
Bangunan studio yang berwarna putih terletak di halaman belakang, tetapi meskipun terpisah dengan bangunan utama ada jalan kecil dari con-block. Vane sudah melihat bangunan ini dari luar saat resepsi pernikahannya tempo hari. Mereka berjalan menuju studio dikelilingi udara malam yang sedikit lembab.
Penerangan jalan mereka disediakan oleh beberapa lampu taman yang menghiasi taman belakang. Vane bisa mendengar suara jangkrik dan segala macam binatang malam. Baru setelah beberapa menit dia sadar bahwa ini adalah pertama kalinya dalam setahun dia bisa mendengar jelas suara yang dihasilkan oleh alam lagi. Rumah Rey agak jauh dari jalan raya sehingga kesunyian malam bisa terasa.
Rey membuka pintu kaca studio dengan memasukkan kode pada sistem alarm. Vane tersenyum melihatnya, dia jadi ingat setiap kali dia akan memakai pistol pasti dia selalu membuka ruangan penyimpanan senjata dengan kode pada sistem alarm juga.
Tak berapa lama kemudian, mereka sudah berada di dalam studio yang dominan berwarna abu-abu dengan aroma maskulin. Ada kaca besar yang memisahkan control room dengan live room. Rey membuka pintu menuju live room dan mengajak Vane untuk memasukinya lebih dulu.
Vane memandangi sekeliling dan melihat berbagai jenis alat musik, mulai dari piano, bass, gitar, dan set drum tersusun rapih di dalam cassingnya. Belum lagi berjuntai-juntai kabel warna-warni yang menjalar kemana-mana membuat dia harus berjalan ekstra hari-hati.
"Dalam film ini hanya ada dua lagu. Yang pertama berjudul 'Terpendam' dengan alat musik utamanya adalah piano. Dan yang kedua berjudul "Inikah Jatuh Cinta' dengan alat musik yang lebih lengkap"jelas Rey.
"Lagu mana yang akan kamu tunjukkan kepadaku?"tanya Vane.
"Lagu yang berjudul 'Terpendam'. Jika kamu tidak keberatan, aku akan memainkan lagu ini secara akustik."
Tanpa Vane sadari, Rey sudah mengambil posisi di belakang piano dan Vane kalang kabut mencari tempat duduk. Akhirnya dia memilih duduk di kursi tinggi yang agak berjauhan tapi menghadap piano.
"Aku mulai ya."
Vane menganggu antusias dan Rey baru saja memainkan intro lagu sebelum Vane tahu bahwa dia dan juga seluruh Indonesia akan jatuh cinta dengan lagu ini.
Terpendam
Tertawa dan menangis dalam diam
Menyembunyikan bagaimana diriku yang sebenarnya
Sambil memiliki hari yang berat
Hari ini pun, kata-kata yang tak dapat ku ucapkan dengan keras
Hanya bisa ku simpan sendiri
__ADS_1
Ini terasa sulit
Saat aku memiliki hari yang sulit aku tak dapat membaginya pada mu
Bahkan kamu pun tak tahu hal itu
Kita bisa membuat satu sama lain saling tertawa
Tapi tak bisa membuat satu sama lain saling berbagi
Tak perlu khawatir
Tak perlu merasa takut
Bagiku kamu sangat amat berharga
Tapi kau sulit ku sentuh
Hari ini ku ingin mengatakannya
Dan aku ingin memelukmu dengan erat
Iya, feelnya berbeda dengan judul film Rey yang menceritakan seorang pria yang mencintai sahabatnya dalam diam. Tidak, lagu ini lebih terasa seperti seseorang yang memendam rasa kecewa terhadap sesuatu yang dia miliki tapi dia tidak bisa menyentuh itu.
Vane tahu, Rey menulis lagu ini pasti dengan memikirkan segala rasa yang dia simpan sendiri. Rasa cinta, sedih, rindu, marah, dan kecewa yang ada di dalam hidupnya. Satu-satunya penjelasan atas reaksi Vane saat ini adalah betapa senangnya dia bisa menyaksikan konser spesial, di mana dia bisa mendengar lagu itu dinyanyikan oleh penyanyi aslinya yang hanya berjarak dua meter darinya.
Vane terharu bahkan dia bisa merasakan apa yang Rey rasakan saat menulis lagu ini. Bahkan, mungkin saja Rey lupa seharusnya lagu ini menceritakan tentang 'Cinta dalam Diam' bukan seseorang yang memendam rasa kekecewaan. Buru-buru Vane berdiri dari kursi dan membelakangi Rey untuk menyeka air matanya.
"Vane, are you okay?"tanya Rey setelah dia mengakhiri lagunya.
Setelah yakin bahwa dia bisa mengontrol emosinya, Vane memutar tubuhnya dan menjawab pertanyaan Rey.
"Yes, I'm good"ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Tapi Rey tidak tertipu dengan senyum itu. "Kamu nangis?"
