
Pagi yang cerah untuk memulai hari yang indah. Vane bersiap pergi ke rumah Rey untuk kelas memasak hari pertama di minggu ketiga. Walaupun hanya dua kali pertemuan setiap minggu tapi Vane bisa dengan cepat membuat Rey mahir memasak.
Sesampainya di rumah Rey, Vane langsung memberikan pelajaran tentang masakan Prancis. Dari mulai berbagai jenis bumbu, jenis wine yang dipakai untuk memasak, dan teknik memasaknya.
"Oke hari ini kita akan memasak makanan Prancis yaitu Ratatouille"ucap Vane.
Vane langsung memperkenalkan bahan-bahannya pada Rey. Kali ini Vane memberi ultimatum kepada Rey untuk lebih serius. Mengingat makanan Prancis cukup sulit untuk dibuat.
"Iris tipis terong ungu, tomat, dan zukini. Cara memotongnya seperti ini"ucap Vane seraya menunjukkan cara memotong sayur dan Rey mengikutinya.
"Rey, iris lebih tipis lagi"ujar Vane.
Setelah selesai mengiris sayur, Rey menumis bawang putih dan bawang bombay. Kemudian, paprika merah dan paprika kuning.
"Luar biasa. Wanginya sangat harum. Aku jadi tidak sabar untuk memakannya"ujar Rey sambil mengaduk bumbu di wajan.
"Tambahkan pasta tomat, basil, gula, garam, dan lada. Aduk sampai rata"perintah Vane.
Setelah saus matang, Rey menyusun irisan sayur dalam wadah tray logam. Menyusun sayur secara bergantian dengan cara melingkar.
"Berapa derajat suhu untuk memanggang?"tanya Rey yang berdiri di depan oven.
"180 derajat"jawab Vane.
Setelah menyalakan oven dan mengatur suhunya, Rey kembali meneruskan menyusun sayur lalu menyiram sayur dengan saus yang dibuatnya. Kemudian menutup wadah tray dengan alumunium foil dan memasukkannya ke oven. Hanya butuh waktu 30 menit Ratatouille ala Prancis pun matang.
Rey pun menghidangkan Ratatouille di meja makan dan mengajak Vane untuk makan bersama.
"Bagaimana? Enak nggak"tanya Rey.
"Eemm lumayan. Sering-seringlah praktek memasak biar kamu cepat mahir"ucap Vane.
Saat mereka sedang asyik makan, tiba-tiba datanglah Sita.
"Rey, di bawah ada pihak label musik nungguin kamu di meeting room"ujar Sita.
"Oke aku segera turun"ujar Rey.
Sita pun meninggalkan dapur dan kembali ke lantai satu.
"Aku tinggal sebentar"ucap Rey seraya meninggalkan Vane.
Vane hanya mengangkat bahu saat Rey meninggalkan dia di dapur. Angin segar mana yang datang menghampiri Vane saat Vane melihat HP milik Rey tertinggal di meja makan. Vane langsung teringat perintah dari Bima beberapa waktu lalu.
Tanpa basa-basi Vane langsung mengambil HP Rey. Sejenak Vane mengamati HP milik Rey dengan brand Iphone 11 Pro Max.
"Sultan. Apalah dayaku cuma Samsung"lirih Vane menyunggingkan senyumnya.
Vane menyalakan HP itu dan ternyata disandi menggunakan sidik jari Rey. Tapi, bukan Vane namanya jika tidak berhasil menyadap HP. Dengan teknik dan kecerdasan yang Vane miliki akhirnya Vane berhasil menyadap HP Rey dan segera mengirimkan notifikasi menuju program Stingray Nex milik Satria.
Setelah 20 menit Rey pun kembali ke dapur. Sementara Vane sudah menyelesaikan aksinya.
"Kenapa pihak label musik datang menemuimu?"tanya Vane basa-basi.
"Kami baru saja membahas soundtrack film untuk film terbaruku. Dan kebetulan aku akan mengisi soundtrack filmku juga"jawab Rey.
"Apa nama label musiknya?"tanya Vane penasaran.
"Mill Music"jelas Rey.
"Oh label musik milikmu"ujar Vane.
