
Harry Sean Kingston sangat bahagia karena izin untuk berbulan madu dari mertuanya sudah ia dapatkan. Ia pun segera mengatur rencana perjalanan ini bersama dengan Elmira, sang istri.
Indonesia adalah negara yang sangat mereka ingin kunjungi. Elmira pernah ke negara itu sewaktu masih kecil bersama-sama dengan para sepupu dari keluarga Smith.
Pantai indah dengan pasir putih yang bersih sebenarnya sama dengan keadaan di pantai Moskow, Rusia dan Auckland. Tetap itu bukanlah tujuan mereka semata. Elmira sangat menyukai kebudayaan yang ada di bagian Tengah Indonesia itu.
Albert dan Reisya mengantar pasangan pengantin baru itu ke Indonesia, sekaligus mereka pulang kampung untuk mengunjungi orang tua Reisya di Kota Makassar, Sulawesi-Selatan.
Setelah dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Dua pasangan itu berpisah di Pantai Losari. Albert dan Reisya langsung menuju ke kampung mereka di Bulukumba.
Sedangkan pengantin baru itu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pulau Samalona. Pulau yang merupakan salah satu pulau terindah yang dimiliki Indonesia.
Pulau yang berjarak dua kilometer dari Kota Makassar ini dapat dicapai dengan menaiki perahu motor dari dermaga kecil dekat Pantai Losari dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Tetapi sebelumnya, mereka singgah untuk melaksanakan sholat ashar di Masjid Amirul Mukminin.
Masjid yang merupakan sebuah "masjid terapung" yang terletak di kawasan wisata pantai Losari, Makassar, Indonesia. Masjid ini berdiri di atas tumpukan beton yang didorong ke dasar laut menyerupai rumah adat tradisional Sulawesi Selatan.
__ADS_1
"Indah sekali," ujar Harry saat pria itu berdiri dari dalam masjid seraya mengarahkan pandangannya ke arah lautan.
"Iya kamu betul Harry. Tempat ini sangat indah," balas Elmira yang juga ikut berdiri di samping suaminya di depan jendela masjid itu. Harry tersenyum kemudian menarik tangan istrinya itu keluar dari Masjid.
Ia sudah tidak sabar melihat keindahan lain tempat yang sedang mereka kunjungi saat ini. Pria itu turun dari jembatan dan mencari salah satu warga yang ada di sekitar pantai itu.
Ia ingin meminta bantuan bagaimana caranya mereka bisa sampai di Pulau Samalona.
"Hai Mister. You bisa naik perahu atau speadboat untuk sampai di pulau itu." ujar salah satu warga yang berprofesi sebagai tukang Becak yang selalu mangkal di pantai itu.
"Sama-sama Mister." jawab sang tukang becak dengan wajah senang. Tak lama kemudian, Harry dan Elmira pun mendapatkan sebuah perahu yang akan membawa mereka ke pulau itu.
Kurang lebih 30 menit mereka pun sampai di tempat tujuan. Harry langsung mencari sebuah Villa untuk mereka tempati selama berada di sana.
"Cuacanya sangat panas Mira. Kamu bisa mandi dulu sayang," ujar Harry seraya menyimpan dua buah tas ransel mereka yang berukuran sedang. Mereka sengaja tidak membawa banyak pakaian untuk acara bulan madu ini.
"Ah iya. Panas tapi aku suka Harry. Kota Moskow sering lembab dan jarang sekali kita mendapatkan cuaca yang seperti ini," ujar perempuan itu seraya membuka pakaiannya. Ia benar-benar merasa sangat kegerahan.
__ADS_1
Harry memandang istrinya yang baru pertama kali itu ia lihat memakai pakaian terbuka seperti itu. Ia begitu takjub dan sangat bahagia. Perlahan ia menghampiri sang istri dan meraih bibir perempuan itu.
Ia sungguh sangat merindukan istrinya itu. Karena sejak menikah, Omar sepertinya belum juga ikhlas menyerahkan sang putri kepadanya.
Mereka berdua terbuai dan tak sanggup lagi menahan hasrat yang sudah berada di puncak. Dalam. hitungan menit, mereka berdua tenggelam dalam pusaran nikmat yang tak bertepi itu.
Di pulau yang eksotik itu mereka melakukan sebuah ibadah yang sangat indah dan diberkahi. Harry tak berhenti mengucapkan kalimat-kalimat cinta dalam setiap sentuhan dan juga hentakannya yang sangat memabukkan bagi Elmira.
The End
Terimakasih banyak ya readers tersayang karena sudah menemani kehaluan othor receh ini.
Peluk cium dari aku ya 😘, kalian hebat dan selalu membuatku semangat dengan like dan komentar yang membangun.
Aku nantikan di karya baru ya, jangan lupa bahagia 😍😘🥰
__ADS_1