Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
#Part 40 Asmara SP


__ADS_3

Javier Mascherano mengerang kesal karena ia sudah hampir kehabisan peluru dengan melawan permainan Range Rover Evoque yang berada tak jauh darinya.


Ia tidak tahu apa maksud pengemudi itu menyerempet mobilnya seperti itu. Akhirnya ia tidak ingin lagi menembak. Ia harus berhemat peluru sampai Suzanne dan dirinya benar-benar sudah berhasil keluar dari kota Auckland.


Broom


Jarak Bandara sudah semakin dekat. Ia melajukan mobilnya semakin cepat. Sedangkan Range Rover Evoque itu masih terus mengikutinya.


"Sial! Apa sebenarnya maksud bajingan itu!" umpatnya kesal. Ia yakin sekali kalau pengendara itu adalah orang yang sedang mencari Suzanne.


Ciiit


Akhirnya ia menghentikan laju mobilnya di jalanan yang sepi. Ia ingin berhadapan langsung dengan pengendara Mobil anti peluru itu dan membuat sebuah perhitungan.


Ia tidak ingin aksinya menculik gadis asli kota Auckland akan sangat mencolok jika Range Rover Evoque ini terus-menerus mengikuti dan membuat masalah dengannya sampai di Bandara kota ini.


Bugh


Javier Mascherano turun dari mobilnya kemudian membanting pintunya dengan keras. Sebuah pistol ia bawa untuk berkenalan dengan pria pengendara asing itu.


Suzanne yang masih berada dalam ketakutan tersentak kaget. Ia memandang ke sekeliling jalanan sepi itu dengan perasaan was-was.


"Apa mungkin tempat ini adalah tujuan akhir dari pria itu membawaku kemari?" tanya gadis itu seraya mengintip dari kaca hitam jendela mobil itu.


Gadis itu tidak melihat apapun selain padang yang luas dan gersang. Ia pun mengedarkan pandangannya ke arah belakang. Tak jauh dari tempatnya berada, ia melihat Ada Range Rover Evoque yang ia kenal sebagai mobil Daddynya.


"Apakah Daddy yang datang menjemputku?" tanyanya pada diri sendiri. Ia tersenyum bahagia dengan air mata haru yang keluar dari kelopak matanya.


"Alhamdulillah. Aku selamat," ujarnya dengan rasa penuh syukur.


Ceklek


Ceklek


Gadis itu berusaha membuka pintu mobil tetapi tidak bisa terbuka. Rupanya pintunya sedang dikunci oleh pria bajingan itu.


"Hey, buka pintunya Javier!" teriaknya dengan suara keras agar pria yang sedang berjarak sekitar 3 meter dari mobil itu bisa mendengarnya. Tangannya pun berusaha memukul pintu mobil itu berkali-kali.


Door


Door

__ADS_1


Suzanne berhenti berteriak karena suara letusan senjata api kembali terdengar. Ia mengintip dari dalam mobil dan melihat Javier berlari ke arah samping badan mobil itu untuk bersembunyi.


Pria itu membungkukkan badannya di depan Suzanne yang hanya dihalangi oleh dinding body kendaraan roda empat itu.


Suzanne memutar tubuhnya mencoba melihat siapa gerangan yang sedang memakai mobil kesayangan Daddynya.


"Daniel!?" serunya tidak percaya saat melihat pria datar itu mengarahkan senjatanya ke arah mobil yang sedang ditempatinya.


Door


Javier kembali memuntahkan pelurunya ke arah putra kedua Alexander Smith itu tetapi pria itu berhasil bersembunyi dari balik pintu mobil yang sengaja ia buka sebagai tempat berlindung.


Door


Door


Kali ini Daniel Smith yang memuntahkan pelurunya ke arah mobil Javier. Ia tidak ingin menembak Javier untuk mengulur waktu tetapi dua buah roda mobil itu ia lumpuhkan terlebih dahulu agar pria itu tidak bisa pergi kemana-mana lagi.


Kletak


Kletak


Karena keangkuhannya ia ingin melawan pengendara asing yang sedang bermain-main dengannya itu. Dan ternyata Daniel Smith adalah pria itu.


