Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 12 Asmara SP


__ADS_3

Suzanne Sean Kingston akhirnya dibawa ke kantor Polisi dengan dikawal oleh Daniel Smith atas perintah Alexander Smith sang Daddy.


Selama dalam perjalanan gadis itu tidak mau berjauhan dengan sahabat kakaknya itu. Ia sangat takut dengan orang-orang asing yang hanya menampakkan wajah datar tak bersahabat.


Ternyata setelah banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para penyidik kepolisian ia jadi merasakan takut yang teramat sangat. Ia tidak tahu kalau ia akan ditanyai banyak hal yang ia sendiri kadang bingung untuk menjawabnya.


Gadis cantik itu memandang wajah Daniel Smith meminta pertolongan. Ia sudah merasa pusing dan tak kuat lagi menerima banyak pertanyaan yang kadang sudah ia jawab tetapi kemudian ditanyakan lagi secara berulang-ulang.


"Tolong," bisik Suzanne pelan dengan hanya menggunakan gerakan bibirnya saja. Daniel Smith tersenyum seraya mengangkat tangannya berusaha untuk menenangkan gadis itu.


Suzanne Sean Kingston hanya bisa menarik nafas berat karena hanya jawaban seperti itu yang ia dapatkan dari pria itu.


"Aku akan membawa Nona Suzanne Sean Kingston untuk pulang Pak." ujar Daniel Smith pada kapten Polisi yang sedang menangani kasus itu.


Sang kapten tersenyum maklum.


Semua orang di Moskow tahu siapa keluarga Smith dan kekuatannya di dunia gelap.


"Aku percaya padamu Tuan Smith. Jaga saksi dengan baik. Karena pembunuh itu adalah residivis yang sangat berbahaya." ujar sang kapten seraya menepuk bahu putra kedua Alexander Smith itu.


"Siap Pak!" ujar Daniel Smith dengan tangan memberi hormat. Ia pun keluar dari kantor Polisi itu dengan membawa Suzanne bersamanya.


"Aku lelah, biarkan aku tidur ya," ujar gadis itu saat ia sudah menghidupkan mesin mobilnya. Setelah itu iapun menutup matanya dan benar-benar jatuh tertidur.


Daniel Smith hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum. Ia masih tak habis pikir dengan sikap dari gadis manja ini. Semua serba mudah buatnya.


Lapar, makan, marah, dan menangis, serta tidur dengan cepat bagaikan tak punya beban samasekali. Pria itu segera memasang seatbelt pada tubuh gadis itu karena hal yang penting itu pun ia lupakan.


Cup


Daniel Smith cukup tergoda akan pipi mulus gadis itu saat ia memasang benda pengaman itu pada tubuh Suzanne. Entah dorongan dari mana hingga ia berani mendaratkan bibirnya pada permukaan kulit itu.


Suzanne Sean Kingston menggeliat pelan tetapi tetap melanjutkan tidurnya. Sedangkan Daniel Smith bernafas lega karena gadis itu tidak menyadari kalau ia sudah mencuri sesuatu darinya.


Ia pun melajukan mobilnya dengan hati berbunga-bunga. Ia merasa sedang jatuh hati pada gadis yang sedang tertidur pulas di sampingnya ini.


Kendaraan roda empat itu melaju di jalan yang sudah cukup sepi dengan kecepatan sedang. Ia merasa ingin berlama-lama dengan gadis manja yang ketika bangun lebih sering mengesalkan perasaan itu.

__ADS_1


Door


Door


Brakkkk


Tiba-tiba ia merasakan tumbukan keras pada sisi kanan kendaraan yang sedang dipakainya. Sebuah mobil sport sedang berusaha menyerempet body mobilnya sampai tersudut ke arah pembatas jalan.


"Brengsek!" umpatnya dengan sangat keras seraya meningkatkan kecepatan laju mobilnya dan meninggalkan mobil sport Lamborghini itu bermeter-meter jauhnya.


"Dimana polisi sialan itu yang katanya akan melindungi saksi!" teriaknya kesal hingga membuat Suzanne terbangun.