"Nggak"bantahnya.
"Vane, what's wrong with you?" Rey kelihatan was-was, tapi dia tidak berani mendekat.
Vane mencoba menelan tangisnya dan menjelaskan apa yang dia rasakan, tapi dia tidak bisa. Emosinya terlalu meluap-luap, jantungnya seperti akan menembus tulang rusuknya, dan lehernya sakit karena berusaha menahan tangis. Tiba-tiba Rey sudah memeluknya dan Vane bahkan tidak memiliki cukup tenaga untuk melawan perasaannya lagi. Dia betul-betul menangis. Menangis di pelukan Rey, bahkan laki-laki itu tidak hanya sekedar memeluk, dia sudah mengelus punggung Vane dengan lembut.
Rey tidak pernah mengerti apa yang ada di dalam pikiran seorang wanita, apalagi motivasi yang mendorong mereka melakukan sesuatu. Rey melirik jam tangannya dan dia tahu bahwa dia harus membuat Vane berhenti menangis karena sebentar lagi kru bandnya akan tiba.
Dia lebih baik makan rujak dengan cabe rawit sepuluh biji, daripada tertangkap basah memeluk wanita yang sedang menangis, terutama kalau wanita itu adalah istrinya, karena nanti mereka akan menyangka bahwa dialah penyebab kenapa istrinya menangis.
"Vane, beri tahu aku, apa ada yang salah?"pinta Rey sehalus mungkin ketika tangis Vane reda, tetapi Vane tetap diam seribu bahasa.
"Apa aku melakukan kesalahan?"
Pertanyaan ini membuat Vane mendorong tubuh Rey dan sambil menggenggam lengan atasnya dia berkata dengan pelan tapi jelas, "Aku suka lagu kamu."
Tanpa disangka-sangka Vane meraih tangan kanan Rey dan meletakkannya di atas dada Rey, "Aku bisa ngerasain apa yang kamu rasakan waktu menulis lagu ini di sini."
Kata-kata itu membuat jantung Rey berhenti berdetak. Vane menatapnya dalam sambil berkata, "Just let it go. Apa pun itu yang membuat kamu kecewa terhadap hidup kamu, lepaskan itu. Untuk bisa bahagia. Let it go. Jangan bebankan hati kamu lagi dengan semua yang sudah lewat." Vane meletakkan telapak tangannya di atas jantung Rey saat mengatakan itu.
HOLLY MOTHER OF GOD! Dia betul-betul tahu makna lagu itu. Rey tidak tahu apa dia harus marah karena sudah menunjukkan kelemahannya atau merasa bahagia karena pertama kali ada orang yang betul-betul mengerti dirinya selain, mamah.
Benar kata Vane, pesan tersembunyi dari lagu ini adalah sebuah kekecewaan karena kita tidak bisa menyentuh sesuatu yang menjadi milik kita. Bukan kesedihan karena memendam rasa cinta seorang diri.
Seakan kata itu belum cukup, Vane melanjutkan perkataannya lagi, "Papah kamu sayang sama kamu Rey, lebih dari apa pun. Dia nggak mengharapkan kamu menyayanginya dia sedalam dia menyayangi kamu, tapi dia berharap kamu setidak-tidaknya mau memaafkan semua kesalahannya."
Rey merasa sedang berada di bawah mikroskop di bawah tatapan Vane, dia tidak bisa menyembunyikan apapun darinya, dan itu membuatnya takut setengah mati. Sekali lagi dia mencoba menarik tangannya, tapi Vane justru mengeratkan genggamannya. Dan hilanglah kontrol pada diri Rey.
Rey marik tangannya secara paksa lalu mendongakkan kepala Vane dengan kedua tangannya. Sebelum Vane sadar apa yang terjadi, Rey sudah menciumnya. Betul-betul menciumnya dengan dalam dan lidah sudah merajalela, menelusuk ke dalam rongga mulut Vane.
Rey ingin memberi pelajaran kepada Vane yang sudah berani mencampuri urusan pribadinya yang tidak ada sangkut pautnya dengan dia. Membuat Vane takut dan dengan begitu dia akan melupakan masalah dia dengan papahnya.
__ADS_1
Sepertinya rencananya cukup berhasil karena dia bisa merasakan Vane berusaha menarik diri dan dia tidak akan membiarkannya lari begitu saja. Ketika Vane mengambil langkah mundur, Rey mengikuti jejaknya sehingga tubuh Vane terhimpit di antara tubuhnya dan piano.
Kedua tangan Rey melepaskan wajah Vane dan mulai mengeksplorasi tubuh istrinya. Vane akhirnya memahami apa yang diinginkan Rey darinya, sehingga dia berjinjit kemudian melingkarkan kedua tangannya pada leher Rey dan membalas ciumannya dengan gerakan pelan yang membuatnya ingin melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dia lakukan dengannya.