Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 25 Asmara SP


__ADS_3

Harry Sean Kingston mengernyit memandang pesan gambar yang baru ia terima dari Suzanne sang adik.


"Suzanne sedang ada di Sky Tower? Untuk apa ia kesana bersama dengan Ramy."


"Dan ini dengan seorang pria asing?" ujarnya dengan mata terus memperhatikan objek yang ada di dalam gambar itu.


Harry terus berusaha memaksa memorinya untuk mengingat sosok pria dalam gambar itu, yang mungkin saja pernah ia lihat sebelumnya entah dimana.


Tuut


Tuut


Tuut


"Suzanne! angkat teleponmu!" teriaknya pada layar handphonenya dengan wajah tidak sabar.


Tuuut


Tuuut


Sekali lagi ia menghubungi gadis manja itu tetapi kembali hanya bunyi yang sama yang ia dengar dari speaker handphonenya.


Ia pun berdiri dari duduknya untuk keluar dari Cafetaria itu. Perasaan was-was kembali menghantui perasaannya karena ini pertama kalinya adik perempuannya itu keluar Rumah tanpa pengawalan dari orang-orang Vedran Sean Kingston.


Pria itu ingin pergi ke Sky Tower sendiri untuk menjemput adiknya di sana tetapi langkahnya terhenti karena seorang temannya langsung menyodorkan sebuah berkas MOU yang harus ia tanda-tangani saat itu juga.


Huffft


Harry kembali duduk dan menghadapi berkas-berkas itu dengan perasaan khawatir tetapi ia tidak mungkin pergi dari sana sebelum urusan pekerjaannya selesai.


Ia menghentikan membaca berkas itu dan meraih kembali handphonenya untuk mengulangi kembali menghubungi nomor handphone Suzanne tetapi ternyata belum juga bisa tersambung.


Ia tidak mungkin menghubungi Daddynya yang sedang sibuk bekerja hanya untuk mengobati rasa khawatirnya yang sangat berlebihan.

__ADS_1


"Oh ya Allah, ada Daniel di sekitar Sky Tower saat ini," ujarnya dengan perasaan yang mulai sedikit lega. Ia baru ingat kalau Daniel datang ke kota ini untuk menemani Elmira untuk sebuah urusan pekerjaan di sebuah hotel di sekitar Sky Tower.


Kembali ia menutup berkas MOU itu dan mencoba menghubungi Daniel tetapi bunyi yang ia dapat sama saja dengan yang ia peroleh dari panggilannya pada Suzanne beberapa menit yang lalu.


"Oh Shi*t! kemana kamu Daniel saat Aku membutuhkanmu!" teriaknya lagi pada layar handphonenya.


Sementara itu, Daniel Smith yang sedang menemani Elmira di sebuah acara pertemuan dokter muda di seluruh dunia itu sedang duduk sendiri di sebuah Restoran di sekitar Sky Tower.


Setelah makan dan menikmati suasana pantai kota Auckland, ia pun berpikir untuk mengunjungi Sky Tower yang ia lihat cukup ramai sore itu.


Ia pikir dengan mengisi waktu yang cukup senggang ini ia bisa melihat keseluruhan kota Auckland dari atas ketinggian untuk menghemat waktunya yang hanya beberapa puluh jam di negara ini.


Tiba-tiba ia merasa sangat penasaran pada seorang pengunjung yang sepertinya sangat ia kenal. Siluet tubuh gadis itu meskipun tidak begitu jelas tetapi mampu membuat dadanya berdebar keras.


Ia pun membeli tiket masuk dan mengikuti kemana gadis itu melangkah. Satu hal yang membuatnya mendidih cemburu adalah seorang pria yang pernah ia temui di Moskow juga ada di sana bersama gadis itu.


"Hey!" teriaknya marah saat gadis itu menangis ketakutan karena phobia akan ketinggian sedang ingin dipeluk oleh pria yang berasal dari Moskow itu.


Sedangkan Ramanda yang sedang sibuk melihat kota Auckland menggunakan teropong langsung tersentak kaget dengan keributan di tempat itu. Ia memandang dua orang pria yang saling bertatapan dengan sengit itu.


