Antara Cinta Dan Misi

Antara Cinta Dan Misi
Bab 15


__ADS_3

Haneda International Airport, Tokyo, Jepang.


Sebuah pesawat dari maskapai Air France berangkat dari Paris-Charles de Gaulle International Airport yang mengudara selama hampir 13 jam akhirnya mendarat dengan aman di Tokyo, Jepang. Setelah pesawat berhasil melakukan pendaratan satu per satu penumpang turun dari pesawat. Mereka pun menuju gate kedatangan internasional.


Sebuah taksi bandara diberhentikan tepat di depan bandara. Ada tiga orang pria yang memakai kacamata hitam dan topi dari brand Nike berwarna putih. Mereka memasukkan koper mereka ke bagasi mobil. Kemudian mereka masuk ke dalam taksi. Dan taksi itu pun meninggalkan bandara.


Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah kawasan apartemen elit di daerah Azabu, Tokyo. Tiga pria tadi keluar dari taksi, masuk ke gedung apartemen. Masuk ke dalam lift untuk menuju lantai di mana apartement mereka berada. Setela sampai di lantai yang dituju mereka bergegas menuju apartemen mereka. Salah satu diantara mereka menekan passcode apartemen.


"Welcome to Azabu, Mr. Adam Millford and Mr. Jade Haydey..."seru pria yang membuka pintu apartemen yang tak lain adalah Rius.


Adam dan Jade masuk ke dalam apartemen duduk di ruang tamu menikmati wine. Tapi tidak dengan Rius, dia masih harus mencari siapa yang memberitahu intel Prancis tentang keberadaan mereka. Bahkan saat Rius sudah berhasil masuk ke dalam sistem keamanan intel Prancis, dia harus segera mengakhiri aksinya saat intel Prancis tahu ada orang asing yang masuk ke dalam sistem keamanan mereka.


"Kau yakin kita aman di sini?"tanya Jade sambil menuangkan wine ke gelas.


"Jepang tempat yang cocok dan aman untuk kita bersembunyi sementara waktu"jawab Rius.


Adam mendengus kesal, bahkan dia sedang meremas gelas di tangannya dengan kuat.


"Aku yakin ada seseorang yang mulai bermain-main dengan kita"kata Adam.


"Cih, gara-gara dia semua rencana kita berantakan. Padahal kemiliteran Prancis akan segera meluncurkan senjata baru itu, kita tinggal menggelapkannya dan menyelundupkannya ke Spanyol"seru Jade dengan kekesalan yang hakiki.


"Bukan berantakan tapi gagal. Kalau sudah begini kita tidak bisa bergerak sampai beberapa bulan. Menunggu pemerintah Prancis lelah mencari kita"sambung Adam.


"Calm down Mister. Everything will be okey. We just to wait until this end"kata Rius dengan tenang.


*Tenang Tuan. Semua akan baik. Kita hanya perlu menunggu sampai ini berakhir.


"Huh, aku jadi ingat Steven anakku. Dia masih betah di Indonesia dan belum lelah mengejar mantan kekasihnya..."


"Adam apa kau tidak merindukan keluargamu? Sudah hampir setahun kau tidak pulang ke Indonesia"sambung Jade memainkan gelas yang sudah kosong.


Adam terdiam sejenak mengingat wanita sudah membuat dirinya terpaksa terjun ke dunia gelap ini. Wanita yang sangat dia cintai bahkan hingga hari ini. Wanita yang tidak pernah mengeluh saat dia tidak pernah pulang ke rumah bahkan tahun lalu saat hari ulang tahunnya. Adam sangat merindukan istrinya, dan putranya.


"Hhmmm..." Hanya itu yang keluar dari mulut Adam sebelum dia menengguk wine.


"Kau beruntung masih memiliki istri. Dan sekarang putramu menjadi selebritis yang sangat terkenal"ujar Jade.


"Mungkin dia tidak akan menjadi istriku lagi setelah dia tahu apa yang aku lakukan selama bertahun-tahun di belakangnya"ucap Adam seraya menutup mata.


Adam mengingat pertama kali dia bertemu Sarah, melihat senyum ayu dari wajah cantik seorang putri keturunan bangsawan Jawa. Sebrengseknya Adam saat ini, dia mengakui kalau dia masih sangat mencintai Sarah dan tidak akan pernah berubah. Walaupun dia banyak uang tapi tak pernah terpikirkan untuk memiliki wanita lain.


"Telfon dia dan katakan jika kau merindukannya"kata Jade.


"Apa anda sedang dalam keadaan lemah, Tuan?"tanya Rius dengan tatapan mengejek.


"Diam kau! Aku tidak lemah!"sarkas Adam.


