Antara Aku, Kau Dan Mereka

Antara Aku, Kau Dan Mereka
BERITA BAIK UNTUK ABANG


__ADS_3

ELSI


Aku menatap jam di dinding, sudah pukul setengah 6 sore. Bang Nanda belum juga pulang. Terakhir dia menelpon ku jika dia sebentar lagi akan pulang, tapi kurasa itu sekitar 2 jam yang lalu.


Aku sudah mengirimi nya pesan di WA. Tetapi sampai sekarang belum di read juga.


Mungkin dia masih sibuk wara wiri mencari kerjaan bersama om Leo. Memang dia bilang kemarin, jika hari ini dia akan keluar dengan om Leo untuk mencari kerjaan.


Padahal sudah ku bilang untuk tidak usah terburu buru, istirahatkan lah diri terlebih dahulu. Karna aku tau dia sangat lelah, fisik maupun batin nya.


Tapi dia menolak dan tak ingin mengulur ngulur waktu. Walaupun di tabungan nya masih ada uang yang tersisa, dia bilang itu untuk dana darurat kami jika ada sesuatu keperluan yang mendadak.


Memang aku mendengar sendiri om Leo menelpon nya dan berkata jika ia akan membawa abang ketempat kerabat nya untuk meminta kerjaan. Tapi sampai saat ini aku juga belum tau kerjaan apakah itu.


Aku memutuskan untuk kedapur saja, memanaskan makanan yang tadi di beri oleh bu Rasmi. Pada saat siang tadi aku bersiap untuk pergi ke warung untuk membeli sebungkus nasi campur, bu Rasmi mencegat ku dan memberikan aku banyak makanan. Beserta dengan nasi nya. Karna ia tau, di dapur ku hanya ada ricecooker tapi belum ada beras nya.


Bang Nanda berpesan kepada ku untuk tidak usah repot repot memasak, selain tau aku juga tidak ahli dalam memasak, dia bilang agar aku lebih banyak istirahat saja. Urusan makan bisa beli atau pesan online. Toh ATM nya di titip kan nya pada ku.


Karna porsi yang di beri bu Rasmi terlalu banyak untuk ku seorang diri, apa lagi selama hamil nafsu makan ku menurun, makanan itu ku sisa kan untuk ku makan bersama bang Nanda setelah dia pulang nanti.


Tapi aku tersadar, aku mengambil HP ku lagi ke dalam kamar dan menelpon abang. Aku memastikan jam berapa dia pulang agar aku tau kapan aku bisa memanaskan makanan.


"Sepertinya abang sampai malam El. Maaf ya?" Ucap nya di seberang sana. Entah kenapa aku jadi lesu mendengar nya.


Lalu ku dengar ada orang mengetok di pintu luar. Siapa berkunjung di senja seperti ini?


"Sebentar ya bang ada yang ngetok." Kata ku sambil berjalan kepintu luar dan membuka pintu nya.


"ABANG!" Pekik ku ketika yang kulihat di depan pintu ternyata bang Nanda. Dia cengengesan sambil membawa sebuah kantong pelastik putih. Dengan HP yang masih berada di telinga nya.


"Oh gituuu yaa. Usil!" Dia tertawa melihatku mengomel. Dia menggiring ku masuk kedalam rumah. Seperti nya dia senang sudah berhasil mengerjai ku.


"Bang." Panggil ku sambil mengulurkan tangan ku hendak bersalim. Dia menyambut tangan ku dan aku mencium tangan nya. Tapi muncul ide ku untuk membalas ke usilan nya sore ini.


Ketika dia hendak melepaskan tangan nya, aku segera menarik nya kembali dan mencium pipi nya. Dia terkejut tapi berusaha sok cool. Dia tak bisa menyembunyikan pipi nya yang seketika kemerahan. Aku tertawa puas sambil berlalu cuek dari nya. Untuk soal ini, pasti dia kalah. Hahaha...


"Eh ini?" Dia memanggil ku lagi dan memberikan sekantong pelastik yang dari tadi di bawa nya.


"Abang beli apa?"


"Makanan kita malam ini. Elsi suka bakmi kan?"


Aku membuka isi kantongan itu dan langsung mencium aroma bawang putih khas bakmi kesukaan ku. Seketika perut ku menjadi lapar.


"Eh tapi bang!" Aku tiba tiba teringat sesuatu.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Tadi bu Rasmi kasih kita banyak makanan."


"Oh ya?" Tanya nya sambil melepaskan ikatan sepatu nya.


"Sayang dong gak temakan." Kata ku lesu. Abang mendekati ku dan merangkul ku.


"Kemakan lah, Entar kan abang bisa makan lagi setelah makan bakmi, abang mana kenyang cuma makan bakmi sebungkus. Mana? bu Rasmi kasih apa?"


Aku membawa nya kedapur dan menunjukan semua lauk dan sayur yang ada di bawah tudung saji.


