Antara Aku, Kau Dan Mereka

Antara Aku, Kau Dan Mereka
TELEPATI


__ADS_3

ELSI


Aku bolak balik membuka pintu lemari ku. Tetapi tetap saja, aku tak melihat baju apa yang pantas untuk ku pakai jalan hari ini dengan Abang.


Ya mau gimana? Kamu bahkan tidak bisa memilih baju mana saja yang akan kamu bawa jika kamu di usir dari rumah. Syukur syukur bisa membawa 1 koper, kalau tidak sama sekali? Diusir dengan baju yang di badan? Lebih runyam lagi.


Bang Nanda yang dari tadi sudah siap seperti nya tau akan kegundahan ku.


"Nanti kita beli baju sekalian ya?" Tegur nya ketika menghampiri ku.


"Bukan gitu bang, El baru sadar kalau di sini cuma baju kaos kaos aja isi nya. Mana perut El buncit lagi. Bingung jadi nya pakai yang mana."


"Abang minta maaf ya, seharus nya abang peka, seharus nya dari kemarin abang beliin Elsi baju. Ya udah gini aja, kalau El gak nyaman pakai baju nya Elsi, gimana kalau pakai kemeja abang aja? Entar sampai di Mall kita belanja baju dan keperluan nya El ya?"


Abang membuka lemari dan mengambil 1 baju kemeja putih dari gantungan. Menyerahkan nya pada ku dan mempersilahkan aku memakai nya.


Memang besar sih, cuma mau gimana ya, mending ini deh dari baju sendiri. Kalau pakai baju ku sendiri, perut ku terlihat sekali memblendung. Ya gak kenapa kenapa juga sih, nama nya juga aku hamil, tapi entah kenapa aku merasa tidak nyaman.


Aku segera memakai nya dan mengambil tas ku yang tergantung di belakang pintu, dan segera menyusul Abang pergi keluar.


Hari ini, kami tidak jadi lagi membawa aku periksa kandungan. Karna ini hari libur kerja, kata abang gak ada praktek yang buka. Dia berjanji, hari senin nanti dia akan menemani ku periksa. Sepulang dia kerja.


Jadi hari ini benar benar fokus untuk kami berjalan jalan melepas penat. Sebenar nya aku tidak enak sih, aku takut terlalu banyak menghambur hambur kan uang.


Walaupun Papa selalu bilang padaku dia bersedia membantu kami apapun, tapi abang mengajari ku untuk tidak menyusahkan siapapun. Selama masih bisa kami atasi sendiri.


Tabungan abang di ATM nya yang ku pegang saat ini pun, sedikit demi sedikit terkuras untuk keperluan ku sehari hari. Aku merasa berdosa memakai nya. Karna ini tabungan yang ia kumpulkan bahkan dari sebelum ia mengenalku.


Hari ini lagi dia bilang akan membelanja kan aku baju dan semua keperluan ku, Jelas lebih akan terkuras lagi.


Aku dan abang sampai di sebuah Mall yang sederhana, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Tapi jika di sandingkan dengan Mall yang ada di kota dulu tempat ku tinggal, ini jauh sekali.


Ini mall satu satu nya yang ada di kota ini.


"Kita mau jalan jalan dulu, apa makan dulu?" Abang melihat jam yang ada di tangan nya.

__ADS_1


"Waktu nya pas makan siang nih." Lanjut nya lagi.


"Em... Makan aja kali ya?"


"Boleh, El mau makan apa? Kita keliling dulu yuk."


Kami bergandengan tangan mengelilingi satu lantai mall yang kecil ini. Tidak banyak pilihan makanan di dalam nya, jadi kami memutuskan untuk makan apa yang ada saja.


Kami berhenti di sebuah restoran pizza. Karna jujur saja aku kangen sekali dengan pasta nya.


"Gak papa nih bang makan disini?" KAta ku ketika kami sudah duduk dan siap siap untuk memesan.


"Emang nya kenapa?"


