Antara Aku, Kau Dan Mereka

Antara Aku, Kau Dan Mereka
MENJALAN KAN MISI


__ADS_3

ELSI


Aman sudah, aku sudah menyuruh abang agar memberi tahu ku jika ia dalam perjalan pulang kerumah.


Aku jadi bisa siap siap mandi dan berdandan. Aku akan memakai parfum yang semerbak untuk menarik perhatian nya.


Maka dari itu aku harus mandi jika dia sudah benar benar pulang kerumah, agar jika ia datang, aku masih dalam ke adaan segar.


Aku merapikan lagi kasur kami dan menyemprotkan parfum di atas sprei nya. Entahlah, aku ingin membuat kamar ini sewangi mungkin.


Menunggu nya datang saja membuat ku sudah gugup.


Bagaimana cara ku mengajak nya? Ah sumpah aku gugup sekali.


Selama abang tadi mengirim pesan kepadaku bahwa dia sebentar lagi akan pulang, perasaan ku makin tidak karuan.


Jujur saja aku bingung harus bagaimana, dan kenapa aku jadi seperti ini. Seharusnya aku bisa santai saja kan ya?


Tapi kan....


Suara motor terdengar berhenti di depan teras rumah ku. Aku segera bangkit dari duduk ku dan menyambut nya di depan pintu.


Aku menggesek gesek kan telapak tangan ku agar dingin tangan ku ini bisa menghilang.


"Assalamualaikum..." Sapa nya kepada ku saat masuk ke dalam rumah. Aku segera menyambut tangan nya.


"Habis mandi?" Tanya nya kepada ku.


"Iya. Kenapa bang?"


"Oh... Pantes dingin tangan nya."


Aku hanya tertawa canggung mendengar respon nya. Sial... Ternyata dingin tangan ku masih ada.


"Bang maaf ya, makanan nya jadi gak kemakan deh, gara gara di undang bu Rasmi makan rawon di sebelah. Tapi ada rawon buat abang tuh dari bu Rasmi. Elsi simpan di kulkas. Bisa buat kita makan besok kok."


"Oh.. Gak papa sayang, abang aja yang habisin makanan nya. Tapi kayanya abang mau mandi dulu deh, gerah banget soal nya."


Dia berlalu ke dalam kamar mandi dan aku segera menyiap kan makanan nya. Di pikiran ku masih saja di penuhi dengan misi ku malam ini. Bagaimana aku melaksanakan nya.


Heran, ketika aku hanya menggoda nya dengan tujuan bercanda, tidak se gugup ini. Tapi jika tujuan nya benar, kenapa rasa nya aneh ya?


Aku menepuk nepuk pipi ku agar aku sadar, jangan hanya memikirkan itu. Santai saja Elsi...


Abang datang dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah wangi sabun. Aku duduk di meja makan sesekali melihat ke arah nya. Dia keluar dengan telanjang dada, dan hanya menggunakan handuk di pinggang nya. Rambut nya yg basah masih menetes ke pelipis nya. Aku bisa melihat setengah tubuh nya dan kulit nya yang putih bersih itu. Dengan bulu bulu tipis di perut nya.


Aku menelan ludah melihat nya.


Kenapa? Kenapa dia seksi sekali malam ini?


Padahal ini kan pemandangan ku sehari hari. Tapi kenapa malam ini terasa sangat berbeda?


Aku jadi salah tingkah sendiri di buat nya, padahal dia tidak berbuat apa apa, dia hanya berusaha mengeringkan rambut nya sambil berkaca di kaca dapur.


"El?" Tegur nya.


Aku yang tersadar dan langsung panik. Seperti nya dia menyadari aku dari tadi memperhatikan nya.


"Ya?" Jawab ku dengan canggung.


"Kok ngelamun?"


"Oh... iya bang. Gak papa..."


"Jangan melamun senja senja ya, gak baik." Kata nya sambil berlalu masuk kedalam kamar.


Jika saja dia tau aku bukan sedang melamun, tetapi sedang menahan gugup ku melihat ia setengah telanjang seperti sekarang ini.


