Antara Aku, Kau Dan Mereka

Antara Aku, Kau Dan Mereka
BULAN YANG SAMA


__ADS_3

PURNA


"Aku kerumah ya?"


"Iya..." Jawab Sharma di seberang sana dengan nada yang lesu.


Aku mematikan telpon dan memasukan HP ku ke saku jaket ku. Aku segera pergi menuju rumah Sharma.


Sampai di sana aku langsung menaruh 2 gelas susu rum regal di meja belajar nya. Aku mengambil satu dari dalam pelastik dan langsung menancapkan sedotan nya. Aku duduk di kursi belajar Sharma sambil meminum nya.


Sedangkan Sharma dari tadi hanya asik menatap layar TV nya di dinding. Aku sudah menawarkan nya untuk minum, tapi dia tadi hanya mengangguk saja.


Suasana di antara kami memang berubah drastis semenjak kepergian Elsi. Bukan hanya itu, bahkan tubuh Sharma keliatan sedikit kurus, memang dia sangat terpuruk akan kehilangan Elsi, aku pun sama. Tapi mungkin karna mental ku berbeda dengan nya, aku masih bisa menyembunyikan kesedihan dan kegalauan ku.


Gak ada yang baik baik saja jika sahabat yang kau sudah anggap seperti saudara sendiri pergi menghilang entah kemana dari hadapan mu.


Yang aku tau dia hanya pergi dari rumah karna di usir sama mama. Di usir karna sedang hamil.


Iya, ternyata mama dengan sendiri nya tau, mama langsung murka dan mengusir nya saat itu juga. Sampai detik ini tak ada yang tau Elsi pergi kemana. Setidak nya itu cerita mama ketika kami datang mencari Elsi sebulan yang lalu kerumah nya.


Dan aku juga langsung tau jika dia kabur bersama Nanda. Aku tau dari teman Nanda. Teman nya sendiri pun tidak tau mereka berdua pergi kemana. Seperti nya ketempat yang sangat jauh.


Semua sosmed dan nomer nya sudah tidak aktif lagi. Bukan hanya tidak aktif, bahkan akun sosmed mereka berdua sudah tidak ada. Mereka berdua bahkan sampai menutup akun agar tidak ada seorang pun yang tau mereka pergi kemana.


Sampai lah sebulan ini, kami berdua masih tidak tau kemana Elsi dan Nanda pergi, bagaimana kabar mereka. Seakan menghilang begitu saja di telan bumi.


Aku tidak pernah juga datang kerumah Nanda, rasaku percuma, karna dari pengakuan teman nya, orang tua nya pun mencari nya karna ia kabur dari rumah.

__ADS_1


Nanda hanya meninggalkan sebuah surat yang berisi pengakuan dosa nya. Bahwa dia sudah menghamili seorang gadis dan berjanji akan kembali jika semua nya sudah tenang.


Terakhir yang ku dengar, ibu nya Nanda bahkan sakit sakitan setelah tau anak nya kabur dari rumah.


Jika saja aku tau kalau malam itu malam terakhir ku bertemu dengan Elsi, aku tidak akan melepaskan nya, melepaskan pelukan nya. Jika saja aku tau jika aku tidak akan bertemu dia lagi sampai detik ini.


Dimalam itu aku benar benar tidak tau jika ia sudah di usir oleh mama, Aku benar benar tidak tau jika dia berniat untuk pergi kesokan pagi nya.


Sedikit pun dia tidak bercerita atau bergelagat yang aneh yang bisa membuat aku dan Sharma curiga. Selain pelukan kami terakhir itu.


Yang ku pikir hanya pelukan biasa karna dia sudah tidak bisa menahan kesedihan nya, yang ternyata pelukan itu punya arti yang lain. Ternyata pelukan itu adalah pelukan perpisahan.


Aku ingin saja melampiaskan emosi ku kepada nya, kenapa dia sama sekali tidak cerita apa apa soal masalah nya ini, dan memutuskan untuk pergi kabur begitu saja dari hadapan kami.


Aku tidak tau lagi bagaimana cara ku menggambarkan perasaan ku ketika waktu itu aku tau kenyataan jika dia di usir dari rumah. Ketika semua nomer nya tidak bisa lagi di hubungi, ketika semua sosmed nya sudah di hapus.


Kalau saja ini bukan kasus kabur dari rumah, mungkin aku sudah minta pertolongan pihak berwajib untuk menemukan nya.


Beribu pertanyaan yang selalu ku dapat ketika aku di sekolah, seluruh sekolah tau aku sahabat dekat Elsi, mereka pasti menghujani kami berdua dengan banyak pertanyaan, yang bahkan itu juga menjadi pertanyaan di otak ku, bukan hanya mereka.


Hal yang sama terjadi juga dengan teman satu geng nya Nanda, mereka pasti akan menjadi narasumber yang "empuk" untuk di tanya tanya dengan anak anak yang lain.


Aku sampai heran bagaimana cara Elsi dan Nanda kabur begitu saja pergi meninggalkan kami, orang orang yang di sayangi nya. Tanpa ada perpisahan sedikit pun. Sehancur apa hati mereka berdua. Merasa terasingkan.


Yang aku bisa lakukan sekarang hanya berdoa semoga mereka cepat kembali, semoga aku bisa bertemu mereka lagi entah kapan dan dimana.


"Maag gue kambuh Empur..." Keluh Sharma sambil memeluk boneka Katak kesayangan nya.

__ADS_1


"Makanya gue bilang makan, lo gak sadar badan lo sekarang mengecil? Gue bilang makan..."


"Entah lah, gue gak nafsu makan..."


"Kita pasti bakal ketemu lagi dengan dia Shar..."


"Gimana cara nya?"


"Ada aja nanti cara Allah pertemukan kita. Percaya sama gue..."


"Kenapa dia harus begini sih Pur... Kenapa dia tega ninggalin kita?"


"Kita gak tau apa yang dia hadapin Shar... Bahkan kita aja gak tau kan kalau dia sudah di usir dari rumah. Kita baru tau setelah mama yang cerita semua nya."


"Gue kecewa aja, kenapa dia gak cerita ke kita, kalau dia cerita kan dia gak perlu pergi jauh begini. Ninggalin kita semua..."


"Kita semua sama Syok nya dengan kejadian ini. Kita usaha terus buat cari dia Shar... Dan yang paling penting, kita doakan dia baik baik saja di sana."


Sharma mengangguk dan mengusap air mata yang jatuh di pipi nya.


"Sekarang elo liat ke luar jendela deh..." Aku menyuruh nya melihat keluar jendela.


"Liat bulan kan? Itu bulan yang sama dengan yang Elsi lihat. Kita gak jauh Shar, kita dekat. Lakukan lah hal ini kalau elo merasa kangen dengan dia."


Aku melanjutkan kalimat ku lagi,


"Gue yakin, Elsi pasti gak sabar buat ketemu kita lagi Shar... Insya Allah kita bakal bertemu. feeling gue kuat akan hal ini. Dia akan kembali ke kita..."

__ADS_1


__ADS_2