
Sebulan kemudian, Rey sudah merilis film terbarunya, dan bagusnya dalam tujuh hari penonton sudah mencapai angka lima puluh ribu. Semua orang memuji akting Rey dalam film ini, dan tentu saja lagu yang dia nyanyikan. Kini Rey tengah bersiap untuk memulai tour delapan belas kotanya, di mana tour ini dilaksanakan sebagai ajang promosi film, meet and great, dan nonton bareng di bioskop bersama para fans.
Dan selama itulah Rey tidak lagi menyinggung permintaannya untuk tidur bersama Vane. Setidaknya dia merasa lega karena Rey kini lebih sibuk di dalam studio atau pergi bersama tim produksi menyiapkan tournya.
Dan besok Jumat Rey akan pergi ke kota Medan sebagai tujuan pertama untuk tournya, sedangkan Vane tidak bisa mengantarnya ke bandara. Dan malam sebelumnya Rey pergi ke kemar istrinya. Vane mempersilahkan Rey duduk di sofa kamarnya.
"Van, aku akan pergi selama sebulan untuk memulai tour filmku. Kamu bisa menghubungiku lewat HP jika kamu membutuhkan sesuatu. Dan aku harap kamu akan baik-baik saja."
Vane tersenyum dan membalas, "I'll be fine."
"Kalau ada perlu apa-apa minta saja ke Mbok Nami, Sita, atau mamah aku."
"Rey, I'll be fine."
Rey mengangguk mendengar nada peringatan Vane. Dia kemudian berdiri dan Vane mengiringinya menuju pintu.
"While I'm gone, bisa tolong kamu pikirkan permintaan aku? Mungkin, kamu bisa kasih aku jawaban setelah aku kembali dari tour?"tanya Rey dengan penuh harap.
"We'll see. Mungkin perasaan kamu akan hilang kepada aku setelah kamu kembali dan sudah tidak menginginkan hal itu lagi."
"Kalau aku sudah mengambil keputusan biasanya aku tidak akan mengubahnya."
"You might."
"No. I won't"jawab Rey tegas seraya meninggalkan kamar Vane.
*****
Jumat malam ketika Vane pulang dari restoran dan tidak menemukan Rey menunggunya seperti biasanya, dia merasa sedikit kesepian. Dia merindukan Reyvano. Suara tawanya, kehangatannya, leluconnya, wajahnya...Vane merindukan kehadirannya.
Setelah kepergian Rey, kini Vane memiliki ritual baru yaitu menunggu telfon dari Rey. Sebelum naik ke atas panggung Rey akan menelfonnya dan mereka akan berbicara selama lima menit. Lalu setelah selesai acara Rey akan kembali menelfon Vane dan mengatakan acaranya sukses.
Setelah kehebohan vidio kelahiran bayinya Clara, kini dia menghilang lagi. Mungkin saja dia sedang berusaha membesarkan anaknya di negara itu, sebagai warga negara China bukankah dia memiliki hak untuk tinggal di sana tanpa batas waktu yang ditentukan. Dan apakah Dani akan muncul di publik untuk mengakui bahwa bayi Clara adalah miliknya.
*****
Malam ini setelah seminggu kepergian Rey, Vane berusaha kembali fokus dengan misinya. Dia kembali mencari informasi-informasi yang sempat dia tinggalkan.
"Astaga, menikah dengan Rey membuatku menjadi kudet dengan dunia intel. Apa kata dunia nanti"kata Vane sambil meminum jus jeruk yang ada di depannya.
Kini Vane kembali memainkan laptop di kamarnya, rasanya dia merasa tenang untuk mengerjakan segalanya. Dan kini Vane sedang melihat pada layar laptopnya Rius berada di perpustakaan bersama Adam. Vane langsung memakai earpiece dan memasang kuping lebar-lebar.
__ADS_1
*****
Rius duduk di hadapan Adam dengan wajah dingin dan tatapan tajam.
"Aku sudah tahu misi apa yang akan kita lakukan selanjutnya"kata Rius menatap Adam.