Rey tidak hanya punya production house film yaitu Mill Films tapi juga punya label musik sendiri bernama Mill Music. Ada banyak penyanyi pendatang baru yang diorbitkan Rey. Paling banyak dari mereka alumni ajang pencarian bakat.
Oleh karena itu, selain berakting dalam film Rey juga seorang penyanyi. Sudah dua album dan belasan single lagu yang dia produksi dan semuanya meledak di pasaran. Maka tak heran Rey disebut sebagai artis multitalent dan artis kaya raya.
"Ngomong-ngomong film kamu itu ceritanya tentang apa? Sampai kamu harus kursus memasak?"tanya Vane.
"Judulnya Cinta dalam Diam. Ceritanya tentang seorang pria yang berprofesi sebagai chef yang mencintai sahabat kecilnya. Walaupun gadis itu memiliki kekasih. Bahkan pria ini selalu berusaha membahagiakan sahabatnya dengan cara membuatkan makanan kesukaan sahabatnya"tutur Rey menjelaskan tentang film terbarunya mendatang.
Vane hanya manggut-manggut mendengarkan pidato dari Rey. Sebenarnya Vane tidak terlalu mempedulikan film apa yang sedang hits di bioskop. Melihat sikap Vane kadang Rey merasa heran. Vane tidak memiliki sifat fanatik. Padahal Vane tahu tentang Rey dan bisa saja menyebarkan gosip pada media. Tapi Vane tidak pernah melakukan itu. Setelah sesi makan selesai, Vane pun pamit untuk kembali bekerja di restoran.
*****
Di kantor BIN.
__ADS_1
Di dalam ruangannya, Satria sedang fokus dengan laptopnya tipe Asus ZenBook Duo UX481FL i7 10510U, dengan spesifikasi layar14 Full HD berbezel tipis ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-10510U yang menawarkan kecepatan hingga 4,9 GHz dengan Turbo Boost. Bagian memori tersemat RAM 16 GB dan penyimpanan SSD 1 TB yang luas, memiliki ketahanan baterai hingga lebih dari 22 jam. Karena Satria adalah pecinta Asus sejati.
"Kak Bima, lihat ada notifikasi dari program Stingray Nex"ucap Satria penuh kegirangan saat program Stingray Nex untuk menyedap HP memunculkan nama Reyvano Millford itu artinya HP Rey sudah disadap.
"Wih keren. Ini pasti kerjaan Vane"ujar Bima bangga.
"Adik kita emang paling gercep kalau urusan begini"kata Satria.
"Aku telfon Vane dulu ya"ujar Bima mengambil HP lalu menelfon Vane.
"Halo kak ada apa?"
"Kamu dimana Van?"
"Lagi shooping. Ya kerjalah kak. Pakai nanya"
"Kakak juga lagi kerja tahu"
"Bodo amat. Nggak nanya. Ngapain telfon? Vane lagi sibuk"
"Kakak mau bilang makasih kamu udah berhasil nyadap HPnya Rey"
"Jangan lupa traktir mie ayam di depan kantor ya"
"Jadi kamu nggak ikhlas bantu kakak?"
"Di dunia ini nggak ada yang gratis kak. Semua harus dipikirkan urusan finansialnya"
"Dasar mata duitan"
"Bodo"
Vane hanya menjawab singkat dan menutup telfon begitu saja. Bahkan Bima sampai mendengus kesal karena ulah Vane.
"Dasar adik kecil. Main nutup telfon aja"gerutu Bima.
"Udah sih kak, kaya nggak tahu Vane aja"kekeh Satria.
"Oh ya ada informasi apa dari HP Rey?"tanya Bima.
"Bentar kak, ini Rey chating sama banyak orang soalnya"ujar Satria membuka aplikasi whatsapp milik Rey.
"Ini kak, chatnya Rey sama papahnya dua minggu yang lalu "seru Satria menunjuk layar laptopnya.
Rey
Kenapa papah nggak pulang waktu mamah ulang tahun? Kenapa papah susah dihubungi.
Papah
Papah sibuk Rey.
Rey
Papah selalu sibuk sama bisnis papah dan nggak pernah punya waktu buat Rey sama mamah.
Papah
Jangan bertingkah seperti anak kecil.
Rey
Sekarang papah dimana?
Papah
Papah di Prancis dan sekarang sedang sibuk.