"Ada apa?" tanyanya seraya mengucek matanya. Gadis itu langsung menyimpan tangannya di dadanya karena kembali merasakan laju mobil yang mereka kendarai bagaikan terbang.


"Tuan Smith. Pelankan kecepatannya! Aku takut!" Suzanne berteriak histeris ketika Daniel menyalip kendaraan lain yang ada dihadapannya.


Door


Door


"Suzanne, apa kamu bisa mengemudi?" tanya Daniel dengan wajah gusar. Ia ingin sekali menarik kokang senjatanya yang ia simpan disisi kursinya tetapi ia harus bisa menjaga keseimbangan laju kendaraan itu.


"Apa?!"


"Apa kamu bisa mengemudi!?" tanya Daniel dengan suara tak sabar. Ia sudah bisa melihat dari kaca spion mobilnya kalau Lamborgini itu sudah hampir memperpendek jarak diantara mobil mereka berdua.


"Ah iya, aku bisa sedikit tapi aku takut." jawab Suzanne dengan wajah pucat. Gadis itu sudah bisa menduga kalau ia akan dijadikan driver oleh Daniel Smith saat ini juga.


"Kamu berpindah kemari dan pastikan setirnya aman, Okey?" ujar pria itu berusaha untuk tenang agar Suzanne tidak terlalu tegang.


"Tidak! jangan paksa aku Daniel. Aku takut tidak bisa menyeimbangkannya." tolak Suzanne seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras.


Gadis itu sungguh sangat takut sekarang. Apalagi bunyi tembakan dari arah belakang semakin membuat tangannya semakin terasa dingin.


"Kamu harus berani Suzanne atau kita bisa mati berdua disini." tegas Daniel dan memaksa gadis itu untuk berpindah ke tempatnya.


"Tapi bagaimana bisa Daniel?" tanya gadis itu dengan wajah semakin takut. ia ragu akan berpindah ke posisi pria itu sedangkan Maybach 62 itu sedang berjalan dengan cukup kencang seperti ini.

__ADS_1


Maybach 62 yang merupakan jenis mobil limousine. Meskipun mobil ini memiliki desain yang elegan dan mewah ternyata mobil ini juga didesain anti peluru.


Dibekali dengan mesin V12 AMG, mobil ini mampu mencapai kecepatan hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 7 detik!


"Pasti bisa. Ayo cepat buka seatbeltmu dan berpindah kemari dalam hitungan tiga." teriak Daniel seraya mempersiapkan dirinya.


"Three, Two, one!" teriak Daniel Smith yang langsung direspon dengan sangat baik okeh Suzanne. Gadis itu langsung duduk dipangkuan pengawalnya sedang Daniel belum sempat berpindah karena Lamborgini itu sudah tepat berada disampingnya.


"Pastikan setir aman!" titah pria itu pada gadis berusia 18 tahun yang sedang berada di pangkuannya. Suzanne mengangguk patuh sedangkan Daniel menarik kokang nighthawk customnya yang mempunyai daya ledak yang cukup mematikan.


Kaca mobil ia buka sedikit hanya untuk mengeluarkan moncong senjatanya dan detik berikutnya.


"Boom!"


"Aaaargh!"


Daniel Smith berhasil membidik Lamborgini itu dengan satu kali tembakan.


Suzanne Sean Kingston yang begitu kaget dengan apa yang terjadi langsung panik dan membuat laju kendaraan tidak seimbang dan akhirnya menabrak pembatas jalan.


"Suzanne!" teriak Daniel Smith karena melihat gadis itu jatuh pingsan dengan darah yang sangat banyak keluar dari kepalanya.


Pria itu segera mengangkat tubuh gadis yang sedang berada di atas pangkuannya dan meletakkannya kembali ke kursi di sampingnya.


Untung laju mobil itu sedang dikurangi oleh Suzanne saat ia berniat menembak hingga mobil yang mereka kendarai masih baik dan masih bisa berjalan.


Kali ini ia kembali mengemudikan Maybach 62 itu seperti kesetanan. Ia takut hal buruk sedang terjadi pada gadis manja yang tidak bergerak itu.


"Oh Ya Allah, selamatkan gadis ini." rapalnya dengan suara penuh pengharapan.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2