Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 45 Asmara SP


__ADS_3

"Hey, apa kabar jagoan Daddy!" Alex memasuki kamar perawatan Putranya dengan senyum lebar di wajahnya. Berbeda dengan Aisyah, perempuan itu langsung berlari ke arah ranjang dan memeluk putranya dengan rasa haru dan bahagia. Ia bersyukur karena sang putra bisa lolos dari maut.


"Alhamdulillah. Aku baik Dad. Cuma tusukan pisau kecil dan Aku harus berbaring sepanjang waktu seperti ini," jawab Daniel yang langsung mendapatkan senyum cibiran dari ElRasyid.


"Hum payah. Kamu tidak bisa mengikuti jejak Daddymu." ujar pria muda itu seraya memandang wajah Daniel sang sepupu. "Tusukan pisau saja dan langsung membuatmu tak bisa bangun, hahahaha!" Ia tertawa terbahak-bahak diikuti oleh tawa yang lainnya.


"Eh, ada peluru juga di punggungnya El." timpal Elmira berusaha membela sepupunya itu. Ia tidak suka kalau musibah yang menimpa Daniel malah menjadi lelucon bagi mereka semua.


"Lain kali kamu harus belajar sama Daddy ya," ujar Alex seraya menepuk bahu Daniel yang terbebas dari luka. Pria muda itu tersenyum kemudian menjawab.


"Belajar apa Dad?" Semua orang kembali tertawa dengan pertanyaan Daniel.


"Belajar apa saja Daniel. Menaklukkan musuh atau menaklukkan hati, iyyakan sayangku?" Alex meraih pinggang istrinya dan mencium pipinya di depan semua muda-mudi di dalam ruangan itu.


"Alex, mereka semua tidak boleh melihat kita seperti ini," bisik Aisyah dengan wajah malu. Elmira yang merupakan satu-satunya gadis di dalam ruangan itu langsung menundukkan wajahnya karena ikut malu dengan aksi dua orang itu.


Harry hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan ElRasyid dan Daniel pura-pura sibuk dengan pikirannya yang tiba-tiba melayang ke arah Suzanne.


"Ah iya. Maafkan uncle ya Mira. Aku suka lupa sama sekeliling kalau sudah bersama dengan Ontymu." Alex segera melepaskan istrinya karena baru menyadari ada gadis yang sedang sangat malu di depan mereka berdua.


"Tidak apa Uncle," jawab Elmira tersenyum. Ia jadi gerah sendiri berada di ruangan itu dan berniat keluar untuk mencari udara yang lebih segar di luar balkon.


"Uncle, apa boleh Aku membawa Elmira untuk pulang ke rumah? kurasa ia sudah sangat lelah dan butuh istirahat saat ini." Harry Memohon izin untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan tengah malam. Dan juga tidak mungkin mereka semua menginap di ruangan itu.


"Ah iya. El Rasyid juga pasti ingin tidur dengan baik. Kalian semua bisa pulang. Aku dan uncle Alex yang akan menemani Daniel disini."


"Ah, iya. itu ide yang bagus onty. Aku juga ingin bertemu dengan Suzanne. Aku belum berbicara lama dengannya tadi," timpal El Rasyid dengan wajah senang.


Daniel yang mendengarnya langsung mendengus tidak suka. Ia menatap tajam pada wajah sepupunya itu. Ia sungguh tidak suka ada yang menyebut nama Suzanne dengan maksud yang lain.


Pria itu jadi menyesal karena mengabaikan gadis itu tadi. Seharusnya ia juga mengajaknya untuk tinggal menenaminya di sini.


Aaaaargh


Daniel mengerang keras dalam hati. Ia tahu kalau Suzanne pasti sangat kecewa padanya hingga meminta untuk cepat pulang.


Huffft


Daniel menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia hanya berharap gadis itu mau memaafkannya.


Karena pria itu memang sengaja mengabaikannya agar Suzanne bisa pergi dari Rumah Sakit itu untuk kembali ke Mansionnya. Ia yakin gadis kesayangannya itu sedang butuh kamarnya sendiri untuk beristirahat.


🍀


Suzanne mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur karena tidak bisa tidur. Rupanya rasa kesalnya tadi masih berlanjut sampai di dalam kamarnya. Akhirnya ia bangun kemudian memukul bantal yang sedang ada di atas pangkuannya.


"Dasar tidak tahu terimakasih!"


"Aaaaaa! Aku benci padamu Daniel Smith!" Gadis itu berteriak kencang agar rasa sesak dan sakit hatinya sedikit terobati.


"Kenapa Aku harus menyukaimu hah?! Dasar pria kaku tidak punya perasaan sama sekali!" Suzanne terus menerus menggerutu dengan berteriak kesal. Bantal yang ada dipangkuannya sudah menjadi korban yang tidak bersalah.


"Aku akan mencari pria lain yang lebih perhatian padaku Daniel Smith, Aaaaaaaa!" kembali ia berteriak dengan suara keras. Untungnya kamarnya memakai alat peredam suara. Jadi apapun yang ia lakukan tidak mungkin kedengaran keluar.


Meskipun sudah berteriak dan mengutuk Daniel, ternyata rasa kesalnya belum juga terobati, akhirnya ia meraih handphonenya untuk mendengarkan musik. Ia perlu menghibur dirinya agar bisa lebih tenang.


Ia mencari lagi Justin Bieber, yang berjudul Stuck in the Moment dalam versi Akustik.


Now Romeo and Juliet


Bet they never felt the way we felt

__ADS_1


Bonnie and Clyde


Never had to hide like we do, we do


You and I both know it can't work


It's all fun and games


'Til someone gets hurt


And I don't, I won't let that be you


Now you don't wanna let go


And I don't wanna let you know


That there might be something real between us two, who knew?


Now we don't wanna fall, but


We're tripping in our hearts and it's reckless and clumsy


'Cause I know you can't love me here


I wish we had another time


I wish we had another place


But everything we have is stuck in the moment


And there's nothing my heart can do


To fight with time and space 'cause


I'm still stuck in the moment with you


"Aku benci padamu."


See like Adam and Eve


Tragedy was a destiny


Like Sonny and Cher


I don't care, I got you, baby


See we both


Fightin' every inch of our fiber


'Cause in a way it's gonna end right, but


We are both too foolish to stop, oh


Now you don't wanna let go


And I don't wanna let you know


That there might be something real between us two, who knew?


And we don't wanna fall, but

__ADS_1


We're tripping in our hearts and it's reckless and clumsy


And I know you can't love me here


I wish we had another time


I wish we had another place


But everything we have is stuck in the moment


And there's nothing my heart can do


Fight with time and space 'cause


I'm still stuck in the moment with you


See like just because this cold, cold world saying we can't be


Baby, we both have the right to disagree


And I ain't with it


And I don't wanna be so old and gray


Reminiscin' 'bout these better days


But convince just telling us to let go


So we'll never know


I wish we had another time


I wish we had another place


'Cause everything we did


And everything we have is stuck in the moment


Yeah


I wish we had another time


I wish we had another place (Oh, no-no)


But everything we have is stuck in the moment


And there's nothing my heart can do


(Nothing my heart can do)


To fight with time and space 'cause (And space)


I'm still stuck in the moment with you


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2