
Setelah dua minggu di rawat di rumah sakit, Satria diperbolehkan pulang. Hubungannya dengan Amel pun semakin dekat. Dan semenjak kejadian penculikan itu, terkadang jika Amel ditinggal orang tuanya bertugas, Amel diminta menginap di rumah Vane. Itu pun atas perintah dari Satria.
"Jatra, aku nitip anakku ya"ujar Suseno duduk di ruang tamu bersama istrinya.
"Nggak usah sungkan kaya sama siapa aja. Amel udah sering nginep sini kok"balas Jatra.
"Tapi sekarang beda, Amel dan Satria..."
"Kalau anak itu macem-macem tak bedil langsung saat itu juga"kata Jatra memotong perkataan Suseno yang disambut gelak tawa.
"Kalian pergi berapa hari?"tanya Indah.
"Kurang lebih seminggu. Aku juga harus menemani suamiku bertugas"sahut Nadia.
"Ibu bhayangkari ya emang sibuk"ucap Indah.
"Ya sudah kami pamit, kami harus mempersiapkan barang-barang sebelum berangkat"kata Suseno.
Baru saja Suseno dan Nadia akan beranjak dari kursi, datanglah Vane dan Amel yang baru pulang dari restoran. Mereka berdua pun menyalami dua pasangan orang tua itu. Suseno pun mengatakan bahwa Amel akan menginap di rumah Vane sampai dia dan istrinya kembali dari perjalanan dinas.
"Yeay asik..."seru Amel girang.
"Idih seneng banget sih lo. Inget ya peraturan di rumah ini adalah dilarang bucin-bucinan, awas aja kalau sampai lo bucinnya kebangeten sama kakak gue"sarkas Vane dengan memicingkan mata.
Semua orang tergelak dalam tawa mendengar perkataan Vane. Sebuah lelucon yang sanggup membuat semua orang geleng-geleng kepala.
*****
Bulan Juni pun tiba, Rey dan tim Mill Films sudah mempersiapkan keberangkatan mereka menuju Nusa Dua, Bali untuk syuting film Cinta dalam Diam selama hampir sebulan. Tak hanya syuting film, Rey juga akan melakukan syuting video klip untuk soundtrack filmnya.
Mereka pun berangkat menggunakan jet pribadi milik Rey. Film kali ini pemeran utama wanitanya adalah Adinia Wirasti, salah satu aktris film Indonesia terbaik. Rey pun mengajak Reza sebagai pemeran pendukung pria di filmnya. Lalu Amanda Rawles sebagai pemeran pendukung wanita.
Minggu pertama syuting, semua berjalan dengan baik. Rey melakukan perannya sebagai seorang chef begitu sempurna. Semua yang diajarkan Vane selalu dia ingat. Akting Rey selalu membuat kagum. Begitu natural dan profesional.
Minggu kedua syuting tak ada kendala sama sekali. Kemistri antara Rey dan Adinia sangatlah cocok. Tapi dibalik, keseruan syuting film kali ini, ada hal yang membuat Rey kecewa. Yaitu, Vane tidak pernah menghubunginya sama sekali. Sekedar bertanya kabar, kondisi Rey, atau bagaimana proses syuting. Vane sama sekali tidak mengirim pesan apapun. Rey merasa sangat kesal. Tapi entah kenapa Rey merasa kesal padahal dia dan Vane tidak ada hubungan apa-apa.
"Oi Rey"panggil Reza menepuk bahu Rey.
"Apaan sih ngagetin aja"sahut Rey.
"Lo mikirin apa sih? Dari awal break lo cemberut terus. Itu si Adinia cantik loh. Nggak naksir lo?"goda Reza.
"Gue udah nggak doyan sama cewek kalangan selebritis"tegas Rey.
"Wah trauma gara-gara Clara nih. Iya iya gue tahu lo masih sayang kan?"kata Reza.
"Gue udah nggak ada rasa sama dia. Cuma gue sadar dalam hubungan ini nggak cuma dia yang salah tapi gue juga. Coba gue lebih peka dan perhatian sama dia. Pasti nggak bakal gitu"jelas Rey.
"Lo itu ya, gentle tapi bodoh. Udah sih nggak usah mikirin Clara, hafalin itu skrip dialog selanjutnya. Bentar lagi take next adegan"ujar Reza lalu pergi meninggalkan Rey.
Minggu ketiga syuting, awalnya semua berjalan lancar hingga akhirnya proses syuting kacau balau saat tersiar gosip kehamilan Clara yang diposting salah satu akun gosip. Hal itu pun didukung beberapa foto yang memperlihatkan perut Clara yang membuncit. Alhasil nama Rey pun terbawa. Mengingat Rey adalah pria terakhir yang berpacaran dengan Clara lima bulan yang lalu.