"Apa kita tidak bisa berhenti melakukan ini? Aku sudah lelah. Aku baru saja mendapatkan putraku kembali dan sekarang aku harus menghancurkannya"tegas Adam.
"Kau ingin berhenti? Baiklah. Apa kau melupakan bagaimana aku melenyapkan orang-orang yang menghalangi perbuatanku?"tantang Rius dengan tatapan tajam.
-----
Tiga puluh tahun yang lalu.
Salt Lake City, Utah, USA.
Adam baru sampai di kota kelahirannya setelah menempuh perjalanan jauh naik bis dari bandara menuju rumahnya. Hampir empat tahun dia belum kembali ke Amerika setelah menikah dengan Sarah. Sesampainya di kediamannya, Adam langsung menemui kedua orang tuanya.
Disambut dengan rasa penuh suka cita tentunya. Tapi sayang Adam tidak bisa membawa keluarga kecilnya ke Amerika karena keterbatasan biaya. Di sini dia akan meminta bantuan ayahnya untuk bekerja atau bahkan berbisnis. Karena dia sudah berkali-kali mencoba berbisnis namun gagal.
"Adam!"
Panggil seorang pria seusia Adam, dia adalah Rius teman masa kecilnya. Rius menghampiri Adam yang sedang duduk di taman rumahnya.
"Kabar baik. Aku dengar kau sudah menikah dan memiliki anak. Mana mereka?"ucap Rius.
"Mereka di Indonesia. Aku tidak bisa membawa mereka ikut karena aku tidak memiliki cukup uang. Dan sekarang aku harus berusaha bangkit setelah bisnisku gagal. Aku tidak mau dianggap rendah oleh keluarga istriku"ujar Adam nampak begitu sedih.
"Aku akan membantumu"kata Rius yakin sambil menepuk bahu Adam.
"Terima kasih. Kau adalah sahabat terbaikku"balas Adam.
Akhirnya Adam setuju untuk bergabung dengan Rius. Dan tanpa Adam ketahui Rius bukanlah sahabat yang seperti dipikirkannya. Rius bahkan sudah tega melenyapkan orang tuanya karena mengetahui bahwa dia yang membunuh mantan kekasihnya dan hendak melaporkan dia ke polisi. Tapi sebelum itu terjadi dia sudah berhasil melenyapkan orang tuanya. Dan pintarnya Rius membuat orang tuanya tewas seolah-olah rumahnya telah dirampok oleh penjahat.
Dan mengetahui Adam akan berbisnis dengan Rius orang tua Adam jelas melarang keras. Karena mereka tahu bahwa Rius bukan orang baik. Mereka melihat bagaimana Rius tidak menangis saat pemakaman orang tuanya. Orang tua Adam menganggap Rius adalah seorang psikopat, dan mereka tidak mau Adam ikut terjerumus dalam dunia Rius.
Mengetahui orang tua Adam melarang anaknya bekerja dengannya, Rius tidak tinggal diam. Dia melakukan hal yang sama kepada orang tua sahabatnya. Adam yang baru kembali dari toko untuk membeli keperluan sebelum kembali ke Indonesia begitu terkejut melihat orang tuanya duduk sudah bersimbah darah.
"Dad, Mom. Wake up!"teriak Adam mengguncangkan tubuh orang tuanya.
"Bagaimana kejutan dariku?" Rius muncul dengan membawa sebilah pisau yang sudah mengkilap dengan darah.
__ADS_1
"Apa yang kamu..."
"Aku membunuh orang tuamu sama seperti aku membunuh orang tuaku. Mereka berani-beraninya melarangmu untuk bekerja denganmu. Ya jangan salahkan aku jika aku mengambil nyawa mereka"potong Rius yang berbicara begitu santai dan tenang.
"Psikopat! Kau tega melenyapkan orang tuaku. Aku tidak akan membiarkanmu bebas!"teriak Adam hendak meraih telfon.
"Jika kamu berani melaporkan ini kepada polisi maka aku pastikan, anak dan istrimu sudah tewas sebelum kamu kembali ke Indonesia"sela Rius menatap Adam dingin.
Adam terkejut saat Rius mengetahui soal keluarganya yang jauh dari Amerika.
