
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA PENGORBANAN CINTA 2 😊
#####
Vane sedang di rias untuk acara resepsi sore ini. Vane nampak cantik dengan make up natural namun untuk memberi kesan segar, dia sengaja meminta dipakaikan lipstik berwarna merah. Karena pesta pernikahannya mengusung konsep garden party maka Vane tidak memakai royal gown yang berbentuk ball gown besar atau memiliki ekor yang panjang. Vane memilih memakai cocktail dress berwarna merah maroon dengan potongan rok bagian depan setinggi lutut dan rok bagian belakang potongannya dibuat panjang hanya sampai sebatas mata kaki.
Terdengar suara ketukan pintu dibarengi dengan terbukanya pintu kamar itu. Dan terlihat sosok pria yang belum sehari menjadi suaminya itu. Memakai tuxedo berwarna hitam dengan tatanan rambut yang rapih dan klimis membuat Rey begitu tampan dan gagah. Rey yang sedang memasuki kamar tak henti-hentinya menatap istrinya yang sedang duduk di depan meja rias.
"Sudah siap?"tanya Rey tersenyum begitu hangat.
Vane menoleh ke belakang lalu dia berdiri dan melangkah menghampiri Rey. Rey mengulurkan tangan kanannya memberi ajakan pada Vane dan dengan senang hati Vane pun menerima uluran tangan suaminya itu. Rey pun menarik Vane ke sisi kirinya dan mengempit tangan Vane di lengannya agar Vane bisa menggenggam lengannya dengan leluasa.
Keduanya pun keluar dari kamar, perlahan menuruni satu per satu anak tangga. Setibanya di depan pintu rumah keduanya menghentikan langkahnya. Vane menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan, dia merasa agak tegang karena akan melakukan konferensi pers sebelum acara resepsi di mulai.
"Rileks oke, semua akan baik-baik saja. Aku ada di sini"kata Rey mengelus telapak tangan Vane yang memegang lengannya.
Vane menoleh ke arah Rey lalu memberi angggukan, dan kembali mematap ke depan. Mereka berdua keluar dari rumah menuju panggung yang secara khusus dibuat di depan rumah untuk tempat konferensi pers.
Kilatan blitz kamera langsung menyerbu pasangan pengantin baru itu yang memberi senyum simpul layaknya pasangan yang sedang berbahagia. Mengagumi sosok Rey aktor tertampan se Indonesia yang terus menggandeng istrinya seorang chef cantik yang mulai hari ini resmi menjadi Mrs. Reyvano Millford. Lalu kedua pengantin memamerkan buku nikah dan cincin nikah mereka kepada wartawan dan dengan cepat para wartawan langsung memotret objek yang ada di depan mata mereka.
Rey dan Vane pun duduk di kursi yang disediakan menerima mic yang di berikan oleh Indro. Dan wawancara kali ini tentu saja di awasi oleh Indro, karena dia takut kalau akan terjadi sesuatu, mengingat reputasi Rey yang memiliki banyak fans.
"Selamat untuk Mas Rey dan Mbak Vanessa atas pernikahannya"ucap seorang wartawan pria yang memakai seragam Trans Corp.
Rey dan Vane dengan kompak memberi senyum penuh kehangatan menerima satu per satu ucapan selamat dari para wartawan yang nampak sangat antusias.
"Bagaimana perasaan kalian setelah menikah?"
"Mahar yang diberikan Mas Rey apa?"
"Berapa harga cincin nikahnya?"
"Mengapa memilih konsep garden party?"
"Apa alasan pernikahan diadakan secara private?"
"Kenapa pernikahan diadakan di rumah Mas Rey?"
"Ada rencana bulan madu nggak Mas?"tanya wartawan lain yang memberikan pertanyaan cukup membuat Vane dan Rey terkejut.
Vane harus siap mendengar jawaban Rey, semoga jawabannya tidak membuat Vane ingin melemparnya dengan kursi yang dia duduki saat ini.
"Untuk rencana bulan madu belum ada, karena kami masih punya tanggung jawab yang harus di selesaikan. Jadi dalam waktu dekat ini tidak ada rencana bulan madu"kata Rey yakin.
Vane hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rey, karena tidak mungkin mereka merencanakan sebuah bulan madu. Tidak mungkin dia dan Rey tidur satu kamar, itu akan menyalahi perjanjian yang mereka buat. Karena akan sangat aneh jika saat bulan madu pasangan itu tidur dengan kamar terpisah maka tidak akan ada bulan madu dalam benak Vane.
Wartawan masih saja terus melempari mereka dengan berbagai pertanyaan khususnya pertanyaan ingin memiliki anak berapa, dan apakah akan mengikuti program hamil atau menunda kehamilan. Karena jelas Vane dan Rey tidak bisa menjawab pertanyaan konyol itu, Indro langsung menghentikan sesi konferensi pers dan membawa pasangan itu ke dalam rumah.