Alhasil terciptalah dua kubu. Kubu pertama adalah kubu pro Clara. Di mana mereka menganggap Clara adalah korban. Kubu kedua adalah kubu pro Rey. Di mana mereka menganggap Rey tidak ada hubungan dengan kehamilan Clara.
"Kak Rey udah lihat beritanya Clara?"tanya Amanda menunjukkan HPnya.
Rey pun mengambil HP Amanda dan melihat berita yang dimaksud Amanda.
"What the hell!"umpat Rey.
"Sumpah Rey gue kaget banget"imbuh Adinia
"Gila ini beneran Clara hamil, Rey?"tamya Reza.
"Mana gue tahu? Gue nggak pernah sentuh dia"tegas Rey.
"Tapi lihat nih komen netizen di akun gosip ini, semua nuduh lo. Sumpah yah nih netizen pengin gue sumpel mulutnya. Ngomongnya nggak bisa difilter"gerutu Reza yang mulai emosi.
Reza tahu Rey tidak sebejat itu sampai menghamili Clara. Walaupun mantan pacar Rey berjibun tapi Rey bukan tipe pria yang suka meniduri wanitanya.
"Sabar Kak Rey, namanya juga netizen pasti komennya menguji iman dan kesabaran"ujar Amanda.
"Rey, lo kudu siap pas lo balik Jakarta wartawan udah nangkring di depan rumah lo"kata Adinia mewanti-wanti
Sementara Upi sebagai sutradara sedang berdiskusi dengan Indro.
"Pak Indro ini bagaimana? Apa film ini harus dibatalkan perilisannya? Apalagi setelah gosip kehamilan Clara membuat nama Rey buruk"tanya Upi ditengah break syuting.
"Tidak Mba Upi. Film ini tetap akan rilis, cuma kita undur bulan perilisannya. Menunggu gosip ini mereda"jelas Indro.
__ADS_1
"Oke tidak masalah. Anggap saja tim produksi punya waktu lebih banyak untuk editing film ini"tegas Upi.
Berita tentang kehamilan Rey sudah tersebar di berbagai media. Bahkan saat ini Vane dan teman-teman kerjanya sedang melihat berita infotaiment di TV yang ada di dapur restoran.
"Ini beneran nggak sih?"tanya Amel yang menatap TV.
"Masa orang terhormat seperti Rey menghamili Clara?"timpal Arman.
"Menurut kamu bagaimana Vane?"tanya Chef Ronald melirik Vane.
Chef Ronald tahu jika akhir-akhir ini Vane selalu bersama dengan Rey. Menurut dia kemungkinan besar Vane tahu tentang Rey.
Vane menatap dingin Chef Ronald karena pertanyaannya. Vane kembali mengingat semua chating di whatsapp Rey dari hasil meretas HPnya, sama sekali tidak ada chat dari Clara yang memberitahukan pada Rey kalau Clara hamil. Itu artinya bayi yang dikandung Clara bukanlah anak Rey. Tapi bisa jadi Clara masih menyembunyikannya.
"Bukan Rey ayah dari bayinya Clara"ujar Vane dengan tenang.
Jawaban Vane membuat semua orang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Gimana lo bisa tahu?"tanya Amel.
"Feeling aja Mel..."jawab Vane enteng.
"Ya kita lihat saja, apa yang akan terjadi selanjutnya"sambung Chef Ronald.
*****
Malam hari di Pulau Bali.
Rey dan tim Mill Film sedang berdiskusi masalah perilisan film terbaru. Tidak hanya perilisan film yang diundur tapi perilisan soundtrack film pun yang awalnya akan dirilis bulan September satu bulan sebelum perilisan film pun harus diundur juga.
Vane sebenarnya cemas mendengar gosip tentang Clara. Ini pasti akan mempengaruhi mental Rey. Apalagi sekarang Rey sedamg syuting film terbarunya. Pasti dia tidak akan fokus sama sekali. Vane pun berniat menelfon Indro untuk menanyakan keadaan Rey.
"Halo Pak Indro"
"Halo Vane, ada apa?"
"Maaf Pak, saya sudah melihat berita tentang Clara. Apa Rey baik-baik saja? Maksud saya bagaimana dengan syuting filmnya apa berjalan dengan lancar?"
"Syuting masih berjalan, dan akan berakhir lusa. Kenapa kamu sendiri tidak telfon Rey?"
