
Setelah sebulan menikah dengan Rey dan tinggal dengannya, Vane menyadari bahwa mereka hidup dengan kebiasaan yang sangat berbeda. Pada hari kerja, Vane biasanya sudah keluar rumah pada jam delapan pagi, dan pada saat itulah biasanya Rey baru tidur setelah terjaga semalaman di dalam studionya.
Ketika Vane balik dari restoran pada jam enam sore ketika memang banyak pelanggan yang datang, dia tak mendapati Rey di rumah karena dia kembali masuk ke dalam studio musiknya. Mereka akan bertemu lagi pada jam delapan malam di ruang makan untuk makan malam.
Di hari weekend kebiasaan mereka agak berbeda, karena Rey jarang ada di rumah. Dia akan menghadiri beberapa acara publik dan melakukan sedikit public relations alias PR untuk soundtrack dan trailer filmnya yang akan segera launch tidak lama lagi. Terkadang Vane akan ikut serta kalau Rey meminta kehadirannya, tapi biasanya dia memilih untuk tinggal di rumah.
Kalau Vane tidak ikut keluar dengannya, Rey akan meluangkan waktu untuk makan siang bersama dengan Vane di restoran tempat dia bekerja sebelum Rey berangkat untuk menghadiri acara malamnya. Dan dengan kepiawaiannya Vane mendorong Rey untuk mulai bercerita tentang dirinya.
Kini Vane tahu bahwa Rey alergi terhadap kerang padahal dia sangat menyukai seafood jenis itu, sehingga dia harus meminum obat anti alergi sebelum memakan kerang. Dan Vane tahu tempat liburan favorit Rey adalah Kanada, karena dia terobsesi dengan daun mepel. Serta Rey sama sekali tidak pernah menonton bahkan membawa buku tentang film Twillight. Sangat mengenaskan, artis blasteran Amerika satu ini tidak pernah terinspirasi terhadap sosok Robert Pattinson sebagai seorang aktor.
Vane harus menghormati permintaan Rey untuk tidak pernah memintanya menemui papahnya semenjak pembahasan terakhir mereka tentang Adam. Meskipun dia merasa kecewa dengan Rey karena tidak mau mendengar nasihatnya tapi setidak-tidaknya dia sudah mengemukakan pendapatnya tentang permasalahan itu dan sekarang keputusan ada di tangan Rey.
*****
Vane sedang meeting dengan Aron dan Chef Ronald ketika berita itu keluar sehingga dia tidak melihatnya langsung, tapi dia mendapatkan inti dari berita itu dari Amel. Clara sudah melahirkan bayi laki-laki di sebuah rumah sakit di Shanghai semalam. Kata-kata pertama yang keluar dari mulut Vane adalah, "Oh, that's good."
Tapi setelah dia punya waktu untuk berpikir memproses kembali celotehan Amel yang panjang lebar meringkas berita itu perlahan pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan di otaknya.
"Kalau Clara baru ngelahirin tadi malam di Shanghai, gimana media bisa tahu sih tentang ini?" Vane menatap Amel dengan kening yang berkerut seperti seorang siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian nasional.
"Clara nge-upload vidio itu ke Youtube"jelas Amel.
"WHAAATTT?!"teriak Vane dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya.
Amel juga ikut berteriak tapi dengan alasan yang lain sama sekali dengan Vane.
"I know right? Siapa yang sangka kalau Clara tahu cara pakai internet"teriak Amel.
"Amel, gue serius nih!"
"Gue juga serius, Van. Lo tahu kan betapa bloonnya tuh cewek. Cantik sih cantik, tinggi semampai, body seksi dan aduhai, cuma ampun deh. Mungkin waktu Tuhan memerintahkan malaikatnya untuk membagikan otak bagi para jiwa calon bayi manusia, Si Clara kayaknya nyasar ke neraka kali. Makanya dia nggak kebagian otak"celoteh Amel yang membuat semua orang yang ada di dapur tertawa mendengar ocehannya yang jelas-jelas menghina mantan pacar suami Vane.
__ADS_1
Vane pun tak dapat menampik kalau supermodel itu memang kadar kecerdasannya sangat-sangat jauh dari dia. Mungkin kalau ada perlombaan cerdas cermat, Vane yang akan langsung jadi juara tanpa perlu pertanding.
"Mungkin papahnya kali, soalnya ada laki-laki sipit tua lagi dadah-dadah di dalam vidio itu..."
"Amel fokus"geram Vane memotong perkataan Amel yang membuatnya semakin kesal.
"Oh iya, sorry. Anyways, lo harus siap-siap karena gue yakin media bakal nyerang suami lo lagi like...right now." Amel melirik jam tangan ketika mengatakan ini, seakan-akan dia sedang menghitung berapa lama waktu sudah berlalu semenjak berita itu keluar.
Vane tahu bahwa Clara akan melahirkan cepat atau lambat dan kalau itu terjadi maka sorotan media dan masyarakat akan kembali pada Rey. Mereka sudah cukup tenang selama beberapa bulan ini karena Clara menghilang seperti ditelan penunggu Gunung Semeru semenjak bulan Oktober, tapi sekarang dia kembali membawa tornado bersamanya.
Vane buru-buru meraih HPnya dan menghubungi Rey, tetapi kemudian dia ragu. Selama mereka hidup bersama, Rey sama sekali tidak menyebut nama Clara di hadapannya. Vane bertanya-tanya apakah Rey masih menyimpan rasa sayang atau cinta terhadap Clara dan dengan begitu masih merasa kecewa dengan perselingkuhannya? Vane merasa kecewa karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.
