
ELSI
Bel istirahat berbunyi. Anak anak lain sudah keluar kelas bergegas kekantin.
Aku hanya termenung di kursi ku sendirian. Sepi juga gak ada mereka. Ku lihat pesan di grub. Gak ada yang baru.
Mungkin mereka masih sibuk. Mengingat perbedaan jam yang lumayan jauh antara disini dan di sana.
Apa aku gak usah makan aja ya siang ini? Tapi entar dirumah gak ada makanan. Mau curi curi keluar kelas juga gak berani cuma sendirian.
Kekantin pasti ada dia...
Aku menepuk nepuk wajah ku. Seharus nya aku gak perlu terganggu dengan nya. Aku tinggal bersikap biasa saja kan?
Seperti apa yang kukatakan pada nya waktu di cafe sore itu.
Oke, gini aja, aku bakal ke kantin kalau sudah setengah waktu berlalu. Aku jago makan singkat kok. Gak kaya Sharma yang kalau makan mesti lama banget.
Dengan harapan, nanti bang Nanda sudah kembali ke kelas nya. Kulihat layar HP ku. Oke, berarti setengah jam dari sekarang.
Sudah setengah jam berlalu aku mencoba keluar dari kelas. Ketika berpapasan dengan Hendra aku mencoba bertanya.
"Hen, tadi di kantin rame gak?" Kata ku.
"Tadi iya, cuma pas gue balik udah mulai sepi. Elo baru mau kesana El?" Tanya nya.
"Iya nih... Baru laper sekarang." Aku beralasan.
"Buru gih, entar keburu bel."
"Oiya satu lagi," Aku menghentikan langkah nya.
"Tadi ada liat Bang Nanda gak di kantin?"
Hendra memutar matanya mengingat ngingat.
"Kaya nya sih gak liat gue El. Kenapa?"
"Umm.. Gak papa, makasih ya." Kata ku sambil pergi.
Semoga... semoga emang gak ada dan gak kekantin hari ini.
Begitu sampai di depan kantin, aku celingak celinguk mengintip keadaan sekitar. Mau bersikap biasa rasa nya susah sekali.
Aku berputar juga melihat kebelakang, kiri dan kanan, gak mau dia tiba tiba muncul lagi kaya hantu. Aku gak mau kecolongan lagi.
Aman. Sepertinya aman.
Teman teman nya pun ku lihat gak ada. Seperti nya hari ini aku memang beruntung.
Aku bergegas masuk dan segera memesan indomie goreng + telur. Mata ku melihat sekeliling, Aku memutuskan duduk di kursi paling pojok saja.
__ADS_1
Sambil memantau, sepertinya aku memang aman. Aku membuka HP ku. mencoba membuka buka sosmed.
Tiba tiba notif WA ku berbunyi.
Lagi di kantin El?
Chat bang Nanda kepadaku. Aku tersentak. Spontan melihat lagi kesekeliling. Apa kah ada dia di dekat ku.
Tapi aku tersadar, jika memang dia lagi ada di dekat ku kenapa dia cuma chatting. Bukan biasa nya langsung nyamperin?
Aku mencoba membalas WA nya.
Kenapa bang?
Gak Abang tadi kebetulan lewat kelas, Elsi gak ada.
Kebetulan apa memang pengen liat El?
Kalo emang pengen, gak boleh ya?
Tau ah...
Tadi abang mau ngajak makan kalo belum makan.
Udah makan ni. Udah mau selesai. Kata ku bohong. Biar dia gak kesini aja.
Oh ya syukur lah. Jangan lupa minum ya, entar keselek.
Apaan sih bang! Jawab ku terakhir.
Sepanjang makan sampai aku selesai, entah kenapa aku selalu melihat ke arah pintu kantin. Entah lah.
Hei! Sadar! Kenapa kau mengharap nya datang!
Kenapa kau jadi mengharapkan nya datang dan berbuat random kepadamu lagi seperti tadi pagi.
Membawakan minuman lagi misal nya seperti hari itu.
ELSI SADAR! Aku bangkit dan bergegas meninggalkan kantin. Dengan hati yang sedikit kecewa.
******
Selama seharian ini, waktu terasa lama sekali. Ini semua karna Purna dan Sharma gak ada.
Sebenar nya banyak sih teman yang lain, tapi tetap saja rasanya berbeda jika teman 1 tongkrongan yang pergi.
Tadi sih digrub sempat ngobrol lagi. Kata nya mereka lagi rapat persiapan mau berkunjung ke gedung kedutaan untuk pertama kali. Gak bisa ngobrol panjang panjang, aku paham mereka lagi sibuk.
Bel sekolah berbunyi, anak anak terlihat lega karna sudah waktunya pulang. Aku pun begitu. Aku mengemas seluruh barang ku tanpa ada yang tertinggal.
Jika sekarang ada Empur, pasti dia sudah sibuk teriak teriak mengkordinasi anak anak yang piket hari ini.
__ADS_1
Kulihat sekitar seperti nya mereka adem adem saja. Bisa ku tebak hari ini gak ada yang piket.
Karna jujur saja, mereka melakukan nya cuma karna takut sama Purna.
"Duluaan yaa..." Kata ku pada sisa sisa anak yang masih berada di dalam kelas. Mereka membalas ku dengan senyuman.
Aku merogoh HP ku dari saku ku. Aku membuka aplikasi ojek online dan segera mengordernya. Seperti kebiasaan ku setiap hari.
Begitu sampai keluar gerbang aku duduk di halte depan sekolah yang masih ramai anak anak menunggu jemputan. Sama seperti ku.
"Permisi permisi..." Ucap seseorang dari kejauhan. Aku mengenal suara nya.
Bang Nanda. Benar sekali.
Untuk apa dia kesini? jelas saja untuk menemuiku.
Tanpa terasa aku merapikan rambut ku.
Astaga Elsi, untuk apaaaa?
Sebentar, sepertinya ada yang aneh.
Perasaan ku saja apa memang Bang Nanda tak mendekati ku. Dia malah asik mengobrol dengan cewek yang entah dia siapa.
Seperti nya sih kakak kelas ku. Mereka terlihat akrab. Sangat akrab.
Mereka lagi mengobrol entah apa sambil tertawa tawa. Bahkan sampai menumpahkan Es yang berada di tangan gadis tersebut.
Sehingga gadis itu mengeluarkan tisu di tas nya dan mengusap baju bang Nanda yang ketumpahan tadi.
Tanpa terasa lagi aku menggigit bibir ku melihat itu semua. Sekali lagi, buat apa El?
Aku mengalihkan pandangan ku ke layar HP ku dengan kesal. Aku berharap ojol ku segera datang dan gak perlu menyaksikan romeo and juliet bermesraan di depan ku.
Eh tunggu tunggu? Kenapa aku seperti orang cemburu? Bukan nya seharusnya aku senang dia gak menganggu ku lagi seperti tadi tadi.
Aku memutuskan pergi menjauhi mereka.
Aneh, Aku yakin tadi dia melihat ku.
Kenapa dia diam saja?
kenapa tidak mendatangi ku?
Kenapa malah bercanda dengan gadis itu?
Kenapa bukan aku?
Kenapa tidak menawari ku pulang bersama?
Kenapa juga dia gak datang di kantin tadi siang?
__ADS_1
Dan kenapa aku banyak bertanyaa?
KENAPAAAAAA????????