"Saya rasa dia sedang sibuk. Tolong sampaikan salam saya"
Vane pun mengakhiri panggilan telfon dengan Indro. Setelah mengakhiri panggilan dengan Vane, Indro menghampiri Rey yang sedang bersama tim Mill Film. Tampak, Rey sedang bercakap-cakap dengan mereka termasuk Reza.
"Rey..."panggil Indro.
"Kenapa Om?"
"Tadi Vane telfon Om. Dia nanyain keadaan kamu"
Rey langsung menghentikan obrolannya dengan Reza.
"Dia nanyain keadaan aku?"
Rey langsung bersemangat saat mendengar Vane menanyakan keadaannya. Reza pun terkikik melihat perubahan sifat Rey yang dibalas tatapan tajam dari Rey.
"Terus Vane juga tanya gimana tentang film ini akibat berita kehamilan Clara"
Rey yang awal senang mendengar Vane menanyakan keadaannya berubah jadi muram. Pasalnya, Vane hanya peduli dengan syuting filmnya. Vane tidak benar-benar peduli dengan keadaannya saat ini.
WHAT THE HELL, kenapa Rey jadi sensitif begini kalau menyangkut Vane? Ini semua gara-gara parfum aroma vanilla milik Vane.
"Rey kenapa lo cemberut coba? Kan barusan ditanyain gimana kabar lo sama chef cantik itu"ujar Reza.
"Diem lo. Resek"ketus Rey.
"Ye...malah marah. Denger ya lo nggak bisa gini terus. Lo nggak jelas. Udah putus sama Clara masih aja galauin dia"serbu Reza.
*****
Dua hari kemudian tepat diakhir bulan Juni, Rey sudah kembali ke Jakarta bersama tim. Dan benar kata Adinia, semua wartawan sudah berdiri di depan rumahnya. Rey bahkan sampai memijat pelipisnya. Begitu besar dampak dari berita kehamilan Clara terhadap kehidupannya.
Setelah berusaha beberapa menit, akhirnya Rey bisa masuk ke rumahnya. Rey langsung naik ke lantai atas. Rey tak menyangka beritanya menyebar dengan cepat. Padahal dia sudah berusaha meminta tim IT untuk menekan penyebaran berita itu. Tapi sayangnya kekuatan tangan netizen Indonesia terlalu besar dan dahsyat.
*****
Bahkan satu bulan berlalu tepatnya di bulan Juli. Setelah berita kehamilannya meluas, Clara tidak mau nama baiknya sebagai supermodel yang paling dicintai masyarakat yang terkenal dengan sikap yang baik langsung hancur seketika. Apalagi image good-girl sangat melekat padanya. Clara pun mengadakan konferensi pers dengan mengundang banyak wartawan.
"Saya mengadakan konferensi pers ini hanya meminta pertanggung jawaban ayah dari bayi yang saya kandung. Saya harap ayah dari bayi ini berhenti menjadi pengecut. Saya tidak mengharapkan apa-apa, saya hanya tidak ingin bayi ini lahir tanpa ayah"jelas Clara.
__ADS_1
"Jadi benar Mba Clara hamil?"
"Mba Clara siapa ayah dari bayi itu?"
"Apa benar Reyvano?"
"Apa benar Mba Clara ada hubungan dengan pria lain?"
"Tolong jawab Mba Clara"
"Maaf saat ini Clara tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Keonferensi pers cukup sampai di sini"ujar Manager Clara lalu membawa Clara meninggalkan tempat konferensi pers.
Melihat tayangan berita konferensi pers Clara di TV, membuat Vane membanting pisau yang dia pegang ke meja stainless di dapur restoran. Suara benturan kedua benda besi itu menggema dan membuat kaget semua orang.
"Lo kenapa Van?"tanya Amel.
"Itu Clara ngapain sih bikin konferensi pers nggak penting kaya gitu"umpat Vane dengan emosi yang sudah diubun-ubun.
"Ya buat klarifikasi lah"jawab Amel enteng.
"Klarifikasi apanya? Kenapa waktu wartawan tanya dia diem aja? Tinggal jawab BUKAN REY AYAH DARI BAYI INI"teriak Vane melempar tomat ke dalam baskom stainless.
"Hey hey Van wait..."
"Jadi bener bukan Rey ayah dari bayinya Clara?"tanya Amel.
Vane mendengus kesal, lalu memukul meja dapur. Rasanya Vane ingin berteriak dan mengeluarkan kata-kata sarkas untuk Clara. Sepertinya Clara sengaja melakukan konferensi pers hanya untuk membuat publik semakin penasaran. Dan hal itu membuat nama Rey memburuk.
"Gue nggak tahu. But I'm sure, not Rey the Dady from her baby"seru Vane.
"Sumpah ya Van. Gue nggak tahu kenapa lo seyakin itu sama Rey?"tanya Amel.
