Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 55 Asmara SP


__ADS_3

Elmira sungguh merasa tidak nyaman saat ini. Tubuhnya bergerak sangat gelisah karena mendapatkan tatapan tajam seperti itu dari pria yang selama ini ia rindukan.


Gadis itu meremas jari-jarinya di atas meja dengan wajah tertunduk. Harry yang baru masuk ke dalam Restoran dan duduk di dekat mejanya tampak sangat kaget. Pria itu mendapatinya sedang makan siang dengan seorang pria.


"Aku ke Toilet dulu ya," ujar Elmira dan berlalu dari hadapan pria yang sedang makan siang dengannya itu. Victor Abdullah tersenyum kemudian mengangkat tangannya ke atas mempersilahkan.


Elmira pun pergi dari sana dengan langkah cepat bagai berlari. Gadis itu rasanya ingin menenangkan hatinya saat ini di Toilet. Ia terlalu gelisah dengan keberadaan Harry di tempat itu.


Huffft


Elmira menarik nafasnya dalam-dalam. Gadis itu menyentuh dadanya yang berdebar sangat kencang. Ada berbagai macam rasa yang bergejolak di dalam hatinya saat ini. Rindu dan juga Takut.


"Ya Allah, apa Aku terlalu merasa percaya diri?" Harry datang bukan untuk menemuiku dan Aku sudah merasakan hal yang seperti ini." ujarnya pelan seraya membasuh wajahnya dengan air dingin.


"Dan Victor, pria yang sedang dijodohkan oleh Daddy denganku? oh tidak!" Elmira langsung menarik beberapa lembar tissue dari dalam tasnya. Ia mengeringkan wajahnya dengan benda itu kemudian keluar dari Toilet itu.


"Semuanya pasti hancur!" ujarnya dengan langkah terburu-buru. Ia harus melakukan sesuatu.


"Aaaaaw!" gadis itu berteriak tertahan karena tubuhnya terasa didorong dengan paksa ke dinding Toilet yang dingin itu. Harry memepet tubuhnya ke dinding dengan tatapan tajam.


"Harry? kamu masuk ke Toilet perempuan?" tanyanya dengan suara tercekat.


"Biarkan Aku keluar. Aku tidak mau ada yang salah sangka pada kita." Elmira berusaha mendorong tubuh pria tinggi besar itu dari tubuhnya.


"Aku sudah mengunci pintunya dokter Elmira!" jawab Harry dengan suara rendah. Elmira merasa kulitnya meremang. Tubuh mereka sungguh tidak berjarak saat ini. Ia sampai bisa merasakan deru nafas pria itu menyentuh wajahnya.


"Harry, lepaskan Aku. Tolong biarkan Aku keluar. Aku sangat tidak nyaman diposisi seperti ini" Elmira mendorong pria itu yang sepertinya sedang tersulut emosi.


"Siapa pria itu?" Harry tidak melepaskan Elmira dan malah semakin merapatkan tubuhnya pada gadis cantik yang sedang menutup matanya itu.


"Pria bernama Victor itu, siapa dia Mira? Apa dia calon suamimu hah?" Elmira tidak menjawab. Ia semakin merapatkan matanya karena tidak kuat menahan sebuah perasaan asing yang berkejaran dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Cup


Harry sudah tidak tahan lagi jika tidak menyentuh bibir merah yang sangat menggoda imannya itu. Ia pun meraihnya dan mengulumnya dengan sangat lembut.


Elmira membuka matanya kemudian mendorong tubuh Harry yang sedang sangat rileks dan tidak menekan tubuhnya. Tautan bibir mereka terlepas. Dada Elmira naik turun menahan gejolak rasa yang sepertinya siap meledak.


Bohong kalau ia tidak tergoda dan terbuai. Karena dihatinya memang hanya Harry yang bertahta di sana. Akan tetapi ia tidak suka kalau pria itu selalu mengambil kesempatan seperti ini padahal mereka sedang tidak punya hubungan apapun.


Pria itu juga belum pernah mengucapkan sebuah kalimat pengikat untuk status mereka. Ia tidak tahu bagaimana bentuk perasaan pria itu padanya.