Pria yang sudah sangat siap meladeninya saat ini. Pria yang sudah lama ingin ia hancurkan seperti ia ingin menghabisi Suzanne.


Daniel menyimpan senjatanya di atas dasbor Range Rover Evoquenya. Ia menghampiri Javier dengan tangan kosong. Ia tahu kalau pria yang sudah keluar dari tempat persembunyiannya beberapa saat yang lalu sudah kehabisan amunisi.


Untuk lebih adil ia ingin berduel dengan pria itu tanpa bantuan senjata apapun ditangannya. Pria itu berdiri di samping mobilnya dengan mengepalkan tangannya.


"Hai Javier, senang berjumpa denganmu disini," sapa Daniel Smith dengan seringai diwajahnya. Pria itu merenggangkannya jari-jarinya karena sudah tidak sabar memukul wajah penculik yang sudah lama menggangu pikirannya itu.


"Apa maumu?!" tanya Javier tanpa mau menjawab basa-basi dari pria Moskow itu. Daniel Smith terkekeh. Ia menatap tajam Javier kemudian menjawab, "Aku yang harusnya bertanya padamu brengsek. Apa maksudmu menculik gadis itu!"


"Apa perlu Aku jawab Tuan Smith? ketika gadis sialan itu membuat kakakku mendapatkan hukuman mati di Moskow?!"


"Oh ya? Jadi pria itu adalah Kakakmu? bagus sekali." jawab Daniel dengan alis terangkat sebelah. Ia menatap Javier dengan pandangan mencemooh.


"Kakakmu itu pantas mendapatkannya Tuan Mascherano! Dan kamu pun akan merasakan hal yang sama. Jadi kembalikan Suzanne sekarang padaku!" Daniel Smith melangkah semakin dekat dan berniat membuka mobil dimana ada Suzanne berada.


Bugh

__ADS_1


Javier Mascherano memberikan tendangan pada tubuh Daniel tetapi gerakannya sudah diprediksi oleh pria itu. Kaki Javier akhirnya hanya menendang pintu mobil.


"Aaaaargh!" Javier tidak menyangka kalau gerakan pria itu begitu sangat gesit dan cepat. Perutnya langsung mendapatkan pukulan dari tangan kuat seorang Daniel Smith. Ia terjengkang ke belakang tetapi berhasil menyeimbangkan tubuhnya kembali. Pria itu langsung memasang kuda-kuda untuk menyerang kembali.


"Suzanne adalah milikku dan tak akan kubiarkan kamu untuk mengambilnya dariku!" teriak Javier dan melompat dengan cepat ke arah Daniel.


Akan tetapi sekali lagi tubuh Javier terlempar karena Daniel sudah siap menunggunya dengan kuda-kuda dan tangan yang siap menyambutnya.


"Brengsek kamu Daniel!" Javier akhirnya mengeluarkan beberapa pisau kecil dari balik jaketnya. Ia melempari tubuh Daniel dan berhasil menusuk bahu pria itu.


"Aaawwwww!" Suzanne yang berada di dalam mobil berteriak histeris karena melihat pisau kecil itu berhasil menembus bahu kiri Daniel. Darah segar keluar dari sana saat pria itu mencabutnya.


"Daniel, oh ya Allah!" Suzanne memukul-mukul kaca jendela mobil itu dengan keras. Ia begitu panik dengan apa yang terjadi pada pria yang sangat disukainya itu. Ia rasanya ingin keluar dan ingin menolong.


Tampak dari dalam mobil itu, Daniel Smith menyeringai kemudian melempar kembali pisau itu ke arah Javier dengan sangat cepat.


Pria Moskow itu tercengang karena benda tajam itu berhasil menembus tangannya yang siap melempar kembali pisau yang kedua.


"Aaargh!"


Cling


Bugh


Pisau ditangannya terjatuh. Begitupun tubuhnya yang langsung terjerembap ke atas aspal. Gerakan Daniel yang begitu cepat bagaikan terbang langsung menyarangkan satu tendangan mematikan pada tubuhnya.


"Kamu pikir Aku akan membiarkan gadisku pergi bersamamu hah?!" geram pria itu dengan tangan memutar kepala pria itu hingga mengeluarkan bunyi retak.


Door


"Aaaargh!'"


"Daniel!"


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2