
Suzanne segera bangun dari ranjangnya seraya menggulung rambutnya ke atas. Rambut panjangnya yang tergerai bebas di bahunya cukup membuat gerah.
Ia juga memperbaiki letak selimutnya yang sedang menutupi tubuh polosnya. Ia pikir akan ada orang yang akan masuk ke dalam kamar mereka saat ini. Akan tetapi suara bantingan pintu kamar yang sampai ke telinganya membuatnya cukup kaget. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk dengan suaminya.
"Daniel?" Suzanne memandang wajah suaminya yang sedang berjalan ke arahnya.
"Hem? kenapa kamu bangun sayang?" pria itu malah balik bertanya dengan tatapan penuh cinta pada istrinya.
"Itu tadi. Kenapa kamu membanting pintunya. Ada apa? apa ada hal yang buruk?"
"Tidak ada apa-apa sayang. Itu hanya Elmira yang sedang tidak punya pekerjaan di Rumah Sakit."
"Kamu tahu? Ia ingin menjadikanku pasiennya disaat Aku sedang ingin bersama denganmu." Jelas Daniel kemudian meraih tangan istrinya dan menciumnya.
"Apa? Kak Mira? Apa dia datang bersama dengan Kak Harry?" tanya Suzanne dengan wajah antusias. Perempuan cantik itu langsung menegakkan tubuhnya seraya memperbaiki letak selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apakah ia mengatakan kalau mereka sudah resmi berpacaran Dan?!" lanjutnya lagi dengan mata berbinar ceria.
Daniel tersenyum kemudian menarik nafasnya berat. Hasratnya yang sudah sampai di ubun-ubun kembali hancur karena istrinya sedang ingin mengalihkan perhatiannya.
"Iya sayang. Elmira datang bersama dengan Harry dan hanya ingin mengganggu kita saja. Jadi kamu tidak perlu memikirkannya, okey?" jawab Daniel seraya mendekatkan tubuhnya ke arah isterinya.
Ia ingin memulai lagi memberikan fore play kepada Suzanne agar mereka bisa relax dan menikmati kegiatan menyenangkan yang tertunda tadi.
__ADS_1
Pria itu menyentuhkan dirinya kembali bibirnya pada bibir isterinya yang sepertinya sangat tertarik membahas hubungan Elmira dan juga Harry.
Lama mereka saling memagut sampai Suzanne merasakan tubuhnya melemas karena tidak sanggup menahan sensasi nikmat yang diberikan oleh suaminya.
"Aaaargh!" Daniel tiba-tiba mengerang kesakitan karena tangan Suzanne tanpa sengaja mencengkram punggung bagian belakangnya saat pria itu menenggelamkan wajahnya pada dua buah benda kenyal nikmat miliknya.
"Daniel ada apa?" Suzanne merasakan tubuh suaminya menegang karena merasakan sakit pada bekas tembakan yang belum kering itu.
"Maafkan Aku Sue, tetapi tolong panggilkan Elmira kemari." ujar Daniel kemudian memakaikan kembali pakaian pada isterinya. Sedangkan dirinya naik ke atas tempat tidur untuk berbaring.
Wajahnya sangat tampak pucat sekarang. Suzanne jadi merasa sangat ketakutan dengan apa yang terjadi pada suaminya.
"Ada Apa Daniel? Apa yang terjadi? katakan padaku sayang?" Suzanne menangis dengan berbagai macam kekhawatiran dalam dirinya. Ia benar-benar merasa sangat takut melihat suaminya kesakitan seperti itu.
"Panggilkan Elmira ke sini sayang. Ia tahu harus melakukan apa padaku." Suzanne segera keluar dari kamar itu dan berlari ke lantai 1 untuk mencari semua orang. Karena terlalu panik ia sampai lupa kalau ia bisa menggunakan telepon.
🍀
"Apakah Daniel baik-baik saja?" tanya Aisyah seraya menghampiri dua orang itu.
"Aku tidak pernah melihat Daniel sesehat itu onty. Ia bahkan hampir merobohkan pintu kamarnya karena merasa sangat kesal padaku hihihi," jawab Elmira terkikik lucu. Aisyah dan Alex saling berpandangan kemudian tertawa bersama.
Mereka berdua sudah bisa membayangkan apa yang terjadi pada Daniel di kamar itu bersama istrinya ketika Elmira dan Harry datang menggangu.
__ADS_1
"Kalau begitu Kalian bisa bergabung makan malam di sini. Asma akan kedatangan tamu istimewa." ujar Aisyah tersenyum penuh makna.
"Aku harap akan mendapatkan berita yang sangat bagus Onty," ujar Elmira dengan senyum diwajahnya.
"Semoga saja sayang. Dan bagaimana dengan hubungan kalian?" Elmira tersenyum kemudian memandang wajah Harry yang juga sedang memandangnya.
"Aku sudah melamar Elmira pada uncle Omar. Dan kami akan menikah secepatnya, iyakan Mira?" Harry menjawab dengan perasaan yang berbunga-bunga.
"Iya Onty. Insyaallah dalam waktu dekat," timpal Elmira dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Kak Mira tolong Daniel!" Suzanne tiba-tiba muncul di dalam ruangan itu dengan wajah panik dan juga khawatir. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung menghampiri Suzanne yang nampak sangat kacau itu.
Perempuan itu tidak sempat lagi memakai hijabnya karena terlalu takut dan juga panik.
"Bicara yang jelas sayang. Ada apa dengan Daniel?" Aisyah menghampiri menantunya itu dengan perasaan yang tak kalah khawatir.
"Ia kesakitan karena Aku Mom huaaaa." Akhirnya pecah juga tangisan perempuan cantik yang hanya memakai piyama suaminya.
"Ayo cepat kita lihat apa yang terjadi pada Daniel." ajak Alex dengan langkah cepat. Ia sangat tahu apa yang terjadi pada putranya itu saat ini.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