Antara Cinta Dan Misi

Antara Cinta Dan Misi
Bab 30


__ADS_3

Setelah beberapa minggu setelah malam acara peluncuran produk ponsel terbaru dari Samsung itu, Rey mencoba sebisa mungkin menghindari Vane. Mereka memang masih sering muncul di beberapa acara publik lainnya setelah itu, tapi Rey berusaha membawa Vane ke tengah keramaian agar dia tidak harus sendirian dengannya.


Dan para wartawan masih terus mecoba mencari tahu tentang identitas Vane, hingga mereka menelusuri beberapa website atau akun sosial media, tapi sayangnya tidak mudah untuk mengetahui lebih detail tentang identitas Vane. Mereka hanya menemukan tentang latar belakang pendidikan dan pekerjaan Vane, yang merupakan alumnus Le Cordon Bleu Prancis dengan profesi seorang chef di salah satu restoran Prancis di Jakarta dan merupakan seorang dari kalangan biasa.


Cukup mengejutkan publik bahwa seorang Reyvano yang sejak dahulu selalu menjalin hubungan dengan para supermodel terkenal yang identik dengan tubuh tinggi semampai, glamour, cantik, dan seksi. Kini memacari bahkan akan menikahi seorang dari kalangan biasa. Tapi publik juga tak menampik bahwa secara fisik Vane dikategorikan cukup cantik dengan penampilan tubuh cukup atletis walaupun memiliki badan tidak terlalu tinggi. Cukup membuat semua orang terkesima, apalagi banyak yang menyebut bahwa dia adalah salah satu chef tercantik yang pernah mereka lihat.


Selama ini orang selalu menyangka bahwa Rey memiliki phobia dengan komitmen, oleh sebab itu dia masih juga belum menikah, tapi sebetulnya apa yang dia takutkan bagi dirinya adalah kehilangan kontrol. Itu sebabnya dia tidak pernah mau memacari wanita yang sukses dan mandiri seperti Vane, karena meskipun dia menyukai wanita tipe seperti itu, tetapi dia tidak bisa membiarkan dirinya mencintai mereka.


Kebanyakan wanita seperti itu sudah terlalu biasa hidup sendiri yang penuh rutinitas dan kontrol, sehingga mereka memiliki masalah dalam mencari pasangan hidup dan mereka menolak untuk seorang laki-laki yang akhirnya hanya akan mengontrol diri mereka. Dan menurut Rey, Vane adalah karakter wanita seperti itu, yang bisa dengan lantang menyuarakan pendapat-pendapatnya kalau melihat sesuatu yang tidak semestinya.


Dia tidak pernah ada masalah menghindari berhadapan dengan wanita tipe seperti Vane, karena selalu punya pilihan untuk memutuskan sesuatu. Tapi dengan Vane, dia stuck. Mereka akan segera menikah, yang berarti bahwa mereka akan tinggal sama-sama, di mana dia akan bertemu dengannya setiap hari. Membayangkan hal tersebut membuat Rey panas-dingin.


*****


Bulan November pun tiba dan hari ini adalah hari pernikahan Satria dan Amel yang diadakan di Grand Hyatt Hotel Jakarta. Pernikahan putri dari seorang komisari polisi dan seorang anggota BIN (dirahasiakan) akan digelar cukup mewah di salah satu hotel berbintang di Jakarta.


Mengingat kedua keluarga adalah orang Jawa maka pernikahan mereka mengusung konsep adat Jawa, walaupun kedua keluarga orang asli orang Jawa yang memilih menetap di Jakarta tapi tidak serta merta melupakan budaya asli ibu mereka.


Pernikahan akan diadakan di ballroom hotel, dan pagi ini,akan di laksanakan akad nikah yang hanya dihadiri keluarga terdekat saja. Tak ketinggalan juga, calon anggota keluarga baru yaitu Rey pun turut diundang berserta mamahnya untuk menghadiri acara akad nikah Satria dan Amel.


Kini Vane bersama Bima sedang berada di kamar pengantin pria menemani Satria bersiap. Mereka menatap Satria dengan penuh senyum kebahagiaan dan sedikit menahan tawa melihat kegugupan dari Satria yang nampak jelas di wajahnya. Bahkan bulir-bulir keringat pun sampai membasahi kening mulusnya.


Vane pun mengambil tisu dan mengusap wajah Satria yang berkeringat. Lalu berkata, "Kak Satria gugup banget sih, kaya mau berangkat perang melawan penjajah aja"ledek Vane sambil tertawa geli.


