
Bulan Desember pun tiba dan pernikahan paling menggemparkan Indonesia sepanjang tahun akan dilaksanakan. Tujuh puluh lima persen wanita di Indonesia siap untuk membunuh Vane semenjak pertunangan mereka diumumkan pada bulan Oktober, tapi jumlah itu sekarang bertambah sudah naik menjadi 90 persen. Seumur hidup Vane, dia tidak pernah merasakan permusuhan secara blak-blakan dari orang-orang yang tidak dia kenal. Bahkan sebagai agen rahasia pun Vane tidak pernah di musuhi oleh musuhnya karena musuhnya saja tidak tahu siapa dia.
Komentar yang dilemparkan oleh masyarakat tentangnya kebanyakan terdengar sinis dan tidak bersahabat. Meskipun begitu, Vane tidak menyalahkan para pemberi komentar, karena dari pandangan mereka, dia adalah wanita yang sudah merebut Rey dari mereka. Vane selalu mengingatkan dirinya bahwa kalau saja dia sudah pacaran dengan Rey lebih lama, maka masyarakat mungkin tidak akan terlalu terkejut dan bisa menerimanya dengan tangan terbuka, tapi dia tahu bahwa itu tidak benar. Mereka tetap akan membencinya tidak peduli apa yang dia lakukan.
Berita tentang pernikahan mereka sudah tersebar di mana-mana semenjak mereka mengumumkannya Oktober lalu. Terkadang berita itu penuh fakta, contohnya, informasi tentang nama kedua mempelai dan lokasi pernikahan mereka, lalu informasi tentang keluarga Vane terutama nama kedua orang tuanya, dan media pun akhirnya menyimpulkan bahwa Vane berasal dari kalangan keluarga cukup berada mengingat pernikahan kakaknya yang juga sempat menjadi berita karena kehadiran Rey di pesta itu.
Tetapi banyak juga berita yang mengada-ada, seperti ketika satu tabloid melaporkan bahwa ada konfrontasi antara Clara dan Vane karena memperebutkan Rey, sesuatu yang jelas-jelas tidak pernah terjadi karena Clara bahkan tidak ada di Jakarta sepanjang bulan menjelang pernikahan. Kemudian ada yang membuat berita bahwa Vane meminta mahar pernikahan bernilai fantastis sampai milyaran rupiah, sesuatu yang tidak pernah Vane lakukan dan minta kepada Rey.
Awalnya Vane merasa agak sedikit terganggu dengan semua berita tidak benar ini, tetapi Rey mengajarkan satu trik yang ampuh, yaitu tidak menghiraukan semua berita yang tidak benar itu. Sesuatu yang sangat sesuai dengan kepribadian dingin dari Vane. Alhasil, dia hanya cuek dengan berita-berita tidak benar yang tersebar di media.
*****
Two days to The Wedding.
Soekarno Hatta International Airport.
Dari gate kedatangan internasional mulai banyak orang-orang secara bergantian keluar bandara. Terlihat tiga orang pria bule keluar dari gate tersebut dan menghampiri seorang pria lokal yang membawa selembar kertas HVS bertuliskan Mr. Rius Anderson, dan mereka bertiga pun menghampiri pria lokal dan diantar menuju sebuah mobil yang sudah siap membawa mereka meninggalkan bandara.
"I really miss Indonesia. Finally, I'm in here after a long time"desis seorang pria sambil membuka masker yang menutupi mulutnya, dia tak lain adalah Adam.
Adam memenuhi janjinya kepada sang putra, untuk pulang ke Indonesia dan menghadiri pesta pernikahan anaknya.
"Hei Rius, kau mau menginap di mana?"tanya Jade yang sudah membuka maskernya karena nafasnya ngos-ngosan.
"Jangan bilang kau akan menginap di rumahku? Kau sudah berjanji akan membiarkan aku bersmaa keluargaku!"tegas Adam menatap dengan sengit.
"Don't star to the war! Ini di dalam mobil, kalau mau bertengkar di stadion saja"seru Jade dengan wajah kesal.
"Saya sudah menyewa sebuah apartemen yang sama dengan apartemen Steven putra Tuan Jade, hanya berbeda blok saja"jawab Rius datar.
