Talk to my hand" kepada nya.


"Elo kalo nikah sama gue enak Shar, Gue udah ada rumah, Udah ada kendaraan walaupun motor doang. Dan setelah lulus kuliah nanti gue udah tau mau kerja dimana. Gue itu prepare anak nya Shar."


Aku pura pura gak dengar dia ngomong apaan. Aku buru buru menyuap bubur ke mulut ku.


"Rumah kita juga deketan, Enak kan besan sama besan rumah nya deket banget. Bisa sering berkunjung."


Aku menaruh mangkok ku kemeja. Dan meneguk habis semua teh hangat ku.


"Alhamdulillah. Habis kan akhir nya." Kata Purna lega. Aku menatap nya sinis.


Oh ternyata dia ngomong ngelantur supaya aku mau makan bubur nya sampe habis. Purna menyengir melihat aku sewot.


"Jadi gimana? Mau punya anak berapa nanti?" Lanjut nya lagi.

__ADS_1


"Empuurrrrrr gue tabokkk beneran yaaaaaaaaaa!" sontak aku mengacak ngacak rambut nya, dia teriak kesakitan.


__ADS_2