"Tidak usah terkejut seperti itu. Aku sudah tahu keberadaan mereka. Jika kamu macam-macam aku tinggal menelfon orang-orangku untuk melenyapkan mereka berdua. Bagaimana? Kau pilih mana?"tawar Rius dengan senyum liciknya.
Adam tidak punya pilihan lain, akhirnya dia mau ikut dengan Rius. Rius selalu ingin melakukan sesuatu yang membuatnya senang yaitu melihat orang lain menderita. Dan dia memutuskan melakukan tindakan kejahatan dengan menjual senjata secara ilegal. Di mana senjata itu biasa digunakan oleh para penjahat atau kelompok mafia untuk melancarkan aksi mereka membunuh para target. Dan disitulah sumber kebahagiaan Rius, jika dia tahu berapa banyak manusia yang mati akibat senjata yang dia jual.
Dan setelah lima tahun berlalu, ketika mereka melakukan misi di Prancis, mereka bertemu Jade yang merupakan orang miskin yang terlilit hutang yang sedang dikejar renternir. Rius menbantu Jade dan mengajaknya untuk bergabung dengan timnya. Tapi lagi-lagi Rius harus membunuh istri Jade karena dia mengetahui tindak kejahatan suaminya dan menyuruh Jade untuk berhenti. Tentu saja Jade tidak tahu semua itu, yang tahu hanyalah Adam. Karena dia mengikuti Rius saat menuju apartemen Jade. Dan dia membuat rekayasa seakan istri Jade gentung diri, padahal dia mencekik istri Jade menggunakan kawat besi besar.
Rius yang selalu menyusun rencana dari awal hingg akhir. Da dia menggunakan Adam dan Jade hanya sebagai umpan untuk melakukan penyamaran saat mereka mencuri senjata itu dari markas militer resmi negara itu. Maka dari itu setidaknya hanya Jade yang bisa melawan Rius karena dia tidak tahu bagaimana sadisnya Rius melenyapkan istrinya dan membuat Steven kehilangan ibunya.
-----
"Kenapa kalian terlihat tegang?" Kini Jade sudah berada di depan pintu perpustakaan Adam, dan disaat itu pula Rius sudah selesai menghentikan ceritanya tentang kejadian puluhan tahun yang lalu.
Adam harus berusaha terlihat tenang di depan Jade yang menurutnya setan yang masih suci karena dia tidak tahu apapun. Jade sudah duduk di antara kedua rekannya sambil mengangkat kakinya.
"Baik. Hal apa yang akan kita lakukan?"tanya Jade santai.
"Rusia akan meluncurkan senjata AK-12 eksternal senapan dengan kaliber yang dapat digunakan antara lain 5,45 x 39 mm; 5,56 x 45 mm NATO dan 7,62 × 39 mm." Rius menunjukkan foto senjata itu.
"Dan militer Indonesia membeli senjata ini dari Rusia. Dan senjata itu akan tiba di Indonesia tiga bulan lagi. Jika kita berhasil mendapatkannya maka jutaan dolar akan kita dapatkan setelah menjual senjata ini pada militer Israel"lanjut Rius.
"Wow...Israel. Kau akan membuat negara tak memiliki wilayah itu kembali melenyapkan penduduk Palestina?"tanya Jade tak yakin.
"Apa kau tidak ingin uang jutaan dolar?"balas Rius.
"Penduduk Palestina sudah menderita dengan apa yang dilakukan Israel, kenapa kau menjual senjata ini kepada mereka?"tanya Adam.
"Diam! Lakukan misi ini atau kalian akan melihat sumber kehidupan kalian berdarah!"ancam Rius dengan tatapan iblis.
"Maksudmu jika aku tidak mau melakukan ini, kau akan melenyapkan Steven begitu? Dasar iblis!"teriak Jade emosi.
"Jade..duduklah"pinta Adam menarik Jade untuk duduk.
__ADS_1
"Jika kau tidak ingin harta paling berhargamu hilang, lakukan saja apa yang aku perintahkan"tegas Rius yang tidak menerima argumen apapun.
Iblis, batin Adam.