Setelah konferensi pers selesai di laksanakan, maka tiba saatnya acara resepsi di mulai. Acara di mulai dengan masuknya kedua mempelai ke dalam tempat acara diiringi lagu Fix You milik Coldplay. Dan setelahnya berbagai rangkaian acara pun dilaksanakan satu per satu. Karena tema pernikahannya garden party maka pengantin bisa berkeliling untuk menyapa para tamu jadi suasananya lebih friendly dan nyaman.
Di sisi lain tempat acara, Adam sedang menyambut kedatangan Jade, Rius, dan Steven.
"Terima kasih kalian sudah mau datang ke pesta pernikahan Rey. Mari aku perkenalkan dengan menantuku"kata Adam antusias.
"Apa dia cantik paman?"tanya Steven penuh canda.
__ADS_1
"Hei dengar, dia miliknya Rey, kau cari yang lain"tegur Jade menjitak kepala anaknya.
"Aduh ayah, aku hanya bertanya"bela Steven.
Adam hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ayah dan anak yang selalu bertengkar meributkan hal-hal sepele. Lalu dia mengajak ketiga tamunya untuk bertemu dengan Vane. Adam pun mrlihat Vane sedang berdiri mengobrol dengan beberapa tamu yang tidak Adam kenal, dan dia memghampiri Vane.
"Vane..."
"Ya paman"jawab Vane terkejut.
Adam tersenyum geli saat mendengar Vane memanggilnya dengan sebutan paman lalu dia berkata, "Panggil aku papah, aku kan ayah mertua kamu."
"Maaf aku belum terbiasa. Ada apa Pah?"tanya Vane.
"Rey mana?"tanya Adam menengok ke sana kemari mencari keberadaan anaknya.
"Dia sedang menemui teman selebritisnya, dan aku agak malas jika harus bertemu mereka dan menjawab pertanyaan mereka yang membuat aku pusing"balas Vane dengan ekspresi jengah.
"Baiklah. Oh ya ini Vanessa menantuku, dan perkenalkan mereka ini teman-teman papah, yang ini Rius Anderson teman papah dari Amerika, lalu sebelahnya Jade Haydey teman dari Prancis dan itu putranya Steven Haydey"jelas Adam menunjuk tiga pria yang ada di belakangnya.
Vane diam mematung menatap tiga pria bule yang ada di hadapannya. Bukan karena terpesona tapi karena mereka bertiga adalah bagian dari tim Adam dalam melakukan kejahatannya. Dan Vane sekarang bertatap muka dengan Jade dan Steven, lalu dia teringat dengan keberadaan Kak Satria dan Amel yang juga berada di pesta ini.
Dear God, bagaimana bisa perang di mulai sebelum waktunya, batin Vane penuh kecemasan.
"Nice to meet you Mr. Rius Anderson. Ravi de vous rencontrer également, Mr. Jade Haydey et Mr. Steven Haydey"sapa Vane menggunakan bahasa Inggris dan Prancis bergantian.
*Senang bertemu dengan anda Mr. Rius Anderson. Senang bertemu anda juga Mr. Jade Haydey dan Mr. Steven Haydey.
"Oh kamu bisa bahasa Prancis rupanya?"tanya Steven agak heboh apalagi dia sudah terpesona oleh kecantikan Vane.
"That's nice. Sepertinya kau memiliki menantu yang tidak hanya cantik tapi cukup pintar, Adam"timpal Jade menepuk bahu Adam.
Saat mereka sedang asyik berbincang datanglah Rey menghampiri Vane. Rey melihat keberadaan Steven yang sedang menatap Vane dengan tatapan kagum, dan tanpa basa-basi Rey langsung menarik pinggang Vane agar merapat ke tubuhnya. Vane terkejut atas perlakuan Rey yang membuat jantungnya berdegup kencang seperti lari marathon.
"Rey ada apa?"tanya Vane berusaha setenang mungkin.
"Oh ya Rey perkenalkan mereka..."
"Aku ingin mengenalkan kamu kepada rekan-rekan artisku"kata Rey memotong perkataan Adam dan menatap Vane tanpa memedulikan keberadaan papahnya bahkan dia langsung menarik dan membawa Vane pergi dari sana.
Adam hanya menghelas nafasnya melihat sikap Rey yang masih saja dingin terhadapnya. Mengerti akan kondisi sahabatnya, Jade memberikan semangat dengan menepuk bahu Adam sambil tersenyum.
"Ayah, aku mau berkeliling di tempat ini, rasanya aku malas melihat wajah asisten kalian yang dingin dan kaku seperti pintu rumah ini"kata Steven melirik sinis pada Rius yang sejak tadi hanya diam tak bersuara sama sekali.
Steven pun pergi meninggalkan tiga orang tua itu. Dia memilih untuk menyapa beberapa tamu sambil mencicipi hidangan yang tersedia. Hampir 70 persen hidangan yang ada merupakan makanan khas Indonesia. Dan sisanya baru makanan westren.
