
NANDA
Kira kira apa yang kalian pikirkan jika menjadi aku? aslinya sih aku bukan siapa siapa, cuma aku agak beruntung saja bisa dekat dengan teman teman yang populer di sekolah ini.
aku bukan anak tajir melintir, keluarga ku sederhana, tapi memang harus ku akui aku lumayan rajin dalam hal apapun.
ikut organisasi, olahraga, melek teknologi, akademik ku bagus, dan suka membantu guru guru dan teman teman.
oh iya dan satu lagi! aku juga bisa mahir memasak. tapi untuk yang satu ini aku kurang "show off" ke orang orang karna ku pikir ini sedikit memalukan untuk seorang lelaki.
yaahh walaupun aku tau, para para chef dunia itu rata rata laki laki. tapi tetap saja, aku malu. entahlah...
karna aku sering membantu teman teman ku makanya aku punya banyak teman, termasuk teman teman pupoler ku.
bukan aku yang mencari mereka, mereka yang selalu mengajak ngajak ku gabung jika sedang nongkrong.
"soal nya elo gak perez Nan." begitu kira kira tanggapan mereka jika di tanya kenapa ingin berteman akrab dengan ku.
mereka lelah dengan orang orang palsu yang selalu berusaha untuk menjadi benalu mereka.
makanya jikapun ada orang baru yang masuk ke grup kami, pasti tidak akan bertahan lama.
seperti kali ini. sebetar lagi ulang tahun ku yang ke 17 tahun. sebenarnya aku di biasakan oleh orang tua ku untuk tidak merayakan "berlebihan" upacara bertambah nya umur ini.
karna bagi orang tua ku kedewasaan itu bukan soal angka tapi prilaku, jadi jika ada anggota keluarga yang berulang tahun. kami cukup berdoa mengucap syukur saat sebelum makan malam. gak ada beda nya dengan hari hari biasa.
__ADS_1
tapi kali ini berbeda, Adil, teman 1 geng ku, anak dari seorang pengusaha yang terkaya di kota ini bersedia untuk menjadi donatur tunggal untuk acara ulang tahun 17 tahun ku.
aku sudah menolak ratusan kali, Adil tidak mau mendengar. jika di tanya kenapa dia memaksa, dia bilang, "Untuk kali ini biarkan gue berbuat baik Nan. Dan orang itu elo."
aku sedikit gak mengerti, kenapa harus aku?
jadi dengan sangat terpaksa aku menerima tawaran nya yang sudah dia teror kan ke aku dari tahun sebelum nya. luar biasa bukan?
jadi nanti acara itu akan di buat di salah satu club terkenal di kota ini. kebetulan club itu kepunyaan ayah Adil sendiri.
yah gimana ya? asli nya sih pengen nolak lagi untuk ratusan kali nya, di tambah begitu tau ternyata acaranya ada di club.
dan jelas aja, gak mungkin di saat pagi, siang apa lagi subuh kan? eh kalau subuh bisa jadi sih.
bukan aku sok alim gak pernah atau gak mau ketempat tempat seperti itu, aku pernah, bahkan minum pun aku bisa, tetapi bukan berarti aku suka.
aku lebih memilih main game dan Netflix-an ketimbang ngumpul rame rame apalagi sambil mabuk mabuk-an.
sudah ku coba merubah haluan untuk pergi makan di tempat lain untuk acara ini, tetapi seperti biasa, gagal.
undangan sudah di sebar dari seminggu lalu, dan gak tanggung tanggung, undangan ini sistem nya open house, jadi semua nya bisa bebas datang.
iya. semua. satu sekolah. even yang gak kenal sama kami.
dan bisa di tebak, karna ini undangan Adil dan kawan kawan termasuk aku, pasti yang datang akan rame.
__ADS_1
tapi ya sudah lah,Adil gini, siapa aku bisa menolak apa yang dia mau.
kuanggap lah acara ini sekalian "halal bihalal" karna baru saja kami melewati hari raya idul fitri.
iya memang gak masuk akal. halal bihalal di dalam club. sangat tidak tepat.
*******
aku masih diam membeku dengan sebotol air mineral dingin di tangan ku.
apa tadi? siapa?
ya aku tau aku termasuk anak populer, tetapi gadis gadis disini terlalu gengsi untuk itu. untuk mendekati ku secara langsung.
mereka biasanya hanya menunjukan rasa tidak suka padaku padahal sebalik nya. aku sudah terbiasa dengan itu.
tapi yang ini berbeda, sedikit. karna untuk pertama kali nya ada seorang cewek dengan terang terangan datang padaku dan memberikan botol minum ini.
dan yang lebih takjub nya tanpa sepatah kata apapun.
sehabis itu dia melongos pergi dengan wajah datar nya, sama seperti saat dia datang pertama kali.
terlalu sibuk aku sampai aku tidak lagi mengenali siapa dia, kelas berapa. ya, aku memang tidak pernah ingat gadis gadis di sekolah ku. aku bukan Adil dan teman yang lain.
lalu aku menoleh, membalik kan badan ku, aku tidak melihatnya. dia sudah tidak ada disana. entah pergi kemana.
__ADS_1
aku memutar mutarkan badan ku tetap gak menemukan sosok gadis itu.
yang aku ingat dari dia satu saja, dia manis.