Selepas kepergian nya ke kamar aku segera mengambil segelas air putih dan meneguk nya sampai habis, merasa kurang, aku kembali menuang segelas air lagi dan langsung meminum nya sampai habis.


Aku harus terlihat santai, gak boleh seperti tadi. Jangan sampai abang menangkap gelagat aneh ku. Jangan sampai! Aku malu!


Dia datang sudah dengan pakaian yang rapi sehabis shalat, dan dengan rambut yang masih setengah basah berantakan.

__ADS_1


Tapi entah kenapa di mataku terlihat sangat menggoda.


Tidak! Aku jangan berdiam diri lagi.


Aku mengambil semua makanan yang ku siap kan tadi dan membawa ke dekat nya.


"El gak makan?"


"Gak gak... Udah makan tadi."


Aku berdiri lagi dari duduk ku dan berjalan ke arah belakang nya. Aku membuang gugup ku dengan mengajak nya mengobrol sambil aku memijat punggung nya.


Selama ia makan kami asyik mengobrol soal tadi aku kerumah bu Rasmi. Apa saja yang bisa ku jadikan obrolan akan ku katakan. Sambil menunggu momen dimana aku akan masuk menjalan kan misi ku malam ini.


Tapi karna sangking asyik nya mengobrol, tak terasa ternyata dia sudah selesai makan.


Dia merenggangkan tubuh nya dan bilang ingin istirahat di kamar. Aku mengangguk saja, karna rasa gugup itu datang lagi.


Ini kah saat nya?


Tapi aku harus bagaimana?


Aku mengumpulkan piring kotor tadi ke wastafel. Sambil mencuci piring, pikiran ku tak henti henti nya memikir kan langkah setelah ini.


Aku harus bagaimana ya?


Masa aku harus terang terangan menawarkan nya?


Melihat respon nya selama ini jika aku menggoda nya dia malah gugup dan pergi menjauhi ku.


Apa yang harus aku lakukaaaaaan?


Karna setelah ku ingat ingat, kami selama hidup berumah tangga, sekali pun tak pernah bermesraan.


Ciuman pun tidak pernah. Yang paling paling kami lakukan hanya berpelukan satu sama lain. Atau hanya kecupan di pipi dan kening. Normal kah?


Entah kenapa selama belum ada pembahasan dengan ibu ibu tadi siang, aku sama sekali tidak kepikiran soal begitu. Dan abang pun tidak ada menunjukan gelagat gelagat yang mengarah ke sana.


Kami masih sibuk dengan suana hidup kami yang baru.


Tapi aku tak ingin berpikiran macam macam! Inti nya malam ini aku harus menjalan kan misi ku.


Selesai aku mencuci piring dan merapikan dapur, aku menyempatkan diri untuk berkaca di kaca dapur ku.


Aku merapikan baju dan rambut ku sebelum aku masuk ke kamar.


Setelah mempersiap kan diri ku, aku melangkah kekamar dengan yakin.


Tetapi tiba tiba langkah ku terhenti. Sebentar!


Aku kembali ke kaca dapur ku. Aku melihat penampilan ku sekali lagi. Aku harus cantik dan menggoda!


Aku menarik sedikit dress tidur ku yang ku pakai. Ku tarik rok nya ke atas agar terlihat lebih pendek dari biasa nya. Menunjukan lutut lutut ku. Dan aku menarik bagian perut ku agar bahu dan dada ku terlihat.


Begini kah?


Aku memutar mutar tubuh ku.


Ya! Oke! Aku siap!


Kali ini aku benar benar melangkah pergi menuju kamar. Aku masuk perlahan dan menutup kamar. Entah lah, kenapa aku menutup nya. Seakan tidak ingin di lihat orang orang, padahal kami cuma berdua di sini.


Aku langsung menuju meja rias ku dan mengambil parfum yang tergeletak di atas meja. Dengan perlahan aku menyemprotkan nya tipis tipis di baju ku. Aku tak ingin abang mendengar nya.


Lalu aku juga mengambil lipgloss ku dan menyapukan nya lagi ke bibir ku. Agar terlihat semakin berwarna.