Begitulah isi chat antara Rey dan papahnya. Hati Bima dan Satria merasa teriris saat membaca pesan milik Rey. Ada rasa kasian ketika seorang anak marah karena orang tuanya tidak memiliki waktu untuk bersamanya. Apalagi jika Rey tahu tindak kejahatan yang dilakukan papahnya.
"Kasian"ucap Bima menggelengkan kepalanya.
"Ternyata dibalik gemerlap kehidupannya sebagai artis, dia menyimpan banyak masalah"sambung Satria.
"Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Karena kita hanya peduli dengan apa yang terlihat dari orang tersebut. Maka dari itu DONT JUDGES A PEOPLE FROM THE COVER"jelas Bima dengan bijak.
__ADS_1
"Quote of the day banget ya kak"celetuk Satria tertawa.
"Ya sekali-kali"ujar Bima ikut tertawa juga.
"Kak, mending hubungi pihak intel Prancis. Aku takutnya Adam Millford lagi merencanakan sesuatu. Apalagi pemerintah kemiliteran Prancis akan meluncurkan senjata baru"ujar Satria.
"Iya kamu benar. Aku pergi dulu"ujar Bima meninggalkan ruangan Satria.
*****
Malam pun tiba, Vane sedang bersantai di kamarnya sembari membaca novel kesukaannya.
"Halo adik kecilku"seru Satria masuk ke kamar Vane.
"Hai kak. Kenapa? Ada kerjaan buat aku?"tanya Vane.
Satria pun duduk di kasur bersebelahan dengan Vane.
"Kakak mau kasih tahu kamu sesuatu"ujar Satria yang terlihat begitu senang.
"Apaan emang? Kakak menang lotre? Atau kakak udah beli helikopter baru?"tanya Vane.
"Maaf ya kalau kakak menang lotre nggak bakal bagi ke kamu"ujar Satria tertawa.
"Pelit banget sama adik sendiri juga"balas Vane mendelik.
Satria pun menunjukkan layar laptopnya. Dan Satria sedang masuk ke akun instagram milik Rey. Satria menunjukkan banyak direct message atau DM dari fans-fansnya Rey.
@lalapo21
Rey mau nggak jadi pacar aku?
@fircutes
Rey senyummu bikin rahimku anget 😘
@eraulien
Rey kamu adalah laki-laki paling seksi yang pernah aku lihat. Love you ♥️
@laila234
Rey lamar aku dong 🥰
@sasaxl77
Good morning, suami onlineku😊
@lordzaki11
Kamu itu jadi artis jangan sok kegantengan. Pacar saya lebih suka sama kamu dibandingkan saya pacarnya.
Rasanya Vane ingin muntah setelah .embaca DM dari para fans wanita Rey yang alay, lebay, dan tidak tahu diri. Menjijikan, itulah kata yang menurut Vane menggambarkan para fans wanita itu.
"Disgusting women!"seru Vane seraya bergidik geli dan mengusap tubuhnya.
Melihat reaksi Vane, Satria tertawa terbahak-bahak. Satria tahu Vane perempuan yang cuek pasti akan merasa jijik melihat kealayan para fans wanita yang mengidolakan idolanya.
"Kamu kenapa, Van?"tanya Satria masih tertawa.
"Sumpah ya kak, mereka menjijikkan banget. Ada rahim anget maksudnya apa coba? Sejak kapan sel kecebong masuk ke rahim secara online? Stupid human"umpat Vane mengeluarkan sumpah serapahnya.
"Kamu nggak bakal ngerti kebahagiaan mereka, Van. Kamu kan nggak punya hati"ejek Satria tertawa.
"Emang"ketus Vane.
"Kasian ya para pria yang pasangannya ngefans sama Rey. Mereka memuja-muja Rey"ujar Satria.
"Ya untung Kak Ana sama Amel nggak gitu-gitu amat"balas Vane.
"Amel ngefans sama Rey?"tanya Satria penasaran.
"Idih kepo. Tanya Amel sendiri lah"ledek Vane.
"Mau lihat yang lain nggak?"tanya Satria menyodorkan laptopnya.
__ADS_1
"I will not see this anymore"tegas Vane menyebikkan bibirnya lalu menutup wajahnya dengan novel.
Satria tertawa semakin keras melihat reaksi jengah dari Vane.