"Cih, dia ternyata tidak bisa hidup berjauhan dariku maka dari itu asisten kesayangan kita ini menyewa apartemen yang dekat denganku"goda Jade dengan tatapan menggelitik.
Rius yang sedang diledek hanya menatap Jade dengan dingin tapi cukup menusuk hingga membuat Jade diam dan tak mengoceh lagi. Sementara Adam hanya terkekeh melihat Jade membisu.
Tak berapa lama, sampailah mereka di gedung apartemen Steven, dan Jade bersama Rius turun sembari menurunkan koper mereka dari bagasi.
"Oh ya, kalian berdua datanglah ke pernikahan anakku lusa, dan kau Jade ajaklah putramu juga. Siapa tahu dia bisa bertemu dengan seorang wanita lalu bisa membantu dia move on, atau yang lebih bagus lagi Steven juga akan memiliki pacar yang baru"seru Adam dari dalam mobil.
"Ide yang bagus. Aku pasti datang dan akan mengajak anak itu"jawab Jade gembira.
"Baiklah, sampai jumpa"kata Adam lalu menutup kaca pintu mobil dan mobil pun bergerak meninggalkan kedua temannya di lobi apartemen.
__ADS_1
"Apa kau akan datang ke pernikahan Rey?"tanya Jade.
Rius tak menjawab dia hanya mengedikkan bahu acuh dengan ekspresi datar yang amat-amat menyebalkan.
"Cih, dasar manusia iblis. Memang lebih baik kau tidak usah datang. Karena auramu akan merusak suasana pesta pernikahan yang membahagiakan"gerutu Jade meninggalkan Rius di lobi dan masuk ke apartemen lebih dahulu.
*****
Setelah 30 menit perjalanan dari apartemen Steven, mobil yang ditumpaki Adam berhenti di depan sebuah rumah mewah bercat krem dan putih dengan pintu pagar besi berwarna emas. Sebuah rumah yang dia hadiahkan untuk wanita yng dia cintai sepuluh tahun yang lalu, yang sengaja dia beli di kawasan perumahan Pondok Indah sebagai bukti bahwa saat itu dia sudah menjadi pria yang sukses dan memiliki cukup uang untuk pembuktian kepada keluarga wanita yang dia cintai.
"Tuan sudah sampai"tegur sopir yang memecahkan lamunan Adam saat menatap rumah di depannya.
"Ya terima kasih"jawab Adam yang kemudian turun dari mobil, sementara sopir itu membantu Adam memgeluarkan koper dan membawanya hingga sampai ke depan rumah.
"Pak Adam..."teriak Nata yang sedang mengelap mobil dan kini dia melihat Adam berjalan memasuki halaman rumah dengan senyum keramahan.
"Apa kabar Nata?"tanya Adam.
"Saya baik. Bapak bagaimana? Kapan sampai di Indonesia?"tanya Nata.
"Saya juga baik, baru saja sampai hari ini. Di mana istriku?"ucap Adam.
"Saya masuk ya, tolong bawakan koper saya"pinta Adam lalu melangkah memasuki rumah.
Nata pun mengangguk lalu meminta koper Adam yang masih dipegang oleh sopir itu. Kemudian sopir itu meninggalkan kediaman Adam.
Di dalam rumah, Sarah sedang sibuk menelfon pihak WO untuk menanyakan soal kesiapan acara pernikahan Rey lusa nanti. Dia terus menanyakan apa halaman Rey sudah dihias karena kedua calon pengantin mengusung tema garden party, lalu apa pihak WO sudah menyiapkan sebuah tempat khusus di depan rumah Rey untuk tempat konferensi pers sebelum acara resepsi, dan banyak hal lain yang Sarah tanyakan hingga dia tidak sadar akan kehadiran suaminya yang hampir setahun tidak pulang.
Adam yang kini berada di ruang keluarga memilih duduk di sofa sambil memandangi istrinya yang sedang menelfon sambil berdiri membelakanginya hingga tidak tahu kedatangan dia sejak tadi.
"Dan tolong untuk tempat konferensi persnya di buat agak luas ya, karena pasti akan ada banyak media yang datang. Oke baik-baik saya percayakan pada kalian"kata Sarah lalu menutup telfonnya.