"Nasi nya El taruh di ricecooker biar hangat." Aku membuka tutup ricecooker agar abang bisa melihat nya.


"Alhamdulillah ya El, kita dapat rezeki banyak hari ini."


"Iya bang. Alhamdulillah kita punya tetangga perhatian. Oh iya, Abang mau minum apa?"


"Udah abang ambil sendiri aja, cuma air putih kok." Kata nya sambil mengambil sebuah gelas dan menuangkan air ke dalam cangkir nya.


"Mau makan sekarang apa mau mandi dulu?"


"Mandi aja kali ya, abang gerah banget. Kalau El mau makan sekarang makan aja duluan ya, abang entar habis mandi aja."


"Gak mau ah, El mau sama sama abang."


"Ya gak masalah." Kata ku cuek.


"Oke deh tunggu ya, abang cepet kok mandi nya."


******


"Udah istirahat aja biar abang yang cuci piring nya." Ucap nya ketika aku membawa semua piring piring bekas kami makan tadi ke dapur.


"Elsi bisa bang cuci piring doang."


"Udah sana masuk kamar. Abang aja."


"Bang HP abang bunyi." Kata ku ketika mendengar suara HP nya dari dalam kamar.


"Tolong angkatin ya?" Kata nya sambil mengangkat tangan nya yang penuh dengan sabun.


Aku mengangguk dan berjalan menuju kamar. Ku lihat layar HP abang, ternyata om Leo yang menelpon nya.


"Assalamualaikum om."

__ADS_1


"Walaikumsalam Elsi. Lagi ngapain kalian? Udah makan?"


"Baru saja selesai makan om. Ini abang lagi cuci piring."


"Duh rajin banget. Mau jadi suami idaman dia ya?"


"Hehehe iya om, padahal Elsi yang mau cucian, tapi dia nya gak mau."


"Iya jangan lah, El istirahat aja. Kalo cuma cuci cuci Nanda bisa lah. Udah biasa dia di didik dirumah begitu."


"Apaan nih? ngomongin saya ya?" Kata abang masuk ke kamar sambil mengelap tangan nya yang basah.


"Nah ini ada abang, nih bang." Ucap ku sambil menyerahkan HP nya.


"Ya om?" Abang mengambil alih telpon sambil keluar dari kamar.


Aku merebahkan diri ku di kasur dan menyalakan TV. Bahkan bakmi yang ku suka pun, yang biasa nya ku habiskan 2 porsi, sekarang 1 porsi saja aku tidak bisa menghabisi nya. Sampai sampai ku berikan ke abang sisa nya tadi.


Tapi memang benar benar nafsu makan ku sudah berubah, memang awal nya menggebu gebu, tapi ketika sudah makan 4-5 sendok, aku bisa tiba tiba kenyang sendiri. Itu mabuk hamil gak sih?


Tapi memang selama ini aku tidak ada merasa mual mual sedikit pun. Yang berubah dari tubuh ku hanya nafas yang sering engap dan nafsu makan ku yang turun. Sisa nya aman aman saja.


Syukur lah kehamilan ku tidak terlalu banyak masalah seperti ibu ibu hamil kebanyakan.


Aku tak ingin merepotkan orang orang sekitar ku, terutama abang. Ini saja aku merasa tidak enak jika diperlakukan seperti ratu terus menerus.


Abang masuk kekamar setengah berlari dan langsung memeluk ku erat. Wajahnya sangat sumuringah. Aku terkejut, tumben tumben dia seperti ini.


"Alhamdulillah Elsi, abang dapat kerjaan." Dia berkata sambil kegirangan. Dan semakin memeluk ku dengan erat.


"Sumpah bang? Syukurlah bang." Aku membalas juga pelukan nya. Hati ku juga ikutan senang mendengar nya. Cepat juga dia bisa dapat kerjaan. Padahal baru sehari ini mencari.


Tetapi....


Entah kenapa ada perasaan aneh yang timbul di dalam diri ku. Ada yang mengganjal di dalam perut ku, yang membuat aku menjadi gak enak.


Tiba tiba saja aku ingin muntah. Aku merenggangkan pelukan ku. Kenapa aku ini? Tiba tiba sekali?


Aku menarik nafas panjang, mencoba tenang kan diri.


"Elsi kenapa?" Kata abang kebingungan.


Kenapa aku tiba tiba mual?


Aku mendekat kan wajah ku ke leher nya. Karna sedari tadi memang wajah ku berada di sana. Aku mengendus nya. Sontak kepala ku menjadi pening dan perut ku menjadi mual.

__ADS_1


Aku langsung menutup mulut ku menahan muntah ku. Aku langsung melepaskan pelukan ku dan berlari ke kamar mandi.


Aku rasa aku akan mengeluarkan isi bakmi kesukaan ku malam ini.


__ADS_2