
Elmira pun melambaikan tangannya pada Suzanne karena mobil Daniel sudah ada di depannya. Gadis itu berangkat terlebih dahulu sedangkan Suzanne dan Ramanda ikut di mobil Harry.
Dua mobil itu meninggalkan Mansion dengan tujuan yang berbeda. Sementara itu Javier yang sudah lama menuggu tak jauh dari depan gerbang timur tinggi Mansion itu tersenyum menyeringai,
"Saatnya tiba Suzanne sayangku, kita akan bermain-main terlebih dahulu." ujarnya seraya melajukan mobilnya mengikuti dua mobil yang ada di depannya.
Sementara itu, Di dalam Mansion Vedran Sean Kingston, sebuah drama berpamitan sedang terjadi di dalam kamar sang pemilik tempat mewah itu.
Shania sudah bersiap mengantar suaminya yang juga akan berangkat bekerja pagi itu. Di depan sana Conan Doyle sudah tiba untuk menjemputnya. Rupanya ia akan berangkat ke Luar negeri lagi selama beberapa hari ke depan.
Vedran meraih Shania kedalam rengkuhannya kemudian mengulum bibir Istrinya itu dengan perasaan tak terbendung. Ia sungguh tak rela untuk pergi jauh lagi dari istrinya.
"Sayangku, ini yang terakhir Aku pergi jauh darimu. Aku ingin bersamamu saja sepanjang waktu," bisik Vedran dengan suara bergetar. Ia menekan tengkuk istrinya agar ciumannya bisa semakin dalam.
Shania mendessah dalam mulut suaminya. Vedran benar-benar mengeksplor mulutnya dengan sangat rakus sampai perempuan cantik itu tak kuat mengimbangi permainan lidah sang dominan.
Usia mereka yang sudah tidak muda lagi ternyata tidak menyurutkan hasrat mereka untuk melakukan kegiatan yang sangat menyenangkan.
"Conan sudah menunggu di depan sayang, jangan sampai ia membatalkan perjalanan ini denganmu," ujar Shania setelah Vedran melepaskan tautan bibir mereka.
Perempuan cantik itu pun memperbaiki letak hijabnya yang sudah cukup kacau oleh perbuatan tangan suaminya.
"Aku berjanji akan cepat kembali. Aku sungguh tidak bisa berjauhan denganmu." lanjut Vedran seraya tangannya meremas bagian belakang istrinya yang cukup padat berisi.
Shania tersenyum karena yakin sekali suaminya sedang berada di sebuah dimensi lain saat ini. Dan ia yakin lebih baik membuat Conan Doyle menunggu daripada membuat pria yang sangat dicintainya ini menahan sesuatu yang sangat menyiksanya.
"Minta Conan untuk kembali ke Alma sekarang sayangku. Aku akan memberikan apa yang kamu mau," bisik Shania dengan tatapan menggoda pada suaminya.
Vedran tersenyum lebar dengan ide isterinya yang sangat hebat. Ia segera menghubungi Conan Doyle yang sedang duduk di dalam mobilnya agar melakukan sesuatu yang mungkin penting dengan istrinya sendiri terlebih dahulu, sementara ia juga ingin melakukan hal yang sama dengan Shania.
Conan Doyle tersenyum penuh makna dengan pengaturan dari pimpinannya itu. Ia tahu Vedran Sean Kingston akan selalu seperti ini jika akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
Akan tetapi Ia tidak ingin kemanapun karena ia sudah berpamitan dengan sangat manis dengan Alma tadi. Jadi ia akan menunggu di dalam mobil saja sampai pimpinan selesai dengan misinya pagi ini.
__ADS_1
🍀
Elmira turun dari mobil Daniel setelah sampai di sebuah hotel yang sama seperti yang ia datangi kemarin.
"Hubungi Aku jika acaramu sudah selesai," ujar Daniel saat gadis itu sudah bersiap memasuki sebuah gedung di hadapannya.
"Aku ada janji dengan Suzanne dan Ramanda sore ini. Kami akan menghabiskan Sore ini bersama," jawab Elmira tersenyum. Ia bermaksud memberi tahu bahwa pria itu tidak perlu menjemputnya.