"Sudah selesai telfonnya?"tanya Adam santai.
"Sudah"jawab Sarah cuek yang belum menengokkan kepala untuk melihat siapa yang bicara.
Adam tertawa kecil melihat tingkah istrinya, bahkan setelah dia bersuara Sarah masih belum menyadari kedatangannya. Mungkin Adam harus berteriak dan mengatakan 'aku ada di sini', agar Sarah sadar akan keberadaannya. Sementara, Sarah yang mendengar seseorang bertanya kepadanya langsung diam mematung, berpikir suara siapakah itu? Dia seperti mengenal bahkan suaranya sangat dia kenal. Sarah pun menolehkan kepala ke sumber suara, dan eksprsinya langsung berubah melongo melihat seorang pria duduk di sofa sambil tersenyum kepadanya.
"Mas Adam!"teriak Sarah langsung berlari ke sofa dan memeluk Adam untuk melepas semua kerinduan yang sudah dia simpan selama ini.
"Kapan kamu datang?"tanya Sarah yang masih agak terkejut.
__ADS_1
"Sejak kamu marah-marah di telfon. Aku sudah duduk di sini menunggumu selesai ngomel-ngomel"jawab Adam terkekeh.
Sarah pun melepas pelukannya dan dan langsung memberi cubitan di perut suaminya karena ledekannya.
"Sakit sayang, kamu ini, suami pulang malah diberi cubitan. Sambutlah dengan mesra"goda Adam.
"Ingat umur Mas. Ingat! Masih saja genit"balas Sarah menggerutu.
"Rey mana?"tanya Adam melihat sekeliling.
"Rey ya di rumahnya dong, pernikahannya akan diadakan di rumahnya"jelas Sarah.
"Kenapa di rumah? Kenapa tidak di hotel?"tanya Adam heran.
Sarah hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Karena calon menantumu itu wanita yang sederhana, mandiri, pintar, sukses, dan...." Sarah sengaja menggantungkan perkataannya untuk membuat Adam penasaran.
"Dan apa?"tanya Adam penasaran.
"Dan tidak suka keramaian. Bahkan dia bilang kalau dia takut saat pesta pernikahannya terlalu banyak tamu maka bisa saja dia akan memukul tamu undangan"kata Sarah sambil tertawa terbahak-bahak.
"Memang iya?"ujar Adam tak percaya.
"Entahlah. Tapi yang aku tahu memang dia tidak terlalu suka mengundang banyak orang. Dia ingin pernikahan yang simple dan private"turur Sarah.
"Sepertinya dia gadis yang menarik, dan spesies yang jarang di bumi ini. Mengingat putra kita itu seorang selebritis pasti biasanya pengantin perempuan akan meminta pesta yang megah dan mewah"ucap Adam yang membayangkan sosok menantunya, bahkan dia tidak sabar untuk bertemu dengan gadis yang akan menjadi menantunya dua hari lagi.
"Kamu pasti akan menyukainya bahkan sangat menyukainya"balas Sarah dengan wajah penuh bahagia.
"Belum bertemu dengan dia saja, aku sudah menyukainya. Aku sempat melihat berita Rey yang mengumumkan pertunangannya di depan wartawan dan aku melihat foto gadis itu. Dia sangat cantik sepertinya dia gadis baik-baik yang tahu tata krama, seperti kamu"kata Adam melirik Sarah.
"Hahaha jangan mulai menggodaku"balas Sarah tertawa lalu dia berkata lagi, "Terima kasih karena kamu sudah mau pulang ke Indonesia untuk datang ke pernikahan Rey, dia pasti sangat bahagia"kata Satah dengan mata berbinar.
"Ku harap demikian"jawab Adam agak ragu, karena dia tahu Rey tidak menyukai dia karena sikapnya selama ini terhadap putra tunggalnya yang membuat Rey bersikap acuh bahkan tidak terlalu peduli padanya jika Sarah tidak menasehati Rey. Bahkan Rey hanya sekedar hormat kepada dia sebagai ayah. Dan tidak benar-benar sayang kepadanya seperti Rey menyayangi mamahnya.
*****
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE GUYS.
AKU SUDAH BUAT PENGORBANAN CINTA 2 JUGA, SILAHKAN MAMPIR.
__ADS_1