"Kenapa? Apa karena pria itu?" Harry merasa sangat kecewa karena Elmira menolaknya. Ia segera meraih pinggang gadis itu lagi dan merengkuhnya.


"Apa ada nama Victor di dalam hatimu Elmira?" tanyanya lagi dengan tatapan tajam pada dokter cantik itu.


"Tidak! tapi biarkan Aku keluar dari tempat ini! Kamu sungguh tidak sopan Harry!" Elmira kembali meminta supaya pria itu melepaskannya.


"Jawab dulu pertanyaanku. Apa dihatimu ada Victor sehingga kamu menolakku?" Elmira sudah tidak tahan lagi dengan pertanyaan yang tidak masuk akal dari pria itu.


"Tentu saja Aku punya urusan Mira! Kamu itu milikku dan tidak boleh ada orang lain yang memilikimu selain Aku!" ujar Harry dengan suara tegasnya. Elmira mengangkat bibirnya mencibir.


"Mana buktinya Tuan Kingston! Kamu hanya bisa melecehkan dan mempermainkan Aku seperti ini!"


"Bukti apa yang kamu mau Elmira Omar Yusuf?!" geram Harry tidak suka dengan perkataan gadis cantik yang sedang dalam kuasanya saat ini.


"Temui Daddyku dan lamar aku sekarang juga!" titah Elmira kemudian melepaskan dirinya dan berlari keluar dari Toilet itu. Ia meninggalkan Harry yang sedang menarik bibirnya dan tersenyum samar.


"Kamu mengenal Harry Sean Kingston dokter Elmira?" tanya Victor saat gadis itu sudah duduk kembali di mejanya bersama dengan Victor.


"Hah? kamu bertanya padaku Victor?" Elmira yang masih berusaha meredakan debaran didadanya itu memandang pria yang dijodohkan oleh orangtuanya itu.


"Iya. Cuma kita berdua 'kan di tempat ini dokter?" Victor tersenyum kemudian menyeruput minumannya.

__ADS_1


"Iya. Aku mengenalnya. Apa ia mengatakan sesuatu padamu?" Elmira balik bertanya dengan pikiran masih berada pada pria Auckland itu.


"Tuan Kingston mengancamku dokter, hehehehe," jawab pria itu terkekeh. Elmira mengangkat alisnya tanda ia penasaran dengan apa yang dikatakan oleh putra dokter Sergey Abdullah itu.


"Mengancam? apa maksudmu Victor?"


"Aku mengancamnya Mira. Kalau ia berani menerima perjodohan ini maka Aku akan meledakkan kepalanya." ujar Harry seraya menarik kursi disamping Elmira.


"Hah?" Gadis itu melongo tidak percaya dengan perkataan Harry. Ia jadi tidak nyaman pada Victor.


"Maafkan pria ini Victor. Ia mungkin sedang mabuk perjalanan." ujar Elmira menahan senyumnya. Ia melirik Harry yang berubah tampak kesal.


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Kingston. Aku memang tidak akan merebutmu darinya. Karena aku juga sudah mempunyai calon istri." Victor menjawab dengan kepala membayangkan senyum manis Asma Smith.


"Nah. Itu adalah berita yang sangat bagus. Aku sangat suka itu." Harry tersenyum kemudian meraih tangan Elmira di atas meja. Ia menggenggam tangan gadis itu dan menatapnya dengan penuh cinta.


"Maukah kamu menikah denganku Nona Elmira Omar Yusuf?" Elmira tersenyum kemudian mengangguk. Hatinya sangat bahagia saat ini. Rasanya semua bunga di taman sedang merekah indah didalam dadanya.


"Ayo kita bertemu dengan Daddymu. Aku sudah tidak sabar menjadikanmu istriku Dokter." Harry mengajak gadis itu untuk segera menemui sang Daddy agar ia benar-benar membuktikan kalau ia serius.


"Hey, kalian meninggalkan aku di sini sendiri?!" Victor meneriaki kedua orang yang sudah berjalan ke arah pintu Restoran.


Harry dan Elmira hanya tertawa dan melambaikan tangannya di udara. Mereka berdua sedang sangat bahagia saat ini.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2