"Gue cuma feeling"tegas Vane dengan tatapan tak bisa diganggu gugat.
"Tapi secara tidak langsung lo seperti menunjukkan bahwa lo nggak terima dengan gosip tentang Clara. Dan sepertinya lo ada perasaan sama Rey"tegas Amel.
Vane memicingkan mata mendengar perkataan Amel yang membuatnya merasa bahwa NOT! INI CUMA RASA PEDULI TIDAK LEBIH!
"WHAT EVER!"sarkas Vane.
"Oke Van kayaknya lo harus berhenti teriak-teriak nggak jelas. Suara lo udah bikin kita semua kaya lagi di kandang macan. Kasian tuh si tomat lo lempar-lempar seenak udel lo"kata Amel dengan tatapan tajam.
"Oh God..."ujar Vane menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"He's so stupid"sarkas Vane.
"Siapa?"
"Ya Reyvano lah"
"Coba dia bikin konferensi pers, nggak bakal kaya gini kan"
Amel hanya diam mendengarkan omelan-omelan Vane. Amel sudah tahu akhir cerita dari segala cerita Vane. Tapi, Amel juga tidak tahu harus menanggapinya bagaimana. Akhirnya Amel memilih untuk diam dan melanjutkan pekerjaannya.
*****
Rey mematikan TV yang berada di lantai dua rumahnya setelah melihat tayangan konferensi pers Clara. Rey yakin sebenarnya Clara tidak bermaksud buruk terhadapnya. Clara masih muda, emosinya masih labil, jadi Clara tidak bisa mengambil keputusan dengan baik, yang masih suka terbawa emosi. Tapi yang membuat Rey kesal adalah manager Clara yang memperbolehkan Clara mengadakan konferensi pers ditengah kegentingan gosip ini. Bukan memperbaiki keadaan tapi justru memperburuk keadaan.
Bahkan Rey sampai harus menarik diri dari publik dengan berdiam diri di rumah. Ditambah para wartawan masih nangkring di depan rumahnya. Berharap Rey akan memberi penjelasan atas gosip yang beredar. Selama ini Rey hanya berkutat di studio musik atau membahas editing film dengan timnya.
Rey jadi teringat dengan Vane yang menelfon beberapa hari yang lalu. Rey teringat dengan jadwal perilisan lagu soundtrack filmnya yang seharusnya di rilis bulan September harus di undur. Lalu perilisan film yang direncanakan bulan Oktober pun harus di undur.
Bahkan seharusnya, sebelum sebuah film dirilis harus diadakan promo keliling kota. Dan itu juga harus diundur. Padahal 18 kota harus Rey kelilingi untuk promosi filmnya. Belum lagi acara meet and greet dengan para fans setelah perilisan film juga harus di undur.
Sebenarnya dua tahun belakangan Rey secara perlahan menarik diri dari dunia entertaiment dan fokus dengan bisnisnya sendiri. Membangun production house dan label musik sendiri. Dan ini adalah kali pertamanya Rey akan come back di dunia perfilman. Dan film ini digadang-gadang akan box office.
Rey mencoba tenang menghadapi masalah ini. Rey berharap para wartawan akan lelah dengan sendirinya dan meninggalkan rumahnya dengan suka rela. Bahkan Om Indro pun sudah mewanti-wanti Rey, tidak mungkin film ini diundur perilisannya sampai setengah tahun mendatang. Akan jadi hal gila menunda perilisan film yang sudah ditunggu masyarakat.
Rey tidak peduli orang memaki-maki dan menjelekkan nama dia. Selama nama para artis yang dinaungi Rey tetap berkibar dibawah managementnya, itu tidak masalah. Dia berusaha setenang mungkin menghadapi masalah ini.
"Sumpah ya gue gregetan sama Clara"ujar Sita yang berada di sebelah Rey.
"Sama Sit. Rasanya gue pengin buang ke laut tuh cewek. Cantik-cantik tapi stupidnya level dewa"imbuh Reza.
"Ngapain juga bikin konferensi pers kalau ujungnya nggak ada klarifikasi. Buang-buang duit sumpah"gerutu Sita.
"Rey lo kok diem aja sih? Santai banget? Lihat tuh nama lo jadi jelek gara-gara bocil satu itu"seru Reza.
"Udahlah, bentar lagi gosipnya juga ilang seiring berjalannya waktu"jawab Rey santai.
__ADS_1
Reza dan Sita saling memandang mendapat jawaban santai dari Rey. Mereka heran kenapa Rey bisa sesantai itu? Bahkan gosip ini mempengaruhi karirnya dan bisnisnya.