"Kan lumayan mahal yak?"


"Ya terus?"


"Sayang uang nya bang..."


"Iya sih... kepengen doang. Tapi kok ya El sadar agak mahal makan di sini."


"Ya gak papa lah sayang. Uang nya ada kan. Panik itu kalau uang nya gak ada."


"Sayang aja sih...." Kata ku lirih.


Abang memegang tangan ku di atas meja dan meyakinkan ku.


Benar saja, baru juga 5 suap, aku mendadak mual dengan semua yang ku makan. Apa lagi bau cream dari pasta nya.


"Minum dulu. Mau teh anget? Abang pesanin ya?"


"Boleh bang..." Aku menutup mulut ku dan mengalihkan semua pikiran ku agar aku tidak muntah di sini.


Pelayan datang dengan secangkir teh hangan di baki nya. Aku minum dengan perlahan, sumpah aku takut banget bakal "Jackpot" di sini.

__ADS_1


"Enakan?" Tanya abang sambil mengusap pundak ku. Aku hanya mengangguk sambil menaruh cangkir itu di atas meja. Ya lumayan lah jika masuk teh hangat ini memenangkan sedikit gejolak perut ku.


Tapi aku lesu seketika melihat piringan isi pasta yang baru sedikit tersentuh. Masa iya aku makan baru segini sudah berhenti? Sayang bangeeeeeet.


"Kita bungkus aja ya bang?"


"Iya El, jangan di paksa kalau mual. Entar kalau lapar bisa di makan lagi. Abisin aja teh anget nya ya?"


Baru ku sadari setelah sebulan lebih aku berdiam diri saja dirumah, jarang jalan jalan yang jauh, saat ini aku menjadi cepat lelah dan ngos ngosan. Padahal Mall ini gak terlalu besar.


Dibanding dengan di kota ku dulu, aku masih sanggup beberapa kali mengelilingi satu mall yang besar bersama Sharma dan Purna dulu.


Sekarang aku payah sekali, untung nya sudah selesai aku berbelanja. Ya tidak banyak sih, aku enggan belanja banyak banyak untuk keperluan ku. Aku kasian dengan abang.


Aku hanya membawa pulang 2 baju tidur yang nyaman, 2 baju jalan yang layak dan sepasang sendal yang nyaman ku pakai di rumah. Ini saja sudah terlalu banyak menurut ku, dan ini juga karna abang yang memaksa ku untuk membeli semua nya.


Sebenar nya ada 1 lagi sih yang aku butuhkan, Jujur saja aku kekurangan pakai dalam ku. Lebih tepat nya Bra. Tapi aku bingung ngomong nya gimana ake abang. Aku terlalu malu.


Apa lagi harus memilih nya di depan dia sekarang ini.


Dia sudah menanyai ku berkali kali apa lagi yang aku butuh kan, tapi aku enggan memberitahu nya.


Entah lah apa memang jodoh atau telepati kami kuat,


"Maaf ya El... Kalau pakaian dalam? Cukup gak yang dirumah? Kalau gak, kita beli aja sekalian." Tanya nya ketika kami habis belanja dan sedang menikmati es teh kami di sebuah kursi peristirahatan.


Aku terdiam tapi terkejut setengah mati ketika abang melemparkan pertanyaan itu kepada ku.


Kenapa dia bisa tau? Tau sekali apa yang ku pikirkan sedari tadi?


"Kalau El butuh kita bisa jalan lagi, mumpung kita masih di sini."


"Emmm...." Aku masih berpikir. Kenapa jadi aku gugup sih.


"Soal nya tadi El lirik lirik ke arah pakaian dalam. Jadi abang pikir kalau El butuh."

__ADS_1


WHAT?!!! Astagaaa Elsiii. Gak usah pede pede lu pake bilang telepati kuat, itu abang bisa nebak ternyata karna elo ngeliatin pakaian dalam mulu! Begooo begoooo....


__ADS_2