Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 49 Asmara SP


__ADS_3

Harry Sean Kingston memeluk Daniel Smith yang baru saja selesai mengucapkan ijab Kabul. Pria itu sangat senang karena sahabatnya sudah resmi menjadi saudara iparnya dalam waktu yang begitu singkat.


Ada rasa cemburu yang ia rasakan dalam hatinya karena pria itu berani melamar sang adik sementara dirinya sendiri masih memandang Elmira dari kejauhan.


"Selamat ya Dan, sekarang kamu harus bisa bertahan dengan sifat Suzanne yang kadang sangat menyebalkan," ujar Harry tertawa dibawah pandangan tajam sang adik.


"Kak Harry," Suzanne merajuk di depan semua orang dan berakhir mendapatkan tawa dua keluarga besar yang sudah resmi menjadi besan itu. Smith dan juga Kingston.


"Terimakasih banyak Harry karena mempunyai adik yang sangat cantik," ujar Daniel seraya meraih pinggang Suzanne ke dalam pelukannya.


"Aku akan menjaganya dengan sangat baik dan juga Aku akan menjadi pengawalnya kemanapun ia pergi." lanjut Daniel kemudian mencium pipi perempuan cantik bergaun putih itu di depan semua orang.


"Oh, kamu bisa juga mengucapkan kata-kata manis seperti ini Dan," ujar Suzanne dengan senyum malu-malu diwajahnya. Ia mendorong tubuh Daniel karena masih sangat malu diperlakukan seperti itu di depan umum, meskipun mereka sudah resmi menjadi suami istri.


Sementara itu Alexander Smith dan Vedran Sean Kingston juga saling berpelukan dengan perasaan haru di dalam hati mereka berdua. Mereka tidak menyangka kalau hubungan bisnis mereka selama ini berakhir menjadi hubungan keluarga.


"Kamu hebat tadi," ucap Alex dengan senyum di wajahnya. "Aku saja tidak berani menikahkan Nikita waktu itu." lanjutnya seraya memandang Nikita dan Crisstoffer Anderson dari jauh.


Putri pertamanya itu juga ikut menghadiri pernikahan Daniel bersama dengan suami dan dua anak kembarnya.


"Kamu yang hebat Alex karena tidak bosan memberikanku semangat. Ternyata mengucapkan ijab Kabul dan menikahkan putri sendiri sama-sama berat, hahaha." ujar Vedran tertawa terbahak-bahak.


Pria itu sangat lega karena ia sudah merasa menjadi seorang Ayah yang sangat beruntung. Bisa menikahkan putrinya dengan pria dari keluarga yang bertanggung jawab.


"Dan kamu masih mempunyai Harry yang sepertinya juga sudah tidak sabar untuk menikah," ujar Alex saat tidak sengaja melihat Harry semakin intens mendekati Elmira sang ponakan.


"Ya ya. Kalau ia mau kita juga bisa menikahkan mereka sekarang juga, hahahaha." Vedran kembali tertawa dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Shania sang isteri.

__ADS_1


"Kita harus melamar Elmira dengan baik pada Daddy dan Mommynya sayang," ujar perempuan itu yang langsung disetujui oleh Aisyah.


Istri dari Alex itu tahu bagaimana sifat kakaknya, Omar yang juga sangat posesif pada putra-putrinya. Terkadang bahkan soal jodoh putra-putrinya harus dibawah pengawasannya.


"Ah iya, maafkan Aku Alex. Aku terlalu bahagia hari ini sampai melupakan hal itu." ujar Vedran merasakan tidak nyaman di dalam hatinya.


"Hey, Aku yang harus minta maaf karena melamar putrimu dengan sangat mendadak seperti ini. Suzanne seharusnya diperlakukan dengan sangat istimewa karena dia putrimu yang sudah kamu jaga dengan sangat baik."