"Hei Rius, kau ini manusia atau makhluk dari neraka mana? Apa kau tidak pernah merindukan keluargamu? Oh ya Tuhan, aku lupa kau kan sebatang kara"kata Jade dengan wajah menghina.


Rius hanya menatap dingin Jade atas perkataannya. Jade sudah sering mengeluarkan kata-kata itu jadi Rius sudah tidak terkejut. Dan memang benar Rius tidak memiliki keluarga dan yang dia pikirkan adalah bagaimana dia bisa membuat setiap rencananya berjalan dengan baik.


"Saya tidak mau kalau kalian berdua menjadi lemah hanya karena keluarga"tegas Rius menatap keduanya.


"Aku masih manusia bukan iblis sepertimu"ucap Adam dengan pelan namun masih terdengar.

__ADS_1


Ini pertama kalinya, Jade mendengar seruan penghinaan dari mulut Adam untuk Rius asisten paling setia. Jade tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan Adam. Rius bukanlah pria biasa, bahkan masa lalunya membuat dia tidak layak dipanggil manusia.


"Aku punya keluarga yang pantas aku rindukan, setidaknya biarkan aku mendengar suara istri dan anakku. Kau selalu saja menghalangiku"sergap Adam lalu meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya.


"Look, your boss is angry. Longgarkan bautmu sedikit ketika sedang tidak bekerja. Biarkan kami menjadi manusia seutuhnya bukan iblis sepertimu"cecar Jade.


Rius hanya diam mendengar ucapan Jade. Dia sama sekali tak terpengaruh dengan apapun. Mungkin benar dia tidak pantas disebut manusia karena dia paling tidak punya perasaan di antara mereka bertiga.


"Aku mau telfon Steven, sudah lama anak itu tidak merengek minta uang. Apa dia sudah mendapatkan ATM berjalan yang baru?"kata Jade meninggalkan Rius.


Adam berdiri menatap keluar jendela kamarnya. Beberapa saat dia mencoba meyakinkan dirinya untuk menelfon Sarah. Dan akhirnya keberanian itu pun muncul. Adam mencari nomor Sarah dan menelfonnya.


"Halo, Mas Adam"


Terdengar suara lembut namun sedikit serak kedengarannya.


"Halo, ada apa dengan suaramu? Apa kamu sakit?"


"Tidak. Mas Adam apa kabar? Kapan kamu pulang? Kamu tidak merindukan aku dan Rey?"tanya Sarah yang saat ini sedang duduk di taman belakang rumah Rey.


Adam pun mengambil posisi duduk di kursi dan masih menghadap keluar jendela.


"Aku baik. Bagaimana kabarmu dan anak kita?"


"Kami tidak terlalu baik"


"WHAT HAPPEN WITH YOU BOTH??"tanya Adam berteriak dan langsung menegakkan punggungnya.


Sarah pun bercerita tentang gosip Clara yang perlahan menghancurkan karir putranya. Adam merasa sedih mendengar keadaan putra semata wayangnya. Andai saja dia tahu kebusukan yang dilakukan papahnya, apa dia masih mau menganggapnya sebagai papahnya.


"Jangan Mas, kamu akan berurusan dengan anak keras kepala itu. Dia sama sepertimu, sangat keras kepala"


"Lalu bagaimana?"


"Ya tidak harus bagaimana, kita tunggu saja kabar baik dari Rey"


"Kabar baik apa?"tanya Adam tak mengerti.


Sarah sengaja belum menceritakan rencananya menyuruh Rey untuk menikah. Biarkan Rey yang memberitahu papahnya sendiri.


"Kabar baik kalau karir Rey sudah membaik"


"Oohh..."


"Jangan lupa nanti kamu telfon Rey, dia pasti sangat senang jika kamu menelfonnya. Jika kamu tidak bisa pulang setidaknya telfon dia dan tanyakan kabarnya"jelas Sarah dengan nada sedikit memohon.


"Aku akan telfon dia nanti"jawab Adam.


"Baiklah. Jaga dirimu baik-baik. I Love You"


"I Love You Too..."


Lalu mereka mengakhiri panggilan suara. Adam merasa sedikit lega setelah tahu istrinya baik-baik saja. Ada rasa khawatir jika suatu saat kejahatannya diketahui maka keluarganya yang akan dalam bahaya.


Tak jauh beda dengan Jade, di balkon apartemen dia sedang menelfon dan memaki Steven. Anak itu masih saja mengejar mantan pacarnya itu. Mana ada perempuan yang mau kembali dengan mantan kekasihnya setelah diselingkuhi? Dan akan sangat sulit mendapatkannya lagi kalau perempuan itu anak seorang polisi.

__ADS_1


"Stev, ada tujuh milyar manusia di dunia ini, kenapa masih mengejar gadis itu?"teriak Jade.