"Kalau kayak gini mending aku pergi perang Van, ini astaga aku gugup setengah mati"balas Satria sesekali terus menghela nafasnya.


"Cih, lebay banget kamu"timpal Bima enteng.


"Gugup itu hal yang wajar. Semua orang yang akan menikah walaupun udah pernah nikah pasti akan tetap merasa gugup"kata Ana penuh pengertian.


"Emang Kak Bima nggak ngaca, Kak Bima sendiri aja dulu gugup setengah mati waktu mau nikah sama Kak Ana"balas Vane dengan tatapan sinis.


"Iya iya...nggak usah bawel"gerutu Bima.


Beberapa menit setelah perdebatan kakak beradik itu, orang tua mereka masuk ke kamar pengantin pria.


"Satria ayo, acara akad akan dimulai"kata Indah.


"Ayo tarik nafas, keluarkan lewat hidung jangan keluarin lewat ekor nanti namanya kentut"goda Jatra dengan wajah lawaknya.

__ADS_1


"Bau dong Pah"timpal Vane dengan suara tawanya.


Lalu keluarga Wibowo keluar dari kamar pengantin pria menuju ballroom hotel, tempat di mana diselenggarakan acara akad nikah. Satria berjalan dengan diapit oleh kedua orang tuanya, sementara di belakang ada Bima yang di apit oleh Ana dan Vane.


"Aku ngerasa kaya punya istri dua karena digandeng sama kalian berdua kalau kayak gini. Asik kali ya"bisik Bima menahan tawa.


Ana memberi pelototan pada Bima agar dia diam dan berhenti berbuat konyol lalu berkata, "Awas aja ya kalau sampai kamu berani macem-macem"ancam Ana dengan tatapan horor.


Sedangkan Vane yang mendengar candaan kakaknya menggigit bibir bagian bawah agar bisa menahan tawa sambil memegangi dadanya.


Di deretan kursi tamu undangan, ada Rey yang duduk di sana. Dia memandangi kedatangan keluarga Wibowo dan perhatiannya teralihkan oleh sosok Vane yang berjalan di sebelah kanan Bima. Vane begitu cantik memakai berwarna hijau sesuai warna seragam untuk keluarga.


Setelah Satria duduk di tempat akad, tak berapa lama Amel pun memasuki ballroom digandeng oleh Kak Adrian dan istrinya, kemudian Amel didudukkan bersebelahan dengan Satria. Acara akad pun dilangsungkan, dan semua berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun. Setelah acara akad selesai, tak lupa pasangan pengantin meminta restu kepada orang tua mereka agar merestui pernikahan mereka.


"Selamat atas pernikahan kakak dan Amel"kata Vane tersenyum manis.


"Vane, panggilnya jangan Amel dong, harusnya pakai Kak Amel"tegur Indah.


"Nggak mau, formal banget kayak acara kenegaraan"protes Vane tidak terima.


"Udah nggak papa, mereka juga seumuran apalagi mereka sahabatan. Jadi suka-suka mereka aja"sambung Nadia.


"Selamat Kak Satria dan Amel..." Suara Rey terdengar saat menghampiri kedua keluarga pengantin itu dan berhasil membuat semua orang diam dan berhenti berbicara.


Vane tersentak saat melihat kedatangan Rey, tak dia sangka bahwa Rey si aktor papan atas Indonesia akan datang ke acara pernikahan kakaknya. Sebagai fansnya Rey tentu saja Amel bahagia tingkat langit ketujuh melihat tamu spesial di pernikahanannya.


"Makasih Rey, aduh nggak nyangka banget ada artis datang ke acara pernikahanku"jawab Amel heboh.


Nih kakak ipar lebaynya minta ampun deh. Kalau bukan kakak ipar udah aku sumpel itu mulut pake sanggul, gerutu Vane.


"Iya sama-sama"balas Rey ramah.


"Oh ya bagaimana kabar papah kamu? Apa dia akan datang nanti saat pernikahan kamu dan Vane? Mengingat kata kamu dia sangat sibuk?"singgung Jatra memastikan kedatangan Adam.


"Suami saya akan pulang Pak Jatra, dia pasti akan hadir di pernikahan putranya"jawab Sarah tersenyum penuh arti.


"Papah ngeri ya kalau nyindir"bisik Ana pada Bima.


"Emang...sifatnya nurun tuh ke Vane"balas Bima.

__ADS_1


"Ya udah, sekarang kita ke kamar masing-masing buat istirahat sebentar, terus nanti kita siap-siap buat acara resepsinya"kata Suseno memberi perintah.