Telpon...nggak...telpon...nggak...telpon...
Tiba-tiba HP yang ada di dalam genggamannya berbunyi. Dengan satu lirikan pada layar HP, dia tahu bahwa Rey yang menelfonnya.
"Rey"ucap Vane menjawab panggilan itu.
Vane betul-betul tidak menghargai nada yang digunakan Rey terhadapnya sama sekali, terutama ketika dia sudah tahu bahwa Rey sudah berusaha menghubunginya seharian.
"Aku baru selesai meeting, ini baru keluar"balas Vane mencoba menjaga intonasi suaranya agar tidak terdengar jengkel.
Amel masih menatap Vane yang kini terlihat sedang mengatur nafas yang dia yakini adik iparnya sedang menahan rasa jengkel. Sementara chef dan para pekerja yang lain sudah kembali pada pekerjaannya masing-masing.
"Kamu sudah melihat berita tentang Clara?"tanya Rey.
"Belum, tapi Amel sudah memberi tahu aku"jawab Vane.
Amel yang sadar bahwa Vane perlu berbicara secara pribadi dengan Rey, menunjuk salah satu pintu ruang kantor kecil yang ada di dalam dapur. Vane menghembuskan nafas lega lalu berlari menuju ruangan itu dan menutup pintu segera.
"Oke, kalau begitu kamu sudah tahu keadaannya"ucap Rey.
__ADS_1
Vane tidak perlu menjadi Nyai Roro Kidul untuk tahu apa yang dimaksud oleh Rey.
"Apa ini akan mempengaruhi acara launching lagu dan trailer film kamu Sabtu ini?"tanya Vane.
"Om Indro berpikir begitu, maka dari itu kita harus siap-siap kalau diserbu wartawan dengan pertanyaan yang menyangkut Clara."
"Oke"ucap Vane.
"Apa kamu bisa pulang tepat waktu hari ini?"tanya Rey.
Sejenak Vane merasa bersalah, karena akhir-akhir ini dia pulang lewat dari jam empat sore karena bulan ini banyak sekali klien yang mengadakan acara besar sehingga meminta dia untuk menjadi chef utama pada acara mereka. Vane sering meminta Rey untuk makan malam terlebih dahulu dan tidak perlu menunggunya. Tapi apa yang terjadi, ketika Vane sampai di rumah yang dia dapati adalah sosok Rey yang berdiri di depan pintu membukakan pintu rumah untuknya, dengan memasang ekspresi kesal.
Vane memang sudah menyalahi aturan pada perjanjian karena dia sudah pulang bekerja melebihi jam empat sore. Tapi dia juga tidak bisa membatalkan pekerjaan itu jika tidak ingin membayar pinalti dengan jumlah uang yang besar. Hal itu membuat Vane berjanji untuk tidak mengambil pekerjaan lain di luar restoran.
"Iya aku akan pulang sebelum jam enam sore"ucap Vane akhirnya.
"Oke. Masih ada beberapa hal yang harus aku urus di Planet Hollywood untuk acara launching party. Dan aku memastikan bahwa aku sudah pulang ke rumah sebelum jam delapan malam. Dan kita bisa berbicara saat makan nanti."
Rey akhirnya menutup panggilan telfonnya, dan membuat Vane merasa sesak di dadanya. Belum juga dia menemukan titik terang dari misinya, dia harus menghadapi badai El Nino yang dibawa oleh Clara sehingga menyebabkan kekeringan dalam kehidupannya.
*****
Rius kembali mengoperasikan laptopnya setelah satu bulan dia mengistirahatkan senjatanya itu. Dia kembali mencari informasi apa yang bisa dia dapatkan untuk menghasilkan uang. Sebenarnya bukan uang yang dia incar dari tindakannya, tapi kesenangan batin yang entah kenapa saat kliennya dapat membeli senjata ilegal itu dari dia, dan menggunakannya untuk melenyapkan orang, ada perasaan bahagia timbul di dalam jiwanya.
Senyum setan tersungging di bibir pria iblis satu ini, ketika dia mengetahui bahwa Rusia akan memproduksi sebuah senjata yang lebih canggih dari senjata terdahulunya yaitu AK-12 (sebelumnya AK-200) adalah turunan terbaru dari senapan serbu AK, perbedaaan yang paling signifikan dari senapan ini adalah dengan ditambahkannya rel picatinnya dan laras serta kaliber yang dapat diganti sesuai dengan kebutuhan selain beberapa perubahan pada desain eksternal senapan. Kaliber yang dapat digunakan antara lain 5,45 x 39 mm; 5,56 x 45 mm NATO dan 7,62 × 39 mm.
Tentu saja Rius tergiur dengan senjata itu, karena jika dia menjual ilegal senjata itu akan semakin banyak penjahat yang akan mengguncangkan dunia.
"Kenapa aku menjadi penasaran dengan laki-laki itu?"
Tiba-tiba Rius teringat dengan sosok Satria, hingga membuat dia mencari informasi tentang Vanessa Wibowo terlebih dahulu, lalu mencari tahu tentang anggota keluarganya. Tapi Rius tak mendapat apapun karena yang dia lihat hanya penjelasan bahwa keluarga menantu Adam dari kalangan biasa. Tapi Rius masih menaruh rasa curiga, bahkan dia semakin ingin tahu lebih detail tentang mereka.
__ADS_1