Antara Aku, Kau Dan Mereka

Antara Aku, Kau Dan Mereka
MENCERNA APA YANG TELAH TERJADI


__ADS_3

NANDA


Aku terdiam. Seperti nya dia juga. Entah berapa lama aku sudah berada di sini. Mencari ketenangan diri.


Entah sejak kapan juga berubah suasana diantara kami. Perasaan baru saja kami tadi bahagia bersama.


Aku tidak kehilangan kesadaran. Aku sadar. Dari awal di mulai nya acara ini. Sampai dengan bertemu dengan nya di parkiran.


Aku bisa mengingat nya dengan jelas.


Gadis aneh dengan botol di tangan nya waktu hari itu. Dan dengan acuh nya dia pergi meninggal kan ku yang kebingungan dengan memegang botol minum yang dia beri.


Lalu kami bertemu lagi di parkiran dengan tidak sengaja. Malam ini. Disaat aku memang butuh seseorang yang bisa menyelamat kan ku dari acara yang aku sendiri gak suka.


Salah kah? Ternyata aku memang nyaman berada di dekat nya. Dia lucu, membuat suasana tidak hambar. Walaupun aneh di awal, tapi berhasil membuat aku penasaran dengan nya. Dan ingin lebih kenal dengan nya.


Sejak bertemu dengan nya di parkiran, aku terus bersama nya sampai akhir. Sampai detik ini. Bahkan di kamar ini.


Kami berbincang semalaman, dari club, sampai berakhir di kamar ini karna dengan tidak sengaja dia kena tumpahan minuman orang lain di kepala nya pada saat kami asik asik bercanda.


Entah sangking happy nya, kenapa aku "iya" saja waktu Ryo menyuruhku untuk menemani dia membersikan rambut dan baju nya di kamar hotel yang kami memang sewa untuk "after party" itu.


Kenapa aku? Kenapa harus aku yang menemani nya. Kenapa aku menawarkan diri waktu itu? Yang sekarang membuat aku seperti laki laki playboy yang brengsek.


Ditambah dia gak punya siapa siapa pada saat itu. Teman wanita nya pun gak ada yang bisa di minta tolong untuk menemani nya.

__ADS_1


Kenapa dia juga menuruti ku ketika aku mewarkan diri untuk menemani nya.


Dalam hati ku terdalam, sedikit pun aku tidak ada niatan untuk macam macam dengan nya malam ini. Gak ada.


Aku hanya tulus memang ingin menemani nya, karna aku sedari tadi dengan nya, sampai saat kecelakaan itu terjadi. Wajarlah kalau aku merasa aku harus menemani nya bebersih.


Sampai kamar pun aku bilang padanya bahwa aku akan menunggu di luar saja. Tapi dia menolak. Dia bilang masuk saja dan temani dia.


Aku pun sekali lagi "iya" saja tanpa ada pikiran macam macam.


Sehabis membersihkan diri pun kami masih sempat ngobrol di ruang tamu kamar tersebut.


Karna ternyata kami menyadari didalam sini lebih menarik dari pada di luar sana.


Sampai akhirnya, aku melihat rambut nya meneteskan air. Ternyata rambut yang dia cuci masih basah dan tidak kering dengan sempurna.


Aku jongkok di depan nya sambil mengusap lembut rambut nya yang basah. Sampai sini pun aku gak ada pikiran macam macam.


Setelah itu dia terdiam menatap ku dengan handuk dan tangan ku yang masih berada di kepala nya.


Aku tidak tau kenapa bisa seberdebar itu di tatap nya. Sedang kan kami tadi baik baik saja.


Dia lama menatap ku, aku pun sama. Kami berdua lama terpaku dalam tatapan.


Dan dari ini semua, awal mula kejadian itu.

__ADS_1


Tiba tiba dia medekat kan wajah nya kepada ku. Aku yang pada saat itu berdebar hanya bisa terdiam.


Dia mendekat kan bibir nya kepada ku dan mengecup bibir ku. Sangat cepat. singkat dan cepat.


Aku semakin terdiam. Mencoba mencerna apa yang sebenar nya telah terjadi.


Debaran ku semakin kencang, suhu tubuhku naik. Kamar ini dingin menjadi panas di tubuh ku.


Aku kaget tapi entah kenapa aku suka. Gadis ini sama sekali gak bisa di tebak.


Setelah mencium ku, lagi lagi dia baru tersadar dengan apa yang sudah dilakukan nya. Dia buru buru menutup mulut nya dan hendak beranjak pergi.


Terlambat, aku sudah terbawa suasana.


Aku menarik nya kembali dan kali ini aku yang mencium nya.


Aku menunggu respon nya, aku sudah sangat pasrah jika habis ini dia akan berteriak dan menampar ku. Karna aku memang pantas.


Tapi yang kudapat malah sebalik nya. Dia membalas ciuman ku.


Aku dan dia sama sama terbawa suasana.


Perlahan aku merangkul leher nya. Dia pun sama. Dia melingkarkan kedua tangan nya di pundak ku.


Aku sampai bisa merasakan hangat tubuh nya. Hembusan nafas nya.

__ADS_1


Dari ciuman itu, kejadian malam ini terjadi.


__ADS_2