"Oh ya? Aku dan Harry akan ikut."
"Tidak perlu. Ini adalah urusan para gadis Daniel. Kalau kalian ikut, pasti rencana kami untuk bersenang-senang akan kacau," timpal Elmira kemudian meninggalkan Daniel yang langsung berwajah masam.
Ia semakin heran dengan gadis-gadis itu sekarang. Mereka berdua sepertinya sedang tidak diharapkan untuk mengawal mereka.
Daniel mengangkat kedua bahunya kemudian melajukan mobilnya ke arah Restoran di sekitar Sky Tower.
Ia dan Harry berjanji akan bertemu di tempat itu untuk membicarakan tentang Javier yang sepertinya sudah bergerak mendekati titik hitam dalam alat yang mereka sambungkan pada jam tangan itu.
Elmira sendiri sudah masuk ke dalam ruangan tempat pertemuan para dokter muda itu dan mencari namanya di setiap kursi yang sudah ditempel oleh panitia acara.
Matanya memandang sebuah jam tangan yang melingkar manis di tangannya. Meskipun itu bukan seleranya tetapi pastinya akan sangat membantunya jika berhubungan dengan waktu.
Flashback on
Beberapa saat yang lalu,
"Astagfirullah." ucap Elmira dengan ekspresi khawatir. Gadis cantik itu membuka tasnya dan nampak sangat kebingungan mencari sesuatu. Suzanne yang juga sedang menunggu Harry yang akan mengantarnya nampak penasaran dengan dokter muda itu.
"Ada apa kak Mira?" tanya gadis itu seraya menatap wajah sang dokter.
"Aku lupa membawa jam tanganku. Dan kamu tahu? Aku tidak biasa bepergian tanpa benda seperti itu." Elmira yakin jam tangannya pasti tertinggal di dalam kamar tadi. Dua gadis itu menungguinya di dalam kamar sewaktu bersiap-siap dan akhirnya ia lupa.
"Aku punya satu lagi jam tangan Kak. Kalau kamu mau, kamu bisa memakai ini." Suzanne menunjukkan satu buah jam tangan yang ia ambil dari dalam tasnya.
__ADS_1
Mata Elmira berbinar senang. Ia tidak begitu suka dengan model jam tangan itu tetapi karena ia lihat kalau Harry yang memberikannya pada Suzanne, ia jadi sangat senang menerimanya.
"Boleh Aku pinjam?" tanya Elmira dengan dada berdebar. Ia berharap sekali kalau Harry yang secara langsung memberikan benda itu padanya.
"Silahkan Kak Mira. Aku yakin kakak sudah tidak mau kembali ke Kamar 'kan?"
"Ah iya, lihat Mobil Daniel pun sudah ada. Jadi Aku bisa menghemat waktu. Terimakasih banyak ya Sue. Aku akan mengembalikannya nanti sore."
"Ah iya kak. Tidak masalah."
Flashback off.
Elmira mengelus lembut permukaan jam tangan itu yang dipenuhi butiran permata kecil. Dadanya berdebar kencang membayangkan wajah Harry yang tersenyum padanya.
Tak lama kemudian acara pertemuan dokter muda di seluruh dunia itu pun dimulai. Elmira menatap ke depan dan berusaha untuk berkonsentrasi.
🍀
Javier berdiri di depan Kampus Suzanne dengan senyum diwajahnya. Ia yakin akan mendapatkan Suzanne hari ini juga.
Tangannya meraba pistol yang sudah lama tak memuntahkan peluru. Dengan menutup matanya ia membayangkan tubuh Suzanne berada dibawah kuasanya kemudian setelah itu.
Bush
Ia membayangkan tubuh cantik itu akan menggeliat tersiksa dan nikmat secara bersamaan.
Harry Sean Kingston dan Daniel Smith, kamu pikir aku Bodoh hah?! geramnya dengan rahang mengetat sempurna.
Rupanya ia sudah tahu apa yang terjadi pada jam tangan itu. Dan ia sudah menyuruh seorang pembunuh untuk mengikuti kemana alat pelacak itu memberi sinyal.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