Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 31 Asmara SP


__ADS_3

"Ish! kamu selalu bikin aku kesal Tuan Smith!" gerutu Suzanne seraya menghentakkan kakinya. Ia selalu tidak mengerti dengan sikap pria itu padanya. Pertanyaannya tidak dijawab oleh Daniel dan membuat ia semakin mencurigai sesuatu.


"Apa kamu pernah melihatku tanpa pakaian, Tuan Smith?" tanyanya lagi yang hanya dijawab diam oleh pria itu.


Dengan cepat ia ingin meninggalkan tempat itu dan kembali ke kamarnya tetapi tangannya diraih oleh pria dari Moskow itu.


"Javier Mascherano, temanmu itu adalah pria mesum yang ingin memanfaatkan kesempatan jika bersama denganmu, jadi Aku harap kamu jauhi pria itu!"


"Mesum?" Suzanne menatap tajam pria dihadapannya itu dengan ekspresi mencemooh.


"Kamu yang mesum Tuan Smith. Kamu bahkan sudah membayangkan tentang Aku yang tidak berpakaian!" gadis itu mengarahkan jari telunjuknya pada pelipisnya dengan bibir terangkat.


"Javier memang seperti itu!" balas Daniel kesal tak mau kalah.


"Siapa yang bilang Tuan Smith?" tanya Suzanne dengan mata melotot tajam di depan hidung Daniel Smith. Ia tentu tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh pria datar tak berperasaan itu.


"Javier pria baik dan sangat lembut Tuan Smith. Dan perlu anda tahu. Javier adalah pria romantis yang tahu cara memperlakukan Perempuan."


"Anda Lihat kan, ia memberiku hadiah yang sangat bagus." jelas Suzanne dengan sengaja memanas-manasi pria dingin yang ada di hadapannya itu.


Daniel Smith mendengus tak suka dengan pujian gadis itu pada Javier yang sudah setinggi langit. Hatinya mendidih semakin kesal.


"Sekarang kembalikan jam tangan yang diberikan Javier padaku. Itu sangat berharga buatku, Tuan Smith!"


Suzanne menengadahkan tangannya lagi di depan wajah Daniel. Ia mengulangi permintaannya lagi seperti beberapa saat yang lalu. Pria itu membuat jarak dengan gadis itu lantas menjawab,


"Jam tangan itu ada pada Harry sekarang." Ia berusaha menahan amarahnya karena cemburu yang sudah sangat memuncak saat ini.

__ADS_1


"What? kenapa bisa sampai pada Kak Harry? apa pula urusannya dengan kakakku itu?"


"Karena di dalam jam tangan pemberian pria kesayanganmu itu terdapat alat pelacak dan kamera untuk mengetahui apa saja yang kamu lakukan!"


"Hah? kamu sengaja menuduh Javier 'kan karena ia pria baik hati dan sangat perhatian padaku!" teriak Suzanne tidak percaya pada apa yang dikatakan oleh Daniel Smith padanya.


"Tidak. Itu tidak benar."


"Itu benar Tuan Smith. Kamu tidak suka kalau pria itu dekat denganku Iyyakan?" Daniel Smith mulai terpancing dengan kata-kata Suzanne padanya.


Ia meraih tubuh gadis itu kedalam rengkuhannya kemudian mengecup bibir Suzanne singkat.


"Iya. Aku sangat tidak suka, puas kamu?" tegas pria itu kemudian meninggalkan putri kedua Vedran Sean Kingston itu yang terlongo tak percaya dengan apa yang pria itu lakukan padanya.


Daniel Smith pergi dari sana dengan perasaan yang sangat kacau. Ia tidak menyangka kalau ia berhasil terpancing oleh gadis itu dan membuktikan kalau ia benar-benar suka pada gadis cantik dan manja itu.


Dada Suzanne berdebar keras. Tubuhnya ia rasakan tidak bisa bergerak karena kaget luar biasa dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya. Perlahan ia menyentuh bibirnya dengan jari-jarinya.


"Sue Zanne!!!" teriak mereka berdua dan berhasil membuat gadis itu kembali sadar kalau ia sekarang sedang berada di bumi.


"Dimana Daniel?" tanya Elmira seraya memandang ke sekeliling. Ia mencari sepupunya itu yang katanya sedang berbicara dengan gadis pemilik Mansion mewah ini.


Suzanne tidak menjawab, ia meninggalkan dua gadis yang kebingungan itu menuju kamarnya. Ia sedang ingin mencari kaca saat itu juga. Ia ingin melihat rona pipinya sekarang.


Sementara itu Daniel Smith mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri dan berani menyentuh Suzanne seperti tadi.


Ia sangat menyesal karena telah menyentuh gadis itu sebelum halal ia sentuh. Setelah ini ia yakin akan meminta Vedran Sean Kingston untuk menikahkannya dengan gadis manja itu.

__ADS_1


Daniel Smith memasuki kamar Harry dengan dada berdebar tak karuan. Rasanya ia ingin menyampaikan niatnya untuk memperistri Suzanne pada Harry saat itu juga atau ia bisa gila dan tidak bisa tidur malam itu.


"Ah Daniel, akhirnya kamu datang juga." sapa Harry dengan wajah gembira. Ia berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri sahabatnya itu.


"Kamu dari mana?" tanyanya dengan perasaan semangat. Ia sudah menemukan cara untuk menangkap Javier.


"Aku baru saja menemui adikmu. Dan ia masih sangat mengharapkan jam tangan dari pria brengsek itu." jawab Daniel kemudian mendudukkan bokongnya di atas sebuah sofa di dalam kamar itu.


"Itu bagus Daniel. Kita akan memberikan kembali jam tangan ini pada Suzanne."


"Jangan Harry. Aku tidak setuju," tolak Daniel tidak sepakat dengan ide dari sahabatnya itu.


"Hey. Ini akan baik bagi kita."


"Tidak. Javier itu berbahaya."


"Aku sudah merubah alat pelacak ini Daniel. Dan dengan jam tangan ini, kita akan menangkap pria itu dengan senjatanya sendiri."


"Benarkah?" tanya Daniel berubah antusias. Ia meraih benda itu dan mengamatinya dengan seksama.


"Sekarang, biarkan Suzanne memakainya supaya kita tahu apa rencana Javier selanjutnya. Aku sudah tidak sabar bertemu langsung dengan pria itu Daniel." ujar Harry seraya mengepalkan tangannya seolah-olah Javier ada dihadapannya dan siap untuk dihantam.


"Tentu saja. Aku juga tidak sabar bertemu dengan pria brengsek itu." imbuh Daniel dengan seringai di wajahnya.


🍀


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2