"Ya ya ya, Tuhan sudah mengatur cara mereka bertemu dan menikah dengan sangat baik. Urusan yang lainnya itu hanyalah pelengkap. Dan kami yakin Daniel pasti akan memperlakukannya dengan sangat istimewa." timpal Shania dengan senyum diwajahnya. Ia pun melanjutkan dengan tatapan tak lepas dari kedua pasangan suami-istri baru itu,


"Daniel sudah membuktikan bagaimana ia mencintai putriku dengan mempertaruhkan nyawanya. Ia selalu ada dalam setiap masalah yang diperbuat oleh putriku yang sangat manja itu."


🍀


Malam semakin larut. Semua penghuni Mansion itu sudah nampak sangat lelah karena seharian berada pada situasi yang cukup melelahkan.


Meskipun begitu tak ada yang kurang dari acara yang sederhana dan sakral itu. Maksim dan Albert tidak bisa datang dari Moskow karena acara ini sangat mendadak.


Berbeda dengan Nikita Dan Crisstoffer yang kebetulan punya waktu luang dan saat itu sedang berada di New Zealand untuk urusan bisnis. Mereka menyempatkan waktunya untuk datang menyaksikan pernikahan sang Adik.


Nikita begitu bahagia karena Daniel sudah menikah dan ternyata sudah berhasil melupakan cinta masa kecilnya pada Elif. Perempuan cantik itu menghampiri adiknya yang sedang duduk bersama dengan Suzanne.


"Selamat ya untuk kalian berdua, Aku sangat bahagia." Nikita memeluk Daniel dengan perasaan haru dan bahagia.


"Terimakasih banyak Niki. Aku senang karena kalian bisa datang." jawab Daniel dengan senyum diwajahnya.


"Tentu saja Aku akan datang untuk melihatmu bahagia. Dan ya Aku ingin memberi tahu istrimu untuk tidak langsung memberikan apa yang kamu mau, hihihi." Nikita terkikik lucu membayangkan marahnya sang adik dengan idenya itu.

__ADS_1


"Tidak masalah Niki, yang penting gadis cantik ini sudah tidak bisa kemana-mana lagi, Hem." timpal Daniel kemudian mengusir Nikita dari tempat mereka sekarang.


"Sekarang temui suamimu dan beristirahat sana. Kamu pasti lelah 'kan?" Nikita mencibir karena tidak berhasil mengganggu sang adik.


Ia langsung meraih tubuh Suzanne dan membisikkan sesuatu pada adik iparnya itu. Pipi Suzanne langsung memerah karena malu. Pengantin perempuan itu langsung mengangkat jempolnya tanda setuju dengan kata-kata Nikita di telinganya.


"Hey, apa yang kamu katakan pada istriku Niki?" tanya Daniel penasaran. Nikita langsung tertawa terbahak-bahak kemudian segera pergi meninggalkan kedua pengantin baru itu.


Putri pertama Alexander Smith itu mengikuti para pelayan yang sudah mempersilahkan semua tamu untuk menempati kamar-kamar yang sudah disiapkan untuk mereka beristirahat.


Tinggallah Daniel dan Suzanne di ruangan yang sudah sepi itu. Hanya ada pelayan yang berdiri dari arah yang cukup jauh untuk melaksanakan perintah dari para penghuni Mansion itu.


"Jadi Aku harus tidur dimana malam ini sayang?" tanya Daniel berusaha menggoda istrinya yang nampak sangat manis dan cantik malam itu. Beberapa saat yang lalu Suzanne tak lagi menunjukkan wajah kesal dan marahnya seperti biasanya.


Suzanne berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Daniel seraya berucap," Terserah mau tidur dimana!" Daniel tertawa karena istrinya kembali merajuk seperti biasa.


"Awwwww!" Suzanne berteriak histeris karena merasakan tubuhnya melayang ke Udara karena digendong oleh suaminya ala bridal style.


"Aku sudah tidak sabar ingin berdua denganmu Suzanneku sayang," bisik Daniel seraya meraih bibir Istrinya dan mengulumnya lembut. Ia tidak ingin melepaskan ciumannya sampai mereka berdua sampai di kamar pengantin mereka.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Duh, othor kok jadi deg-degan nih sama Daniel 🤭🤧

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2