"Brengsek kamu!" umpat Javier karena begitu marah diperlakukan seperti itu oleh pria yang sangat ia benci itu. Pria yang telah berhasil menangkap kakaknya di Bandara Internasional di kota Moskow.


Pria itu langsung berdiri dari posisinya dan bersiap untuk membalas serangan Daniel Smith tetapi ia tersadar kalau waktu dan tempat saat ini tidaklah tepat.


Ia pun segera menghampiri Suzanne yang sedang berjongkok memeluk tubuhnya sendiri itu.


"Suzanne, Maafkan Aku ya. Aku tidak tahu kalau kamu phobia pada ketinggian. Seharusnya Aku tidak membawamu ke tempat ini. Maafkan Aku ya?" ujarnya dengan suara dibuat sangat menyesal.


Javier pun menyodorkan tangannya ke arah Suzanne untuk membantunya berdiri sedangkan gadis itu mengangkat wajahnya dan menyambut tangan pria itu.


Ia pun berdiri sejajar dengan Javier dengan wajah yang masih tampak pucat. Ramanda yang baru sadar akan apa yang telah terjadi segera berlari ke arah Suzanne dan segera memeluknya.


"Kamu baik-baik saja kan Suzanne?" tanyanya dengan wajah khawatir. Gadis itu mengangguk kemudian tersenyum.

__ADS_1


Ia segera melangkah menjauh dari tempat ia berdiri sekarang karena tidak ingin menatap ke bawah agar supaya rasa takutnya tidak datang lagi.


Matanya tanpa sadar menatap pria tampan asal Moskow yang selama ini selalu menggangu perasaannya. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan hidungnya sendiri.


Baru saja ia ingin membuka mulutnya untuk menegur pria ltu, Javier sudah menarik tangannya dan membawanya keluar dari tempat itu.


"Kita pulang sekarang Suzanne. Waktumu hampir habis." ujarnya tanpa mau memberikan kesempatan pada gadis itu untuk berbicara pada Daniel Smith sang mantan pengawalnya.


"Eh tapi," ujar Suzanne tertahan karena pintu sudah tertutup dan Daniel Smith bahkan tidak mengatakan apapun padanya.


Gadis itu merasakan rasa kesal mendera hatinya. Ia sudah lama ingin bertemu dengan pria ltu tetapi kenyataannya Daniel hanya menatapnya dengan wajah datar seperti itu. Tak nampak sama sekali kalau pria itu ada perasaan yang sama dengan yang ia rasakan.


"Aku akan mengantarmu dan Ramanda untuk pulang. Lain kali kita pasti akan bertemu lagi." ujar Javier dengan perasaan yang sangat kesal karena rencananya hari ini gagal akibat dari kedatangan pria dari Moskow itu.


Mereka bertiga pun turun dari puncak Sky Tower itu menggunakan lift. Di ikuti oleh Danil dengan lift berikutnya.


Javier tak ingin membuang waktu. Ia segera keluar dari lokasi Sky Tower dan segera membawa kedua gadis itu untuk dibawa menjauh agar Daniel Smith tidak dapat menjangkau mereka.


"Sial!" umpat Daniel karena mobil yang dikendarai oleh Javier sudah menjauh dari penglihatannya sedangkan kendaraannya sendiri masih ia parkir di depan restoran yang ia tempati makan.


Ia pun segera meraih handphonenya dan mencoba menghubungi Harry tetapi ia baru melihat kalau ternyata ia telah menonaktifkan benda elektronik itu sejak tadi.


"Oh ya Tuhan. Ternyata Harry menghubungiku sejak tadi karena Suzanne." pria itu segera berlari ke arah Restoran untuk mengambil mobil Harry yang ia pinjam tadi untuk mengantar Elmira.


Daniel Smith segera melajukan kendaraannya ke arah mobil yang dikendarai pria itu. Ia berharap tidak kehilangan jejak dan bisa membawa pulang Suzanne serta sahabatnya itu.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2