"Ah ayah tidak akan mengerti. Dia berbeda ditambah lagi dia anak polisi..."


"Hei silly boy, apa kamu mau ayah gadis itu tahu siapa ayahmu? DONT TO BE A STUPID HUMAN!!! Lupakan dia, bukannya kamu juga suka bermain-main dengan wanita"sarkas Jade.


"Ya ya ya, aku kalah. Dia sudah punya kekasih baru lebih keren dariku. Ayah puas???"teriak Steven dengan amarah.


Jade tertawa begitu keras, saat anaknya sudah sangat kesal. Jade tahu betul anaknya tidak akan mengejar seorang wanita jika tidak ada tujuan tertentu.


"Sangat puas. Sudahlah ayah mau istirahat. Jaga dirimu"kata Jade mengakhiri telfonnya.


*****


Rasa bahagia tak bisa disembunyikan dari raut wajah Sarah. Saat ini dia sangat bahagia setelah Adam menelfonnya. Dia merindukan suara pria itu. Belaian dan kecupan hangatnya membuat Sarah dengan umur yang tak muda lagi masih bisa merasakan jatuh cinta.


"Sejauh apapun kamu pergi, aku tahu kamu pasti akan setia padaku, Mas"ujar Sarah dengan wajah teduh.


"Mba Sarah..."


Sarah menoleh ke sumber suara. Tak lain dan tak bukan Indro sang adik yang datang menghampirinya. Lalu duduk di sebelah kakaknya. Indro adalah satu-satu keluarganya yang tidak mengucilkannya saat memutuskan menikah dengan Adam. Maka dari itu, Sarah percaya bahwa Indro bisa mendampingi Rey dalam menapaki karir keartisannya.


"Gimana sama Rey?"tanya Sarah buka suara.


Indro menghela nafas lalu berkata, "Aku setuju dengan idemu Mba, dan aku juga sudah meyakinkan Rey agar mau mengikuti idemu. Dan sekarang dia sedang berusaha meyakinkan Vane soal ini"jawab Indro.


"Semoga saja, Rey bisa meyakinkan Vane untuk menikah dengannya. Aku tidak bisa berpikir untuk mencari solusi yang lain"ucap Sarah


"Vane gadis yang sulit ditebak. Dia sangat berbeda. Apapun yang dia lakukan selalu membuat kita penasaran dengan dirinya"kata Indro kembali mengingat apa yang dilakukan Vane di area pacuan kuda.


"Aku juga merasakan hal yang sama, saat pertama kali aku melihatnya waktu di restoran saat aku ulang tahun, dia adalah wanita pertama yang menatap Rey dengan tatapan dingin"jelas Sarah.


"Benarkah?"kata Indro tak percaya.


"Hhmm..."gumam Sarah.


"Ditambah lagi saat aku melihat Rey begitu perhatian dengan Vane. Kamu tahu selama aku melihat anak itu pacaran dengan wanita, dia tidak pernah memberikan perhatian seperti apa yang dia berikan kepada Vane"ujar Sarah sambil memilin jari-jari tangannya.


"Mungkin Rey sudah tertarik dengan wanita itu..."


"Tapi Rey tidak akan mudah mengakui perasaannya"potong Sarah.


"Tapi Mba, ini hanya pernikahan kontrak"seru Indro.


"Dan apa kamu pikir dalam jangka waktu satu tahun putraku itu tidak akan mencintai Vane? Kau jangan salah sangka dulu, hanya Vane yang bisa membuat Rey menjadi sosok laki-laki yang aku impikan"ujar Sarah.


Rey adalah sosok anak yang baik, penurut, dan selalu menghormati orang lain. Tapi semenjak papahnya sibuk dan sering meninggalkan dia ke luar negri, Rey menjadi sosok yang sangat tertutup, pendiam, tidak peka terhadap lingkungan sekitar, dan sedikit kurang menghargai dengan apa yang dia miliki. Karena sejak kecil Rey terbiasa hidup dengan fasilitas nomor satu. Sarah selalu berharap bahwa Rey kelak menjadi pria yang hangat, penuh perhatian, dan bisa menghargai orang lain.


"Aku yakin Rey akan berubah, mungkin ini saatnya dia merubah sifatnya dan menjadi Rey yang kamu impikan, Mba"kata Indro tersenyum penuh pengertian kepada kakaknya.


"Makasih Dek, selama ini kamu selalu setia nemenin Mba. Kamu satu-satunya orang yang dari dulu selalu mendukung aku"ujar Sarah sedih mengingat masa lalunya.


"Aduh Mba Sarah, nggak usah nangis deh. Ini nanti masuk akun gosip gimana"ledek Indro.


"Dasar kamu pengamat akun gosip"ujar Sarah terkikik geli.

__ADS_1


__ADS_2