"Siap Komandan!"kata Satria dan Amel kompak.


"Ya ampun bucin banget, sampai ngomong aja kompak"decih Vane kesal.


"Bilang aja sirik, bulan depan juga kamu bakal nikah kok"kata Amel memainkan alisnya menggoda Vane hingga wajahnya memerah seperti tomat.


Semua orang pun pergi ke kamar masing-masing, begitu juga dengan Rey yang memesan kamar untuk dirinya karena dia juga akan ada di acara tersebut sampai acara resepsi. Sedangkan mamahnya memilih untuk pulang dan tidak hadir di acara resepsi karena dia sudah ada acara lain. Rey sengaja mengikuti pasangan pengantin itu hingga ke depan kamar mereka.


"Boleh aku minta tolong sesuatu ke kalian berdua?"tanya Rey penuh harap.


Satria dan Amel saling memandang penuh tanya lalu keduanya mengangguk bersamaan. Setelah itu Rey membisikkan sesuatu kepada pasangan pengantin baru itu hingga membuat Amel tersenyum sedangkan Satria melongo seperti habis menang undian.


"Gimana?"tanya Rey setelah selesai membisikkan sesuatu.


"Oke...bisa di atur. Nanti aku koordinasikan sama WO ya"balas Amel setuju dengan anggukan.


*****


Acara resepsi pun berlangsung dan dimulai pukul empat sore. Berbagai rangkaian acara sudah dilakukan, seperti foto bersama, dansa, pemotongan kue, dan penampilan dari pengantin. Kemudian MC memberi tahu bahwa akan dilaksanakan acara lempar buket bunga kepada para tamu, yang langsung disambut antusias oleh para tamu undangan yang masih muda-muda.


Sementara Vane yang tidak suka ramai, memilih duduk di kursi VVIP yang diperuntukan khusus untuk tamu penting dan keluarga. Vane merasa bosan di acara seperti ini, dia tidak membayangkan akan sebosan apa jika nanti di pesta pernikahannya sendiri. Mungkin dia akan berlari masuk ke dalam rumah Rey, dengan menenteng heels seperti pengantin kabur. Memalukan, pikir Vane!


"Untuk Mba Vanessa Wibowo, silahkan maju ke depan pelaminan untuk ikut acara lempar bunga, sebagai adik dan adik ipar yang baik"panggil MC.


Ini pasti kerjaan Amel nih, gerutu Vane.


Dengan berat hati Vane meninggalkan kursi yang sudah dia duduki dengan begitu nyaman. Kemudian Vane menuju kerumunan tamu yang berdiri di depan pelaminan. Dia memilih berdiri paling depan, bukan agar dia bisa mendapatkan buket bunganya, tapi agar dia tidak terlalu berdesak-desakkan yang kemungkinan bisa memancing emosinya.


MC pun memberi aba-aba berupa hitungan kepada pengantin dan semua orang bersiap mengangkat tangan agar bisa menangkap buket bunga secepat mungkin. Dan di hitungan ketiga, buket bunganya dilempar dan tiba-tiba orang-orang di sekeliling Vane langsung menyingkir hingga bunga itu langasung di tangkap oleh Vane dengan mudah.


Vane pun diam mematung saat buket bunga itu jatuh ke tangannya. Dan beberapa detik kemudian terdengar musik dibarengi nyanyian dari suara yang tak asing di telinga Vane. Dia clingak-clinguk mencari sumber suara, hingga dia berbalik badan dan melihat sosok Rey berjalan ke arahnya sambil menyanyikan salah satu koleksi lagu Rey dari albumnya yang terdahulu dan menjadi lagu terhits di masanya yang bercerita tentang seseorang yang sedang jatuh cinta.


Vane menjadi gugup, bahkan jantungnya berdetak lebih cepat setiap detiknya, apalagi saat langkah Rey semakin dekat ke arahnya. Semua perhatian tamu undangan tertuju kepada Rey si artis papan atas Indonesia dan si tunangan misteriusnya Rey. Dan sekarang Rey berdiri di depan Vane meraih tangan kanannya lalu menggenggamnya sambil tersenyum dan menatap penuh cinta.


Ya, pintar sekali dia berakting, batin Vane.


Vane pun ikut tersenyum seperti seharusnya agar bisa mengikuti alur cerita drama ini. Setidaknya dia tidak mempermalukan Rey yang statusnya adalah tunangannya. Ditambah lagi aksi romantis Rey disaksikan ribuan pasang mata tamu undangan yang menyaksikannya hingga mereka ikut baper berjamaah.

__ADS_1


__ADS_2