
NANDA
Sudah pukul 18.00. Sebentar lagi pasti ibu memanggil ku untuk segera wudhu. Aku gak perlu takut kelupaan atau terlambat shalat, karna aku punya alarm "hidup". Ya itu ibu.
Bener, deh. untuk acara malam ini aku bener bener gak semangat. Cuma karna sudah terlanjur heboh undang undang seluruh negeri terpaksa aku harus tetap ikut.
Lagian kan yang ulang tahun aku. Gak mungkin banget aku gak datang. Sedang kan disini, aku "artis" nya.
Tepat setelah ibu mengetuk pintu ku menyuruh ku berjamaah dibawah, handphone ku juga berbunyi.
Panggilan grub.
Pasti mereka sudah gak sabar buat panggil aku kerumah Adil. Karna kami start nya emang dari sana.
"Manaaaaa eloooooooo?!!!!" Teriak mereka. aku menjauhkan speaker dari telinga ku. Magrib begini bukan nya siap siap shalat dulu malah siap siap party.
"Entaraaan dulu napaaaa. kan gue bilang habis magrib baru gue otw kesana. Shalat dulu lu pada biar acara nya lancar. Heran deh."
Ku liat mereka sudah siap lahir batin. sudah berbaju rapi menggunakan blazer berwarna gelap. Padahal kan acara masih 3 jam lagi. Emang ni manusia kalo udah soalan begini kalo bisa siap nya dari subuh kemarin.
Telpon ku tutup sepihak karna bunda sudah teriak teriak dibawah. Lebih takut dengar teriakan dibawah ketibang teriakan manusia manusia party tadi.
******
Pukul 21.15
Baru berlalu 15 menit ternyata tamu sudah terkumpul sebanyak ini. Semakin banyak tamu yang datang semakin banyak energi ku terserap.
__ADS_1
Aku melihat Adil, Dinar, Septyan, Ryo dan Jhon, alias Jono lagi asik sama dunia nya mereka sendiri.
Iya ini dunia mereka. Kesukaan mereka. bukan aku.
Mereka ber-5 sibuk menyambut para para tamu yang datang. Satu club besar ini dihuni dengan orang orang disekolah kami. Tidak ada yang lain.
"Bener bener ya, kalo yang punya acara ini elo sama Adil, gak akan ada yang mau melewatin." Sejak kapan ni bocah disini? Perasaan baru 5 menit lalu gue liat dia di pojokan lagi gangguin cewek cewek.
Aku cuma mengangguk sambil meneguk air mineral ku. Iya bener. Air mineral. Aku gak akan minum macam macam kalo belum di "bully" dengan mereka.
"Lu ngapain di mari sikk? ayo kesanaan. Kan elo yang ulang tahun. Masa yang heboh kami?" ucap Jono lagi.
Oh ternyata sadar.
"Gak, gue disini aja dulu, lagian gue disini dari tadi juga anak anak pada nyamperin gue, nyariin gue buat kasih selamat. Makanya gue disni aja lah. Sampai nanti bener bener di mulai acara nya."
Aku menghembuskan nafas dan melengos meninggalkan Jono, yang seperti nya sudah mulai mulai kencang. Sedari tadi emang mereka sudah minum minum walaupun bukan di depan ku.
"Bang, Selamat ulang tahun yaa..." Hadang 5 orang gadis di depan ku. Iya bener, mereka berlima.
"Terima kasih ya sudah datang. Enjoy ya." Balas ku. kalimat ini tamplate sekali setiap ada yang datang memberikan aku selamat. Ahhhh kenapa baru 15 menit sudah berasa lama sekali disini.
Aku menghempaskan badan ku di salah satu sofa disana. Ku lirik sekitar. Yah setidak nya tempat ini lumayan sepi. berharap gak ada yang join sama aku disini.
Tiba tiba musik berhenti dengan sendiri nya. Dari panggung samar samar ku lihat Adil naik sambil membawa microphone.
"Teman teman semua, Pertama tama gue mengucapkan terima kasih buat teman teman yang sudah hadir pada malam ini. Walaupun ini acara ulang tahun, tapi gue undang kalian disini untuk party bareng satu sekolah. Jadi gue harap kalian suka dan enjoy."
__ADS_1
Adil melanjutkan kalimat nya.
Please Dil, lo jangan sebut nama gue...
Please...
Gue males banget sok sok pidato di depan banyak orang malam ini.
Tangan ku keringat dingin. Hatiku berdebar, Bukan aku gak terbiasa untuk bicara di depan umum. Kalau aku begitu, mana mungkin aku bisa jadi ketua Osis Tahun lalu.
Tapi sumpah, malam ini aku malas "to the max"
Tanpa terasa aku mengambil gelas minuman yang di bawa waiters, dan menghabiskan nya dalam sekali teguk. berharap jelek jelek nya kalo gue di suruh maju. gue bisa lebih rileks nantinya.
Gue akuin, kalo minum dalam batas normal, badan gue akan lebih rileks aja.
Padahal gue sendiri tadi yang berjanji gak akan minum sebelum di bully mereka.
"Nan!!!" Senggol Dinar. aku terkejut. Suasana hening, Ternyata tanpa aku sadari Adil sudah menganggil nama ku untuk maju dari tadi.
Dan aku gak menyadari nya malah asik melamun. Bener bener gak fokus malam ini.
Aku menatap Adil yang masih di atas panggung untuk menunggu ku. Aku masih berharap dia menangkap sinyal dari ku bahwa aku tak ingin maju kedepan.
Tapi itu gak mungkin.
Aku berjalan gontai kearah panggung. Wajah ku paksa untuk senyum. Biar bagaimana pun malam ini kan "bintang" nya aku.
__ADS_1
Sebelum naik ke panggung, aku mengambil lagi segelas minuman dan meneguk nya sampai habis. Badan ku sudah mulai terasa panas. Padahal disini dingin sekali.