Steven baru mengambil semangkuk siomay, salah satu makan Indonesia kesukaannya. Saat dia hendak berbalik badan tiba-tiba dari arah kanannya ada seseorang yang menabraknya dan membuat siomay yang berada di tangannya jatuh ke tanah.
"WHAT THEE HELL! CAN'T YOU USED YOUR EYES!!!"teriak Steven penuh kekesalan yang berapi-api yang kini sedang menunduk ke bawah menatap nasib jatuhnya siomay itu.
"I'm so sorry...." Terdengar suara parau seorang wanita, dan Steven merasa seperti mengenal suara wanita itu hingga dia langsung menatap wanita.
"KAU!!!" Teriakan terdengar dari mulut Steven dan wanita yang ada di hadapannya yang tak lain adalah Amel.
Amel melototkan matanya, tubuhnya gemetaran saat melihat Steven ada di hadapannya, menatapnya seakan ingin menculik dan membawanya kabur. Amel hendak beranjak pergi tapi dengan cepat tangan Steven menahan pergelangan tangannya. Amel tak bisa melawan karena tenaga Steven terlalu kuat.
__ADS_1
"Lepaskan!"teriak Amel berusaha menarik tangannya.
"Aku tidak akan melepaskanmu!"protes Steven.
Astaga, kenapa sih ketemu dia lagi, mana Mas Satria nggak ada lagi, batin Amel ketakutan.
"Aku ingin kembali dengan kamu"kata Steven berusaha mendekati Amel.
Tapi dengan sigap Amel menginjak kaki Steven dengan keras hingga genggaman Steven terlepas dari tangannya.
"Aku sudah menikah. Jadi jangan macam-macam, atau suamiku akan menghajarmu"ancam Amel menunjuk wajah Steven dengan telunjuknya lalu pergi.
"Aahh sial! Sia-sia usahaku membuat dia kembali, ternyata dia sudah menikah. Apa dia menikah dengan pria yang dulu bertemu denganku?"ucap Steven penuh rasa penasaran.
Amel melangkah agak cepat dan masih ada rasa ketakutan hingga tidak memerhatikan jalan yang ada di depannya, dan membuat dia menabrak seseorang.
"Aduh..."teriak orang itu yang tak lain adalah Satria.
"Kamu kenapa lari kayak dikejar kura-kura?"tanya Satria.
"Mana ada kura-kura bisa ngejar manusia sih Mas"protes Amel sedikit berteriak.
Amel berusaha menenangkan dirinya yang masih shock setelah bertemu dengan Steven, tapi melihat Satria ada di hadapannya membuat Amel langsung memeluk Satria.
"Kamu kenapa sayang? Kok ketakutan gitu?"tanya Satria mengelus punggung Amel.
"Ta...ta...tadi aku ketemu Steven. Dia ada di sini"kata Amel terbata-bata.
Satria langsung melongo saat mendengar nama Steven disebut oleh istrinya. Dia pun melepaskan pelukan Amel dan mencoba menenangkannya dan meyakinkan bahwa Steven tidak akan mengganggunya. Kemudian Satria mengantarkan Amel untuk berkumpul bersama keluarganya untuk memungkinkan agar Steven tidak mendekati Amel dan dia bisa aman. Setelah memastikan Amel aman, Satria mencoba mencari keberadaan Vane.
"Vane..."panggil Satria.
Mendengar namanya dipanggil Vane langsung menoleh dan melihat Satria melambaikan tangan padanya. Vane meminta ijin untuk permisi kepada rekan-rekan artisnya Rey yang sedang mengobrol dengannya lalu dia menghampiri Satria. Dia pun di bawa Satria ke salah satu sudut halaman rumah yang agak sepi dan tidak terlalu banyak orang di sana.
"Steven ada di sini.."kata Satria.
"Udah tahu"jawab Vane santai seperti di pantai.
Satria yang awalnya memasang wajah tegang langsung mengerutkan keningnya melihat respon adiknya yang sangat santai.
"Kok kamu udah tahu?"
"Orang tadi Papah Adam ngenalin aku sama Jade terus ada Steven dan satu lagi...emmm siapa tadi ya... Oh namanya Rius Anderson"jawab Vane.
"Mereka semua datang di pesta ini?"tanya Satria.
"Bukan! Tapi datang di acara pelantikan gubernur Jawa Barat. Ya di sinilah masih aja kakak tanya, heran deh!"gerutu Vane menggerakkan tangannya yang ingin mencakar wajah Satria.
"But wait...tadi kamu panggil Adam dengan sebutan apa?"
"Emang apa?"tanya Vane balik.
"Coba ulangi..."perintah Satria dengan mata yang mendelik.
"Kepo deh kayak monyetnya dora. Udah ah Vane mau balik ke pesta lagi"ketus Vane lalu meninggalkan Satria mojok sendirian.
__ADS_1
"Dasar manusia Kutub Utara, kalau bukan adik sendiri udah aku cemplungin dia ke kawah Gunung Merapi"keluh Satria.