Aku melihat nya sedang rebahan sambil memainkan HP nya.


Apa yang harus ku lakukan ya?


Sebentar, aku harus mengingat ingat kejadian malam itu.


Apa yang bisa membuat kami sampai berhasil melakukan nya.

__ADS_1


Kepala ku sibuk dengan memutar mutar memori yang terjadi waktu itu. Yang ku ingat hanya dulu aku pertama kali mencium bibir nya.


Lalu habis itu dia membalas ciuman ku, kami berciuman sambil berpelukan dalam waktu yang cukup lama.


Lalu.... Aku masih terus mengingat nya.


Dia menurunkan ciuman nya arah leher ku. Ke dada ku, yang membuat waktu itu seketika aku menjadi panas dingin.


Hmm... Habis itu apa ya? Seperti nya kami masih lanjut berciuman saja.


Tiba tiba kepala ku mengingat sesuatu!


Iya! Setelah ciuman itu lah yang puncak nya.


Aku lalu menghentikan hujanan ciuman dari nya dan menatap mata nya dalam.


Aku ingat! Aku ingat sekali waktu itu aku bicara pada nya.


"Mau pindah ke atas kasur?"


IYA! Aku ingat aku yang menawarkan nya untuk kami pindah dari sofa ke atas kasur!


Dengan nafas yang terengah engah, dia menggendong tubuh ku ke atas kasur.


Dan setelah itu, kami melakukan nya begitu saja.


Oke! Kunci nya hanya dengan ciuman. Semua terjadi karna kami berciuman. Aku tak perlu repot repot untuk mengajak nya. Tak perlu repot repot dengan menyusun kata kata yang menggelikan.


Aku berbalik arah kearah nya, tersadar akan TV yang tidak menyala, aku bertanya kepada nya.


"Kok TV nya gak di nyalain?" Kata ku sambil mengambil remot dan menghampiri nya.


"Lagi gak pengen nonton sih." Kata nya sambil menaruh HP yang sedari tadi di pegang nya.


Ide itu muncul begitu saja di pikiran ku. Aku meringsuk masuk kedalam pelukan nya.


Aku memang harus memeluk nya terlebih dahulu sebelum aku memulai ciuman ku. Aku harus memancing nya dulu.


"Jadi pengen nya apa?" Kata ku sambil merubah suara ku menjadi "sok imut".


"Pengen nya bobo." Kata nya sambil membalas pelukan ku dengan erat. Oke! Dia sudah masuk perangkap ku.


Tapi agak susah nih, dia sama sekali tidak menatap ku. Dia hanya memeluk ku sambil terpejam.


Aku berusaha mencari wajah nya, dan mengendus enduskan hidungku di pipi nya.


Aku mengujani ribuan ciuman lembut di pipi nya. Tetapi dia hanya diam dan masih terpejam.


Aku melihat ke arah mata nya.


"Abang..." Panggil ku dengan suara pelan dan menggoda.


"Hmm..." Dia membalas panggilan ku hanya dengan gumaman. Mata nya masih saja tertutup.


Aku meraba dada dan leher nya sambil terus menempelakan hidung ku di pipi nya.


Tapi sama sekali tidak ada perlawaanan dari nya.


Bahkan ketika aku memberani kan diri ku untuk mengecup bibir nya.


Yang ternyata berakhir sia sia.


Dia sudah tertidur. Bahkan pulas sekali. Tidur dalam pelukan ku.


Aku sendiri tak menyadari lebih tepat nya kapan dia benar benar tertidur.


Aku terdiam sejenak, dan akhir nya tertawa. Menertawai diri ku sendiri.


Mau aku hujani ciuman bagaimana pun jika dia tidur dia tidak akan merespon ku. Aku menggeleng gelengkan kepala ku sendiri, tak percaya dengan apa yang sudah ku lakukan malam ini.


Ya ampun... Susah sekali ternyata. Tidak segampang waktu pertama kali...


Bisa di pastikan malam ini misi telah gagal.

__ADS_1


Mari kita coba di lain waktu.


__ADS_2